Menyulam dengan Rasa - Eksperimen Salim dengan Benang Wol Putih dalam Menguji Bahan Makanan
Published
Nasution, A., Wahab, A., & Nuari, D. (2018). ANALISIS PENGARUH BENANG WOL DAN LIMBAH BATANG PISANG DALAM RANCANGAN PRODUK KOMPOSIT PEREDAM BUNYI RUANG AKUSTIK. Jurnal Sistem Teknik Industri, 20(2), 53-62. https://doi.org/10.32734/jsti.v20i2.490
Copyright (c) 2018 Jurnal Sistem Teknik Industri
The Authors submitting a manuscript do so on the understanding that if accepted for publication, the copyright of the article shall be assigned to TALENTA Publisher Universitas Sumatera Utara as the publisher of the journal.
Copyright encompasses the rights to reproduce and deliver the article in all forms and media. The reproduction of any part of this journal, its storage in databases, and its transmission by any form or medium will be allowed.
- Journal History
- Focus and Scope
- Publication Ethics
- Editorial Team
- Author Guidelines
- Privacy Statement
- Template
- Plagiarism Policy
- Copyright and Lisense
- Open Access Policy
- Peer Review Process
- Author Fees
Publisher:
Access Policy:
Indexed By:
Member of:
Accredited By:
Tools:
ANALISIS PENGARUH BENANG WOL DAN LIMBAH BATANG PISANG DALAM RANCANGAN PRODUK KOMPOSIT PEREDAM BUNYI RUANG AKUSTIK
Manusia tidak suka akan kebisingan. Kebisingan didefinisikan sebagai suara yang tidak diinginkan. Teknik pengendalian kebisingan memainkan peranan penting untuk menciptakan suasana lingkungan akustik yang nyaman. Ini dapat tercapai ketika intensitas suara diturunkan ke level yang tidak mengganggu pendengaran manusia. Pencapaian lingkungan akustik yang nyaman ini dapat diperoleh dengan menggunakan beragam teknik. Salah satu teknik tersebut adalah dengan menyerap suara. Akan tetapi penggunaan bahan baku penyerap suara dapat dimodifikasi untuk mengurangi penggunaan bahan yang relatif mahal dan terbatas. Salah satu ciri dari aktivitas perancangan adalah bahwa selalu dimulai dari akhir dan berakhir di awal. Artinya fokus dari semua aktivitas perancangan adalah titik akhir (deskripsi produk). Salah satu karakteristik manusia adalah mereka selalu berusaha menciptakan sesuatu baik alat maupun benda lainnya untuk membantu kehidupan mereka. Untuk mewujudkan benda tersebut diperlukan suatu rancangan atau desain. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental yang menguji kemampuan penyerapan bunyi yang dihasilkan dari bahan pelepah pisang dan benang wol dengan berbagai bentuk anyaman yang berbeda dan memilki kemampuan paling optimum dalam meredam bunyi. Penelitian ini nantinya akan menunjukkan bagaimana pengaruh penambahan benang wol dan limbah batang Pisang Kepok terhadap rancangan produk penyerap suara. Sehingga paduan kombinasi wol dan limbah batang Pisang Kepok ini dapat dijadikan sebagai material akustik untuk penanggulangan kebisingan. Hasil penilitian ini menunjukkan peningkatan nilai penyerapan suara dengan kombinasi. Nilai koefisien absorpsi paling baik pada paduan benang wol-limbah batang Pisang Kepok terjadi pada frekuensi menengah dan tinggi.
Classification
Secara umum, ada empat cara representasi jumlah benang: Tex, Denier, Ne dan Nm. Tex dan denier termasuk dalam sistem massa per satuan panjang, dan Ne dan Nm termasuk dalam sistem per satuan massa panjang.
Teks: Jumlah benang dalam sistem Tex adalah berat dalam gram benang per 1000m. Tex biasanya digunakan untuk menyatakan hitungan benang bahan alami. Ini desimal dan menggunakan satuan metrik.
m = Berat sampel, g
L = Panjang sampel, m
Penyangkal: Hitungan benang pada sistem denier adalah berat dalam gram dari 9000m benang. Denier biasanya digunakan untuk menyatakan jumlah serat kimia dan filamen.
m = Berat sampel, g
L = Panjang sampel, m
Dalam sistem massa per satuan panjang, jumlah benang adalah jumlah “satuan berat” per “satuan panjang” benang. Artinya, semakin tinggi jumlah benangnya, semakin tebal benangnya. Hal ini didasarkan pada sistem panjang tetap.
Apa: Ne adalah jumlah gulungan (840 benang) dari berat pon benang. Ne biasanya digunakan untuk menyatakan jumlah benang jenis kapas dalam sistem SI.
m = Berat sampel, lb
L = Panjang sampel, yd
Nm: Nm adalah panjang per gram benang, dan biasanya digunakan untuk menyatakan jumlah benang wol, benang linen, dan serat alami.
L = Panjang sampel, m
m = Berat sampel, g
Pentignya Pemahaman Dasar-dasar Kimia dalam Kehidupan
Pemahaman mengenai dasar-dasar kimia, seperti reaksi amilum dengan iodin, sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Pengetahuan kimia ini sangat membantu dalam pemilihan bahan dan dalam pemahaman fungsi bahan pada produk yang akan dibuat. Dengan pemahaman yang baik mengenai kimia, dapat membantu seseorang memahami bagaimana suatu proses atau reaksi kimia bekerja, sehingga dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam memproduksi barang dan jasa.
Selain itu, pemahaman tentang kimia juga penting untuk keselamatan manusia. Dalam kegiatan sehari-hari, manusia sering berinteraksi dengan bahan kimia seperti obat, kosmetik, dan makanan. Tanpa pemahaman yang cukup tentang kimia, manusia bisa saja memakai atau mengonsumsi bahan kimia yang tidak sesuai atau bahkan berbahaya bagi kesehatan.
Tags: benang bahan putih hasil