Apakah Styrofoam Termasuk Bahan Baku Kerajinan Kategori untuk Needlework dan DIY?
Wadah makanan busa
Tempat makan styrofoam adalah kemasan makanan sekali pakai dari busa untuk berbagai makanan.
Kata "styrofoam" sering digunakan untuk expanded polystyrene (EPS) atau busa polistirena yang diperluas (busa EPS). Akan tetapi, "styrofoam" sebenarnya adalah merek dagang milik The Dow Chemical Company untuk busa polistirena ekstrusi sel tertutup yang dibuat untuk isolasi termal dan aplikasi kerajinan. [1]
Polistirena adalah plastik berbasis minyak bumi yang terbuat dari stirena monomer.
Dalam bahasa Inggris, tempat makan styrofoam disebut foam food container atau kemasan makanan dari busa. Dengan demikian, benda yang sering orang sebut sebagai "tempat makan styrofoam" sebenarnya merujuk pada "kemasan makanan dari busa".
Bahan Membuat Keramik
Dalam membuat keramik terdapat bahan-bahan tertentu yang dipergunakan oleh pembuat keramik, ada 3 macam bahan, berikut penjelasannya:
1. Tanah Liat
Didalam tanah liat terdapat empat kandungan utama diantaranya kaolinite, montmorillinote, halloysite dan illite. Dengan adanya perbedaan antara kandungan tanah maka akan menghasilkan sifat yang berbeda pula.
Sifat yang penting dalam tanah liat disebut plastisitas yang artinya kemampuan dibentuk tanpa mudah retak, kemampuan dilebur (fusibilitas), bahan baku pasir (kwarsa) dan sebagai bahan non plastik (fungsi).
2. Pasir
Pasir berfungsi sebagai bahan pengisi, namun jika penambahan terlalu banyak silika, maka pasir maka akan menyebabkan keretakan pada saat pembakaran berlangsung.
3. Feldspar
Feldspar berfungsi sebagai bahan pengikat dalam pembuat keramik serta menurunkan temperatur pembakaran. Ada beberapa jenis bahan feldspar yang diantaranya adalah K-feldspar, Na-feldspar dan Ca-feldspar.
Daur Ulang [ sunting | sunting sumber ]
Polistirena tidak dapat terurai secara alami. Alih-alih terurai seluruhnya, dari waktu ke waktu, polistirena pecah menjadi potongan-potongan kecil dan bertahan di lingkungan selama ratusan tahun. Para ahli percaya bahwa mungkin diperlukan antara 500 dan 1 juta tahun bagi polistirena untuk terurai secara alami. [12]
Polistirena yang amat ringan dan mudah terbang tergolong sebagai objek yang sulit dibersihkan dari lingkungan. Polistirena dengan mudah lolos dari sistem pengumpulan sampah dan akhirnya terakumulasi di darat dan di air karena mudah tertiup angin. [13]
Meski demikian, polistirena dapat didaur ulang menjadi bahan baku aneka produk daur ulang, misalnya gantungan baju, pembungkus bungkus busa dan kotak cakram padat. Langkah pertama dalam daur ulang adalah pengumpulan limbah busa EPS, yang harus dipisahkan dari bahan plastik lainnya. EPS yang terkumpul lantas diangkut ke pabrik daur ulang. Di sini, busa EPS dibuat menjadi butiran, dicuci dan diekstrusi untuk menghasilkan polistirena untuk digunakan kembali. [14]
Kesimpulan
Dalam dunia kerajinan, kita menemukan keragaman yang luar biasa. Sepuluh jenis kerajinan dari bahan buatan ini memberikan gambaran tentang betapa kreatifnya manusia dalam menciptakan produk yang beragam, memanfaatkan berbagai bahan dari yang alami hingga sintetis. Mulai dari bahan kertas hingga kerajinan kulit, semuanya memiliki keindahan dan nilai tersendiri.
Tak hanya sebagai hobi atau pengisi waktu luang, kerajinan juga dapat menjadi peluang bisnis yang menjanjikan. Melalui kerajinan, kita dapat menciptakan sesuatu yang unik dan bernilai, menghasilkan karya seni dengan tangan kita sendiri. Namun, yang paling penting, kerajinan adalah ekspresi kreativitas kita, memungkinkan kita untuk mengekspresikan diri dan menghadirkan keindahan dalam berbagai bentuk.
Jadi, apakah kamu ingin mencoba membuat kerajinan dari bahan buatan? Cobalah salah satu jenis kerajinan yang paling menarik bagi kamu, dan saksikan bagaimana setiap jaitan dan sentuhan kreatifmu menghasilkan sesuatu yang istimewa. Selamat mencipta dan menjelajahi dunia kerajinan!
Tags: kerajinan bahan styrofoam