... Seni Kerajinan Batik: Panduan Lengkap tentang Karya Seni DIY

Seni Kerajinan Batik - Karya Seni yang Menghiasi Dunia Needlework dan DIY

Jenis-jenis batik

Batik dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, sebagai berikut:

Batik tulis adalah jenis batik yang dibuat secara manual menggunakan tangan dengan bantuan alat canting untuk menerakan malam ke corak batik.

Selain itu, karena pembuatan secara manual, motif yang dihasilkan juga tidak bisa sama persis antara satu kain dengan kain lainnya.

Batik cap adalah batik yang dibuat menggunakan alat stempel motif batik. Stempel atau cap tersebut terbuat dari tembaga yang fungsinya menggantikan canting sehingga dapat mempersingkat waktu pembuatan batik.

Plat stempel untuk batik cap ini sudah diukir sesuai dengan motif batik yang diinginkan. Proses pembuatannya yaitu stempel cap dicelupkan ke dalam malam yang sudah dilelehkan kemudian ditempelkan pada lembaran kain. Dilakukan begitu seterusnya hingga sisa kain habis dicap.

Batik printing atau yang disebut juga dengan batik sablon karena dalam proses pembuatan jenis batik ini lebih mirip dengan penyablonan.

Dalam pembuatan batik printing menggunakan alat offset atau sablon. Dari segi pengerjaannya sangat mudah dan efektif waktu.

Fungsi Seni Kriya

Seni kria diminati dengan tujuan yang berbeda-beda. Hal tersebut disebabkan kebutuhan setiap orang berbeda-beda pula Karena itu seniman-seniman kria sering membuat bermacam-macam jenis produk seni kria.

Secara garis besar fungsi seni kriya terbagi atas 3 golongan, yaitu:

Di lingkungan kita sehari-hari, sering kita temukan produk seni kriya yang berfungsi sebagai mainan. Hasil karya seni ini biasanya dibuat untuk konsumsi anak-anak. Pada umumnya hasil karya seni kriya yang berfungsi untuk mainan dibuat secara sederhana dengan harga yang relatif murah. Contoh hasil karya seni kriya yang berfungsi sebagai mainan antara lain, boneka, mobil-mobilan, pistol-pistolan, lego, papan dakon atau congklak, dan lain-lain.

Hasil karya seni kriya yang berfungsi sebagai dekorasi atau hiasan biasanya lebih mementingkan unsur keindahan dari pada fungsinya. Karena itu bentuk-bentuknya mengalami modifikasi. Bahkan tidak jarang benda jenis ini tidak dapat memenuhi fungsinya yang semestinya. Banyak produk seni kria yang berfungsi sebagai benda pajangan. Benda-benda seni kriya untuk dekorasi biasanya digunakan sebagai penghias dekorasi ruangan, seperti ruang kantor atau rumah.

Contoh hasil karya seni kriya yang digunakan sebagai dekorasi antara lain, wayang, payung hias, guci, relief, vas dengan bunganya, hiasan ukir kayu, dan lain-lain.

Teknik Pembuatan Kerajinan Tekstil

Sekarang, mari kita jelajahi lebih dalam tentang teknik pembuatan kerajinan tekstil yang menghasilkan karya seni yang memukau. Setiap teknik memiliki ciri khasnya sendiri, dan seniman tekstil menggunakan keterampilan mereka untuk menciptakan berbagai produk yang indah.

Sekarang, mari kita bahas lebih lanjut tentang berbagai macam kerajinan tekstil yang ada. Kerajinan tekstil adalah bentuk seni yang memanfaatkan bahan-bahan tekstil sebagai medium utama dalam pembuatannya. Jenis-jenis kerajinan tekstil ini mencerminkan kekayaan budaya dan kreativitas dari berbagai komunitas di seluruh dunia. Di artikel ini, kita akan menggali berbagai macam kerajinan tekstil, mulai dari yang fungsional hingga yang memiliki nilai dekoratif yang tinggi.

Kerajinan Tekstil Modern

Kerajinan tekstil modern banyak digunakan untuk memenuhi kebutuhan fungsional sehari-hari. Mereka sering dibuat dengan tujuan praktis dan memiliki variasi yang luas. Berikut adalah beberapa contoh kerajinan tekstil modern:

Pakaian adalah salah satu bentuk kerajinan tekstil paling umum. Mereka meliputi berbagai macam pakaian seperti baju, celana, rok, dan jaket. Desainer pakaian menggunakan kreativitas mereka untuk menciptakan gaya yang berbeda-beda, dari yang kasual hingga yang formal.

