"Syarat-syarat Penting dalam Merancang Kerajinan - Panduan Praktis untuk Kesuksesan!"
D. Proses Produksi Kerajinan Serat
Teknik dasar kerajinan tekstil adalah segala cara yang digunakan untuk membentuk atau mengolah bahan tekstil.
Teknik-teknik dasar dalam keterampilan kerajinan tekstil yang dapat digunakan untuk memproduksi kerajinan ikat celup, makrame, dan tapestri sebagai berikut.
1. Menenun
Teknik menenun dapat digunakan untuk pembuatan produk kerajinan tapestri.
Menenun menggunakan alat spanram atau bingkai yang direntangkan benang-benang lungsi sebagai jalur jalannya benang tenunan atau pakan.
2. Menjahit
Menjahit adalah pekerjaan menyambung kain dan bahan-bahan lain yang bisa dilewati jarum jahit dan benang.
3. Mengikat
Mengikat adalah teknik menyatukan dua benang/lebih membentuk ikatan yang diinginkan. Mengikat dapat pula diartikan menyatukan helaian kain yang satu dengan lainnya menggunakan alat pengikat untuk membentuk pola tertentu.
Pengertian kerajinan campuran
Kerajinan media campuran adalah kerajinan yang bertujuan untuk mengubah bentuk suatu benda yang dibuat terutama dari satu bahan, lalu kemudian digabungkan dengan bahan lain agar lebih menarik, tanpa kehilangan fungsi aslinya. Media campuran biasanya terdiri dari dua atau lebih media yang digunakan dalam karya tunggal seni, misalnya logam dan kayu, kayu dan batu. Dalam pembuatan produk kerajinan menggunakan satu jenis bahan terkadang banyak menemui kendala. Kendala yang biasa ditemukan seperti terbatasnya bahan baku, bentuk produk yang monoton, dan kurang terlihat modern. Sebagai pengrajin perlu juga meningkatkan inspirasinya untuk melakukan perubahan-perubahan bentuk pada produk kerajinan. Salah satunya adalah dengan menggunakan media campuran.
- Merupakan penggabungan dari berbagai bahan yang tidak memiliki reaksi kimia tertentu ketika dilakukan penggabungan.
- Bahan yang digunakan terdiri dari berbagai jenis.
- Bahan dapat terdiri dari bahan homogen, atau heterogen. Tidak terjadi perubahan fisik pada salah satu bahan yang digabungkan.
- Masing-masing bahan memiliki karakteristik sendiri yang saling mendukung terwujudnya keindahan (estetika) dari sebuah produk kerajinan yang dibuat.
- Penggabungan bahan yang dilakukan harus dapat menyatu dengan bahan lainnya, sehingga terjadi kesatuan dan harmonisasi.
Ketahanan Benda
Benda kerajinan juga harus memiliki ketahanan yang baik, tidak hanya terhadap penggunaan sehari-hari, namun juga terhadap cuaca dan lingkungan. Salah satu syarat perancangan benda kerajinan adalah keawetan atau ketahanan benda. Karena sebuah benda diproduksi dengan harapan bisa digunakan dan bertahan lama oleh pembelinya atau konsumen.
Untuk menciptakan kerajinan yang tahan lama, maka perlu mempertimbangkan pemilihan bahan dan teknik pembuatan yang tepat. Bahan yang dipilih harus memiliki kualitas terbaik dan mampu bertahan dalam jangka waktu yang cukup lama. Misalnya, untuk kerajinan kayu, pemilihan kayu yang terbaik dan terbebas dari kerusakan akan membantu menciptakan kerajinan yang tahan lama.
Selain menggunakan bahan yang bagus, teknik pembuatan juga harus memperhatikan ketahanan benda. Dalam teknik pembuatan kerajinan, harus diperhitungkan bentuk, struktur, dan keseimbangan benda. Setiap detail yang terdapat pada kerajinan harus dirancang dengan baik agar mampu bertahan lama. Teknik pembuatan yang buruk akan membuat produk kerajinan menjadi lebih mudah rusak dan tidak tahan lama.
Tanggung jawab pembuat kerajinan juga sangat penting untuk memastikan ketahanan benda. Pembuat kerajinan harus memastikan bahwa semua langkah pembuatan dilakukan dengan benar dan standar serta bahan baku yang digunakan adalah bahan berkualitas tinggi. Selain itu, pengujian kualitas produk sebelum menjual juga penting untuk memastikan setiap produk yang dihasilkan memenuhi standar kualitas.
Ketahanan benda kerajinan yang baik akan membuat konsumen merasa puas dengan pembelian mereka, sehingga akan meningkatkan citra produk dan meraih kepercayaan konsumen. Oleh karena itu, syarat untuk menciptakan kerajinan yang tahan lama harus menjadi perhatian utama dalam proses perancangan kerajinan.
B. Jenis dan Karakteristik Bahan Serat
Jenis bahan serat alam adalah bahan organik yang tidak diolah kembali melalui proses dan penambahan bahan kimiawi sehingga keasliannya tetap terjaga dan diutamakan.
Jadi, bahan serat tersebut murni dari alam.
Bahan serat alam dapat digolongkan menjadi tiga jenis, yaitu serat dari tumbuhan, hewan, dan mineral.
1. Serat dari Tumbuhan
Serat yang berasal dari tumbuhan dapat dilihat berdasarkan bagian-bagian tumbuhan.Syarat agar bagian serat tumbuhan bisa digunakan sebagai testil yakni harus kuat, tahan lama, bentuknya tetap (tidak susut), permukaan yang halus ataupun bertekstur sesuai persyaratan produk.
Serat yang Berasal dari Tumbuhan dapat Diklasifikasikan 4 Bagian
a. Serat dari Biji
b. Serat dari Batang
Jenis batang yang menghasilkan serat alam dapat berupa jenis batang yang berkambium ataupun tidak berkambium.
Contoh: batang pohon anggrek, melinjo/ganemon, mahkota dewa, beringin, yonkori, flax, jute, rosella, henep, rami, urena, kenaf, dan sunn.
c. Serat dari Daun
Banyak orang yang memanfaatkan serat dari daun sebagai bahan baku produk tekstil.Contoh: serat daun mendong (purun tikus), daun nanas, daun pandan berduri, daun eceng gondok, daun abaka, daun sisal, dan daun henequen.
d. Serat dari Buah
Buah yang sudah dimanfaatkan sebagai bahan serat adalah kelapa.2. Serat dari Hewan
Tags: kerajinan sebutkan syarat