Seni dan Kreativitas - Memahami Sepatu Jahit Kerut dalam Kerajinan Menjahit dan DIY
Sepatu jahit kerut
Mesin jahit portable merupakan salah satu mesin jahit multifungsi yang berukuran sedang, dan berfungsi layaknya seperti mesin jahit yang berukuran besar biasanya. Selain tampilannya yang lebih menarik, mesin jahit portable juga memiliki fungsi yang lebih lengkap dan lebih mudah untuk dioperasikan oleh pemula daripada mesin jahit manual.
Kelebihan mesin jahit portable adalah mesin tersebut juga dilengkapi dengan sejumlah kemampuan atau fitur jahit seperti membuat jahit zigzag, membuat lubang kancing, menjahit semi obras serta membuat bordir manual.
Dikarenakan ukurannya yang relatif ramping sehingga tidak terlalu memerlukan banyak tempat, mesin jahit portable dapat dengan mudah dipindah tempatkan sehingga mesin jahit portable dianggap sebagai mesin yang simpel, efisien dan efektif untuk keperluan rumah tangga maupun industri kecil.
Kelebihan mesin jahit portable adalah mesin tersebut memiliki berbagai fungsi atau fitur jahit yang dapat dimanfaatkan dengan hanya mengganti sepatu jahitnya saja. Nah, dalam kesempatan kali ini kami akan membahas 7 fungsi sepatu jahit yang pemula wajib tahu.
1. Sepatu Jahit Standar
Sepatu standar yang biasa menempel pada mesin pertama kali juga dapat digunakan untuk membuat jahitan zigzag hingga 6.0 mm bagi mesin jahit portable/ multifungsi yang memiliki kemampuan pengaturan lebar jahitan hingga 6.0 mm.
2. Sepatu Jahit Semi Obras / Overcast Foot
Sepatu jahit jenis ini bisa digunakan untuk membuat jahitan semi obras dengan pembatas pada tepi kain agar tetap pada jalur.
3. Sepatu Resleting
Sepatu jahit resleting berfungsi untuk menjahit resleting / zipper biasa kiri-kanan.
4. Sepatu Lubang Kancing
Sepatu ini memiliki fungsi untuk membuat lubang kancing khusus mesin jahit portable 4 langkah.
Cara Kedua
* Jahitan Double *
Cara ini hampir sama seperti cara pertama, hanya saja ditarmbahkan satu jahitan lagi di sebelah jahitan pertama sehingga ada dua buah jahitan(double). Cara yang satu ini biasa digunakan jika ingin membuat ruffle atau kerutan di tepi tiras kain sebagai rempel untuk pemanis di bagian pinggir pakaian. Sebelum menjahit, jangan lupa mengatur setingan mesin jahit kita seperti cara pertama. Yaitu lebarkan jarak jahitan di angka maksimal dan turunkan tension benang.
Buat jahitan pertama di sepanjang kain dengan jarak 0,5-1cm dari tiras kain. Tambahkan lagi jahitan kedua dengan jarak sekitar 0,5cm di sebelah jahitan pertama. Sisakan ujung benang (jangan terlalu pendek).
Tarik kedua buah benang jahitan bawah (benang sekoci) secara bersamaan. Lakukan seperti cara pertama hingga kain membentuk kerutan sesuai yang diinginkan. Jahitan double ini memang lebih ribet daripada cara pertama, namun akan membuat kerutan pada kain menjadi lebih rapi dibandingkan dengan cara lainnya.
Cara Ketiga
* Mendorong Kain *
Cara lama yang satu ini memang lebih praktis dari cara pertama atau kedua, karena cukup satu langkah menjahit saja tanpa pakai acara tarik-menarik benang untuk membuat kerutan. Dan nggak perlu repot-repot juga mengatur tension atau tegangan benang dan jarak jahitan, cukup di setingan normal saja. Dulu cara ini yang sering dipakai oleh mamaku yang juga hobi menjahit.
Caranya, cukup letakkan jari di atas kain searah dengan alur jahitan dengan jarak sekitar 1,5 - 2 cm dari sepatu jahit (seperti gambar di atas). Dorong kain ke depan (arah sepatu jahit) hingga kain berbentuk kerutan sesuai keinginan. Sesuaikan jarak kerutan kain bisa rapat atau agak longgar. Lalu jalankan mesin jahit perlahan sambil jari tangan yang menahan kain didorong sedikit demi sedikit, agar kerutan yang sudah terbentuk tertindas oleh jahitan. Selagi menjahit, mundurkan kembali jari tangan jika sudah mendekati sepatu jahit lalu ulangi langkah di atas.
Jika sudah terbiasa, cara ini memang terlihat lebih mudah dan cepat. Tapi kalau belum terbiasa, emang malah berasa lebih ribet dan lama. Kekurangannya memang bentuk kerutannya tidak bisa begitu rapi karena terkadang jarak kerutannya terlihat kurang stabil.
Tags: jahit sepatu