Tiga Inspirasi Kerajinan Bambu untuk Karya Sulaman dan Kerajinan DIY
Apa Itu Kerajinan Bambu?
Source : Pxfuel
Kerajinan dari bambu merupakan barang atau sesuatu yang memakai bambu sebagai bahan dasarnya. Bambu tumbuh subur di negara tropis termasuk di Indonesia. Tinggi pohon bambu bisa setinggi pohon kelapa dengan batang yang ramping dan menjulang ke atas.Tidak hanya batang bambu saja yang bermanfaat melainkan juga bagian akarnya.
Akar bambu muda dapat dimasak dan sering disebut dengan rebung. Sementara bambu yang sudah tua akan dijadikan kerajinan tangan maupun bahan untuk membuat rumah. Bambu bisa pula difungsikan sebagai alat musik seperti angklung, suling, dan calung.
Jenis bambu yang sering digunakan sebagai bahan dasar kerajinan antara lain bambu betung, bambu apus, bambu gombong dan lainnya. Laju pertumbuhan bambu bisa mencapai beberapa cm dalam waktu 24 jam saja.
Topi
Topi yang terbuat dari buluh memiliki cerita sejarah yang cukup panjang di Indonesia. Umumnya, petani sering menggunakan topi ini ketika sedang berada di sawah, atau biasa disebut dengan caping. Sekarang, topi bisa dikembangakan menjadi produk yang diminati oleh konsumen serta terlihat modis. Salah satunya adalah topi pantai.
Jenis topi yang satu ini banyak ditemukan di daerah objek wisata di sekitar pantai. Topi yang merupakan salah satu kerajinan dari bambu ini cocok dijadikan sebagai souvenir yang diminati oleh para wisatawan. Tak hanya sebagai souvenir saja, topi yang berbentuk bulat ini juga cocok untuk dijadikan properti foto. Bukan itu saja, konsumen yang menggunakannya juga terhindar dari panas yang menyengat ketika berada di bawah terik matahari karena bentuknya yang lebar dan memiliki bahan yang alami.
Kerajinan Anyaman dari Riau
Salah satu kerajinan tangan dari Riau yang terkenal hingga ke seluruh dunia adalah anyamannya. Kerajinan anyam dari Riau ini sejatinya sudah dikenal sejak lama. Bahkan sejak masa kerajaa Riau yang pertama, kerajinan anyaman ini sudah dikenal. Dalam perkembangannya, kerajinan ini diturunkan secara turun temurun dari tiap generasi hingga sekarang. Di Riau, untuk masalah anyaman, terdapat beberapa jenis anyaman. Jenis-jenis anyaman itu antara lain,
- Anyaman Pandan. Anyaman pandan adalah anyaman yang dibuat dari daun pandan yang dikeringkan kemudian di anyam sesuai dengan bentuk yang diinginkan.
- Anyaman Bambu. Berikutnya adalah anyaman bambu. Anyaman bambu adalah anyaman yang dibuat dari bambu yang dipilah tipis-tipis sehingga lentur dan bisa dianyam.
- Anyaman Rotan. Rotan adalah salah satu bagian tumbuhan yang bisa ditemukan dengan mudah di Riau. Rotan juga merupakan bagian tumbuhan yang kuat sehingga ketika dijadikan sebagai salah satu karya kerajinan tangan, rotan bisa tahan lama.
Kerajinan anyaman ini awalnya digunakan sebagai peralatan untuk upacara-upacara adat untuk acara tertentu. Akan tetapi, seiring berkembangnya zaman, kerajinan tangan itu kini menjadi sebuah komoditi yang membantu ekonomi beberapa kelompok masyarakat di Riau. Kerajinan tangan ini utamanya terdapat di daerah Pelalawan, Rakan, Rokan Hulu, dan Kuanta Senggigi.
Lonceng Angin dari Bambu
Lonceng angin dari bambu adalah contoh kerajinan dari bahan bambu yang dapat menghasilkan bunyi yang merdu dan menenangkan saat ditiup angin. Anda membutuhkan beberapa potong bambu dengan diameter dan panjang yang berbeda-beda, tali, benang, jarum, gunting, dan hiasan sesuai dengan selera Anda, misalnya manik-manik, kancing, atau daun kering. Berikut adalah langkah-langkah untuk membuat lonceng angin dari bambu:
- Pertama, potong bambu dengan panjang yang berbeda-beda, misalnya 5 cm, 10 cm, 15 cm, dan 20 cm. Pastikan Anda memotong di antara ruas bambu agar tidak bocor.
- Kedua, lubangi bambu dengan jarum di bagian tengahnya. Anda dapat menggunakan paku atau bor jika jarum tidak cukup kuat. Buat lubang sekecil mungkin agar bambu tidak pecah.
- Ketiga, masukkan tali ke dalam lubang bambu dan ikat di ujungnya. Buat simpul yang kuat agar bambu tidak lepas. Ulangi langkah ini untuk semua potong bambu.
- Keempat, susun bambu dengan tali secara vertikal dengan panjang yang berurutan dari yang terpendek hingga yang terpanjang. Jarakkan bambu sekitar 2 cm satu sama lain agar dapat berbunyi saat bersentuhan. Ikat ujung tali di atas bambu terpendek dengan simpul yang kuat.
- Kelima, buat lingkaran dari tali dengan diameter sekitar 20 cm. Ikat ujung tali dengan simpul yang kuat. Anda dapat melilitkan tali dengan benang atau kain untuk membuatnya lebih cantik.
- Keenam, ikat tali yang menggantung bambu ke lingkaran tali dengan jarak yang sama. Pastikan bambu terpusat di tengah lingkaran. Anda dapat menambahkan hiasan seperti manik-manik, kancing, atau daun kering di antara bambu dengan menjahitnya dengan benang dan jarum.
- Ketujuh, buat gantungan dari tali dengan panjang sesuai dengan keinginan Anda. Ikat gantungan ke lingkaran tali dengan simpul yang kuat. Anda dapat menambahkan hiasan di ujung gantungan jika Anda mau.
- Kedelapan, lonceng angin dari bambu siap digantung di tempat yang terkena angin, misalnya di teras, jendela, atau pohon. Nikmati bunyi yang dihasilkan oleh lonceng angin saat ditiup angin.
Tags: kerajinan dari contoh sebutkan