"Keindahan Ragam Hias dalam Ukiran Kayu"
Pahat
Terdapat dua jenis mata pahat, yaitu mata pahat mendatar dan mata pahat melengkung.
Ada empat jenis pahat, yaitu pahat kuku, pahat lurus, pahat lengkung, dan pahat miring.
Pahat kuku (pahat penguku)
Pahat kuku atau penguku berbentuk lengkung seperti kuku manusia.
Pahat ini digunakan untuk mengerjakan bagian yang lengkung, melingkar, membentuk cembung, cekung, ikal, dan pecahan aris maupun pecahan cawen.
Pahat lurus (pahat penyilat)
Pahat lurus atau penyilat berbentuk lurus.
Pahat lurus atau penyilat digunakan untuk mengerjakan bagian yang rata, serta dapat digunakan untuk membuat dasaran dan membuat siku-siku tepi ukiran dengan dasaran.
Pahat lengkung setengah bulatan (pahat kol)
Mata pahat lengkung setengan bulatan atau kol berbentuk melengkung belahan setengah bulatan.
Pahat tersebut berfungsi untuk mengerjakan bagian-bagian cekung yang tidak dapat dikerjakan dangan pahat kuku.
Pahat miring (pahat pengot)
Mata pahat miring atau penggot berbentuk miring meruncing dan tajam sebelah.
Pahat tersebut berfungsi untuk membersihkan pada sudut selasela ukiran dan meraut bagian-bagian yang diperlukan.
Teknik Penerapan Ragam Hias pada Kayu
Teknik berkarya seni dengan memberikan sentuhan ragam hias pada benda-benda produk kerajinan kayu ini sudah ada sejak zaman prasejarah dan semakin berkembang pada zaman kerajaan. Terdapat 3 teknik atau cara yang umum digunakan masyarakat dalam memberikan sentuhan ragam hias pada benda-benda kerajinan yang terbuat dari kayu. Penerapan ragam hias pada bahan kayu dilakukan dengan cara, yaitu melukis atau menggambar, mengukir dan gabungan melukis dan mengukir pada permukaan kayu.
Dalam menerapkan ragam hias pada kayu dilakukan diatas permukaan kayu pada benda atau bahan kayu baik 2 dimensi maupun 3 dimensi. Pemberian ragam hias pada kayu harus dilakukan dengan menerapkan prosedur atau tahapan yang tepat agar memperoleh hasil yang maksimal. Memilih teknik penerapan ragam hias pada kayu yang paling tepat adalah menyesuaikan bahan atau jenis kayu yang digunakan serta tujuan pembuatan benda atau produk kerajinan yang dibuat. Misal jika ingin membuat salah satu perabotan rumah seperti meja menggunakan bahan kayu jati yang paling tepat adalah dengan teknik ukir atau gabungan teknik ukir dan lukis, bukan menggunakan teknik lukis saja.
Jelaskan Tiga Teknik Penerapan Ragam Hias pada Bahan Kayu?
Tiga Teknik yang sering digunakan dalam menerapkan ragam hias pada bahan kayu adalah dengan cara menggambar atau melukis, mengukir, serta gabungan menggambar/melukis dan mengukir. Mengukir berarti membuat ragam hias dengan cara memahat permukaan kayu dan dibentuk seperti relief. Teknik menggambar dibuat pada permukaan benda atau barang seni yang sudah jadi. Setiap teknik yang digunakan akan menghasilkan karya seni yang berbeda-beda. Dengan teknik ukir menghasilkan bahan kayu yang memiliki tekstur jelas, sedangkan dengan cara dilukis menghasilkan tekstur halus.
1. Teknik Mengukir Pada Kayu
Salah satu teknik penerapan ragam hias pada bahan kayu adalah teknik ukir. Mengukir adalah kegiatan menggores, memahat, dan menoreh pola di atas permukaan benda. Seni ukir kayu atau ukiran kayu merupakan gambar hiasan yang dibentuk dengan cara dipahat untuk mengurangi bagian kayu yang akan menimbulkan bentuk cekung dan cembung sehingga membentuk permukaan yang indah. Istilah seni ukir kayu sudah tidak asing lagi karena dalam kehidupan sehari-hari kita dapat melihat karya ini di lingkungan rumah maupun di lingkungan sekolah.
Tags: kayu ukiran