... Seni Kerajinan Batik: Panduan Lengkap tentang Karya Seni DIY

Seni Kerajinan Batik - Karya Seni yang Menghiasi Dunia Needlework dan DIY

Local Genius

Dalam perspektif arkeologi, khazanah tradisi dan budaya lokal kerap diistilahkan sebagai local genius (Koentjaraningrat, dalam Ayatrohaedi, 1986, hlm.80). Konsep local genius pertama kali dikemukakan oleh arkeolog H.G. quaritch Wales dalam tulisannya berjudul “The Making of Greater India: A Study in South-East Asia Culture Change.

Menurut Wales (dalam Poespowardojo, 1986, hlm. 30) Local genius adalah, “the sum of the cultural characteristic which the vast majority of a people have in common as a result of their experience in early life”. Artinya, local genius adalah keseluruhan ciri-ciri kebudayaan yang dimiliki bersama oleh suatu masyarakat sebagai hasil dari pengalaman mereka di masa lalu). Local genius merupakan manifestasi dari kepribadian masyarakat, tercermin dalam orientasi yang menunjukkan pandangan hidup dan norma lain.

Kedudukan local genius sentral, karena merupakan kekuatan yang mampu bertahan terhadap unsur-unsur yang datang dari luar. Local genius juga mampu berkembang untuk masa-masa mendatang. Hilangnya local genius berarti memudarnya juga kepribadian suatu masyrakat. Karena itu penting sekali adanya usaha pemupukan dan pengembangan local genius.

Meskipun demikian hubungan suatu masyarakat dengan masyarakat lain (bangsa lain) akan membuka terjadinya proses akulturasi, yaitu masing-masing masyarakat yang berbeda saling memberi dan menerima pengaruh. Tidak jarang juga proses akulturasi tersebut mendatangkan dominasi kebudayaan asing, yang mengancam hilangnya local genius.

Alat dan bahan pembuatan batik

Pembuatan batik berbeda dengan proses membuat motif pakaian lainnya. Karena dalam setiap motif yang dihasilkan selalu mengandung makna dan sifat khusus. Tidak hanya itu, motif batik juga mengandung nilai kebudayaan yang sangat kuat. Berikut ini penjelasan alat serta bahan yang dipergunakan untuk membuat batik, yang dikutip dari jurnal Batik Situbondo di Desa Selowogo Kecamatan Bungatan Kabupaten Situbondo (2015) karya Rochman Kifrizyah, dkk:

Alat yang dipergunakan untuk membuat batik

  1. Canting
    Adalah alat pokok dalam pembuatan batik. Canting digunakan untuk menggambar lilin malam pada kain sampai membentuk pola.
  2. Wajan dan kompor atau anglo
    Adalah wadah atau tempat untuk mencairkan lilin malam. Agar bisa mencair, lilin malam harus dipanaskan di atas kompor atau anglo dengan menggunakan wajan.
  3. Gawangan
    Adalah alat untuk meletakkan kain yang akan digambar motif batiknya. Gawangan yang dipakai biasanya terbuat dari kayu atau bambu.
  4. Pensil
    Sebelum menggambar batik menggunakan lilin malam, biasanya motif dilukis terlebih dahulu menggunakan pensil.

Bahan yang dipergunakan untuk membuat batik

Seni Rupa Tradisional – Pengertian, Ciri, Sejarah & Contoh

Seni rupa tradisional Indonesia

Pengertian tradisi di atas sangat berkenaan dengan seni tradisional. Hal itu karena seni tradisional masih sangat terikat pada berbagai aturan dan pakem yang masih sangat ketat dan absolut berdasarkan adat kebiasaan turun-temurun dari nenek moyang. Bahkan seni tradisional biasanya masih bersifat spiritual dan relijius.

Beberapa prinsip-prinsip karya seni tradisional sering dikaitkan dengan kepercayaan dan legenda sekitar. Meskipun begitu, terkadang kebudayaan setempat juga akan terpengaruhi oleh budaya luar. Terutama budaya luar yang sudah lebih mapan.

Namun demikian, seni rupa tradisional tidak akan dapat dilepaskan dari kearifan budaya lokalnya sendiri. Sehingga berbagai daerah biasanya memiliki karya seni rupa tradisional yang unik dan berbeda dari daerah lain. Meskipun terkadang beberapa daerah dan budaya yang berdekatan juga saling mempengaruhi dan terdapat tradisi yang mirip.

Pada akhirnya hukum intertekstual (kemiripan dan campuran teks antar karya) juga turut membentuk watak budaya setempat. Dengan demikian seni tradisional juga erat kaitannya dengan khazanah lokal budayanya. Khazanah loka budaya sangat erat kaitannya dengan local genius.

Ciri-ciri batik

Kain batik memiliki karakteristik yang unik yang tidak dimiliki oleh jenis kain lainnya. Dengan perkembangan zaman, terdapat dua model batik, yakni batik tradisional dan modern. Berikut ciri-ciri batik secara umum:

Batik tradisional

  • Memiliki corak dengan makna simbolik
  • Corak batik terdapat variasi hias motif ular, pagoda, geometris, serta barong
  • Warna batik cenderung gelap (coklat kehitaman, warna hitam) dan putih
  • Umumnya motif batik memiliki ciri khas daerah asalnya

Batik modern

  • Corak pada batik tidak mengandung makna khusus
  • Corak batik biasanya berbentuk tumbuhan, rangkaian bunga, dan lain-lain
  • Warna batik cenderung bebas (biru, merah, ungu, dan lain-lain)

Jenis-jenis batik

Batik dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, sebagai berikut:

Batik tulis adalah jenis batik yang dibuat secara manual menggunakan tangan dengan bantuan alat canting untuk menerakan malam ke corak batik.

Selain itu, karena pembuatan secara manual, motif yang dihasilkan juga tidak bisa sama persis antara satu kain dengan kain lainnya.

Batik cap adalah batik yang dibuat menggunakan alat stempel motif batik. Stempel atau cap tersebut terbuat dari tembaga yang fungsinya menggantikan canting sehingga dapat mempersingkat waktu pembuatan batik.

Plat stempel untuk batik cap ini sudah diukir sesuai dengan motif batik yang diinginkan. Proses pembuatannya yaitu stempel cap dicelupkan ke dalam malam yang sudah dilelehkan kemudian ditempelkan pada lembaran kain. Dilakukan begitu seterusnya hingga sisa kain habis dicap.

Batik printing atau yang disebut juga dengan batik sablon karena dalam proses pembuatan jenis batik ini lebih mirip dengan penyablonan.

Dalam pembuatan batik printing menggunakan alat offset atau sablon. Dari segi pengerjaannya sangat mudah dan efektif waktu.


Tags: kerajinan

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia