"Strategi Biaya untuk Pelatihan Jahit"
Contoh RAB
Berikut adalah contoh RAB sederhana yang bisa Anda gunakan sebagai contoh dalam bisnis Anda.
RAB PT ABC
| Kategori Biaya | Deskripsi | Jumlah Biaya (dalam IDR) |
|---|---|---|
| Biaya Persediaan | Biaya pembelian produk dari pemasok | 150.000.000 |
| Biaya Sewa | Biaya sewa toko retail dan gudang | 60.000.000 |
| Biaya Gaji | Gaji karyawan dan tunjangan lainnya | 120.000.000 |
| Biaya Pemasaran | Biaya iklan, promosi, dan strategi pemasaran lainnya | 45.000.000 |
| Biaya Utilitas | Biaya listrik, air, dan layanan utilitas lainnya | 18.000.000 |
| Biaya Transportasi | Biaya pengiriman produk kepada pelanggan | 24.000.000 |
| Biaya Perizinan | Biaya perizinan dan permohonan izin usaha | 6.000.000 |
| Biaya Penelitian | Biaya riset pasar dan penelitian produk | 18.000.000 |
| Biaya Keuangan | Biaya bunga pinjaman dan layanan keuangan lainnya | 12.000.000 |
| Biaya Perawatan | Biaya perawatan dan perbaikan fasilitas | 14.400.000 |
| Biaya Asuransi | Biaya asuransi bisnis dan perlindungan aset | 9.600.000 |
| Biaya Lainnya | Biaya lainnya yang tidak termasuk dalam kategori di atas | 12.000.000 |
| Total Biaya | 478.000.000 |
Cara Membuat RAB
Melihat manfaat yang bisa didapatkan dari pembuatan RAB, maka tidak mengherankan bila banyak pelaku bisnis yang membuatnya sebelum menjalankan usaha atau proyek.
Untuk Anda yang mungkin masih belum mengetahui cara membuat RAB, berikut ini beberapa tahapan di dalamnya.
1. Identifikasi Tujuan
Pertama tentukan tujuan dari rencana anggaran biaya yang akan dibuat. Misalnya, apakah itu untuk proyek, operasional harian, atau kegiatan lainnya. Dengan begini, Anda akan terbantu membuat perencanaan anggaran yang lebih fokus.
2. Kumpulkan Informasi
Dapatkan informasi yang relevan tentang kegiatan atau proyek yang akan dianggarkan. Lakukan identifikasi semua elemen biaya yang terkait, seperti biaya tenaga kerja, bahan baku, peralatan, penyewaan, transportasi, dan lainnya.
3. Identifikasi Sumber Dana
Tentukan sumber dana yang tersedia untuk proyek atau kegiatan tersebut. Ini bisa termasuk anggaran perusahaan, dana pinjaman, investasi, atau sumber pendapatan lainnya.
4. Buat Daftar Biaya
Buatlah daftar lengkap dari semua biaya yang diperlukan. Pisahkan biaya tersebut ke dalam beberapa kategori, seperti biaya tetap (misalnya, sewa, gaji), biaya variabel (misalnya, bahan baku, listrik), dan biaya proyek khusus (misalnya, pengembangan produk, pemasaran).
5. Estimasikan Biaya
Estimasikan biaya yang akan terjadi sesuai dengan apa yang tercantum dalam daftar biaya. Untuk melakukan estimasi ini, coba gunakan data histori, riset pasar, atau informasi lainnya sehingga estimasi yang Anda lakukan lebih akurat.
6. Hitung Total Biaya
7. Tetapkan Prioritas
Jika terdapat keterbatasan dana, tetapkan prioritas untuk setiap elemen biaya. Identifikasi elemen biaya yang paling penting dan harus dibiayai terlebih dahulu. Jika ada elemen biaya yang dapat ditunda atau dikurangi, pertimbangkan untuk mengurangi atau menghilangkannya dari anggaran.
Cara Membuat RAB
Berikut adalah beberapa langkah yang perlu Sobat OCBC NISP lakukan dalam membuat rencana anggaran biaya:
1. Tetapkan Tujuan dan Waktu Penggunaan Anggaran
Langkah pertama dalam membuat RAB adalah menentukan tujuan dan estimasi waktu yang akan digunakan saat memperhitungkan rencana anggaran biaya.
Dengan menerapkan tujuan sejak awal, hal ini akan membantu Sobat OCBC NISP untuk mengetahui garis besar atau gambaran biaya, serta batas dana yang diperlukan.
2. Buat Estimasi Kebutuhan
Langkah selanjutnya dalam menyusun rencana anggaran biaya adalah membuat daftar estimasi kebutuhan untuk kegiatan operasional.
Nantinya, Sobat OCBC NISP dapat mengelompokkan daftar kebutuhan tersebut berdasarkan kategori, misalnya dari cara memperolehnya, seperti proses pembelian atau penyewaannya.
