Keindahan dan Kreativitas - Seni Kerajinan Tangan dalam Dunia Sulaman dan DIY
Kenapa seni kriya disebut sebagai kerajinan tangan ?
Seni Kriya adalah Kerajinan yang yang dihasilkan oleh seorang pengerajin yang dikerjakan dengan menggunakan tangan serta keterampilan khusus dari seorang pengerajin dalam mengolah bahan mentah menjadi sebuah kerajinan tangan.
Seni kerajinan tangan seni kriya secara umum adalah seni kerajinan tangan dimana proses pengerjaannya menggunakan tangan (hand made) serta membutuhkan keahlian khusus.
Hal ini dibuktikan dengan banyaknya benda-benda peninggalan prasejarah yang ditemukan dari zaman neolithikum (zaman batu muda) yang berbentuk seperti kerajinan seni kriya.
Seni krajinan tangan sering disebut sebagai kerajinan kriya. Salah satu contohnya yaitu kerajinan tangan keramik tradisinal. Kerajinan keramik yang dibuat dengan menggunakan bahan alam seperti kuarsa loulin dan lainnya.
Secara umum kriya diartikan sebagai salah satu cabang seni kerajinan tangan yang prosesnya menggunakan keterampilan tangan manusia sehingga disebut sebagai hand made.
Contoh lain dari kerajinan tangan yang disebut sebagai kerajinan kriya adalah kerajinan anyaman, baik itu anyaman kain, anyaman dari bambu dan lainnya banyak yang menggunakan tangan dan keterampilan tangan manusia.
Sumber bahan bakunya juga diambil dari alam, seperti bambu, rotan, kelapa dan lainnya. Bahan tersebut kemudian dioleh melalui proses pengerjaan yang menggunakan tangan dengan keterampilan khusus dari pengerajinnya.
Contoh kerajinan anyaman seperti tikar anyam, kursi rotan, tikar gantung (pelindung dari matahari), dan lainnya yang semua kerajinan tangan ini sering disebut sebagai kerajinan kriya.
Fungsi Seni Kriya
Seni kria diminati dengan tujuan yang berbeda-beda. Hal tersebut disebabkan kebutuhan setiap orang berbeda-beda pula Karena itu seniman-seniman kria sering membuat bermacam-macam jenis produk seni kria.
Secara garis besar fungsi seni kriya terbagi atas 3 golongan, yaitu:Di lingkungan kita sehari-hari, sering kita temukan produk seni kriya yang berfungsi sebagai mainan. Hasil karya seni ini biasanya dibuat untuk konsumsi anak-anak. Pada umumnya hasil karya seni kriya yang berfungsi untuk mainan dibuat secara sederhana dengan harga yang relatif murah. Contoh hasil karya seni kriya yang berfungsi sebagai mainan antara lain, boneka, mobil-mobilan, pistol-pistolan, lego, papan dakon atau congklak, dan lain-lain.
Hasil karya seni kriya yang berfungsi sebagai dekorasi atau hiasan biasanya lebih mementingkan unsur keindahan dari pada fungsinya. Karena itu bentuk-bentuknya mengalami modifikasi. Bahkan tidak jarang benda jenis ini tidak dapat memenuhi fungsinya yang semestinya. Banyak produk seni kria yang berfungsi sebagai benda pajangan. Benda-benda seni kriya untuk dekorasi biasanya digunakan sebagai penghias dekorasi ruangan, seperti ruang kantor atau rumah.
Contoh hasil karya seni kriya yang digunakan sebagai dekorasi antara lain, wayang, payung hias, guci, relief, vas dengan bunganya, hiasan ukir kayu, dan lain-lain.
Pengertian Seni Kriya, Fungsi, dan Jenis-Jenis Seni Kriya Lengkap Contohnya
Pengertian Seni Kriya dan Fungsi Seni Kriya - Salam budaya, pada kesempatan ini Seni Budayaku akan mengulas tentang pengertian seni kriya berikut fungsi seni kriya. Karena dalam pembuatan seni kriya pasti memiliki tujuan, tujuan pembuatan tersebut berkaitan dengan fungsi atau kegunaan benda seni kriya yang dibuat. Lebih jelasnya simak rangkuman kami berikut ini.
