"Strategi Biaya untuk Pelatihan Jahit"
Cara Membuat RAB
Melihat manfaat yang bisa didapatkan dari pembuatan RAB, maka tidak mengherankan bila banyak pelaku bisnis yang membuatnya sebelum menjalankan usaha atau proyek.
Untuk Anda yang mungkin masih belum mengetahui cara membuat RAB, berikut ini beberapa tahapan di dalamnya.
1. Identifikasi Tujuan
Pertama tentukan tujuan dari rencana anggaran biaya yang akan dibuat. Misalnya, apakah itu untuk proyek, operasional harian, atau kegiatan lainnya. Dengan begini, Anda akan terbantu membuat perencanaan anggaran yang lebih fokus.
2. Kumpulkan Informasi
Dapatkan informasi yang relevan tentang kegiatan atau proyek yang akan dianggarkan. Lakukan identifikasi semua elemen biaya yang terkait, seperti biaya tenaga kerja, bahan baku, peralatan, penyewaan, transportasi, dan lainnya.
3. Identifikasi Sumber Dana
Tentukan sumber dana yang tersedia untuk proyek atau kegiatan tersebut. Ini bisa termasuk anggaran perusahaan, dana pinjaman, investasi, atau sumber pendapatan lainnya.
4. Buat Daftar Biaya
Buatlah daftar lengkap dari semua biaya yang diperlukan. Pisahkan biaya tersebut ke dalam beberapa kategori, seperti biaya tetap (misalnya, sewa, gaji), biaya variabel (misalnya, bahan baku, listrik), dan biaya proyek khusus (misalnya, pengembangan produk, pemasaran).
5. Estimasikan Biaya
Estimasikan biaya yang akan terjadi sesuai dengan apa yang tercantum dalam daftar biaya. Untuk melakukan estimasi ini, coba gunakan data histori, riset pasar, atau informasi lainnya sehingga estimasi yang Anda lakukan lebih akurat.
6. Hitung Total Biaya
7. Tetapkan Prioritas
Jika terdapat keterbatasan dana, tetapkan prioritas untuk setiap elemen biaya. Identifikasi elemen biaya yang paling penting dan harus dibiayai terlebih dahulu. Jika ada elemen biaya yang dapat ditunda atau dikurangi, pertimbangkan untuk mengurangi atau menghilangkannya dari anggaran.
Rumus dan Cara Menghitung RAB
Agar Sobat OCBC NISP dapat memahami terkait penggunaan RAB lebih lanjut, simak contoh perhitungannya berikut ini:
Pak Surya berencana ingin merenovasi rumah yang dimilikinya, ia membutuhkan sejumlah material atau bahan baku, tenaga kerja, serta peralatan untuk membantu prosesnya, berikut rincian perhitungannya.
Kebutuhan Biaya Material
- 20 semen x harga satuan Rp80.000 = Rp1.600.000
- Pasir untuk bangunan 5 m³ x harga per meter³ Rp.200.000 = Rp1.000.000
- 6000 buah batu bata x harga satuan Rp500 = Rp3.000.000
- 15 kaleng cat tembok x harga satuan Rp100.000 = Rp1.500.000
- Keramik untuk ukuran ruangan 35 m³ x harga per m² Rp150.000 = Rp5.250.000
Maka, total kebutuhan biaya material adalah sebesar Rp12.350.000.
Kebutuhan Biaya Tenaga Kerja
- 2 orang tukang keramik x 10 hari x Rp150.000 per hari = Rp3.000.000
- 2 orang tukang batu bata x 20 hari x Rp150.000 per hari = Rp9.000.000
- 2 orang tukang cat x 10 hari x Rp150.000 per hari = Rp3.000.000
- 2 orang tukang plester x 1p hari x Rp150.000 per hari = Rp3.000.000
Maka, total kebutuhan biaya tenaga kerja adalah sebesar Rp18.000.000.
Kebutuhan Sewa Alat
- Sewa 5 hari mesin mixer semen x Rp250.000 per hari = Rp1.250.000
- Sewa 5 hari mesin batu bata x Rp500.000 per hari = Rp2.500.000
- Sewa 3 hari mesin pemotong keramik x Rp250.000 per hari = Rp750.000
Maka, total kebutuhan biaya sewa alat adalah sebesar Rp4.500.000
Kebutuhan Biaya Lain-Lain
- Biaya administrasi = Rp1.000.000
- Biaya transportasi = Rp1.500.000
- Biaya akomodasi = Rp500.000
- Biaya lain-lain = Rp500.000
Maka, total kebutuhan biaya lain-lain adalah sebesar Rp3.500.000.
Dengan demikian, hasil rekapitulasi perhitungan estimasi RAB proyek renovasi pak Surya adalah:
Cara Membuat RAB
Berikut adalah beberapa langkah yang perlu Sobat OCBC NISP lakukan dalam membuat rencana anggaran biaya:
1. Tetapkan Tujuan dan Waktu Penggunaan Anggaran
Langkah pertama dalam membuat RAB adalah menentukan tujuan dan estimasi waktu yang akan digunakan saat memperhitungkan rencana anggaran biaya.
