Menyulam dengan Rasa - Eksperimen Salim dengan Benang Wol Putih dalam Menguji Bahan Makanan
Metode benang tunggal:
Metode pengujian ini digunakan untuk menguji jumlah benang yang Berdasarkan Spesimen Panjang Pendek.
Prinsip:
Spesimen dipotong dari sampel yang dikondisikan, atau dikeluarkan dari potongan kain persegi panjang di bawah tekanan yang ditentukan, dan ditimbang. Jumlah benang dihitung dari massa dan panjang total benda uji yang diukur.
Untuk analisis kain, metode pengujian ini cukup untuk memperkirakan perkiraan jumlah benang dari benang yang digunakan untuk menenun atau merajut kain, namun hasil yang diperoleh dengan metode pengujian ini mungkin tidak sesuai dengan jumlah benang nominal dari benang yang sebenarnya digunakan untuk menenun. pembuatan kain karena perubahan nomor benang yang dihasilkan oleh proses penenunan atau perajutan, proses finishing, dan operasi pembedahan. Metode pengujian ini cocok untuk mengevaluasi benang yang muncul pada kain jadi, ketika informasi tersebut diperlukan.
Peralatan dibutuhkan
Alat Pelurus dan Pengukur Panjang Benang: FY111 PENGUJI CRIMP DIGITAL
FY111 digunakan untuk menentukan panjang lurus dan persentase kerutan benang yang dilepas dari kain pada kondisi tegangan tertentu.
Tampilan dan pengoperasian layar sentuh berwarna-warni, mudah dioperasikan,
Peregangan otomatis penjepit benang kanan, kecepatan peregangan dapat disesuaikan,
Penempatan otomatis panjang awal, pengukuran panjang otomatis yang diperpanjang,
Sensor tegangan presisi tinggi, kecepatan respons cepat, akurasi pengukuran tinggi,
Penggerak motor stepper presisi, sabuk sinkron yang diimpor, penggerak penggeser linier presisi.
Saldo: SALDO ELEKTRONIK SERI HZT-A+
Proses dan Manfaat Reaksi Amilum dengan Iodin
Reaksi amilum dengan iodin merupakan reaksi kimia yang terjadi ketika karbohidrat kompleks, seperti amilum, bereaksi dengan ion iodin. Proses ini dapat menghasilkan perubahan warna pada amilum atau larutan yang mengandung amilum yang direaksikan dengan ion iodin. Reaksi ini biasanya digunakan untuk mengidentifikasi keberadaan karbohidrat di dalam bahan makanan atau tanaman.
Pada reaksi ini, ion iodin akan membentuk ikatan hidrogen dengan gugus hidroksil (OH) pada amilum. Pada kondisi khusus, ion iodin juga dapat membentuk ikatan hidrogen dengan gugus hidroksil yang terletak pada sisi lain rantai amilum. Dalam kondisi ini, akan terbentuk struktur ikatan hidrogen yang disebut helix, yang membentuk kerumitan dan menghasilkan perubahan warna yang khas pada amilum.
Pentingnya reaksi amilum dengan iodin di kehidupan sehari-hari terletak pada aplikasinya di bidang pangan dan bisnis tekstil. Dalam industri pangan, reaksi ini sering digunakan untuk menguji keberadaan karbohidrat dalam bahan makanan. Sebagai contoh, ketika kita merendam kentang dalam air dan menambahkan larutan iodin, kentang akan berubah warna menjadi biru atau ungu. Hal ini menunjukkan bahwa kentang mengandung amilum dan serat karbohidrat lainnya.
Selain itu, reaksi amilum dengan iodin juga penting dalam bisnis tekstil. Dalam industri tekstil, reaksi ini digunakan untuk menguji kualitas pewarnaan benang. Benang yang sudah diwarnai dengan pewarna alami akan menunjukkan perubahan warna yang khas ketika direaksikan dengan larutan iodin. Jika benang tidak menunjukkan perubahan warna, itu berarti kualitas pewarnaannya buruk, dan benang tersebut tidak bisa dipakai untuk produksi kain berkualitas tinggi.
Dalam praktiknya, reaksi amilum dengan iodin juga sering digunakan untuk keperluan pendidikan dan percobaan sains. Orang dapat menguji keberadaan amilum di dalam berbagai bahan makanan, seperti nasi, roti, dan kentang. Kita juga bisa melihat perubahan warna yang terjadi ketika amilum bereaksi dengan larutan iodin di laboratorium atau kelas sains.
Tags: benang bahan putih hasil