... Apakah Styrofoam Termasuk Bahan Baku Kerajinan Kategori dalam Needlework dan DIY?

Apakah Styrofoam Termasuk Bahan Baku Kerajinan Kategori untuk Needlework dan DIY?

10 Kerajinan Dari Bahan Buatan dan Cara Membuatnya

Kerajinan Dari Bahan Buatan sebelum kita memulai sebuah kreasi, tentunya kita perlu memahami berbagai media dan bahan baku yang akan digunakan. Kali ini, kita akan membahas tentang kerajinan yang menggunakan bahan buatan. Dalam konteks ini, “buatan” merujuk pada sesuatu yang manusia hasilkan dari bahan kimia dan campurannya, bukan bahan yang ada di alam.

Baca Lainnya

Kerajinan Tangan Khas Mojokerto Cocok untuk Souvenir dan Oleh-oleh

Membuat Kerajinan Dari Kertas HVS

Tujuan penggunaan bahan buatan dalam kerajinan adalah untuk mencapai efek duplikasi dari bahan alami serta untuk menambah variasi bahan baku yang tersedia untuk kerajinan. Bahan buatan dalam kerajinan ini mencakup berbagai jenis bahan alam yang mengalami proses pengolahan. Dalam proses ini, zat kimia tambahan digunakan untuk mengubah karakteristik bahan buatan, sehingga memudahkan pembentukan dan produksi.

Perubahan tersebut membuat bahan buatan menjadi lebih fleksibel dalam menghadirkan ide-ide kreatif dalam dunia kerajinan.

Untuk kerajinan dari bahan alam bisa kamu baca di artikel berikut :

Kerajinan dari Bahan Alam Nusantara.

Banyak produk kerajinan yang memanfaatkan bahan buatan, dan di antaranya termasuk aneka bros dari plastik, perabotan rumah dari melamin, bunga dan daun palsu yang terbuat dari kain atau plastik, serta tas dengan berbagai bentuk dan warna dari bahan kulit buatan. Semua produk ini menawarkan keindahan dan daya tarik tersendiri.

Harganya juga bervariasi, sehingga dapat diakses oleh berbagai lapisan masyarakat. Namun, apakah Anda dapat membedakan antara kerajinan yang terbuat dari bahan alami dan yang terbuat dari bahan buatan? Ternyata, tidak selalu mudah membedakannya tanpa melakukan perabaan atau pengamatan yang cermat.

Penggunaan dan Pelarangan [ sunting | sunting sumber ]

Diperkirakan bahwa produksi polistirena dunia setiap tahun mencapai lebih dari 14 juta ton. Orang Amerika sendiri membuang sekitar 25 miliar cangkir polistirena setiap tahun. [20]

Beberapa negara bagian dan kota di Amerika Serikat melarang penggunaan polistirena untuk kemasan makanan dan minuman.

Pada akhir tahun 2015 Taiwan memberlakukan larangan nasional penggunaan cangkir dari busa polistirena. Menurut data The Environmental Protection Administration (EPA) Taiwan, lebih dari 200 juta cangkir polistirena digunakan per tahun, tetapi hanya sekitar 20 persen yang didaur ulang. [23]

Pada bulan Desember 2018 para negosiator dari Parlemen Eropa dan untuk 28 negara Uni Eropa sepakat bahwa 10 produk plastik sekali pakai akan dilarang. Selain styrofoam dan sedotan sekali pakai, produk-produk dari plastik yang dilarang termasuk juga korek kuping (cotton buds), piring dan alat makan, pengaduk minuman, dan tongkat untuk balon. [28]

Sejarah dan Cara Produksi [ sunting | sunting sumber ]

Dalam prosesnya, pencampuran gelembung udara mengembang dan membuatnya menjadi ringan seperti busa hingga terciptalah EPS. Jadi, styrofoam yang dikenal masyarakat merupakan varian polistirena, di mana 95% volumenya dipenuhi udara. [2]

Kemasan berbahan busa EPS sangat ringan, bahkan 30 kali lebih ringan daripada polistirena biasa. Kemasan makanan dari busa ini juga kedap air, mampu menyerap guncangan dan berbiaya rendah. Selain itu, kemasan makanan berbahan busa EPS tersusun dari butiran dengan kerapatan rendah dan memiliki ruang antarbutiran yang berisi udara yang tidak dapat menghantar panas membuatnya menjadi insulator panas yang sangat baik. [3]

Dengan demikian, makanan dan minuman panas yang disimpan dalam kemasan dari busa EPS dapat relatif terjaga suhunya.

Klasifikasi Keramik

Perlu diketahui bahwa keramik pada prinsipnya dibedakan menjadi 2 yakni, keramik tradisional dan keramik halus. Adapun penjelasan dari masing-masing keramik adalah sebagai berikut.

1. Keramik Tradisional

Keramik tradisional adalah keramik yang komposisi utamanya berasal bahan alam, seperti, kuarsa, kaolin, dsb. Contoh dari keramik tradisional yaitu, industri (refractory), barang pecah belah (dinnerware), dan keperluan rumah tangga (tile, bricks).

2. Keramik Halus

Keramik halus atau bahasa inggris disebut fine ceramics adalah keramik yang dibuat dengan menggunakan oksida-oksida logam, seperti, AI2O3, ZrO2, MgO, dsb.

Penggunaan elemen tersebut digunakan untuk pemanas, semikonduktor, komponen turbin dan juga sangat berguna dalam bidang medis.

Sifat Keramik

Sifat yang umum dan mudah sekali dilihat pada kebanyakan jenis keramik ialah mudah rapuh dan gampang pecah.

Hal ini dapat kita temukan pada jenis keramik tradisional seperti barang pecah belah yang meliputi gerabah, kendi, gelas dan lain sebagainya.

Namun sifat yang rapuh ini tidak berlaku pada jenis keramik tertentu, terutama pada jenis keramik hasil sintering dan campuran sintering antara keramik dengan logam.

Contoh Kerajinan dari Styrofoam

">No">Hasil Kerajinan dari Styrofoam
">1">Kerajinan Aksesoris Kelinci dari Styrofoam
">2">Kerajinan Beauty Dish dari Styrofoam
">3">Kerajinan Boneka Salju dari Styrofoam
">4">Kerajinan Huruf Alfabet dari Styrofoam
">5">Kerajinan Pigura Foto dari Styrofoam
">6">Kerajinan Hiasan Bunga dari Styrofoam
">7">Kerajinan Hiasan Dinding dari Styrofoam
">8">Kerajinan Hiasan Gantung Tata Surya dari Styrofoam
">9">Kerajinan Jamur dari Styrofoam
">10">Kerajinan Kaktus dari Styrofoam
">11">Kerajinan Lampu Hias dari Styrofoam
">12">Kerajinan Lonceng Bel dari Styrofoam
">13">Kerajinan Media Printing dari Styrofoam
">14">Kerajinan Mobil-Mobilan dari Styrofoam
">15">Kerajinan Pengeras Suara Laptop dari Styrofoam
">16">

Tags: kerajinan bahan styrofoam

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia