... Sentra Kerajinan Keramik Terkenal di Jawa Barat: 5 Tempat DIY untuk Penggemar Sulam dan Rajutan!

Karya Seni Anyaman Keramik Terkenal di Jawa Barat - Jejak Keindahan dan Kreativitas DIY

Harga Keramik❤️

Keramik-keramik tersebut tampak berjejer di toko yang berdiri di sepanjang jalan. Mulai dari yang berbentuk perabotan sampai mainan anak-anak bisa dijadikan buah tangan atau souvenir menarik. Harga jual yang ditawarkan pun bervariasi, dari Rp5.000,- sampai ratusan ribu rupiah.

Keramik berbentuk pot atau guci motif sederhana, misalnya cuma dibanderol dengan harga Rp5.000,-. Sementara untuk pot ukuran sedang yang berbentuk buah-buahan dijual seharga Rp6.000-7.000,-.

Demikian pula dengan celengan yang memiliki fungsi untuk menaruh uang, mulai dari yang model hewan dan buah ada di kisaran Rp8.500,-.

Selain mengagumi keindahan seni kriya di Keramik Mulia Plered, pengunjung juga dapat menyaksikan proses pembuatannya secara langsung.

Gerabah yang berasal dari Kampung Anjun tersebut tak hanya dipasarkan di Purwakarta, melainkan ke beberapa kota lain, termasuk Jakarta. Sebagian bahkan mampu menembus pasar luar negeri, seperti China, Belanda dan Rusia.

Apalagi, ditambah dengan kurangnya alih generasi pengrajin karena kebanyakan masyarakat Plered menjadi buruh pabrik di Purwakarta. UPTD Litbang Keramik mencatat hanya ada 221 industri di kecamatan tersebut.

Di sisi lain, potensi Keramik Mulya Plered sangat tinggi. Apalagi, lokasinya yang berada di antara Kota Jakarta dan Bandung sangat mudah untuk dijangkau. Di samping itu, penjualannya yang sampai ke mancanegara berpeluang mendatangkan turis asing untuk belajar membuat gerabah di Plered.

Dengan adanya rencana pengembangan sektor pariwisata, seharusnya industri keramik turut ditingkatkan, mengingat kerajinan tersebut adalah sejarah dan identitas budaya Purwakarta.

Untuk mendukungnya, perlu diupayakan perbaikan dan penambahan infrastruktur, seperti jalan, stasiun, terminal, homestay, balai pelatihan dan showroom penjualan keramik di Plered.

Fasilitas Sentra Keramik Plered

  • Area parkir yang cukup luas
  • Toilet
  • Musola
  • Dan masih banyak lagi yang lainnya.

Daerah Plered Purwakarta, terkenal akan kerajinan keramik atau gerabah yang terbuat dari tanah liat. Gerabag Plered, Purwakarta sudah terkenal hingga ke pasar Asia hingga Eropa.

Daya tarik yang dimiliki Sentra Keramik Plered, diantaranya:

1. Banyaknya Keramik Dengan Beragam Bentuk

Keramik atau gerabah yakni merupakan salah satu kerajinan tangan yang terbuat dari tanah liat merah, kemudian dibentuk dan diukir dengan menggunakan tangan.

Untuk kemudian dibentuk menjadi beberapa bentu seperti diantaranya:

  • vas bunga,
  • guci,
  • celengan,
  • ulekan,
  • dan masih banyak lagi

Selain melihat beberapa hasil para pengrajin, kamu juga dapat membelinya. Harga yang ditawarkan terjangkau kok. yakni mulai dari Rp. 5.000,- hingga jutaan rupiah. Tergantung pada jenis, bentuk, dan motif dari keramik itu sendiri.

Kerajinan Keramik atau Gerabah Purwakarta memiliki ciri khas tersendiri, sehingga berbeda dengan gerabah atau keramik dari daerah atau juga negara lain.

2. Mencoba Membuat Keramik Atau Gerabah Sendiri

Kamu akan diberikan bahan-bahan pembuatan gerabah yang terdiri dari tanah liat, sebaskom air, dan juga meja putar. Susah-susah gampang sih memang, tapi seru banget deh pokoknya. Dimana hasilnya nanti dapat kamu bawa ke rumah sebagai kenang-kenangan.

Sebenarnya untuk menjadi keramik atau gerabah yang siap dijual, harus melewati beberapa tahap lagi. Yakni:

376 Hot Spot Terpantau di 235 Konsesi Sawit dan HTI di Kalbar, Nihil Proses Hukum

Jujun bercerita, merujuk dari sejarahnya kerajinan keramik itu pertama kali masuk ke Kecamatan Plered sekitar tahun 1904. Awalnya, kata dia, saat itu ada seorang warga yang membuat sebuah barang dari segumpal tanah yang dibentuk sedemikian rupa hingga dapat difungsikan.

"Dulu bahan pembuatannya pakai tanah putih," ujar Jujun, belum lama ini.

Kemudian, Jujun melanjutkan, penemuan dari warga itu pun menjadi buah bibir di tengah masyarakat. Seiring berjalannya waktu, kerajinan dari tanah ini banyak diminati masyarakat khususnya mereka yang bermukim di Desa Anjun.

Ketertarikan warga membuat kerajinan ini pun semakin masif, hingga pada akhirnya dibangunlah sebuah gedung menyerupai pabrik yang berlokasi tak jauh dari jembatan rel kereta api Kecamatan Plered.

Lambat laun, gedung yang digunakan masyarakat untuk membuat kerajinan keramik itu mulai berkembang. Kemudian, di tahun 1950-an, bangunan yang menyerupai pabrik itu diresmikan oleh Wakil Presiden RI pertama, Mochammad Hatta sebagai sanggar belajar bagi perajin keramik.

"Bangunan ini resmi menjadi tempat sanggar para pengrajin pemula warga sekitar sekitar tahun 1950," jelas dia.


Tags: kerajinan yang jawa

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia