Menyulam dengan Rasa - Eksperimen Salim dengan Benang Wol Putih dalam Menguji Bahan Makanan
Bagaimana Reaksi Terjadi?
Reaksi amilum dengan iodin adalah salah satu contoh dari reaksi kimia. Amilum dan iodin adalah dua bahan kimia yang bertemu dan menyebabkan perubahan. Dalam hal ini, iodin biasanya digunakan sebagai pewarna untuk amilum.
Amilum adalah jenis karbohidrat kompleks yang tersusun dari banyak molekul glukosa. Tidak seperti gula, amilum tidak memiliki rasa manis. Karena amilum memiliki struktur yang kompleks, ia cenderung tidak larut dalam air. Sedangkan iodin adalah elemen kimia yang berbentuk padat, tetapi dapat berubah menjadi bentuk gas atau cair.
Ketika iodin ditambahkan ke amilum, terjadi satu perubahan penting yang disebut dengan kompleksasi. Kompleksasi terjadi saat molekul-molekul dua bahan kimia berikatan satu sama lain dengan cara tertentu. Dalam hal ini, molekul-molekul iodin menempel atau melekat pada sisi molekul-molekul amilum.
Perubahan warna menjadi biru-gelap itu bukan hanya sekedar warna, itu mengindikasikan proses kimia yang terjadi. Warna yang muncul tersebut disebabkan oleh pembentukan molekul-molekul baru, yaitu molekul iodoamilum atau kompleks poliiodida-amilum. Bentuk molekul ini membuat munculnya warna biru-gelap yang khas pada larutan amilum-iodin.
Kendati begitu, penjelasan tersebut belum memberikan jawaban yang memuaskan mengapa perubahan warna dari amilum menjadi biru gelap ketika bereaksi dengan iodin. Perubahan warna ini sebenarnya berkaitan dengan struktur molekuler amilum dan iodin. Dalam amilum, terdapat ikatan hidrogen antara unit-unit monomer amilum, yakni glukosa. Sedangkan, dalam molekul iodin, terdapat umpan balik serupa dengan ikatan hidrogen, yang disebut sebagai gaya van der Waals.
Gaya van der Waals adalah fenomena fisika yang menggambarkan ketertarikan antara molekul atau atom. Ketika molekul-molekul iodin bertemu dengan molekul-molekul amilum, terjadilah interaksi ini, yakni van der Waals. Akibatnya, terjadi medan elektron yang jumlahnya berubah (transisi vibrasi elektronik) dalam molekul-molekul amilum dan molekul-molekul iodin. Transisi ini menghasilkan energi yang mampu merubah panjang gelombang cahaya yang diserap molekul-molekul tersebut. Warna biru-gelap yang muncul adalah panjang gelombang cahaya yang terserap oleh molekul-molekul ini. Dalam hal ini, panjang gelombang cahaya ialah 610 nm.
Published
Nasution, A., Wahab, A., & Nuari, D. (2018). ANALISIS PENGARUH BENANG WOL DAN LIMBAH BATANG PISANG DALAM RANCANGAN PRODUK KOMPOSIT PEREDAM BUNYI RUANG AKUSTIK. Jurnal Sistem Teknik Industri, 20(2), 53-62. https://doi.org/10.32734/jsti.v20i2.490
Copyright (c) 2018 Jurnal Sistem Teknik Industri
The Authors submitting a manuscript do so on the understanding that if accepted for publication, the copyright of the article shall be assigned to TALENTA Publisher Universitas Sumatera Utara as the publisher of the journal.
Copyright encompasses the rights to reproduce and deliver the article in all forms and media. The reproduction of any part of this journal, its storage in databases, and its transmission by any form or medium will be allowed.
- Journal History
- Focus and Scope
- Publication Ethics
- Editorial Team
- Author Guidelines
- Privacy Statement
- Template
- Plagiarism Policy
- Copyright and Lisense
- Open Access Policy
- Peer Review Process
- Author Fees
Publisher:
Access Policy:
Indexed By:
Member of:
Accredited By:
Tools:
Contoh Aplikasi dalam Kehidupan Sehari-hari
Reaksi amilum dengan iodin adalah salah satu reaksi kimia yang sangat penting dan sering digunakan di berbagai bidang. Salah satu contoh penerapannya adalah dalam industri makanan. Saat ini, banyak makanan yang menggunakan bahan pengental berupa pati. Reaksi amilum dengan iodin memungkinkan produsen makanan untuk menguji konten pati dalam produk mereka, sehingga menghasilkan hasil yang sesuai dengan standard kualitas.
Terkadang, bahan kimia yang digunakan dalam proses pembuatan makanan bisa menjadi berbahaya bagi kesehatan manusia. Salah satu caranya adalah melalui pemeriksaan keberadaan pati dalam makanan tersebut menggunakan reaksi amilum dengan iodin. Dengan cara ini, produsen makanan dapat memastikan bahwa pati yang digunakan adalah aman untuk dikonsumsi.
