Langkah-langkah Indah dalam Perancangan Kerajinan dengan Benang dan DIY
B. Perencanaan Usaha Kerajinan dengan Inspirasi Budaya Nonbenda
Budaya tradisi dapat dikelompokkan menjadi budaya nonbenda dan artefak/ objek budaya.
- Budaya nonbenda di antaranya: pantun, cerita rakyat, tarian, dan upacara adat.
- Artefak/objek budaya diantaranya: pakaian daerah, wadah tradisional, senjata dan rumah adat.
Setiap jenis budaya tradisi baik nonbenda maupun artefak/objek budaya dapat menjadi sumber inspirasi untuk dikembangkan menjadi produk kerajinan.
Setiap daerah dapat mengembangkan kerajinan khas daerah yang mengambil inspirasi dari budaya tradisi daerahnya masingmasing.
Kekayaan budaya tradisi Indonesia adalah kearifan lokal (local genius) yang dapat menjadi sumber inspirasi yang tidak ada habisnya.
Sumber Daya, Material, Teknik dan Ide Kerajinan dengan Inspirasi Budaya Nonbenda
Kegiatan wirausaha didukung oleh ketersediaan sumber daya manusia, material, peralatan, cara kerja, pasar, dan pendanaan.
Sumber daya yang dikelola dalam sebuah wirausaha dikenal dengan sebutan 6 M:
- Man (manusia),
- Money (uang),
- Material (bahan),
- Machine (peralatan),
- Method (cara kerja),
- Market (pasar).
Wirausaha kerajinan dengan inspirasi budaya non benda dapat dimulai dengan melihat potensi bahan baku (Material), keterampilan produksi (Man & Machine) dan budaya lokal yang ada di daerah setempat.
Wirausaha kerajinan dengan inspirasi budaya akan menawarkan karya-karya kerajinan inovatif kepada pasaran.
B. Proses Perancangna dan Contoh Produksi Produk Transformasi dan Logistik.
a. Identifikasi Masalah.
Perancangan produk dilakukan dengan maksud untuk menemukan solusi dari sebuah permasalah yang dalam hal tersebut, permasalahan transfortasi dan logistik. Proses ini diawali dengan identifikasi masalah transfortasi atau logistik yang terdapat dilingkungan sekitar. Berikut beberapa pemaparan tentang contoh masalah transfortasi tersebut.
- Seorang konsumen membeli jus dan hendak membawanya ke rumah. Pertanyaannya kemudian, bagaimana agar konsumen membawa jus tersebut dengan nyaman tanpa harus tertumpah?
- Suatu usaha katering makanan ingin membawa ratusan piring makan lengkap dengan sendok dan garpunya untuk suatu pesta terbuka. Pertanyaannya ialah, bagaimana caranya agar piring - piring tersebut dapat tiba dilokasi tersebut dengan kondisi jalan yang tidak memungkinkan untuk kendaraan roda empat?
- Sebuah jamur dipanen dari rak jamur yang dibentuk secara vertikal membutuhkan alat bantu untuk dibawa dan disimpan di peyimpanan yang memudahkan dan melindungi jamur agar jamur tidak sampai rusak.
b. Mencari Solusi dengan Curah Pendapat.
Berikutnya yaitu mencari solusi, ide, atau pendapat dari masalah tersebut diatas. Cara yagn bisa kita lakukan yaitu, dengan melalui curah pendapat yang dilakukan dengan kelompok yang dalam prosesnya ini, setiap anggota kelompok harus membebaskan diri untuk menghasilkan ide-ide yang beragam dan sebanyak mungkin ide yang dimunculkan bahkan hingga ide-ide yang tidak masuk akal pun dikeluarkan.
Selanjudnya, menuangkan ide atau gagasan tersebut kedalam sebuah sketsa da jangan sampai ada perasaan takut sebab tak ingin salah karena setiap orang berhak untuk mengeluarkan pendapatnya, dan saling menghargai pendapat, dan boleh memberikan dan mengembangkan ide yang bersumber dari ide yang sebelumnya, serta mencatat setiap ide yang keluar. Ide tersebut terdiri dari ukuran, bentuk wadah, atau tempat barang, sumber tenaga, dan kendali yang digunakan, sistem mekanik yang dapat digunakan dan lainnya.
Pemilihan Bahan
Pemilihan bahan merupakan salah satu aspek penting dalam proses perancangan kerajinan diawali dengan. Pemilihan bahan yang tepat akan menentukan kualitas, estetika, dan fungsi kerajinan yang dihasilkan. Berikut adalah beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan bahan:
- Jenis Bahan
Jenis bahan yang digunakan akan sangat memengaruhi karakteristik kerajinan yang dihasilkan. Misalnya, kerajinan yang terbuat dari bahan alami seperti kayu atau tanah liat akan memiliki tampilan dan tekstur yang berbeda dengan kerajinan yang terbuat dari bahan sintetis seperti plastik atau logam. - Ketersediaan Bahan
Ketersediaan bahan juga perlu menjadi pertimbangan. Bahan yang mudah didapat dan memiliki harga terjangkau akan lebih dipilih dibandingkan bahan yang langka dan mahal. - Sifat Bahan
Sifat bahan, seperti kekerasan, kelenturan, dan ketahanan terhadap cuaca, harus sesuai dengan fungsi dan estetika kerajinan yang diinginkan. Misalnya, kerajinan yang akan digunakan di luar ruangan harus terbuat dari bahan yang tahan terhadap cuaca. - Pengolahan Bahan
Proses pengolahan bahan juga perlu dipertimbangkan. Bahan yang mudah diolah akan lebih disukai dibandingkan bahan yang membutuhkan teknik pengolahan yang rumit dan mahal.
Dengan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut secara cermat, pengrajin dapat memilih bahan yang tepat untuk kerajinan yang akan dibuat. Pemilihan bahan yang tepat akan menghasilkan kerajinan yang berkualitas tinggi, estetis, dan fungsional sesuai dengan tujuan pembuatannya.
Tags: kerajinan proses