"Menjahit Kain Putih? Hindari Kapur Jahit Berwarna!"
Adakah Kursus Menjahit di Indonesia?
Faktanya, Anda dapat menemukan kursus menjahit hampir di semua tempat. Tidak seperti, katakanlah, mata pelajaran Matematika, yang biasanya diadakan di lembaga pendidikan dan kurang lebih mengikuti struktur akademik dalam hal penjadwalan, pelajaran menjahit sering dijalankan sebagai lokakarya dalam bentuk belajar terus menerus selama seminggu, misalnya, atau sebagai pelatihan sekali (bisa sesi satu hari/pagi/siang). Kursus dapat ditawarkan dalam jumlah dua kali atau lebih jika dibutuhkan atau jika menginginkan tingkat keterampilan yang lebih tinggi. Belum lagi, tentu saja, banyak pilihan pelatihan online yang tersedia.
Jadi, apa yang menarik dari kerajinan ini?
Apakah Anda ingin mengembangkan keterampilan yang dapat menghasilkan uang (misalnya, membuat mainan, perabotan lembut, atau pakaian unik untuk dijual di Shopee atau Tokopedia) atau hanya ingin membuat barang berguna di sekitar rumah (misalnya, menjahit kancing kembali pada baju Anda atau memotong celana yang terlalu panjang)? Beberapa wanita (meskipun ini pandangan sangat tradisional dan penuh stereotipe bahwasanya seorang ibu rumah tangga sejati harus bisa menjahit!).
Seorang instruktur menjahit sangat berguna dalam membantu pemula dan pengrajin berpengalaman dan wanita sama-sama untuk membangun keterampilan mereka. Penelitian yang dilakukan oleh Craft Hobby Association menunjukkan bahwa lebih dari 4 juta orang menjahit untuk perabotan rumah mereka dan dengan jumlah yang sama menjahit pakaian.
Dengan begitu banyaknya manfaat kerajinan, Anda perlu bertanya pada diri sendiri untuk apa belajar menjahit, bagaimana Anda ingin mempelajarinya dan berapa banyak uang yang harus Anda keluarkan untuk mengembangkan keterampilan Anda - dan semua ini dimulai sebelum mulai mengikuti kursus (jika tidak, Anda akan mendaftar mengikuti beberapa sesi berbeda pada bidang yang berbeda pula).
Cara mudah membuat kreasi menjahit Scrunchie
Scrunchie atau sering disebut cepol rambut pada mulanya berupa gumpalan rambut yang diikat. Cepol ini dibuat agar rambut tidak keluar dan tidak terlihat jika mengenakan hijab, serta memberi kesan eksotik pada kepala ketika mengenakan hijab.
Scrunchie atau cepol saat ini sudah menjadi bagian penting guna memperindah penampilah para hijabers. Terkadang ada beberapa cepol yang berimbas menyakitkan pada penggunanya.
Misalkan ikatannya terlalu kencang atau jepitan terlalu berat menjadi salah satu keluhan para hijaber, terlebih bagi mereka yang memakai helm pastinya rasa sakit semakin bertambah.
Peralatan dan Bahan yang Diperlukan :
- Kain perca berukuran 40 cm x 10 cm (kamu bisa mengubahnya sesuai keinginan dan kebutuhan)
- Karet elastis dengan panjang 15 cm, boleh lebih.
- Peniti
- Gunting
- Jarum dan benang
Langkah-Langkah Menjahit Scrunchie
- Lipat memanjang potongan kain perca . Kemudian jahit kecil bagian tepi kain tersebut, sisakan 3 inci bagian kain dan jangan dijahit terlebih dahulu
- Balik kain yang sudah dijahit , sehingga bagian dalam kain berada di luar.
- Masukkan karet elastis ke dalam pipa kain menggunakan peniti
- Kemudian, lepaskan peniti dan sambung karet elastis dengan cara menjahitnya
- Jika sudah, pastikan karet elastis tertata rapi membentuk scrunchie dengan sempurna.
- Kemudian jahit celah yang disisakan tadi sekuat mungkin. Rapikan kembali
- Scrunchie sudah siap dipakai. Mudah kan ?
Tags: dari jahit putih