... Langkah Awal dalam Merancang Kerajinan DIY: Panduan Proses Kreatif

Langkah-langkah Indah dalam Perancangan Kerajinan dengan Benang dan DIY

Estetika

Dalam proses perancangan kerajinan diawali dengan, estetika memegang peranan penting karena menentukan keindahan dan daya tarik visual dari kerajinan yang dihasilkan. Estetika meliputi berbagai aspek yang saling terkait, di antaranya:

  • Bentuk
    Bentuk kerajinan harus seimbang, harmonis, dan sesuai dengan fungsi kerajinan.
  • Warna
    Pemilihan warna harus mempertimbangkan kesesuaian dengan konsep kerajinan, serta menciptakan kesan visual yang menarik.
  • Tekstur
    Tekstur kerajinan dapat memberikan kesan visual dan sentuhan yang unik, sehingga menambah nilai estetika kerajinan.
  • Dekorasi
    Dekorasi pada kerajinan dapat mempercantik tampilan kerajinan dan menjadikannya lebih bernilai estetis.

Dengan mempertimbangkan aspek estetika dalam proses perancangan kerajinan diawali dengan, pengrajin dapat menghasilkan kerajinan yang tidak hanya fungsional tetapi juga indah dan menarik secara visual. Estetika yang baik akan meningkatkan nilai jual kerajinan dan membuatnya lebih dihargai oleh konsumen.

2. Membuat Gambar/Sketsa

Ide-ide produk, rencana atau rancangan dari produk kerajinan digambarkan atau dibuatkan sketsanya agar ide yang abstrak menjadi berwujud. Ide-ide rancangan dapat digambarkan pada sebuah buku atau lembaran kertas, dengan menggunakan pinsil, spidol atau bolpoin dan sebaiknya hidari penggunaan penghapus. Tariklah garis tipis-tipis dahulu. Jika ada garis yang dirasa kurang tepat, abaikan saja, buatlah garis lain pada bidang kertas yang sama. Demikian seterusnya sehingga kamu berani menarik garis dengan tegas dan tebal. Gambarkan idemu sebanyak-banyaknya, dapat berupa vasiasi produk, satu produk yang memiliki fungsi sama, tetapi dengan bentuk yang berbeda, produk dengan bentuk yang sama dengan warna dan motif yang berbeda.

Sketsa ide yang dibuat pada tahap-tahap sebelumnya adalah format dua dimensi. Artinya hanya digambarkan pada bidang datar. Kerajinan yang akan dibuat berbentuk tiga dimensi. Maka, studi bentuk selanjutnya dilakukan dalam format tiga dimensi, yaitu dengan studi model. Studi model dapat dilakukan dengan material sebenarnya maupun bukan material sebenarnya.

E. Pemasaran Langsung Kerajinan dengan Inspirasi Budaya Nonbenda

Pemasaran langsung adalah promosi dan penjualan yang dilakukan langsung kepada konsumen tanpa melalui toko.

Penjualan langsung merupakan hasil dari promosi langsung yang dilakukan oleh penjual terhadap pembeli.

Pemasaran dapat dilakukan dengan promosi dan demo penggunaan produk kepada calon konsumen.

Sistem penjualan langsung dapat berupa penjualan satu tingkat (single-level marketing) atau multitingkat (multi-level marketing).

Penjualan satu tingkat merupakan cara yang paling sederhana untuk menjual produk secara langsung.

Wirausahawan langsung memasarkan dan menjual kepada konsumen tanpa membutuhkan toko atau pramuniaga.

Pemasaran produk kerajinan dapat dilakukan dengan cara pemesanan.

Konsumen dapat melihat langsung produk ataupun melalui gambar dari produk kerajinan, dan kemudian memesannya.

Produsen kerajinan selain menjual produknya sendiri, dapat membentuk kelompok penjual yang akan memasarkan dan menjualkan produknya secara langsung kepada konsumen.

Kelompok penjual dapat terdiri atas beberapa tingkatan.

Sistem dengan beberapa tingkat kelompok penjual disebut multi-level marketing Produk perusahaan memiliki usaha di bidang penjualan langsung (direct selling) baik yang menggunakan single level maupun multi-level marketing wajib memiliki Surat Izin Usaha Penjualan Langsung yang dikeluarkan oleh BKPM sesuai dengan Peraturan Menteri Perdagangan No. 32 Tahun 2008.

Contoh penataan kerajinan pada penjualan di bazar:

C. Proses Produksi Produk Logistik dan Transfortasi.

Pada proses ini diawali dengan persiapan produksi yang dapat berupa pembuatan gambar teknik (gambar kerja), atau gambar pola yang akan menjadi contoh untuk kebutuhan pembelian bahan.

Tahapan dari produksi produk transfortasi dan logistik ini terdiri dari
  • Pembahanan,
  • Pembentukan,
  • Perakitan, dan
  • Finishing (penyelesaian).
a. Pembahanan Produk Logistik dan Transfortasi.

Tahapan pembahanan adalah persiapan bahan atau material agar siap untuk dibentuk. Misalnya pada proses pembuatan produk pembawa gelas jus, dilakukan dengan cara menggambarkan pola pada kertas karton dan memotongnya sesuai dengan pola. Penempatan pola pada setiap lembar kertas harus mempertimbangkan efisiensi bahan.

Proses Perancangan, Contoh, Produksi Produk Teknologi Transfortasi dan Logistik
b. Proses Pembentukan Produk Logistik dan Transfortasi.

Proses pembentukan bahan baku bergantung pada jenis materialnya, bentuk dasar material, dan bentuk prosuk yang hendak dibuat, Misalnya, produk dengan bahan kertas dibentuk dengan cara dipotong, sedangkan material kayu, bambu atau rotan dibentuk dengan cara dpotong atau dipahat.

Pemotongan dilakukan sesuai dengan pola yang direncanakan, selain proses pemotongan, pada banan rotan dapat dilakukan dengan proses pembengkokan dan untuk besi dilakukan dengan teknik las, sedangkan pada logam lempengan dibentuk dengan teknik pengetokan.

B. Proses Perancangna dan Contoh Produksi Produk Transformasi dan Logistik.

a. Identifikasi Masalah.

Perancangan produk dilakukan dengan maksud untuk menemukan solusi dari sebuah permasalah yang dalam hal tersebut, permasalahan transfortasi dan logistik. Proses ini diawali dengan identifikasi masalah transfortasi atau logistik yang terdapat dilingkungan sekitar. Berikut beberapa pemaparan tentang contoh masalah transfortasi tersebut.

  • Seorang konsumen membeli jus dan hendak membawanya ke rumah. Pertanyaannya kemudian, bagaimana agar konsumen membawa jus tersebut dengan nyaman tanpa harus tertumpah?
  • Suatu usaha katering makanan ingin membawa ratusan piring makan lengkap dengan sendok dan garpunya untuk suatu pesta terbuka. Pertanyaannya ialah, bagaimana caranya agar piring - piring tersebut dapat tiba dilokasi tersebut dengan kondisi jalan yang tidak memungkinkan untuk kendaraan roda empat?
  • Sebuah jamur dipanen dari rak jamur yang dibentuk secara vertikal membutuhkan alat bantu untuk dibawa dan disimpan di peyimpanan yang memudahkan dan melindungi jamur agar jamur tidak sampai rusak.
b. Mencari Solusi dengan Curah Pendapat.

Berikutnya yaitu mencari solusi, ide, atau pendapat dari masalah tersebut diatas. Cara yagn bisa kita lakukan yaitu, dengan melalui curah pendapat yang dilakukan dengan kelompok yang dalam prosesnya ini, setiap anggota kelompok harus membebaskan diri untuk menghasilkan ide-ide yang beragam dan sebanyak mungkin ide yang dimunculkan bahkan hingga ide-ide yang tidak masuk akal pun dikeluarkan.

Selanjudnya, menuangkan ide atau gagasan tersebut kedalam sebuah sketsa da jangan sampai ada perasaan takut sebab tak ingin salah karena setiap orang berhak untuk mengeluarkan pendapatnya, dan saling menghargai pendapat, dan boleh memberikan dan mengembangkan ide yang bersumber dari ide yang sebelumnya, serta mencatat setiap ide yang keluar. Ide tersebut terdiri dari ukuran, bentuk wadah, atau tempat barang, sumber tenaga, dan kendali yang digunakan, sistem mekanik yang dapat digunakan dan lainnya.


Tags: kerajinan proses

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia