"Menjahit Kain Putih? Hindari Kapur Jahit Berwarna!"
Pikirkan Baik-Baik Tentang Kerjaan Menjahit Anda
Ini mungkin tip pertama untuk semua penjahit di luar sana, untuk menghindari kesalahan dan memastikan Anda membuat bagian yang dijahit dengan baik, Anda harus tahu apa yang Anda lakukan.
Ini mengharuskan Anda untuk memiliki gagasan yang jelas tentang apa yang ingin Anda jahit sebelum Anda mulai.
Menjahit dapat dimotivasi oleh keinginan untuk memberikan kreasi sebagai hadiah kepada orang lain, untuk memenuhi kebutuhan pribadi atau keinginan sederhana untuk berkreasi.
Apa yang akan dibuat- dan untuk siapa buatan tersebut - yang akan menentukan pilihan dan jumlah kain yang diperlukan.
Memang, menjahit satu atau dua atasan kecil untuk anak perempuan berusia 6 tahun jelas tidak akan membutuhkan jumlah bahan yang sama seperti membuat gorden untuk jendela lebar.
Oleh karena itu, gambaran pekerjaan menjahit direncanakan cukup banyak menentukan alat yang perlu Anda beli di toko pakaian lokal atau, jika Anda adalah tipikal penjahit yang tidak sabaran, beli saja secara online dari situs toko pakaian: pita pengukur satin, ripper jahitan, penggaris Jepang, jarum jahit, benang jahit, kain , dll.
Untuk menjahit ritsleting, membuat kembali ritsleting tenda, menyesuaikan atasan atau gaun cantik, misalnya, pilihan warna, jenis, dan ketebalan kain akan sangat berbeda.
Tip lain: jangan lupa tentang pola jahitan.
Pernahkah Anda melihat seorang tukang listrik memasang kabel konstruksi gedung baru tanpa rencana?
Membuat pola juga akan membagi pekerjaan menjadi beberapa tahap sehingga Anda tidak melakukan semuanya dengan terburu-buru.
- Luangkan satu hari atau satu malam untuk melacak pola,
- Luangkan waktu lain untuk memotong kain,
- Kemudian, mulailah menjahit!
Cara mudah membuat kreasi menjahit Scrunchie
Scrunchie atau sering disebut cepol rambut pada mulanya berupa gumpalan rambut yang diikat. Cepol ini dibuat agar rambut tidak keluar dan tidak terlihat jika mengenakan hijab, serta memberi kesan eksotik pada kepala ketika mengenakan hijab.
Scrunchie atau cepol saat ini sudah menjadi bagian penting guna memperindah penampilah para hijabers. Terkadang ada beberapa cepol yang berimbas menyakitkan pada penggunanya.
Misalkan ikatannya terlalu kencang atau jepitan terlalu berat menjadi salah satu keluhan para hijaber, terlebih bagi mereka yang memakai helm pastinya rasa sakit semakin bertambah.
Peralatan dan Bahan yang Diperlukan :
- Kain perca berukuran 40 cm x 10 cm (kamu bisa mengubahnya sesuai keinginan dan kebutuhan)
- Karet elastis dengan panjang 15 cm, boleh lebih.
- Peniti
- Gunting
- Jarum dan benang
Langkah-Langkah Menjahit Scrunchie
- Lipat memanjang potongan kain perca . Kemudian jahit kecil bagian tepi kain tersebut, sisakan 3 inci bagian kain dan jangan dijahit terlebih dahulu
- Balik kain yang sudah dijahit , sehingga bagian dalam kain berada di luar.
- Masukkan karet elastis ke dalam pipa kain menggunakan peniti
- Kemudian, lepaskan peniti dan sambung karet elastis dengan cara menjahitnya
- Jika sudah, pastikan karet elastis tertata rapi membentuk scrunchie dengan sempurna.
- Kemudian jahit celah yang disisakan tadi sekuat mungkin. Rapikan kembali
- Scrunchie sudah siap dipakai. Mudah kan ?
Ciri kain kafan
bagaimana kain kafan yang baik digunakan untuk mengkafani jenazah ? Simak berikut ini.
Kain kafan atau yang kadang disebut kain mori. Kain mori adalah kain tenun berwarna putih yang digunakan untuk bahan untuk membuat kain batik. Bahan baku kain mori terbuat dari bahan katun, polyester, rayon dan juga sutra.
1. Hendaklah kain yang baik , bersih dan menutupi seluruh badan.
- Rasulullah saw bersabda : Jika salah seorang diantaramu menyelengarakan saudaranya, hendaklah ia memilih kain kafannya yang baik.
2. Hendaklah kain kafan yang berwarna putih.
- "Pakailah diantara pakaian-pakaianmu yang putih warnanya, kerana itu merupakan pakaian yang terbaik dan kafanilah dengan itu jenazah-jenazahmu !" HR Ahmad, Abu Daud, Tirmidzi,
3. Jenazah hendaklah di kapankan dengan 3 helai kain berwarna putih.
Adapun hadis laila binti Qa if ath Tsaqafi didalam perkara mengkapankan anak Rasulullah s.a.w dengan 5 helai kain adalah tidak sah sanadnya. Kerana didalamnya ada Nuh bin Hakim at Tsaqafi, dia dikategorikan majhul sebagaimana dijelaskan oleh al Hafiz Ibnu Hajar dan lainnya, didalamnya juga ada illat ( kecacatan ) yang lain sebagaimana dijelaskan oleh al Zaila'i didalam kitab Nasabul al rayah ( 258/2 )
Dari Laila, ia berkata : " Akulah di antara orang yang memandikan Ummu Kalsum Binti Rasulullah s.a.w ketika meninggalnya. Mula-mula Rasulullah memberi kepada kami kain sarung, kemudia baju, kemudian tudung kepala, kemudian selimutnya, kemudian aku melipatnya sesudah itu dengan kain yang akhir. " HR Ahmad.
Begitu juga ada hadis yang menyerupainya seperti hadis yang menjelaskan pemandian anak Rasulullah s.a.w zainab dimana mafhum lafaz hadisnya : Maka kami kapankan dia ( Zainab ) dengan 5 kain. Hadis tersebut adalah Syaz atau munkar, sebagaimana di tahkik didalam kitab ad-Dhaifah al-Albani ( 5844 ). ( Rujuk kitab Ahkamul janaiz al Albani, ms 85 )
Tags: dari jahit putih