Ragam Hias Kayu dalam Kerajinan Menjahit dan DIY - Elemen Kreatif yang Menawan
15 Kerajinan dari Kayu Paling Kreatif, Unik, dan Estetik
1. Lampu Meja/Hias
Kerajinan dari kayu paling kreatif, unik dan estetik yang pertama adalah lampu meja atau lampu hias kayu. Bagaimana tidak unik? Lampu kayu ini, secara keseluruhan terbuat dari kayu, sehingga terlihat sangat estetik.
Bahkan, jika kamu memiliki peralatan memadai, kamu juga bisa membuat kerajinan lampu kayu ini, sendiri di rumah. Untuk jenis kayu yang bisa digunakan adalah kayu magohani hingga pinus.
Namun, jika kamu ingin membelinya tanpa repot-repot bikin, lampu meja dan hias dari kayu, juga sudah banyak dijual. Untuk harganya, dibanderol mulai dari Rp100.000 hingga jutaan.
2. Tatakan gelas
Terlihat sangat simpel, namun kerajinan dari kayu yang satu ini sangat memberikan kesan natural dan estetik loh. Ya, tatakan gelas dari kayu kini, sedang menjadi tren, terutama bagi para pecinta tema rustik dan vintage.
Tatakan gelas dari kayu ini, biasanya terbuat dari potongan kayu pinus, tanpa merubah bentuknya, serta hanya melakukan finishing saja hingga pengecatan lapisan bening.
Karena bentuknya yang estetik, tatakan gelas dari kayu ini, sering digunakan kafe, restoran, hingga rumahan. Harganya pun sangat terjangkau, yakni mulai Rp6000 per buah.
3. Kalender Kayu
D. Jenis dan Bahan Pewarna Tekstil
Salah satu unsur yang membuat suatu bahan tekstil menjadi indah adalah warna. Terdapat beberapa jenis pewarna tekstil. Sama dengan jenis bahan pembuatan serat/benang tekstil, secara umum terdapat dua jenis pewarna, yaitu alami dan buatan (sintetis). Pewarna alam dihasilkan dari ekstrak akar-akaran, buah, daun,kulit kayu maupun batang kayu. Sedangkan pewarna buatan (sintetis) dibuat dari bahan kimia/ buatan. Di bawah ini merupakan penjelasan kedua bahan pewarna tersebut :
1. Pewarna Tekstil Alami
Pewarna tekstil alami memiliki sifat mudah luntur dan mudah pudar karena tidak tahan terhadap sinar matahari.
a. Kunyit (Curcuma domestica)
Kunyit merupakan pewarna tekstil alami yang dibuat dengan cara merebuat parutan kunyit. Warna yang dihasilkan dari bahan ini adalah warna kuning hingga jingga.
b. Kayu tingi (saga)
Kayu tingi merupakan bahan dasar pembuatan pewarna tekstil alami yang dibuat dengan mengolah kulit kayu dan getahnya. Warna yang dihasilkan dari bahan kayu tingi/ saga yaitu merah dan hitam.
c. Kesumba
Kesumba merupakan bahan dasar pewarna tekstil alami berbentuk biji-bijian. Warna yang dihasilkan dari biji kesumba yaitu warna merah atau kuning.
d. Tarum atau tom (Indigofera Tinctoria)
Tarum atau tom merupakan sejenis tanaman yang dapat diolah sebagai bahan dasar pembuatan pewarna alami. Warna yang dihasilkan dari rendaman daun tarum adalah warna biru.
e. Pinang (Areca Cathecu)
Biji buah pinang dapat diolah menjadi bahan dasar pembuatan pewarna tekstil alami. Warna alami yang dihasilkan dari tumbukkan halus biji buah pinang tua adalah warna merah.
Teknik dan Alat untuk Mengukir Ragam Hias di Kayu
Salah satu teknik yang umumnya di gunakan dalam menerapkan ragam hias di antaranya mengukir, menggambar atau gabungan keduanya. Teknik mengukir bisa di buat dalam bentuk tonjolan atau cekungan.
Untuk membuat pola tersebut tentu di butuhkan alat pahat dan di lakukan di atas permukaan kayu. Untuk membentuk pola tersebut di butuhkan berbagai alat di antaranya adalah sebagai berikut:
Pahat
Jenis alat ini termasuk alat yang bisa di gunakan untuk mengurangi bahan keras seperti kayu dan memiliki mata tajam. Untuk proses penggunaannya bisa dengan di pukul atau di ketuk-ketuk di bagian tertentu.