Dengan menerapkan tujuan sejak awal, hal ini akan membantu Sobat OCBC NISP untuk mengetahui garis besar atau gambaran biaya, serta batas dana yang diperlukan.
2. Buat Estimasi Kebutuhan
Langkah selanjutnya dalam menyusun rencana anggaran biaya adalah membuat daftar estimasi kebutuhan untuk kegiatan operasional.
Nantinya, Sobat OCBC NISP dapat mengelompokkan daftar kebutuhan tersebut berdasarkan kategori, misalnya dari cara memperolehnya, seperti proses pembelian atau penyewaannya.
Selain itu, Sobat OCBC NISP juga dapat menjumlahkan hal ini secara detail dan hampir mendekati dengan kebutuhan pada kondisi sebenarnya.
3. Analisis Kebutuhan Sumber Daya
Jika estimasi kebutuhan sudah dibuat, langkah berikutnya dalam menyusun rencana anggaran biaya, yaitu mencari dan menganalisis sumber daya yang dibutuhkan.
Misalnya, jika Sobat OCBC NISP ingin merencanakan kegiatan yang berkaitan dengan pembuatan produk, maka analisis sumber dayanya, yaitu memperkirakan berapa banyak bahan baku dalam proses produksi.
Selanjutnya, cari harga terbaik dalam mencantumkan biaya, lalu kumpulkan dan hitung keseluruhan dana yang diperlukan untuk sumber daya sesuai dengan tujuan perusahaan.
4. Riset Harga
Tahap ini dalam membuat rencana anggaran biaya dapat dimulai dari mencatat harga satuan pada setiap kebutuhan kegiatan operasional.
Perlu diperhatikan, pastikan informasi harga yang akan dicari sudah update dan relevan, sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan.
Dengan begitu, perencanaan RAB akan menjadi lebih akurat dan tidak terlalu melenceng dari update biaya saat ini.
Manfaat RAB
Membuat contoh RAB adalah hal wajib bagi setiap pelaku bisnis atau juga penyelenggara kegiatan. Dokumen ini memberikan banyak manfaat, seperti berikut.
1. Membuat Perencanaan Biaya Lebih Cermat
Perencanaan anggaran yang dibuat dari awal dapat menjadi acuan dalam operasional serta proses pembiayaan.
RAB akan membantu Anda memperbaiki pembiayaan di waktu tertentu. Manfaat ini akan sangat Anda rasakan di masa mendatang.
Dengan melihat dokumen RAB sebelumnya, Anda bisa mengevaluasi apa saja yang kurang dan perlu diperbaiki. Lalu, Anda bisa melakukan penyesuaian berdasarkan situasi saat ini. Hasilnya, Anda bisa membuat perencanaan biaya yang lebih cermat.
2. Efisiensi Waktu
Adanya pedoman dari RAB akan membantu Anda menjalankan bisnis atau proyek dengan lebih efektif. Ini karena Anda sudah tahu apa saja yang diperlukan dengan mengacu pada perencanaan anggaran yang sudah disusun.
3. Proses Evaluasi Lebih Mudah
Anda pun bisa melihat apakah nominal yang Anda keluarkan sesuai dengan hasil yang didapatkan, apakah aktivitas tersebut efektif atau tidak.
Hal ini akan sangat membantu Anda untuk melakukan perencanaan di masa mendatang.
4. Proses Pengambilan Keputusan Lebih Bijak
Contoh rencana anggaran biaya yang sudah Anda buat akan menjadi penuntut Anda dalam mengambil keputusan atau mengeluarkan suatu kebijakan.
Keputusan dan kebijakan yang Anda ambil tentu saja bisa lebih relevan sesuai dengan biaya yang sudah direncanakan.
Kesimpulan
Itulah pembahasan lengkap dan contoh template RAB yang bisa Anda download secara gratis. Perlu Anda ingat, membuat RAB tidak hanya bisa digunakan dalam bisnis saja, namun juga untuk kehidupan pribadi Anda misalnya saat Anda ingin melangsungkan pernikahan yang memerlukan anggaran yang besar.
Di sisi bisnis, jika Anda adalah pemilik bisnis yang membutuhkan proses pembuatan anggaran yang lebih mudah dan praktis, Anda bisa menggunakan software akuntansi yang memiliki fitur anggaran terlengkap seperti Kledo.
Kledo adalah software akuntansi online berbasis cloud yang sudah digunakan oleh lebih dari 85 ribu pengguna dari berbagai jenis dan skala bisnis di Indonesia.
Jika tertarik, Anda bisa mencoba menggunakan Kledo dengan paket gratis selamanya melalui tautan ini.
Lima tahun pengalaman di dunia digital marketing dan penulisan terkait bisnis, pemasaran, keuangan, dan akuntansi.
- Multichannel Marketing: Kelebihan, Tantangan, dan Strateginya - 10 Juli 2024
- 10 Konsekuensi Jika Anda Memiliki Pembukuan yang Buruk pada Bisnis - 10 Juli 2024
- Cara Menilai Laporan Keuangan Bagi Investor dan Pemilik Bisnis - 9 Juli 2024
Tags: jahit