Sumber Daya yang Dibutuhkan untuk Usaha Kerajinan di Bidang Sulam dan Kerajinan Tangan
1. Man (Sumber Daya Manusia)
Manusia di sini berarti sebagai Sumber Daya Manusia (SDM) atau tenaga kerja yang terlibat dalam operasional usaha.
Tak hanya karyawan, di dalamnya termasuk pemilik usaha dan mitra bisnis lainnya yang memiliki berperan penting dalam menjalankan dan mengembangkan usaha tersebut.
Sumber daya manusia atau “Man” memiliki peran penting dalam sebuah wirausaha, menjadi satu-satunya sumber daya yang hidup, yang dapat mengelola dan menjalankan usaha dengan efektif.
Manusia memiliki kemampuan unik untuk berinovasi dan berkreasi, terutama dalam menciptakan ide-ide baru, memecahkan masalah, dan mengembangkan solusi yang inovatif.
Selain itu, manusia juga menjadi unsur penting dalam membentuk tim yang kuat dan efektif, sehingga masing-masing orang akan dapat saling mendukung untuk mencapi tujuan bisnis.
Penting untuk disadari juga, karyawan yang terlatih juga dapat meningkatkan produktivitas usaha.
Sumber Daya Usaha Adalah
Mudah atau uang menjadi salah satu komponen dari sumber daya usaha (Credit: Freepik.com)
Apa itu sumber daya usaha (SDU)? Mengutip dari finance.detik.com, pengertian sumber daya usaha adalah segala sesuatu yang dibutuhkan bisnis untuk mendukukung kegiatan produksi/ operasionalnya.
Bentuk dari sumber daya ini juga beragam, mulai dari sumber daya manusia, alat, hingga alam. Dalam penggunaannya, tidak semua sumber daya bisa digunakan, semua perlu disesuaikan dan diidentifikasi sesuai dengan kebutuhan bisnis masing-masing.
Dari segi fungsi, SDU memiliki fungsi yang beragam, tergantung siapa yang akan menggunakannya, berikut penjelasannya:
- Bagi Pemimpin Usaha, menjadi fondasi bagi pemimpin usaha untuk merencanakan strategi, meningkatkan produktivitas, dan mencapai tujuan perusahaan.
- Bagi Tenaga Kerja, sumber daya manusia yang terampil dan dikelola dengan bijak meningkatkan produktivitas, kualitas pekerjaan, dan kepuasan karyawan.
- Sebagai Konsumen, mendapatkan manfaat dari sumber daya usaha melalui produk berkualitas, harga kompetitif, pilihan yang beragam, dan pelayanan yang memuaskan.
- Sebagai Produsen, seperti bahan baku dan teknologi produksi, memungkinkan produsen meningkatkan efisiensi, mengurangi limbah, dan merespons perubahan pasar dengan lebih fleksibel.
2. Money (Sumber Daya Berupa Uang)
Sebagai pengusaha tentu membutuhkan uang, misalnya untuk modal usaha, pendanaan, pendapatan, dan yang lainnya.
Pengusaha memerlukan modal untuk membiayai kebutuhan awal, misalnya pembelian peralatan, belanja bahan baku, sewa tempat, promosi, dan lain-lain.
Selain itu, pengusaha juga memerlukan uang untuk menjalankan operasional sehari-hari bisnis. Hal ini termasuk membayar gaji karyawan, biaya sewa, pembelian bahan baku, utilitas, asuransi, dan berbagai pengeluaran rutin lainnya.
Penggunaan uang dalam usaha juga untuk membiayai pertumbuhan dan ekspansi bisnis, misalnya untuk pembelian aset baru, perluasan fasilitas, pengembangan produk, pemasaran, serta ekspansi ke pasar baru.
Uang juga dapat digunakan untuk melakukan berbagai investasi yang strategis dalam bisnis, misalnya untuk mengembangkan sistem teknologi baru, pengembangan produk, atau yang lainnya.
Investasi ini akan sangat membantu dalam meningkatkan daya saing sehingga bisa memberikan keuntungan jangka panjang bagi bisnis.
Dana darurat atau cadangan keuangan yang cukup juga dapat membantu menangani kemungkinan kerugian, misalnya pada saat penurunan penjualan, kegagalan proyek, atau keadaan darurat.
Pemasaran dan Promosi juga membutuhkan uang. Secara terperinci pengusaha memerlukan uang untuk memperluas jangkauan pasar, memperkenalkan produk atau layanan kepada pelanggan potensial, dan lainnya.
B. Administrasi
Dengan kata lain bahwa dalam perencanaan setiap orang diharuskan untuk bisa berfikir terlebih dahulu mengenai apa yang akan dilakukan, bagaimana melakukannya, dan siapa yang melakukannya serta yang bertanggungjawab atas semua kegiatan yang dilakukannya tersebut.
Dengan melakukan pemikiran tersebut diharapkan bahwa tujuan yang sudah ditetapkan bisa dicapai dengan lebih efektif dan efisien.
Untuk menunjang kelancaran kegiatannya, sebaiknya seorang wirausaha mempunyai catatan yang rapi mengenai kegiatan dan kejadian yang terjadi setiap harinya. Catatan tersebut dibuat secara kronologis dan kemudian didokumentasikan.
- Menyelenggarakan pembukuan
- Membuat daftar gaji karyawan
- Mencatat penyenggaraan produksi
- Melakukan surat-menyurat kedalam dan keluar perusahaan
- Mencatatan pesanan-pesanan
- Melakukan pengarsipan dokumen
- Menyusun rencana anggaran perusahaan
C. Pemasaran
Bagi orang yang memiliki bisnis atau produk usaha tentu menyadari bahwa untuk bisa meningkatkan usaha ini dibutuhkan berbagai macam cara promosi produk usahanya.
Sebelum mengetahui cara promosi dan strategi pemasaran produk usaha kerajinan ketahui terlebih dahulu pengertian akan strategi pemasaran. Pengertian strategi pemasaran secara umum adalah sebuah upaya memasarkan produk atau jasa menggunakan berbagai macam metode dengan tujuan untuk meningkatkan hasil penjualan
Tiap-tiap usaha memiliki strategi pemasaran yang berbeda, hal ini dipengaruhi oleh faktor-faktor berikut:
- Faktor mikro, yaitu perantara pemasaran, pemasok, pesaing dan masyarakat
- Faktor makro, yaitu demografi/ekonomi, politik/hukum, teknologi/fisik dan sosial/budaya.
Berikut ini adalah hal-hal yang perlu diperhatikan untuk pemasaran (dari sudut pandang penjual):
- Tempat yang strategis (place),
- Produk yang bermutu (product),
- Harga yang kompetitif (price), dan
- Promosi yang gencar (promotion).
Dari sudut pandang konsumen:
- Kebutuhan dan keinginan konsumen (customer needs and wants),
- Biaya konsumen (cost to the customer),
- Kenyamanan (convenience), dan
- Komunikasi (comunication).
Pemasaran produk kerajinan harus lebih ekstra dikarenakan tidak semua konsumen membutuhkan ataupun menginginkan produk kerajinan oleh karena itu pemasaran produk dapat ditinjau berikut ini:
- Daya serap pasar dan prospeknya
- Kondisi pemasaran dan prospeknya
Tags: kerajinan yang sebutkan usaha sumber