Tidak hanya dalam industri makanan, reaksi amilum dengan iodin juga digunakan dalam bidang analisis kimia. Pengujian keberadaan amilum pada berbagai bahan-bahan dilakukan untuk mengetahui kandungan nutrisi dari bahan tersebut. Misalnya, dalam analisis gandum, reaksi amilum dengan iodin dapat membantu menentukan kadar tepung dalam bijinya. Begitu juga dengan analisis kentang, dimana reaksi ini juga dapat digunakan untuk menguji kadar pati pada kentang tersebut.
Teknik reaksi amilum dengan iodin ini sangat cocok untuk digunakan dalam analisis bahan-bahan alami, seperti umbi-umbian dan biji-bijian. Selain itu, teknik ini juga dapat digunakan dalam proses pengujian kandungan nutrisi pada makanan salah satunya dengan melihat kandungan karbohidrat pada makanan.
Sebagai kesimpulan, reaksi amilum dengan iodin memiliki banyak manfaat dan penerapan di berbagai industri, terutama pada industri makanan dan bidang kimia. Selain itu, reaksi ini juga bisa memberikan informasi mengenai kandungan nutrisi pada bahan-bahan alami sehingga akan mempermudah dalam menganalisis bahan-bahan tersebut.
Classification
Secara umum, ada empat cara representasi jumlah benang: Tex, Denier, Ne dan Nm. Tex dan denier termasuk dalam sistem massa per satuan panjang, dan Ne dan Nm termasuk dalam sistem per satuan massa panjang.
Teks: Jumlah benang dalam sistem Tex adalah berat dalam gram benang per 1000m. Tex biasanya digunakan untuk menyatakan hitungan benang bahan alami. Ini desimal dan menggunakan satuan metrik.
m = Berat sampel, g
L = Panjang sampel, m
Penyangkal: Hitungan benang pada sistem denier adalah berat dalam gram dari 9000m benang. Denier biasanya digunakan untuk menyatakan jumlah serat kimia dan filamen.
m = Berat sampel, g
L = Panjang sampel, m
Dalam sistem massa per satuan panjang, jumlah benang adalah jumlah “satuan berat” per “satuan panjang” benang. Artinya, semakin tinggi jumlah benangnya, semakin tebal benangnya. Hal ini didasarkan pada sistem panjang tetap.
Apa: Ne adalah jumlah gulungan (840 benang) dari berat pon benang. Ne biasanya digunakan untuk menyatakan jumlah benang jenis kapas dalam sistem SI.
m = Berat sampel, lb
L = Panjang sampel, yd
Nm: Nm adalah panjang per gram benang, dan biasanya digunakan untuk menyatakan jumlah benang wol, benang linen, dan serat alami.
L = Panjang sampel, m
m = Berat sampel, g
ANALISIS PENGARUH BENANG WOL DAN LIMBAH BATANG PISANG DALAM RANCANGAN PRODUK KOMPOSIT PEREDAM BUNYI RUANG AKUSTIK
Manusia tidak suka akan kebisingan. Kebisingan didefinisikan sebagai suara yang tidak diinginkan. Teknik pengendalian kebisingan memainkan peranan penting untuk menciptakan suasana lingkungan akustik yang nyaman. Ini dapat tercapai ketika intensitas suara diturunkan ke level yang tidak mengganggu pendengaran manusia. Pencapaian lingkungan akustik yang nyaman ini dapat diperoleh dengan menggunakan beragam teknik. Salah satu teknik tersebut adalah dengan menyerap suara. Akan tetapi penggunaan bahan baku penyerap suara dapat dimodifikasi untuk mengurangi penggunaan bahan yang relatif mahal dan terbatas. Salah satu ciri dari aktivitas perancangan adalah bahwa selalu dimulai dari akhir dan berakhir di awal. Artinya fokus dari semua aktivitas perancangan adalah titik akhir (deskripsi produk). Salah satu karakteristik manusia adalah mereka selalu berusaha menciptakan sesuatu baik alat maupun benda lainnya untuk membantu kehidupan mereka. Untuk mewujudkan benda tersebut diperlukan suatu rancangan atau desain. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental yang menguji kemampuan penyerapan bunyi yang dihasilkan dari bahan pelepah pisang dan benang wol dengan berbagai bentuk anyaman yang berbeda dan memilki kemampuan paling optimum dalam meredam bunyi. Penelitian ini nantinya akan menunjukkan bagaimana pengaruh penambahan benang wol dan limbah batang Pisang Kepok terhadap rancangan produk penyerap suara. Sehingga paduan kombinasi wol dan limbah batang Pisang Kepok ini dapat dijadikan sebagai material akustik untuk penanggulangan kebisingan. Hasil penilitian ini menunjukkan peningkatan nilai penyerapan suara dengan kombinasi. Nilai koefisien absorpsi paling baik pada paduan benang wol-limbah batang Pisang Kepok terjadi pada frekuensi menengah dan tinggi.
Tags: benang bahan putih hasil