Mengulik Kreativitas - Kerajinan Tangan dari Bahan Keras untuk Kelas 9 Bab 1
Prinsip Kerajinan Bahan Limbah Keras
Produksi limbah yang terus meningkat setiap harinya menjadikan limbah menjadi salah satu sumber penyebab kerusakan lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan proses yang dapat mengurangi produksi limbah sebagai sistem untuk menjaga lingkungan sekitar
Terdapat sebuah sistem dikenal dengan sebutan 3R (reuse, reduce, dan recycle) sebagai sistem untuk memanfaatkan limbah agar menjadi lebih berguna.
1. Reuse
Reuse dapat diartikan sebagai penggunaan kembali, artinya, limbah yang dihasilkan dipilih dan dipilah sehingga dapat memiliki manfaat lain. Sebagai contoh, pemanfaatan botol bekas untuk wadah minyak goreng, penggunaan kantong belanja yang dapat digunakan berulang kali, dan lain sebagainya.
2. Reduce
Reduce dapat diartikan dengan cara melakukan pengurangan penggunaan barang sekali pakai. Artinya, produksi limbah dapat ditekan dengan cara menggunakan barang yang dapat dilakukan berulang kali, seperti penggunaan baterai yang bisa diisi ulang.
3. Recycle
Recycle dapat diartikan sebagai pendauran limbah produksi menjadi barang yang berbeda. Sebagai contoh, mendaur ulang botol plastik menjadi sebuah keranjang.
Latihan Soal PTS Prakarya Kelas 8 Semester 1 K13 Revisi
Nilai PTS akan mengambil peran pada nilai akhir raport-mu. Untuk itu, kamu harus berusaha semaksimal mungkin supaya mendapatkan nilai terbaik. Dengan begitu, nilai di raport bisa tersokong dengan baik. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah perbanyak latihan agar pengetahuanmu juga semakin bertambah.
Materi PTS Prakarya Kelas 8 Semester 1
| Bab | Materi |
| 1 | Kerajinan Bahan Lunak |
| 2 | Teknologi Informasi dan Komunikasi |
| 3 | Budi Daya Ternak Kesayangan |
Proses Produksi Kerajinan Bahan Serat
Kerajinan tekstil adalah seni yang menggunakan bahan-bahan yang terbuat dari serat, benang, atau kain. Ada berbagai macam teknik dasar yang digunakan untuk mengolah bahan tekstil menjadi produk kerajinan yang menarik dan bermakna. Teknik dasar tersebut disesuaikan dengan jenis kerajinan yang ingin dibuat.
Salah satu contoh kerajinan tekstil adalah ikat celup, makrame, dan tapestri. Ketiga kerajinan ini memiliki ciri khas dan cara pembuatan yang berbeda-beda. Berikut adalah penjelasan singkat tentang teknik dasar pembuatan ketiga kerajinan tersebut.
1. Menenun
Menenun adalah teknik menghubungkan benang-benang secara melintang dan memanjang untuk membentuk kain atau permukaan. Menenun dapat dilakukan dengan menggunakan alat bantu seperti spanram atau bingkai yang berfungsi untuk merentangkan benang lungsi (benang memanjang) sebagai jalur untuk benang pakan (benang melintang). Salah satu produk kerajinan yang menggunakan teknik menenun adalah tapestri, yaitu kain hias yang biasanya bergambar atau bertulisan.
2. Menjahit
Menjahit adalah teknik menyambung kain atau bahan lain yang dapat dilewati oleh jarum dan benang. Menjahit dapat dilakukan dengan tangan atau dengan mesin jahit. Teknik menjahit diperlukan dalam pembuatan kain ikat celup, yaitu kain yang memiliki pola warna yang dihasilkan dari proses pengikatan dan pencelupan. Teknik menjahit digunakan untuk merintang warna, yaitu mencegah warna menyebar ke bagian kain yang tidak diinginkan.
3. Mengikat
Mengikat adalah teknik menyatukan dua benang atau lebih dengan membentuk ikatan tertentu. Mengikat juga dapat diartikan sebagai menyatukan helai-helai kain dengan menggunakan alat pengikat untuk membentuk pola tertentu. Ikatan ini dapat berupa simpul atau pola warna. Salah satu produk kerajinan yang menggunakan teknik mengikat adalah makrame, yaitu kerajinan dari simpul-simpul benang yang membentuk pola geometris atau organik.
Produk dan Proses Kerajinan Bahan Serat
Untuk membuat produk kerajinan yang berkualitas, kita harus memahami kriteria-kriteria yang harus dipenuhi dalam proses pembuatannya. Beberapa kriteria perancangan benda kerajinan adalah:
1. Kegunaan (Utility)
Benda kerajinan harus memiliki nilai praktis, yaitu sesuai dengan fungsi dan kebutuhan pengguna. Misalnya mangkuk untuk menyimpan sayur.
2. Kenyaman (Comfortable)
Benda kerajinan harus memberikan kenyamanan dan kesenangan bagi pengguna. Misalnya cangkir yang didesain dengan pegangan.
3. Keluwesan (Flexibility)
Benda kerajinan harus menunjukkan keserasian antara bentuk dan wujud benda dengan nilai gunanya. Misalnya sepatu yang sesuai dengan bentuk dan ukuran kaki.
4. Keamanan (Safety)
Benda kerajinan tidak boleh menimbulkan bahaya bagi pengguna. Misalnya piring dari serat kelapa harus memperhatikan bahan cat pelapis/pewarna yang digunakan agar tidak berbahaya jika digunakan sebagai wadah makanan.
5. Keindahan (Aestetic)
Benda yang indah akan lebih menarik daripada benda yang biasa saja. Keindahan sebuah benda dapat dilihat dari beberapa aspek, seperti bentuk, hiasan atau ornamen, dan bahan bakunya.
Jenis dan Karakteristik Bahan Limbah Keras
Dikutip dari buku Prakarya (2017:4), limbah keras terbagi menjadi dua bagian yaitu limbah keras organik dan anorganik.
1. Limbah Keras Organik
Limbah yang terdiri atas kandungan bahan yang pejal, solid, kuat dan tidak mudah berubah bentuk, berasal dari sumber daya alam daratan dan lautan. Contohnya cangkang kerang laut, sisik ikan keras, tulang ikan, tulang hewan berkaki empat (sapi, kerbau, kambing), tempurung kelapa, dan potongan kayu.
Hampir semua limbah keras organik dapat dimanfaatkan kembali sebagai produk kerajinan, tetapi diperlukan peralatan yang cukup kuat untuk membantu dalam pengerjaannya.
2. Limbah Keras Anorganik
Limbah yang terdiri atas kandungan bahan yang kuat dan tidak mudah dihancurkan dengan alat biasa, melainkan harus menggunakan teknologi tertentu seperti pemanasan, pembakaran, dan penghancuran. Contohnya pelat-pelat dari logam, pecah-pecahan keramik, pecahan kaca, wadah/botol plastik, dan kaleng.
Meskipun begitu, tidak semua limbah keras dapat diolah kembali menjadi karya kerajinan karena keterbatasan alat dan teknologi.
Tags: kerajinan bahan keras