Kerajinan tekstil juga digunakan untuk membuat berbagai aksesoris seperti topi, syal, dasi, dan sarung tangan. Aksesoris ini tidak hanya memberikan fungsi tambahan tetapi juga menjadi pernyataan gaya.

Tas adalah produk tekstil lain yang sangat umum. Mereka hadir dalam berbagai bentuk dan ukuran, termasuk tas tangan, tas selempang, dan tas ransel. Desainer tas sering menggunakan berbagai jenis kain dan teknik pembuatan untuk menciptakan produk yang unik.

Seni Rupa Tradisional dan Modern

Masuknya kolonialisme barat (penjajahan bangsa Eropa) ke Nusantara dan berkembangnya seni rupa Modern di Eropa memberi pengaruh besar pada Seni rupa tradisional Indonesia. Karya-karya seni rupa Nusantara di luar kategori karya yang menggunakan konsep Modern tentunya otomatis dikategorikan sebagai karya seni tradisional. Namun terkadang pengategorian tersebut dalam pandangan yang sempit seringkali digunakan untuk menunjukkan karya seni rupa yang bermutu tinggi (modern) dengan karya yang bermutu rendah (tradisional).

Pengaruh kolonialisme Barat yang lama di Nusantara menyebabkan pandangan semacam itu terus menyelimuti pemikiran masyarakat Indonesia. Masyarakat modern terkadang memandang karya-karya seni tradisional lebih rendah dari karya seni lukis tinggi modern. Hal itu tidak terlepas dari pandangan sebagian masyarakat yang memandang modern identik dengan kemajuan dan perkembangan. Sedangkan yang tradisional identik dengan kuno atau ketinggalan jaman.

Sikap dan cara mengapresiasi yang keliru tersebut seringkali menyebabkan karya-karya seni rupa tradisional ditinggalkan. Padahal karya-karya seni rupa tradisional memiliki peluang yang sangat besar untuk dikembangkan atau menjadi gagasan dalam berkarya. Apresiasi yang tepat dapat menghasilkan inovasi karya-karya seni rupa baru yang memiliki ciri khas Indonesia dan tidak dapat ditemukan lagi di negara lain.

Ciri-ciri Seni Rupa Tradisional

  1. Seni rupa tradisional terbentuk berdasarkan pada lingkungan dan budaya setempat yang menunjangnya
  2. Cerminan dari suatu budaya yang disesuaikan dengan berbagai sistem sosial dan budaya yang terbentuk oleh masyarakatnya.
  3. Seni tradisional adalah ciri khas dari masyarakat yang menjadi pembeda dari lingkungan budaya lain.
  4. Karya seni diciptakan berdasarkan norma, filosofi dan adat kebiasaan yang ada dari masa ke masa dan dipertahankan secara turun-menurun.
  5. Seni tradisional bersifat cenderung statis, karena terikat pada aturan dan pakem yang ketat dari norma dan budaya lokal tempat seni tersebut terbentuk.

Tampak jelas bahwa pengaruh moyang Indonesia sangatlah beragam dan kaya. Datang dari pelbagai belahan duni, sehingga akan banyak menciptakan ragam budaya yang berbeda-beda. Pada awalnya seni digunakan sebagai perwujudan ritual magis, bersifat simbolik.

Sejarah Seni Rupa Tradisional Indonesia

Selain itu di gua Sulawesi Selatan terdapat juga lukisan mengenai orang yang berlayar di lautan. Pada zaman logam (500 SM) juga terdapat pelbagai peninggalan seni tradisional, seperti: genderang perunggu, bejana dan beragam perhiasan yang terbuat dari logam. Selain itu banyak juga ditemukan alat-alat pertanian hingga ke perlengkapan upacara adat.

Zaman Hindu-Budha juga meninggalkan banyak peninggalan karya seni tradisional. Beragam prasasti banyak ditinggalkan oleh kerajaan-kerajaan pada masa itu. Seperti prasasti ciaruteun (Kerajaan Tarumanegara), prasasti kedukan bukit (Kerajaan Sriwijaya), prasasti canggal (Kerajaan Mataram Kuno). Kerajaan pada masa ini juga meninggalkan banyak Candi yang dibangun untuk tujuan hiasan, kuburan, spiritual (semedi), hingga ke tempat pemandian.


Tags: kerajinan

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia