Apakah Styrofoam Termasuk Bahan Baku Kerajinan Kategori untuk Needlework dan DIY?
Sejarah dan Cara Produksi [ sunting | sunting sumber ]
Dalam prosesnya, pencampuran gelembung udara mengembang dan membuatnya menjadi ringan seperti busa hingga terciptalah EPS. Jadi, styrofoam yang dikenal masyarakat merupakan varian polistirena, di mana 95% volumenya dipenuhi udara. [2]
Kemasan berbahan busa EPS sangat ringan, bahkan 30 kali lebih ringan daripada polistirena biasa. Kemasan makanan dari busa ini juga kedap air, mampu menyerap guncangan dan berbiaya rendah. Selain itu, kemasan makanan berbahan busa EPS tersusun dari butiran dengan kerapatan rendah dan memiliki ruang antarbutiran yang berisi udara yang tidak dapat menghantar panas membuatnya menjadi insulator panas yang sangat baik. [3]
Dengan demikian, makanan dan minuman panas yang disimpan dalam kemasan dari busa EPS dapat relatif terjaga suhunya.
Kerugian [ sunting | sunting sumber ]
Dampak bagi Kesehatan Manusia [ sunting | sunting sumber ]
Dampak bagi Pekerja Pabrik [ sunting | sunting sumber ]
Menurut United States Department of Labor dalam laporan Occupational Safety and Health Administration, efek buruk stirena bagi kesehatan pekerja di pabrik pembuatan stirena, antara lain adalah iritasi pada kulit, mata, dan saluran pernapasan bagian atas. Paparan akut juga dapat menyebabkan efek gastrointestinal. Paparan kronis mempengaruhi sistem saraf pusat yang menunjukkan gejala seperti depresi, sakit kepala, kelelahan, dan dapat menyebabkan efek negatif pada fungsi ginjal. [4]
Sementara itu, Pemerintah Australia dalam dokumen Code of Practice: Styrene [ pranala nonaktif permanen ] yang dirilis pada bulan Desember 1996 memaparkan dampak stirena bagi kesehatan pekerja di pabrik stirena:
Efek jangka pendek untuk kesehatan pekerja:
- Uap stirena menyebabkan iritasi ringan pada hidung dan tenggorokan pada konsentrasi sekitar 100 ppm, iritasi pasti pada 350-500 ppm dan iritasi parah pada sekitar 500 ppm.
- Gejala seperti sakit kepala, pusing dan kelelahan dilaporkan pada konsentrasi di atas 100-200 ppm.
- Gejala lain seperti waktu reaksi yang lebih lambat, ketangkasan manual yang berkurang, dan gangguan koordinasi dan keseimbangan dapat diamati pada konsentrasi di atas 200 ppm.
- Cairan stirena mengempiskan kulit dan dapat menyebabkan dermatitis.
- Cairan stirena dapat menyebabkan iritasi mata ringan hingga parah jika percikan terjadi.
Efek jangka panjang untuk kesehatan pekerja:
Dampak bagi Konsumen [ sunting | sunting sumber ]
Bahan kimia beracun larut dari produk-produk berbahan busa polistirena ini ke dalam makanan yang disimpan di dalamnya (terutama ketika dipanaskan dalam microwave). Bahan kimia ini mengancam kesehatan manusia dan sistem reproduksi. [5]
Kesimpulan
Dalam dunia kerajinan, kita menemukan keragaman yang luar biasa. Sepuluh jenis kerajinan dari bahan buatan ini memberikan gambaran tentang betapa kreatifnya manusia dalam menciptakan produk yang beragam, memanfaatkan berbagai bahan dari yang alami hingga sintetis. Mulai dari bahan kertas hingga kerajinan kulit, semuanya memiliki keindahan dan nilai tersendiri.
Tak hanya sebagai hobi atau pengisi waktu luang, kerajinan juga dapat menjadi peluang bisnis yang menjanjikan. Melalui kerajinan, kita dapat menciptakan sesuatu yang unik dan bernilai, menghasilkan karya seni dengan tangan kita sendiri. Namun, yang paling penting, kerajinan adalah ekspresi kreativitas kita, memungkinkan kita untuk mengekspresikan diri dan menghadirkan keindahan dalam berbagai bentuk.
