"Menelusuri Keindahan Pusat Kerajinan Perak Kota Gede"
Peta Kota Gede Yogyakarta :
Testimoni Tamu di TripAdvisor
kunjungan saya ke yogjakarta bersama driver mas budi adalah yang terbaik dan best sekali.. maybe next time boleh berkunjung lg bersama dgn java heritage tour..
Percutian selama 4 hari 3 malam. Kami mengambil pakej transport & penginapan. Servis diberi sangat bagus. Driver kami, Supri sentiasa memberi idea & pandangan tentang tempat kami lawati. Tempat tinggal. read more kami juga sangat selesa & selamat. Berhawa dingin dan free flow water. Layanan owner Pak. Selengkapnya
Percutian yg menyeronokkan. Tempat² yang menarik. Pemandu yg baik, peramah, penyabar. Tq mas Adi dan pak Agus. Semoga ketemu lg di lain waktu.
Kota Gede Yogya memiliki jalan-jalan yang indah
Menurut De Haen, seorang Belanda yang pernah berkunjung ke Mataram Kota Gede pada tanggal 30 Juni 1623 Mataram Kota Gede merupakan kota yang luas dan penduduknya banyak. Di samping itu, kerajaan ini memiliki jaringan jalan yang indah, lebar dan berbagai pasar serta lumbung padi. Tinggi tembok kota sekitar 24-30 kaki, lebar 4 kaki, dan di luarnya mengalir parit (jagang).
Pada masanya Kota Gede diduga juga dilengkapi dengan taman mengingat ada nama abdi dalem yang bernama Juru Taman. Panembahan Seda Krapyak pun diceritakan pernah membangun taman di Danalaya. Danalaya ini terletak di sebelah selatan kota Kota Gede. Pada masa pemerintahan Panembahan Seda Krapyak ini pula dibangun Prabayeksa dan lumbung padi di Gading. Di samping itu, beliau juga memerintahkan untuk membuat krapyak (tempat perburuan binatang) di Beringan. Pada tempat itu pula beliau kelak menderita sakit dan wafat. Oleh karenanya beliau mendapat gelar anumerta Panembahan Seda Krapyak (nama mudanya Pangeran Jolang).
Jalur Benteng Bokong Semar II kotagede yogya
Sedang sisa benteng yang terletak di antara Kompleks Makam Hasta Rengga dan Kompleks Makam Kota Gede-Masjid Agung (benteng keliling keraton) oleh penduduk dikenal dengan nama Benteng Raden Ronggo. Benteng ini tampak jebol dari atas ke bawah dengan lebar lubang kira-kira selebar bahu orang dewasa. Menurut cerita lisan, benteng tersebut jebol karena ditabrak oleh Raden Ronggo (salah satu putra Senapati). Benteng-benteng Mataram ini diperkirakan dibangun sekitar tahun 1592-1593 Masehi.
Menurut Buku Riwayat Pasareyan Mataram III yang ditulis oleh R. Ng. Martohastono (almarhum), yakni seorang juru kunci Kotagede Mataram, Sendang Saliran konon dibuat oleh Ki Ageng Mataram dan Panembahan Senapati. Sendang ini dinamakan saliran karena konon memng dibuat/dikerjakan sendiri oleh Ki Ageng Mataram dan Panembahan Senapati. Menurut buku tersebut Sendang Saliran dibuat pada tahun 1284. Pada masa dulu di dalam sendang itu dipelihara kura-kura dan ikan lele. Kura-kura tersebut dinamai Kiai Duda. Sendang Saliran terdiri atas dua tempat yang masing-masing diperuntukkan bagi pengunjung laki-laki dan perempuan.
Tags: kerajinan pusat