Selain itu, Sobat OCBC NISP juga dapat menjumlahkan hal ini secara detail dan hampir mendekati dengan kebutuhan pada kondisi sebenarnya.
3. Analisis Kebutuhan Sumber Daya
Jika estimasi kebutuhan sudah dibuat, langkah berikutnya dalam menyusun rencana anggaran biaya, yaitu mencari dan menganalisis sumber daya yang dibutuhkan.
Misalnya, jika Sobat OCBC NISP ingin merencanakan kegiatan yang berkaitan dengan pembuatan produk, maka analisis sumber dayanya, yaitu memperkirakan berapa banyak bahan baku dalam proses produksi.
Selanjutnya, cari harga terbaik dalam mencantumkan biaya, lalu kumpulkan dan hitung keseluruhan dana yang diperlukan untuk sumber daya sesuai dengan tujuan perusahaan.
4. Riset Harga
Tahap ini dalam membuat rencana anggaran biaya dapat dimulai dari mencatat harga satuan pada setiap kebutuhan kegiatan operasional.
Perlu diperhatikan, pastikan informasi harga yang akan dicari sudah update dan relevan, sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan.
Dengan begitu, perencanaan RAB akan menjadi lebih akurat dan tidak terlalu melenceng dari update biaya saat ini.
Rumus dan Cara Menghitung RAB
Agar Sobat OCBC NISP dapat memahami terkait penggunaan RAB lebih lanjut, simak contoh perhitungannya berikut ini:
Pak Surya berencana ingin merenovasi rumah yang dimilikinya, ia membutuhkan sejumlah material atau bahan baku, tenaga kerja, serta peralatan untuk membantu prosesnya, berikut rincian perhitungannya.
Kebutuhan Biaya Material
- 20 semen x harga satuan Rp80.000 = Rp1.600.000
- Pasir untuk bangunan 5 m³ x harga per meter³ Rp.200.000 = Rp1.000.000
- 6000 buah batu bata x harga satuan Rp500 = Rp3.000.000
- 15 kaleng cat tembok x harga satuan Rp100.000 = Rp1.500.000
- Keramik untuk ukuran ruangan 35 m³ x harga per m² Rp150.000 = Rp5.250.000
Maka, total kebutuhan biaya material adalah sebesar Rp12.350.000.
Kebutuhan Biaya Tenaga Kerja
- 2 orang tukang keramik x 10 hari x Rp150.000 per hari = Rp3.000.000
- 2 orang tukang batu bata x 20 hari x Rp150.000 per hari = Rp9.000.000
- 2 orang tukang cat x 10 hari x Rp150.000 per hari = Rp3.000.000
- 2 orang tukang plester x 1p hari x Rp150.000 per hari = Rp3.000.000
Maka, total kebutuhan biaya tenaga kerja adalah sebesar Rp18.000.000.
Kebutuhan Sewa Alat
- Sewa 5 hari mesin mixer semen x Rp250.000 per hari = Rp1.250.000
- Sewa 5 hari mesin batu bata x Rp500.000 per hari = Rp2.500.000
- Sewa 3 hari mesin pemotong keramik x Rp250.000 per hari = Rp750.000
Maka, total kebutuhan biaya sewa alat adalah sebesar Rp4.500.000
Kebutuhan Biaya Lain-Lain
- Biaya administrasi = Rp1.000.000
- Biaya transportasi = Rp1.500.000
- Biaya akomodasi = Rp500.000
- Biaya lain-lain = Rp500.000
Maka, total kebutuhan biaya lain-lain adalah sebesar Rp3.500.000.
Dengan demikian, hasil rekapitulasi perhitungan estimasi RAB proyek renovasi pak Surya adalah:
Download Contoh RAB Sederhana Excel dan Cara Membuatnya
Download Contoh RAB Sederhana Excel dan Cara Membuatnya. Rencana Anggaran Biaya (RAB) adalah adalah sebuah rancangan biaya dalam mengajukan sebuah proposal, baik itu penelitian, kegiatan organisasi atau lainnya. Bagi seorang mahasiswa tentunya sudah tidak asing lagi dengan yang namanya RAB. Karena banyak kegiatan mahasiswa terutama dalam kegiatan organisasi yang membuat proposal permohonan data sebuah kegiatan. Untuk membuat RAB sebenarnya sangat mudah.
Aplikasi yang umum digunakan untuk membuat RAB adalah Microsoft Excel. Karena aplikasi ini dapat melakukan perhitungan secara cepat dan otomatis. Hal ini tentu akan mempermudah kita dalam membuat sebuah RAB. Dengan aplikasi Microsoft Excel kita juga bisa melakukan analisis RAB Menggunakan Pivot Table untuk mengetahui jumlah dan sub jumlah dari setiap komponen di dalam RAB. Dengan begitu akan mempermudah dalam membuat laporan akhir.
Tags: jahit