... Sentra Kerajinan Keramik Terkenal di Jawa Barat: 5 Tempat DIY untuk Penggemar Sulam dan Rajutan!

Karya Seni Anyaman Keramik Terkenal di Jawa Barat - Jejak Keindahan dan Kreativitas DIY

Anyaman Rajapolah

Rajapolah adalah nama dari sebuah kecamatan yang ada di Tasikmalaya. Di sana banyak sekali toko-toko kerajinan tangan di sepanjang jalan. Tidak heran jika tempat ini dijadikan sebagai pusat industry rumahan khususnya untuk kerajinan anyaman dan kompor.

Produk yang ditawarkan pun berbagai macam mulai dari tas, dompet, miniatur becak, miniatur mobil, gelang, wadah pensil, topi, dll. Hal yang menarik adalah kerajinan-kerajinan tersebut dijual dengan harga murah namun dapat bertahan lama.

Bahan baku yang digunakan pu cukup unik seperti mendong yaitu rerumputan yang ada di sekitar rawa-rawa. Warga memanfaatkan tanaman liar ini menjadi sesuatu yang berguna dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu bahan baku anyaman lainnya yaitu bambu, pandan, dan enceng gondok. Saat ini setidaknya ada 50 kios yang menjual anyaman-anyaman tersebut.

Mata Pencaharian Warga

Sampai saat ini, sambung dia, bangunan yang dijadikan tempat sanggar bertuliskan 'Induk Perusahaan Keramik Plered' di bagian atapnya itu masih berdiri kokoh. Meski, saat ini keberadaannya sudah tidak tidak sebagus tempo dulu.

"Gedung tua itu merupakan bangunan paling bersejarah atas perkembangan keramik di Plered," kata dia.

"Sejak saat itulah, kerajinan keramik Plered semakin dikenal hingga ke mancanegara," tambah dia.

Dia menjelaskan, kerajinan keramik ini merupakan mata pencaharian sebagian besar warga Desa Anjun. Apalagi, ini merupakan warisan nenek moyang yang harus dijaga keasliannya.

Ihwal hasil kerajinan kriya masyarakat di wilayah ini, Jujun menjelaskan, itu terbagi menjadi tiga jenis produk keramik. Yakni, keramik kontruksi, yang terdiri dari genteng, loster, bata merah dan lain-lain. Kemudian, keramik tradisional terdiri dari pot, kendi, ulekan serta pendil. Serta, keramik hias dan fungsi.

Sementara itu, merujuk pada catatan yang ada di dinas terkait, Kabupaten Purwakarta sebenarnya sudah menjadi eksportir keramik sejak dekade 80-an. Dengan kata lain, kemasyuran produk kerajinan kriya ini banyak digemari warga asing sejak dulu.

376 Hot Spot Terpantau di 235 Konsesi Sawit dan HTI di Kalbar, Nihil Proses Hukum

Jujun bercerita, merujuk dari sejarahnya kerajinan keramik itu pertama kali masuk ke Kecamatan Plered sekitar tahun 1904. Awalnya, kata dia, saat itu ada seorang warga yang membuat sebuah barang dari segumpal tanah yang dibentuk sedemikian rupa hingga dapat difungsikan.

"Dulu bahan pembuatannya pakai tanah putih," ujar Jujun, belum lama ini.

Kemudian, Jujun melanjutkan, penemuan dari warga itu pun menjadi buah bibir di tengah masyarakat. Seiring berjalannya waktu, kerajinan dari tanah ini banyak diminati masyarakat khususnya mereka yang bermukim di Desa Anjun.

Ketertarikan warga membuat kerajinan ini pun semakin masif, hingga pada akhirnya dibangunlah sebuah gedung menyerupai pabrik yang berlokasi tak jauh dari jembatan rel kereta api Kecamatan Plered.

Lambat laun, gedung yang digunakan masyarakat untuk membuat kerajinan keramik itu mulai berkembang. Kemudian, di tahun 1950-an, bangunan yang menyerupai pabrik itu diresmikan oleh Wakil Presiden RI pertama, Mochammad Hatta sebagai sanggar belajar bagi perajin keramik.

"Bangunan ini resmi menjadi tempat sanggar para pengrajin pemula warga sekitar sekitar tahun 1950," jelas dia.


Tags: kerajinan yang jawa

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia