... Apakah Styrofoam Termasuk Bahan Baku Kerajinan Kategori dalam Needlework dan DIY?

Apakah Styrofoam Termasuk Bahan Baku Kerajinan Kategori untuk Needlework dan DIY?

Proses Pembuatan Keramik

Dalam proses pembuatan keramik ada 5 tahapan yang harus dilalui, yaitu sebagai berikut.

1. Pengolahan Bahan

Dalam tahapan ini para pengrajin akan mencampurkan bahan tanah liat dengan material yang lain termasuk air.

Didalam pengolahan bahan ini ada proses-proses tertentu yang harus dilakukan, antara lain:

2. Pembentukan

Dalam proses pembentukan ini ada 3 teknik yang kerap digunakan diantaranya adalah:

Teknik pijit tekan (pinching) merupakan teknik yang paling populer dikalangan para pengarajin keramik. Pada teknik ini pembentukan badan keramik dilakukan secara manual.

Cara menggunakan teknik yaitu, tanah liat cukup dipijit tekan dari bentuk bola menjadi bentuk yang diinginkan dengan menggunakan jari-jari tangan.

Teknik pilin (coiling) adalah teknik pembentukan badan keramik secara manual. Cara menggunakan teknik ini tanah liat digulung hingga terbentuk pilinan tanah.

Teknik lempengan (slabbing) adalah pembentukan badan keramik dengan cara membentuk lempengan rol. Lempengan kerap digunakan untuk membuat sebuah keramik yang berbentuk persegi/ silinder.

Teknik putar atau disebut juga teknik pilin merupakan proses pembentukan badan keramik menggunakan alat putar kaki (kickwheel).

Keramik yang dibuat menggunakan teknik putar biasanya menghasilkan bentuk yang simetris.

Pembuatan keramik menggunakan teknik ini mempunyai tingkat kesulitan yang tinggi dibanding teknik lain.

Oleh karena itu diperlukan waktu yang tidak sebentar dalam melatih jari-jari agar terebntuk feeling dalam waktu membuat keramik.

Dalam teknik ini keramik tidak dibentuk secara langsung dengan tangan. Melainkan menggunakan bantuan cetakan yang dibuat dari gipsum.

Kerugian [ sunting | sunting sumber ]

Dampak bagi Kesehatan Manusia [ sunting | sunting sumber ]

Dampak bagi Pekerja Pabrik [ sunting | sunting sumber ]

Menurut United States Department of Labor dalam laporan Occupational Safety and Health Administration, efek buruk stirena bagi kesehatan pekerja di pabrik pembuatan stirena, antara lain adalah iritasi pada kulit, mata, dan saluran pernapasan bagian atas. Paparan akut juga dapat menyebabkan efek gastrointestinal. Paparan kronis mempengaruhi sistem saraf pusat yang menunjukkan gejala seperti depresi, sakit kepala, kelelahan, dan dapat menyebabkan efek negatif pada fungsi ginjal. [4]

Sementara itu, Pemerintah Australia dalam dokumen Code of Practice: Styrene [ pranala nonaktif permanen ] yang dirilis pada bulan Desember 1996 memaparkan dampak stirena bagi kesehatan pekerja di pabrik stirena:

Efek jangka pendek untuk kesehatan pekerja:

  • Uap stirena menyebabkan iritasi ringan pada hidung dan tenggorokan pada konsentrasi sekitar 100 ppm, iritasi pasti pada 350-500 ppm dan iritasi parah pada sekitar 500 ppm.
  • Gejala seperti sakit kepala, pusing dan kelelahan dilaporkan pada konsentrasi di atas 100-200 ppm.
  • Gejala lain seperti waktu reaksi yang lebih lambat, ketangkasan manual yang berkurang, dan gangguan koordinasi dan keseimbangan dapat diamati pada konsentrasi di atas 200 ppm.
  • Cairan stirena mengempiskan kulit dan dapat menyebabkan dermatitis.
  • Cairan stirena dapat menyebabkan iritasi mata ringan hingga parah jika percikan terjadi.

Efek jangka panjang untuk kesehatan pekerja:

Dampak bagi Konsumen [ sunting | sunting sumber ]

Bahan kimia beracun larut dari produk-produk berbahan busa polistirena ini ke dalam makanan yang disimpan di dalamnya (terutama ketika dipanaskan dalam microwave). Bahan kimia ini mengancam kesehatan manusia dan sistem reproduksi. [5]

Sejarah dan Cara Produksi [ sunting | sunting sumber ]

Dalam prosesnya, pencampuran gelembung udara mengembang dan membuatnya menjadi ringan seperti busa hingga terciptalah EPS. Jadi, styrofoam yang dikenal masyarakat merupakan varian polistirena, di mana 95% volumenya dipenuhi udara. [2]

Kemasan berbahan busa EPS sangat ringan, bahkan 30 kali lebih ringan daripada polistirena biasa. Kemasan makanan dari busa ini juga kedap air, mampu menyerap guncangan dan berbiaya rendah. Selain itu, kemasan makanan berbahan busa EPS tersusun dari butiran dengan kerapatan rendah dan memiliki ruang antarbutiran yang berisi udara yang tidak dapat menghantar panas membuatnya menjadi insulator panas yang sangat baik. [3]

Dengan demikian, makanan dan minuman panas yang disimpan dalam kemasan dari busa EPS dapat relatif terjaga suhunya.

Wadah makanan busa

Tempat makan styrofoam adalah kemasan makanan sekali pakai dari busa untuk berbagai makanan.

Kata "styrofoam" sering digunakan untuk expanded polystyrene (EPS) atau busa polistirena yang diperluas (busa EPS). Akan tetapi, "styrofoam" sebenarnya adalah merek dagang milik The Dow Chemical Company untuk busa polistirena ekstrusi sel tertutup yang dibuat untuk isolasi termal dan aplikasi kerajinan. [1]

Polistirena adalah plastik berbasis minyak bumi yang terbuat dari stirena monomer.

Dalam bahasa Inggris, tempat makan styrofoam disebut foam food container atau kemasan makanan dari busa. Dengan demikian, benda yang sering orang sebut sebagai "tempat makan styrofoam" sebenarnya merujuk pada "kemasan makanan dari busa".


Tags: kerajinan bahan styrofoam

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia