"Menjahit Kain Putih? Hindari Kapur Jahit Berwarna!"
Alat Pengukur untuk Mengatur Pola Jahit Anda
Saat belajar menjahit, Anda cenderung berpikir mesin jahit, sedikit kain dan beberapa benang akan cukup untuk memulai proyek menjahit. Anda tidak bisa lebih salah. Anda juga akan membutuhkan beberapa perlengkapan menjahit untuk menjahit tangan dan banyak bantuan kecil yang membuat hidup lebih mudah.
Pertama, Anda perlu mengukur dan mengambil dimensi, sehingga Anda akan tahu berapa banyak kain yang harus dibeli dan di mana harus memotong. Untuk ini, ada empat alat jahit dasar:
Pita pengukur
Sangat diperlukan untuk menjahit jenis apa pun, pita pengukur fleksibel membantu Anda mengukur lekukan pada pola menjahit dan - seperti namanya - mengukur panjang lengan baju, lebar bahu, lingkar pinggang, dll. - semua dimensi Anda. perlu mencari tahu berapa banyak kain yang harus dipotong, disulam atau dijahit. Sebenarnya, ini sederhana: pita pengukur untuk penjahit seperti gergaji bagi tukang kayu.
Ini adalah alat dasar yang tanpanya tidak ada proses menjahit. Pita pengukur bisa berukuran antara satu sampai tiga meter, tetapi biasanya panjang 150 cm. Mereka datang dalam bahan yang berbeda: kain, plastik atau pita satin. Harganya jarang lebih dari Rp 50.000.
Penggaris kecil
Saat mengerjakan permukaan datar, penggaris kecil memungkinkan Anda mengukur jarak pendek dengan lebih presisi daripada pita pengukur. Penggaris logam adalah pilihan terbaik (aluminium, misalnya), tetapi Anda sering menemukannya dari kayu atau plastik, dengan panjang sekitar 20 cm. Toko kain tidak hanya menawarkan penggaris lurus biasa, tetapi juga:
- Kurva Prancis
- Kotak
- Kurva fleksibel
- Alat pengukur
- Gauge tangan
- Quilter
Kreasi Menjahit Membuat Tote Bag
Tote bag merupakan tas selempang yang memiliki beragam fungsi. Bisa digunakan untuk sekedar bepergian, hang out atau difungsikan sebagai tas belanja untuk mengurangi penggunaan sampah plastik. Nah, karena tote merupakan salah satu jenis tas yang harus kamu miliki. Sebaiknya, kamu bikin banyak deh, biar bisa buat ganti-ganti. Apalagi jika kamu memiliki hobi menjahit, bisa banget kamu memilih kreasi menjahit item ini. Bisa jadi ladang usaha juga lho !. Yuk coba bikin !
Peralatan dan bahan yang dibutuhkan :
Jika Anda akan menggunakan tote bag untuk membawa barang-barang berat seperti buku, Anda sebaiknya memilih bahan yang kuat. Pilih bahan seperti kain katun, corduroy, atau semacam kain polyester yang tebal. Bahan lain yang tipis akan cepat robek ketika Anda membawa benda yang berat atau tajam.
- Gunting
- Kapur Jahit
- Benang dan Jarum
Jika kamu tidak memiliki mesin jahit, solusi yang bisa kamu ambil adalah dengan menjahitnya secara manual.
Cara membuat :
1. Pertama tentukanlah ukuran tote bag yang akan kamu buat buat. Jika sudah, kamu bisa menentukan ukurannya dan pola yang akan kamu gunakan. Salah satu caranya adalah dengan memberi tanda pada kain menggunakan kapur jahit sebelum memotongnya. Biasanya ukuran tote bag mulai dari :
- kecil: 30 x 35 cm,
- Tote bagedang: 35 x 40 cm
- Tote bag kanvas besar: 60 x 50 cm.
4. Selesai dijahit, baliklah badan tote bag hingga bagian baiknyalah yang berada di luar. Rapikan bagian atas tote bag dengan menjahitnya secara lurus.
5. Selanjutnya jahitlah gantungan tote bag pada badan tote bag. Sebelumnya Anda bisa menandai pada bagian mana gantungan tersebut dijahit dengan melipat bagian atas tote bag dalam tiga kali lipatan.
Pinchusion/ bola-bola jarum pentul
Agar jarum pentul tidak berceceran dan beresiko melukai kaki, bisa banget nih kamu merapikannya dengan cara menusukannya pada bola-bola jarum pentul. Cara membuatnya tidak sulit kok. Berikut tata caranya
Peralatan yang dibutuhkan
- Kain perca ( sesuai dengan ukuran bola-bola jarum pentul yang kamu butuhkan)
- Jarum dan benang
- Gunting
- Dakron
Cara membuat
1. Buat pola terlebih dahulu pada kain sebelum memotongnya. Caranya gunting kain menjadi bentuk lingkaran, diameter lingkaran adalah 20 cm. Sebenarnya sesuaikan dengan selera kamu ya, mau berukuran besar atau kecil ( buat dua pola yah )
2. Potong kian mengikuti pola lingkaran yang sudah dibentuk.
3. Jika sudah, hadapkan kedua kain lingkaran dan jahit tepinya secara melingkar, sisakan sedikit lubang untuk memasukkan dakrop pada “bola-bola jarum pentul”
4. Kemudian, jahit sisa lubang tersebut hingga rapi
5. Gunakan jarum jahit dan benang yang lebih besar untuk membuat jahitan untuk mempercantik tampilan pinchusion. Caranya adalah, dengan menusukkan jarum tepat pada bagian tengah pinchusion dari bawah ke atas. Lalu tarik benang memberntuk seperempat lingkaran.
6. Lakukan langkah ini hingga benang melingkari 8 arah mata angin, kemudian buat tali simpul pada bagian bawah agar jahitan tidak lepas.
7. Agar tampilannya semakin cantik. Tempelkan satu butir manik-manik di tengah-tengah lingkaran/ bantalan pinchusion. Bisa menggunakan lem tembak ataupun dijahit manual.
8. Pincushion/ bola-Bola jarum pentul sudah siap digunakan. Simpel kan ?
Pilih dan Siapkan Kain dan Benang Anda
Penting untuk menyisihkan waktu memilih kain dan benang untuk menyulam atau menjahit.
Hati-hati: benang yang terlalu tipis pada kain yang tebal dapat membuat jahitan menjadi terlalu rapuh. Sumber: Visual Hunt
Jersey, jeans, kulit, katun, poplin, cretonne, katun piqué, kapas murni, kain terry, flanel, katun batiste, beludru, katun berlapis, denim, linen, sutra, wol, poliester, dll: ada banyak kain, baik yang alami dan sintetis, yang, tergantung pada cara pembuatannya, yang lebih tebal, lebih tipis, atau lebih kaku.
Begitu pula dengan benang.
Sekarang yang harus Anda lakukan adalah mulai mengerjakannya!
Lihat bagaimana Anda dapat membuat progres yang cepat dalam menjahit dengan tips berikut!
Tags: dari jahit putih