... Rencana Anggaran Biaya Pelatihan Menjahit: Tips Hemat untuk Belajar Jahit Sendiri

"Strategi Biaya untuk Pelatihan Jahit"

Contoh RAB Usaha

Untuk membantu Anda mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai rencana anggaran biaya, simak contoh RAB sederhana berikut.

Dari contoh RAB di atas, Anda bisa memiliki acuan dari setiap proses yang akan Anda lakukan. Mulai dari persiapan, sampai tahap evaluasi.

Selesai membuat RAB, yang perlu Anda lakukan sekarang adalah menjalankan rencana tersebut.

Untuk memastikan Anda menemukan tenaga kerja terbaik, pastikan Anda memasang loker di KitaLulus.

Pasang loker di KitaLulus dapat memperbesar peluang Anda mendapatkan karyawan potensial dengan cepat. Selain itu, pasang loker di KitaLulus juga tidak perlu pusing, karena ada tim KitaLulus yang akan membantu Anda memasang iklan lowongan. Dalam hitungan jam, loker pun sudah terpasang.

Dan yang paling penting, pasang loker di KitaLulus gratis. Yuk, daftarkan perusahaan Anda sekarang!

Lihat ribuan lowongan kerja dan berkomunikas secara langsung dengan HRD atau pemilik usaha

Rumus dan Cara Menghitung RAB

Agar Sobat OCBC NISP dapat memahami terkait penggunaan RAB lebih lanjut, simak contoh perhitungannya berikut ini:

Pak Surya berencana ingin merenovasi rumah yang dimilikinya, ia membutuhkan sejumlah material atau bahan baku, tenaga kerja, serta peralatan untuk membantu prosesnya, berikut rincian perhitungannya.

Kebutuhan Biaya Material

  • 20 semen x harga satuan Rp80.000 = Rp1.600.000
  • Pasir untuk bangunan 5 m³ x harga per meter³ Rp.200.000 = Rp1.000.000
  • 6000 buah batu bata x harga satuan Rp500 = Rp3.000.000
  • 15 kaleng cat tembok x harga satuan Rp100.000 = Rp1.500.000
  • Keramik untuk ukuran ruangan 35 m³ x harga per m² Rp150.000 = Rp5.250.000

Maka, total kebutuhan biaya material adalah sebesar Rp12.350.000.

Kebutuhan Biaya Tenaga Kerja

  • 2 orang tukang keramik x 10 hari x Rp150.000 per hari = Rp3.000.000
  • 2 orang tukang batu bata x 20 hari x Rp150.000 per hari = Rp9.000.000
  • 2 orang tukang cat x 10 hari x Rp150.000 per hari = Rp3.000.000
  • 2 orang tukang plester x 1p hari x Rp150.000 per hari = Rp3.000.000

Maka, total kebutuhan biaya tenaga kerja adalah sebesar Rp18.000.000.

Kebutuhan Sewa Alat

  • Sewa 5 hari mesin mixer semen x Rp250.000 per hari = Rp1.250.000
  • Sewa 5 hari mesin batu bata x Rp500.000 per hari = Rp2.500.000
  • Sewa 3 hari mesin pemotong keramik x Rp250.000 per hari = Rp750.000

Maka, total kebutuhan biaya sewa alat adalah sebesar Rp4.500.000

Kebutuhan Biaya Lain-Lain

  • Biaya administrasi = Rp1.000.000
  • Biaya transportasi = Rp1.500.000
  • Biaya akomodasi = Rp500.000
  • Biaya lain-lain = Rp500.000

Maka, total kebutuhan biaya lain-lain adalah sebesar Rp3.500.000.

Dengan demikian, hasil rekapitulasi perhitungan estimasi RAB proyek renovasi pak Surya adalah:

Rencana Anggaran Biaya (RAB): Pengertian, Contoh & Cara Buat

Rencana anggaran biaya adalah estimasi perhitungan pada suatu proyek tertentu.

Pernahkah Sobat OCBC NISP mendengar istilah RAB? Rencana Anggaran Biaya atau disingkat RAB adalah perkiraan perhitungan biaya yang dibutuhkan saat ingin melakukan suatu proyek tertentu.

Biasanya, rancangan anggaran dana akan dibuat sebelum proyek atau suatu event dilaksanakan. Itulah mengapa, RAB disebut dengan "rencana" atau perkiraan.

Untuk mengetahui lebih lanjut pengertian rencana anggaran biaya, fungsi, serta contohnya, simak terus informasinya melalui artikel ini, ya!

Cara Membuat RAB

Berikut adalah beberapa langkah yang perlu Sobat OCBC NISP lakukan dalam membuat rencana anggaran biaya:

1. Tetapkan Tujuan dan Waktu Penggunaan Anggaran

Langkah pertama dalam membuat RAB adalah menentukan tujuan dan estimasi waktu yang akan digunakan saat memperhitungkan rencana anggaran biaya.

Dengan menerapkan tujuan sejak awal, hal ini akan membantu Sobat OCBC NISP untuk mengetahui garis besar atau gambaran biaya, serta batas dana yang diperlukan.

2. Buat Estimasi Kebutuhan

Langkah selanjutnya dalam menyusun rencana anggaran biaya adalah membuat daftar estimasi kebutuhan untuk kegiatan operasional.

Nantinya, Sobat OCBC NISP dapat mengelompokkan daftar kebutuhan tersebut berdasarkan kategori, misalnya dari cara memperolehnya, seperti proses pembelian atau penyewaannya.

Selain itu, Sobat OCBC NISP juga dapat menjumlahkan hal ini secara detail dan hampir mendekati dengan kebutuhan pada kondisi sebenarnya.

3. Analisis Kebutuhan Sumber Daya

Jika estimasi kebutuhan sudah dibuat, langkah berikutnya dalam menyusun rencana anggaran biaya, yaitu mencari dan menganalisis sumber daya yang dibutuhkan.

Misalnya, jika Sobat OCBC NISP ingin merencanakan kegiatan yang berkaitan dengan pembuatan produk, maka analisis sumber dayanya, yaitu memperkirakan berapa banyak bahan baku dalam proses produksi.

Selanjutnya, cari harga terbaik dalam mencantumkan biaya, lalu kumpulkan dan hitung keseluruhan dana yang diperlukan untuk sumber daya sesuai dengan tujuan perusahaan.

4. Riset Harga

Tahap ini dalam membuat rencana anggaran biaya dapat dimulai dari mencatat harga satuan pada setiap kebutuhan kegiatan operasional.

Perlu diperhatikan, pastikan informasi harga yang akan dicari sudah update dan relevan, sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan.

Dengan begitu, perencanaan RAB akan menjadi lebih akurat dan tidak terlalu melenceng dari update biaya saat ini.


Tags: jahit

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia