Pusat Kerajinan Rajapolah - Surga Kreativitas dalam Kesenian Sulaman dan DIY
Tujuan dari penelitian ini adalah: Menjaga keberlanjutan Industri Kerajinan rumah tangga di Kecamatan Rajapolah. Metode penelitian menggunakan pendekatan kombinasi, metode kualitatif dan metode kuantitatif. Sumber data berasal dari survey primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, wawancara, observasi dan dokumentasi. Data dianalisis dengan menggunakan analisis Berlian Porter, dan analisis SWOT,
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Industri rumah Tangga Kerajinan dapat mampu bersaing dengan industri rumah tangga kerajinan lainnya dengan strategi manajemen industri rumah tangga kerajinan. Masyarakat terutama kaum perempuan terlibat secara aktif dalam kegiatan industri rumah tangga kerajinan. Namun sayangnya, kelembagaan yang belum berjalan untuk dibentuknya kelompok industri rumah tangga kerajinan agar kegiatan industri rumah tangga rajapolah ini dapat terus bertahan. Faktor-faktor yang menjadi pendorong sekaligus penghambat industri rumah tangga kerajinan di Rajapolah antara lain: SDM, permodalan, pemasaran dan kelembagaan. Dampak dari industri rumah tangga kerajinan di Rajapolah, yaitu membantu menambah pendapatan masyarakat sekitar dan pengurangan pengangguran ketika belum tiba musim panen.
Ezel House
Ezel House beralamat di Jl. Bebedahan, Rajapolah, Rajapolah, Tasikmalaya, Jawa Barat. Juga termasuk rumah wisata, akomodasi ini tidak jauh dari Kampung Tali Kolot Abah Engkur, Pusat Kerajinan Rajapolah, Kampung Kreatif Sukaruas, dan Sentral Peyeum.
Mengusung konsep hunian yang asri dan nyaman, Ezel House dikelilingi taman mini. Selain itu, akomodasi ini memiliki halaman depan yang luas dengan tumbuhan berbunga. Hal ini yang membuat hawa di tempat inap menjadi sejuk, meskipun cuaca sedang panas.
Fasilitas umum yang ditawarkan Ezel House tergolong lengkap, mulai dari spot parkir yang luas, tempat bersantai outdoor, ruang bersantai, ruang tamu, kamar mandi, dapur, dan ruang makan. Sementara itu, kamar-kamarnya sudah dilengkapi dengan perabotan lengkap, termasuk tempat tidur, lemari pakaian, rak menggantung baju, dan set meja rias.
DOI:
The objectives of this study was to determine promotion social media and buying interest in Ashika Art Rajapolah Tasikmalaya Handicraft Products. As well as analyzing the effect of promotion social media on buying interest in Ashika Art Rajapolah Tasikmalaya Handicraft Products.
The research method used in this study is a survey method, while the types of data used in this study are primary data and secondary data. The object of this research is the consumer of Ashika Art Rajapolah Tasikmalaya handwork center, with the sampling technique using the accidental sampling method. The data analysis technique used is simple regression analysis and hypothesis testing.
The results of this test prove that promotion social media has a significant effect on buying interest in Ashika Art Rajapolah Tasikmalaya handicraft products. It is recommended that the Ashika Art Rajapolah Tasikmalaya Handicraft Center further increase promotions social media so that it can increase consumer buying interest.
Downloads
Payung Geulis
Payung geulis adalah souvenir khas dari daerah Tasikmalaya. Payung ini digunakan digunakan dalam berbagai acara seni tradisional di Jawa Barat. Payung ini juga seringkali digunakan sebagai dekorasi ruangan. Bahkan pada tahun 1926 para noni Belanda banyak yang menggunakan payung ini.
Geulis dalam bahasa Sunda berarti “cantik” sehingga payung geulis memiliki arti payung cantik. Payung geulis terbuat dari bahan kertas dan kain yang bermotif. Motifnya terbagi menjadi dua macam yaitu motif geometris dan non geometris.
Pada motif geometris gambar yang menonjol adalah gambar garis lurus, lengkung, dan patah-patah. Sedangkan motif non geometris menonjolkan gambar seperti manusia, tumbuhan, ataupun manusia. Rangka dari payung ini terbuat dari bambu.
Untuk menambah kesan menarik bagian dalam payung diberi benang warna-warni. Namun payung ini mengalami penurunan peminat pada tahun 1955 hingga 1968. Pada saat itu Indonesia menganut sistem ekonomi terbuka.
Dengan begitu produk-produk luar negeri dapat masuk ke Indonesia termasuk produk payung import. Hal ini menggeser posisi payung geulis dan membuat pengrajin payung geulis mengalami kebangkrutan.
Mengetahui hal pemerintah kota Tasikmalaya tidak tinggal diam. Para pengrajin diberi bantuan berupa peralatan dan bahan untuk meningkatkan kualitas produk payung geulis mereka.
Payung geulis pun berangsur-angsur mulai kembali diminati pada tahun 1980 an. Hingga saat ini belum ada inovasi maupun modifikasi terhadap payung geulis sehingga bentuk payung ini masih sangat asli.
Batik Khas Jawa Barat
Batik merupakan warisan budaya Indonesia yang berasal dari wilayah Jawa khususnya Jawa Tengah. Namun Jawa Barat juga mempunya batiknya sendiri. Batik Jawa Barat mempunyai corak yang berbeda dengan batik dari daerah lainnya.
Batik Jawa Barat memilki corak flora dan fauna dengan warna-warni yang umumnya cerah. Derah-daerah yang terkenal sebagai penghasil batik di Jawa Barat antara lain Cirebon, Indramayu, Ciamis, Garut, Sumedang, Tasikmalaya, dan Kuningan.
Batik di Jawa Barat sudah ada sejak zaman kerajaan yaitu pada masa penyebaran agama Islam pada tahun 1422. Diketahui budaya batik ini di bawa oleh orang-orang yang berasal dari Jawa Tengah yang akan menuju ke Batavia.
Tags: kerajinan pola pusat