Untuk jenisnya pun ada dua yaitu mata pahat mendatar dan melengkung. Semntara itu jika di lihat fungsi paham dapat di bedakan menjadi empat jenis di antaranya:
Jenis pahat ini memiliki bentuk melengkung seperti halnya kuku manusia. Fungsi dari alat ini di antaranya bisa mengerjakan untuk bagian melingkar, cembung, cekung dan juga ikal.
Sesuai dengan namanya, pahat jenis ini memiliki bentuk lurus dan fungsinya untuk meluruskan atau membuat rata bagian kayu. Selain itu, pahat jenis ini juga bisa untuk membuat dasaran dan siku-siku tepi ukiran.
Jenis pahat ini sesuai dengan namanya memiliki bentuk melengkung dan ada belahan setengah bulatan di salah satu sisinya. Umumnya alat ini di gunakan untuk mengerjakan di bagian yang cekung-cekung saja.
Untuk pahat jenis terakhir ini memiliki bentuk miring meruncing dan hanya tajam sebelah saja. Untuk fungsinya, paham ini di gunakan untuk membersihkan pada sudut sela-sela ukiran dan meraut beberapa bagian pada kayu.
Alat Pemukul
Selain pahat, kamu juga bisa menggunakan alat pemukul untuk membentuk ragam hias yang menarik. Sesuai namanya, alat ini selalu bersanding dengan pahat dalam mengukir sebuah kayu.
Ketika kamu meletakkan pahat di salah satu bidang kayu lalu alat ini di pukulkan untuk membentuk pola yang di inginkan. Umumnya alat pemukul ini terbuat dari bahan kayu yang cukup keras. Namun ada juga yang pemukul yang bentuknya dari besi atau batu.
Pengertian Ragam Hias pada Bahan Kayu
Pengertian ragam hias pada kayu adalah bentuk dasar hiasan yang disusun sesuai pola yang diterapkan pada kayu, fungsinya untuk menambah keindahan. Ragam hias pada kayu sering dijumpai pada bagian-bagian rumah, misalnya pintu, jendela, bagian tiang rumah, dan bagian-bagian rumah lainnya. Selain digunakan sebagai bagian dari keindahan rumah, pada umumnya ragam hias juga berfungsi sebagai penolak bala atau penghormatan kepada roh leluhur.
Bentuk ragam hias sangat beraneka ragam, bahkan setiap daerah di Indonesia memiliki pola ragam hias yang menjadi ciri khas daerahnya. Penciptaan ragam hias pada umumnya terinspirasi dari keanekaragaman hayati yang terdapat di setiap daerah tersebut. Jenis-jenis ragam hias yang sudah banyak dikenal masyarakat antara lain ragam hias flora (motif hias yang dikembangkan dari objek flora/ tumbuhan), ragam hias fauna (motif hias yang dikembangkan dari objek fauna/ hewan), ragam hias figuratif (motif hias yang dikembangkan dari objek manusia), ragam hias geometris (motif hias yang dikembangkan dari bentuk geometris), dan ragam hias polygonal (motif hias yang dikembangkan dari bentuk polygonal).
Keanekaragaman jenis motif ragam hias daerah tidak hanya diterapkan pada produk kerajinan berbahan kayu, namun juga diterapkan pada beberapa produk kerajinan berbahan lainnya, seperti kerajinan tradisional berbahan kain, kulit, logam, keramik, kaca, dan batu alam. Penerapan ragam hias pada berbagai bahan ini memerlukan teknik dan cara yang berbeda tergantung bahan yang digunakan. Sebagai contoh misalnya, ragam hias pada bahan kayu yang sifatnya kaku memerlukan teknik yang berbeda dengan penerapan ragam hias pada bahan tekstil yang sifatnya elastis.
Penerapan Ragam Hias pada Bahan Kayu
Penerapan ragam hias pada kayu umumnya terdapat di atas permukaan kayu berbentuk dua dimensi dan tiga dimensi. Banyak perabotan dari kayu dan bagian bangunan yang diberi sentuhan ragam hias dengan tujuan untuk menambah nilai keindahan dan juga mengandung makna simbolis. Hal ini banyak dilakukan oleh masyarakat adat tradisional sebagai bentuk budaya yang dilakukan secara turun temurun.
Penerapan ragam hias pada bahan kayu terdapat pada benda-benda kerajinan tradisional antara lain seperti topeng kayu, tameng/ perisai kayu, bagian rumah adat tradisional, perabotan rumah tangga, hiasan dinding, dan lain-lain.
1. Contoh Ragam Hias pada Kerajinan Topeng Kayu
2. Contoh Ragam Hias pada Tameng/Perisai
3. Contoh Ragam Hias pada Rumah Adat
4. Perabot Rumah tangga
Tags: kerajinan kayu