Seni kriya atau kerajinan adalah suatu usaha membuat barang-barang hasil pekerjaan tangan atau hasta karya (hand skill) namun tetap memperhatikan aspek fungsional tanpa mengabaikan aspek estetisnya. Karena aspek fungsi dalam seni kriya menempati porsi utama, maka seni kriya harus mempunyai unsur kenyamanan dan keamanan. Kenyamanan dalam hal ini berarti enak dipakai, sedangkan keamanan adalah aman digunakan dan tidak membahayakan penggunanya. Orang yang membuat karya seni kriya atau kerajinan sering disebut dengan istilah kriyawan atau pengrajin.
Seni kria sebenarnya tidak bisa lepas dari seni rupa. Keduanya tumbuh dan berkembang Sejajar. Kalau seni rupa menitikberatkan segi nilai estetika, maka seni kria lebih mengutamakan segi fungsinya (aplikasi). Namun, dalam perkembangannya seni kria tidak dapat melepaskan diri dari unsur rupa. Sentuhan-sentuhan estetika sangat penting untuk mewujudkan karya seni kria yang adiluhung. Hal tersebut dimungkinkan karena kebutuhan manusia akan hasil seni kria tidak melulu hanya untuk digunakan sebagai sarana kehidupan secara fisis saja. Seni kria juga ditujukan untuk pemenuhan kebutuhan akan keindahan.
Benda-benda hasil pekerjaan tangan atau seni kriya biasanya dibuat untuk keperluan sehari-hari sekaligus melestarikan tradisi kesenirupaan suatu daerah. Karena itu, karya seni kriya biasanya memiliki karakter dan ciri khas daerah dengan aturan, warna dan motif yang mengandung makna-makna tertentu dari daerah tersebut. Seni kriya diminati dengan tujuan yang berbeda-beda sesuai fungsi dari benda tersebut. Hal tersebut disebabkan karena seni kriya diciptakan sebagai sarana untuk menunjang kebutuhan manusia yang beraneka ragam. Pembuatan karya seni kriya setiap daerah berbeda-beda, tergantung kondisi alam, letak georgafis dan budaya daerah tersebut. Macam-macam seni kriya Nusantara dapat kita lihat dari bahan-bahan yang digunakan seperti, rotan, bambu, daun lontar, daun pandan, kayu, batu, tanah liat atau keramik, kulit, kain, logam, manik-manik, dan sebagainya.
Seni Kriya: Pengertian, Sejarah, Fungsi, Jenis & Contohnya
Indonesia memiliki beragam budaya yang sangat indah untuk dipelajari, terutama dalam hal kesenian. Salah satu kesenian yang dibuat menggunakan tangan adalah seni kriya. Seni ini termasuk ke dalam seni rupa murni yang dikenal sebagai seni kerajinan tangan.
Seni kriya merupakan istilah yang berasal dari Bahasa Sansekerta dari kata krya yang berarti mengerjakan. Kata tersebut kemudian mengalami perkembangan menjadi kata “karya, kriya, dan kerja”. Secara khusus, kriya berarti mengerjakan sesuatu untuk menghasilkan benda atau obyek yang bernilai seni.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, seni kriya adalah seni kerajinan tangan. Pengertian ini sejalan dengan jurnal Arkeologi Jawa Tengah: Sebuah Potret Warisan Budaya (2001) karya Atmosudiro dan kawan-kawan , disebutkan bahwa seni ini merupakan semua hasil karya manusia yang membutuhkan keahlian khusus (hard skill) yang berkaitan dengan tangan. Sehingga seni ini sering disebut dengan kerajinan tangan.
Menurut Prof. Dr. Soedarso, seni kriya berasal dari Bahasa Sansekerta yang dalam kamus Wojowasito bermakna pekerjaan atau perbuatan. Sementara itu, dalam kamus Winter memiliki arti damel atau membuat.
Menurut Timbul Haryono, seni kriya adalah cabang seni yang tinggi dalam proses pengerjaannya dan menekankan pada ketrampilan tangan. Dalam arti khusus, kriya adalah mengerjakan sesuatu untuk menghasilkan benda atau obyek yang bernilai seni.
Menurut Prof. SP. Gustami, karya seni kriya adalah sebuah warisan dari budaya adi luhung yang unik dan memiliki karakteristik yang di dalamnya terkandung muatan nilai estetik, simbolik, filosofis dan sekaligus fungsional sehingga dalam perwujudannya didukung keterampilan tangan yang tinggi.
Tags: kerajinan tangan