"Menjahit Kain Putih? Hindari Kapur Jahit Berwarna!"
Kreasi Menjahit Membuat Tote Bag
Tote bag merupakan tas selempang yang memiliki beragam fungsi. Bisa digunakan untuk sekedar bepergian, hang out atau difungsikan sebagai tas belanja untuk mengurangi penggunaan sampah plastik. Nah, karena tote merupakan salah satu jenis tas yang harus kamu miliki. Sebaiknya, kamu bikin banyak deh, biar bisa buat ganti-ganti. Apalagi jika kamu memiliki hobi menjahit, bisa banget kamu memilih kreasi menjahit item ini. Bisa jadi ladang usaha juga lho !. Yuk coba bikin !
Peralatan dan bahan yang dibutuhkan :
Jika Anda akan menggunakan tote bag untuk membawa barang-barang berat seperti buku, Anda sebaiknya memilih bahan yang kuat. Pilih bahan seperti kain katun, corduroy, atau semacam kain polyester yang tebal. Bahan lain yang tipis akan cepat robek ketika Anda membawa benda yang berat atau tajam.
- Gunting
- Kapur Jahit
- Benang dan Jarum
Jika kamu tidak memiliki mesin jahit, solusi yang bisa kamu ambil adalah dengan menjahitnya secara manual.
Cara membuat :
1. Pertama tentukanlah ukuran tote bag yang akan kamu buat buat. Jika sudah, kamu bisa menentukan ukurannya dan pola yang akan kamu gunakan. Salah satu caranya adalah dengan memberi tanda pada kain menggunakan kapur jahit sebelum memotongnya. Biasanya ukuran tote bag mulai dari :
- kecil: 30 x 35 cm,
- Tote bagedang: 35 x 40 cm
- Tote bag kanvas besar: 60 x 50 cm.
4. Selesai dijahit, baliklah badan tote bag hingga bagian baiknyalah yang berada di luar. Rapikan bagian atas tote bag dengan menjahitnya secara lurus.
5. Selanjutnya jahitlah gantungan tote bag pada badan tote bag. Sebelumnya Anda bisa menandai pada bagian mana gantungan tersebut dijahit dengan melipat bagian atas tote bag dalam tiga kali lipatan.
Pilih dan Siapkan Kain dan Benang Anda
Penting untuk menyisihkan waktu memilih kain dan benang untuk menyulam atau menjahit.
Hati-hati: benang yang terlalu tipis pada kain yang tebal dapat membuat jahitan menjadi terlalu rapuh. Sumber: Visual Hunt
Jersey, jeans, kulit, katun, poplin, cretonne, katun piqué, kapas murni, kain terry, flanel, katun batiste, beludru, katun berlapis, denim, linen, sutra, wol, poliester, dll: ada banyak kain, baik yang alami dan sintetis, yang, tergantung pada cara pembuatannya, yang lebih tebal, lebih tipis, atau lebih kaku.
Begitu pula dengan benang.
Sekarang yang harus Anda lakukan adalah mulai mengerjakannya!
Lihat bagaimana Anda dapat membuat progres yang cepat dalam menjahit dengan tips berikut!
Pinchusion/ bola-bola jarum pentul
Agar jarum pentul tidak berceceran dan beresiko melukai kaki, bisa banget nih kamu merapikannya dengan cara menusukannya pada bola-bola jarum pentul. Cara membuatnya tidak sulit kok. Berikut tata caranya
Peralatan yang dibutuhkan
- Kain perca ( sesuai dengan ukuran bola-bola jarum pentul yang kamu butuhkan)
- Jarum dan benang
- Gunting
- Dakron
Cara membuat
1. Buat pola terlebih dahulu pada kain sebelum memotongnya. Caranya gunting kain menjadi bentuk lingkaran, diameter lingkaran adalah 20 cm. Sebenarnya sesuaikan dengan selera kamu ya, mau berukuran besar atau kecil ( buat dua pola yah )
2. Potong kian mengikuti pola lingkaran yang sudah dibentuk.
3. Jika sudah, hadapkan kedua kain lingkaran dan jahit tepinya secara melingkar, sisakan sedikit lubang untuk memasukkan dakrop pada “bola-bola jarum pentul”
4. Kemudian, jahit sisa lubang tersebut hingga rapi
5. Gunakan jarum jahit dan benang yang lebih besar untuk membuat jahitan untuk mempercantik tampilan pinchusion. Caranya adalah, dengan menusukkan jarum tepat pada bagian tengah pinchusion dari bawah ke atas. Lalu tarik benang memberntuk seperempat lingkaran.
6. Lakukan langkah ini hingga benang melingkari 8 arah mata angin, kemudian buat tali simpul pada bagian bawah agar jahitan tidak lepas.
7. Agar tampilannya semakin cantik. Tempelkan satu butir manik-manik di tengah-tengah lingkaran/ bantalan pinchusion. Bisa menggunakan lem tembak ataupun dijahit manual.
8. Pincushion/ bola-Bola jarum pentul sudah siap digunakan. Simpel kan ?
Adakah Kursus Menjahit di Indonesia?
Faktanya, Anda dapat menemukan kursus menjahit hampir di semua tempat. Tidak seperti, katakanlah, mata pelajaran Matematika, yang biasanya diadakan di lembaga pendidikan dan kurang lebih mengikuti struktur akademik dalam hal penjadwalan, pelajaran menjahit sering dijalankan sebagai lokakarya dalam bentuk belajar terus menerus selama seminggu, misalnya, atau sebagai pelatihan sekali (bisa sesi satu hari/pagi/siang). Kursus dapat ditawarkan dalam jumlah dua kali atau lebih jika dibutuhkan atau jika menginginkan tingkat keterampilan yang lebih tinggi. Belum lagi, tentu saja, banyak pilihan pelatihan online yang tersedia.
Jadi, apa yang menarik dari kerajinan ini?
Apakah Anda ingin mengembangkan keterampilan yang dapat menghasilkan uang (misalnya, membuat mainan, perabotan lembut, atau pakaian unik untuk dijual di Shopee atau Tokopedia) atau hanya ingin membuat barang berguna di sekitar rumah (misalnya, menjahit kancing kembali pada baju Anda atau memotong celana yang terlalu panjang)? Beberapa wanita (meskipun ini pandangan sangat tradisional dan penuh stereotipe bahwasanya seorang ibu rumah tangga sejati harus bisa menjahit!).
Seorang instruktur menjahit sangat berguna dalam membantu pemula dan pengrajin berpengalaman dan wanita sama-sama untuk membangun keterampilan mereka. Penelitian yang dilakukan oleh Craft Hobby Association menunjukkan bahwa lebih dari 4 juta orang menjahit untuk perabotan rumah mereka dan dengan jumlah yang sama menjahit pakaian.
Dengan begitu banyaknya manfaat kerajinan, Anda perlu bertanya pada diri sendiri untuk apa belajar menjahit, bagaimana Anda ingin mempelajarinya dan berapa banyak uang yang harus Anda keluarkan untuk mengembangkan keterampilan Anda - dan semua ini dimulai sebelum mulai mengikuti kursus (jika tidak, Anda akan mendaftar mengikuti beberapa sesi berbeda pada bidang yang berbeda pula).
Tags: dari jahit putih