Kapan yang Tepat untuk Melakukan Retouch Sulam Alis?
Efek Samping dan Risiko Sulam Alis Microblading
Foto: Efek Samping dan Risiko Sulam Alis MicrobladingFoto: medicalnewstoday.com
Beberapa tindakan yang dilakukan pada bagian tubuh seringkali dapat menimbulkan risiko atau efek samping.
Tetapi risiko tersebut dapat berkurang jika seseorang mengikuti petunjuk perawatan dengan benar.
Namun meskipun begitu, pada beberapa kasus, seseorang yang melakukan sulam alis microblading dapat mengalami efek samping.
Salah satu penyebabnya bisa jadi karena seseorang yang menawarkan jasa sulam alis microblading tidak memiliki keterampilan dan pengalaman yang minim dalam melakukan prosedur ini.
Berikut beberapa risikonya, antara lain:
1. Infeksi
Meskipun alat tersebut disegel dalam kemasannya, tidak ada jaminan bahwa alat tersebut aman.
Jadi ahli microblading harus memastikan bahwa perangkat yang digunakan bersih sebelum menggunakannya.
2. Reaksi alergi
Beberapa orang mungkin mengalami akan reaksi alergi terhadap tinta yang digunakan oleh penyulam alis.
Sangat penting untuk berbicara dengan ahli microblading yang menangani Moms tentang situasi yang dialami untuk menentukan apakah dapat melanjutkan prosedur atau tidak.
3. Keloid
Keloid adalah bekas luka yang tebal dan menonjol. Keloid secara umum memang tidak berbahaya bagi kesehatan fisik.
Tapi, adanya keloid di wajah dapat mengganggu penampilan yang memicu rasa tidak percaya diri.
Apa itu sulam alis?
Sulam alis adalah prosedur kosmetik untuk mengisi alis dengan menanamkan pigmen berwarna.
Pigmen ini memiliki tekstur menyerupai rambut asli dan dipasang mengikuti jalur pertumbuhan rambut asli, alias feathering .
Dalam teknik feathering , Anda dapat berkonsultasi terlebih dahulu kepada teknisi untuk mendapatkan pigmen warna yang senada dengan warna rambut alis asli Anda.
Dengan begitu, prosedur sulam akan menghasilkan bentuk alis baru yang terlihat lebih alami.
Mengutip situs The Society of Permanent Cosmetic Professionals , tidak seperti tato alis yang menembus lapisan kulit yang dalam, sulam alis hanya memengaruhi lapisan terluar kulit, yakni epidermis.
Itu sebabnya hasil sulam umumnya hanya bertahan hingga dua tahun dengan touch-up rutin.
Sulam alis akan memudahkan Anda mengganti model alis sesuai dengan keinginan Anda. P rosedur ini juga cocok bagi Anda yang ingin alis tipis atau memberikan warna yang lebih gelap agar alis terlihat lebih jelas.
Berapa lama efek microblading bertahan?
Microblading tidak menciptakan hasil permanen. Hasil microblading hanya bertahan selama 1-3 tahun. Lama-kelamaan, pigmen warna yang dihasilkan microblading akan memudar.
Jika Anda berniat mempercantik alis dengan prosedur ini, rajin-rajinlah mengulangnya (retouch) agar alis tetap terlihat sempurna.
Biasanya, praktisi kecantikan akan menyarankan Anda untuk melakukan retouch tiap enam bulan, tergantung jenis kulit dan keinginan masing-masing.
Efek microblading cenderung cepat hilang pada orang yang memiliki kulit berminyak . Pasalnya, produksi minyak berlebih pada kulit bisa membuat pigmen yang dibuat lebih sulit menempel dan bertahan lama.
Pemilik kulit berminyak sebetulnya boleh saja melakukan microblading alis. Hanya saja, Anda harus melakukan perawatan alis yang ekstra.
Hasil microblading mungkin juga tidak bertahan lama sehingga Anda harus lebih sering melakukan retouch .
Waktu terbaik untuk melakukan retouch ialah ketika warna alis mulai memudar agar dokter lebih mudah mengisinya kembali.
Biaya yang Anda keluarkan pun lebih murah daripada harus melakukan microblading ulang.
Terlebih lagi jika Anda harus melakukan perawatan lainnya terlebih dulu, misalnya threading alis .
Prosedur microblading alis
Ia akan menjelaskan seperti apa prosedur microblading , risikonya, hingga warna dan gaya alis yang bisa Anda pilih.
Sebelum mulai melakukan microblading , praktisi kecantikan akan mengoleskan salep khusus yang membuat area alis Anda mati rasa.
Salep ini juga membantu mengurangi rasa tidak nyaman selama prosedur berlangsung.
Begitu Anda merasa nyaman, prosedur microblading akan dimulai. Microblading alis menggunakan alat bantu mirip pena yang berisikan 7–16 (atau lebih) jarum berukuran mikro (sangat kecil).
Jarum ini nantinya bisa meniru bentuk rambut alis dengan menciptakan goresan tipis di atas kulit.
Anda mungkin akan merasakan gesekan pada area alis, tapi seluruh proses ini umumnya hanya menimbulkan sedikit rasa sakit.
Efek Samping Sulam Alis
Melansir dari Society of The Permanent Cosmetics Professional (SPCP), kemungkinan masalah dengan prosedur riasan permanen jarang terjadi jika semua standar kesehatan dipatuhi, terutama dalam hal desinfeksi dan sterilisasi peralatan.
Studi dalam jurnal Clinical Interventions in Aging menegaskan bahwa tato kosmetik seperti sulam alis memiliki risiko yang sama dengan jenis prosedur tato lainnya.
Melansir dari Mayo Clinic, berikut beberapa contoh risiko yang dapat terjadi saat melakukan tato atau sulam alis, yaitu:
- Dapat menimbulkan reaksi alergi pada kulit, seperti ruam gatal,
- Infeksi pada kulit,
- Iritasi,
- Masalah kulit seperti granuloma dan keloid,
- Menggunakan alat yang tidak steril, kemungkinan dapat menyebabkan penyakit hepatitis B dan C,
Melakukan perawatan dan mengonsumsi obat-obatan diperlukan jika Moms mengalami reaksi alergi dan mengalami infeksi, atau masalah kulit lain di sekitar area alis yang disulam.
Pada dasarnya, risiko tersebut dapat diminimalkan jika konsumen dan penyulam alis mengetahui risiko-risiko tersebut.
Tags: sulam alis retouch