Jadi, apakah kamu ingin mencoba membuat kerajinan dari bahan buatan? Cobalah salah satu jenis kerajinan yang paling menarik bagi kamu, dan saksikan bagaimana setiap jaitan dan sentuhan kreatifmu menghasilkan sesuatu yang istimewa. Selamat mencipta dan menjelajahi dunia kerajinan!
10 Kerajinan Dari Bahan Buatan dan Cara Membuatnya
Kerajinan Dari Bahan Buatan sebelum kita memulai sebuah kreasi, tentunya kita perlu memahami berbagai media dan bahan baku yang akan digunakan. Kali ini, kita akan membahas tentang kerajinan yang menggunakan bahan buatan. Dalam konteks ini, “buatan” merujuk pada sesuatu yang manusia hasilkan dari bahan kimia dan campurannya, bukan bahan yang ada di alam.
Baca Lainnya
Kerajinan Tangan Khas Mojokerto Cocok untuk Souvenir dan Oleh-oleh
Membuat Kerajinan Dari Kertas HVS
Tujuan penggunaan bahan buatan dalam kerajinan adalah untuk mencapai efek duplikasi dari bahan alami serta untuk menambah variasi bahan baku yang tersedia untuk kerajinan. Bahan buatan dalam kerajinan ini mencakup berbagai jenis bahan alam yang mengalami proses pengolahan. Dalam proses ini, zat kimia tambahan digunakan untuk mengubah karakteristik bahan buatan, sehingga memudahkan pembentukan dan produksi.
Perubahan tersebut membuat bahan buatan menjadi lebih fleksibel dalam menghadirkan ide-ide kreatif dalam dunia kerajinan.
Untuk kerajinan dari bahan alam bisa kamu baca di artikel berikut :
Kerajinan dari Bahan Alam Nusantara.
Banyak produk kerajinan yang memanfaatkan bahan buatan, dan di antaranya termasuk aneka bros dari plastik, perabotan rumah dari melamin, bunga dan daun palsu yang terbuat dari kain atau plastik, serta tas dengan berbagai bentuk dan warna dari bahan kulit buatan. Semua produk ini menawarkan keindahan dan daya tarik tersendiri.
Harganya juga bervariasi, sehingga dapat diakses oleh berbagai lapisan masyarakat. Namun, apakah Anda dapat membedakan antara kerajinan yang terbuat dari bahan alami dan yang terbuat dari bahan buatan? Ternyata, tidak selalu mudah membedakannya tanpa melakukan perabaan atau pengamatan yang cermat.
Daur Ulang [ sunting | sunting sumber ]
Polistirena tidak dapat terurai secara alami. Alih-alih terurai seluruhnya, dari waktu ke waktu, polistirena pecah menjadi potongan-potongan kecil dan bertahan di lingkungan selama ratusan tahun. Para ahli percaya bahwa mungkin diperlukan antara 500 dan 1 juta tahun bagi polistirena untuk terurai secara alami. [12]
Polistirena yang amat ringan dan mudah terbang tergolong sebagai objek yang sulit dibersihkan dari lingkungan. Polistirena dengan mudah lolos dari sistem pengumpulan sampah dan akhirnya terakumulasi di darat dan di air karena mudah tertiup angin. [13]
Meski demikian, polistirena dapat didaur ulang menjadi bahan baku aneka produk daur ulang, misalnya gantungan baju, pembungkus bungkus busa dan kotak cakram padat. Langkah pertama dalam daur ulang adalah pengumpulan limbah busa EPS, yang harus dipisahkan dari bahan plastik lainnya. EPS yang terkumpul lantas diangkut ke pabrik daur ulang. Di sini, busa EPS dibuat menjadi butiran, dicuci dan diekstrusi untuk menghasilkan polistirena untuk digunakan kembali. [14]
Tags: kerajinan bahan styrofoam