Seni Jahit - Menguasai Skala untuk Karya DIY yang Luar Biasa
Teknik cukup rumit karena menggabungkan beberapa teknik lain. Itulah kenapa harga pakaian yang menggunakan teknik ini biasanya mahal
Teknik tusuk flanel via www.burdastyle.com
Teknik tusuk flanel adalah kemampuan menguntungkan karna sering digunakan untuk memperbaiki baju. Tusuk flanel umumnya dipakai sebagai metode penjahitan pinggiran kain atau obras. Karena punya tingkat kesulitan tinggi, pakaian yang menggunakan teknik jahit ini harganya cukup mahal. Tusuk flanel sendiri adalah tusukan dasar, tusukan dekorasi dan berfungsi sebagai sulaman bayangan untuk menjaga jarak rapat pada kain.
Nah, itu dia 7 teknik dasar menjahit yang bisa kamu pelajari dan praktikkan di rumah. Meski nggak selalu digunakan, nggak ada salahnya kita punya kemampuan tambahan yang bisa menguntungkan kita suatu saat nanti? Hehehe~
Fungsi teknik menjahit jelujur adalah menyempurnakan segala bentuk jahitan. Tusuk jelujur juga merupakan dasar dari beragam jenis teknik menjahit yang berkembang
Pengertian tusuk jelujur adalah tusuk yang bergerak dengan pola dari kanan ke kiri. Tusuk ini punya tiga fungsi utama. Pertama menjahit sisi kain, lalu menutup sisi ujung suatu bentuk, dan ketiga memberikan kerutan pada kain. Namun fungsi utama tusuk jelujur adalah membuat jahitan terlihat lebih rapi dan sempurna.
Teknik jelujur sendiri terbagi menjadi tiga macam. Ada teknik jelujur biasa yang nggak memiliki jarak sama. Ada teknik jelujur tertentu yang menggunakan jarak secara konsisten dan terakhir ada teknik jelujur renggang yang menggunakan satu spasi setiap penjahitan.
3. Jahitan Zigzag dan Jahitan Lurus
Dalam menjahit dengan mesin, dua jenis jahitan dasar yang perlu dipahami adalah jahitan zigzag dan jahitan lurus. Jahitan zigzag digunakan untuk mencegah kain melar atau merajut, sementara jahitan lurus adalah pilihan yang baik untuk menjahit garis lurus yang rapi. Praktikkan keduanya untuk menguasai teknik menjahit dasar.
Selain jahitan zigzag dan jahitan lurus, terdapat beberapa teknik jahitan lain yang sering digunakan dalam menjahit. Berikut adalah beberapa di antaranya:
2. Jahitan Basting (Backstitch): Jahitan basting adalah jahitan tangan yang kuat dan awet yang sering digunakan untuk menyatukan bagian-bagian yang perlu diperbaiki atau direkatkan secara sementara sebelum dijahit.
3. Jahitan Zigzag Satu Arah (Satin Stitch): Jahitan zigzag satu arah digunakan untuk membuat tepi yang rapi pada kain yang tidak rata atau berjumbai. Ini adalah jahitan dekoratif yang dapat digunakan untuk menghias dan merapihkan tepi kain.
4. Jahitan Overlock (Overlock Stitch): Jahitan overlock dilakukan dengan mesin overlock khusus dan digunakan untuk mengencangkan tepi kain dan mencegahnya merajut. Jahitan ini umumnya digunakan untuk finishing tepi pakaian dan kain yang rawan merajut.
5. Jahitan Blind Hem (Blind Hem Stitch): Jahitan blind hem adalah jahitan yang digunakan untuk merajut bagian bawah pakaian atau proyek kerajinan dengan cara yang tidak terlihat dari luar. Jahitan ini memberikan tampilan yang bersih dan rapi pada tepi kain.
Dengan menguasai berbagai teknik jahitan, Kamu akan memiliki fleksibilitas yang lebih besar dalam menjahit berbagai jenis proyek. Dari jahitan sederhana hingga yang lebih rumit, setiap teknik jahitan memiliki kegunaannya sendiri dalam menciptakan hasil jahitan yang berkualitas dan profesional.
3. Membuat Pola Ukuran (Celana, Baju, Rok)
Pola Celana:
Gambar cara mengukur celana (Sumber: Eiger )
Supaya lebih jelas, berikut adalah contoh panduan umum untuk ukuran celana panjang yang mengacu pada pengukuran di luar negeri, seperti EU (Europe), US (United States), dan UK (United Kingdom). Perlu diingat juga bahwa ukuran celana ini bisa sedikit berbeda dari pengukuran yang kita lakukan sebelumnya, sehingga butuh penyesuaian juga pada pola tersebut.
Lingkar Pinggang (cm)
Panjang Celana (cm)
Selain sistem pengukuran di atas, beberapa produsen pakaian juga menggunakan satuan ukuran S, M, L, dan XL untuk produk celananya. Sebagai gambarannya, berikut kisaran ukuran celana panjang dengan satuan ukuran tersebut:
- Ukuran S (Small) : lingkar pinggang 71-76 cm, panjang celana 76-81 cm
- Ukuran M (Medium) : lingkar pinggang 79-84 cm, panjang celana 81-86 cm
- Ukuran L (Large) : lingkar pinggang 86-91 cm, panjang celana 86-91 cm
- Ukuran XL (X-Tra Large) : lingkar pinggang 94-99 cm, panjang celana 86-91 cm
Panduan ukuran celana di atas bisa dijadikan sebagai acuan dasar saja untuk kegiatan pengukuran yang sebenarnya. Selain itu, kita juga bisa menggunakan size chart yang dibuat oleh beberapa produsen pakaian, untuk ukuran yang lebih akurat. Contohnya sebagai berikut:
Ukuran Pinggang (cm)
Pola Baju:
Pengukuran pola baju ini bisa dilakukan dengan meteran pita dengan mengukur lebar bahu dahulu. Kemudian, pasang meteran melingkari bagian atas dada, longgarkan 1 sampai 2 cm untuk toleransi ukurannya. Usahakan juga untuk tidak memakai baju tebal, seperti jaket atau jas supaya ukurannya lebih akurat.
Selanjutnya, bentangkan meteran dari ujung pundak sampai ke bawah pinggul untuk mengecek ukuran panjang baju yang akan digunakan. Namun, jika ingin menentukan panjang ukuran baju berjenis gamis, maka meteran bisa direntangkan sampai mata kaki.
Teknik tusuk batang khusus untuk membuat hiasan pada kain atau baju. Karena menghasilkan bentuk batang, kamu bisa berkreasi sesuai dengan keinginanmu lo~
Teknik menjahit batang via pumora.de
Teknik menjahit batang biasanya digunakan untuk membentuk hiasan. Sama seperti namanya, teknik ini akan memberi kamu bentuk batang. Kalau sudah menguasai teknik ini kamu mungkin bisa berkreasi dan menghasilkan beragam hiasan dari satu teknik ini saja. Kamu bisa membuat kain taplak sendiri atau mungkin sapu tangan bermotif lucu.
Cara menjahit batang nggak sulit kok. Kamu tinggal menjahit dengan pola maju mundur berjarak 1/2 cm dan melapiskan 6 tusukan benang. Lakukan ini berulang-ulang sampai mendapatkan pola batang terlihat. Kalau berhasil, kamu akan mendapatkan hasil seperti gambar teknik menjahit batang di atas.
Tags: jahit untuk