Tiga Hal yang Harus Diperhatikan oleh Seorang Pengrajin dalam Kerajinan Menjahit dan DIY
Tanda psikologis anak siap sekolah
Seorang praktisi psikologi anak usia dini, Aninda menjelaskan tanda-tanda psikologis pada anak siap sekolah yang dikutip dari laman CNN. Simak selengkapnya, Bunda.
1. Kecakapan berbahasa
Bunda perlu memperhatikan aspek yang pertama, yaitu kemampuan berbahasa anak yang baik. Aninda mengatakan "Aspek ini sangat berarti agar anak dapat mengungkapkan pikiran dan perasaannya serta mampu memahami apa yang disampaikan orang lain kepadanya," jelasnya yang dikutip dari CNN.
2. Mandiri
Kemandirian merupakan salah satu indikator penting kesiapan anak untuk memasuki dunia sekolah. Kemandirian menunjukkan bahwa anak memiliki kemampuan untuk berangkat sekolah sendiri dan tanggung jawab, tanpa bergantung pada orang tua.
"Sifat mandiri menunjukkan bahwa anak memiliki keberanian, rasa percaya diri, kemampuan untuk pergi ke sekolah sendiri tanpa perlu ditemani orang tua," sambung Aninda yang dikutip dari CNN.
3. Mengendalikan diri dengan baik
Dalam menyiapkan anak sekolah, kemampuan pengendalian diri yang baik sangat diperlukan, Bunda.
"Hal ini berarti anak mampu mengendalikan emosinya tanpa mengalami tantrum atau menunjukkan perilaku agresif terhadap lingkungan sekitarnya dalam kehidupan sehari-hari," tambah Aninda yang dikutip dari CNN.
4. Keterampilan sosial yang baik
Sebelum mulai bersekolah, anak perlu memiliki kemampuan sosialisasi dengan baik. "Kemampuan ini digunakan untuk menjalin pertemanan, berbagi kepada sesama dan memperhatikan lingkungan sekitar," ujar Aninda yang dikutip dari CNN.
5. Siap mengikuti pelajaran
Dalam menyiapkan anak bersekolah tentunya diimbangi dengan kesiapan dalam mengikuti pelajaran di sekolah. "Hal ini maksudnya anak dapat fokus dalam mengerjakan tugas-tugas sederhana, memiliki rasa ingin tahu, dapat mengikuti instruksi sederhana dengan benar," kata Aninda yang dikutip dari CNN.
Seni Kriya Berdasarkan Teknik Pembuatannya
a. Seni Kriya Ukir atau Seni Kriya Pahat
Jenis, bahan, bentuk dan teknik dalam seni pahat sangatlah beragam, mulai dari jenis patung, ukiran
dan aneka kerajinan lainnya. Selain menggunakan kayu, seni pahat juga menggunakan aneka logam, batu, serta tulang dan kulit hewan sebagai bahan dasarnya. Bali merupakan salah satu daerah yang paling banyak menghasilkan seni pahat yang berupa patung, ukiran hingga berbagai macam barang kerajinan lainnya, salah sat hasil pahat dari bali adalah patung arca dengan bahan baku batu andesit.
b. Seni Kriya Batik
Proses pembuatan kain batik bisa dilakukan dengan berbagai macam tekhnik diantaranya adalah teknik cap, tulis, ikat celup dan teknik lukis. Teknik batik tulis adalah salah satu teknik membantik yang paling banyak digunakan di Indonesia. Selain di pulau jawa, batik juga terdapat di pulau Kalimantan, Sulawesi, Sumatra dan Bali. Corak kain batik dari setiap daerah juga beraneka ragam. Corak batik jawa umumnya bergaya naturalis dengan sentuhan warna yang beragam.
c. Seni Kriya Tenun
Indonesia merupakan salah satu negara penghasil kain tenun terbesar di dunia terutama dalam hal keragaman corak hiasannya. Tenun terdiri dari dua jenis yaitu tenun songket, dan tenun ikat. Perbedaannya ada pada teknik pembuatan dan bahan yang digunakan. Tenun songket berupa benang perak, emas atau benang sutra. Daerah-daerah di Indonesia terkenal dengan penghasil tenun ikat adalah aceh, sulawesi tengah, bali, sumatra utara, toraja (sulawesi selatan), NTT, kalimantan timur, flores, dan kalimantan bvarat. Sedangkan daerah penghasil tenun songket adalah sumatra barat, aceh, riau, sumatra utara, lombok, palembang, sumatra barat, nusa tenggara dan maluku.
d. Seni Kriya Anyaman
Seni kriya anyaman adalah tehnik membuat dengan mengatur bahan-bahan dasarnya dalam bentuk yang tindih- menindih, silang-menyilang, dan lipat-melipat pakat dan lungsen dengan pola tertentu. Bahan-bahan yang digunakan dalam seni kriya anyaman adalah rotan, bambu, pandan, lontar, mendong, enceng gondok, kertas, plastik, dan tali. Pusat kerajinan anyaman yaitu di Bali, Sulawesi, Tasikmalaya, Kalimantan dan Papua.
Prinsip Kerajinan Limbah Keras
Limbah keras diketahui dapat difungsikan sebagai salah satu bahan kerajinan. Pengolahannya juga harus mempertimbangkan prinsip kerajinan bahan keras untuk limbah. Ada tiga macam prinsip yang berkaitan dengan pengolahan limbah ini yaitu reduce , reuse , dan recycle . Ketiga prinsip ini sering kali disebut dengan prinsip 3R.
1. Reduce (Mengurangi)
Prinsip ini berarti kita harus mengurangi atau meminimalisir penggunaan barang atau material tertentu. Tujuannya tentu saja untuk mengurangi limbah keras yang tidak lagi terpakai.
2. Reuse (Menggunakan Kembali)
Selain mengurangi limbah dengan prinsip reduce , prinsip reuse (menggunakan kembali) juga dapat diterapkan. Kamu bisa memilih mana saja barang atau material yang sekiranya bisa dimanfaatkan kembali sebagai bahan kerajinan.
3. Recycle (Mendaur Ulang)
Prinsip dengan mendaur ulang menjadi bagian terpenting. Prinsip ini mencoba untuk mendaur ulang barang atau material yang tidak lagi dipakai.
Proses daur ulang ini nantinya akan berguna dalam mengubah fungsi barang yang terpakai menjadi barang yang bisa difungsikan kembali. Salah satunya dengan mengubahnya menjadi kerajinan yang bisa bernilai jual maupun sekadar untuk hiasan.
Tags: yaitu