Menghiasi Karya Seni - Keindahan Sulam Benang Emas dalam Kerajinan Tangan dan DIY
Jenis Kain Songket Palembang
- Kain Songket Lepus
Lepus memiliki arti yaitu menutupi dan pengertian dari kain songket lepus yaitu songket yang memiliki benang emasnya hampir menutupi seluruh kainnya. Kadan benang emas ini diambil dari kain songket yang sudah sangat tua berumur ratusan tahun.
Ada juga yang mendatangkan benang emas dengan kualitas yang tinggi dari China. Kualitas dari kain songket jenis lepus ini merupakan kualitas yang bagus dan memiliki harga yang termahal dibandingkan dengan jenis lainnya.
- Kain Songket Tawur
Desain dari kain jenis ini yaitu motifnya tidak menutupi seluruh permukaan pada kain, namun dikelompokkan dan letaknya menyebar. Benang yang digunakan yaitu benang pakan tidak disisipkan dari pinggir ke pinggir dan hanya berkelompok saja.
Kain songket tawur ini namanya juga ada bermacam macam yaitu songket tawur tampak manggis, songket tawur lintang, songket tawur nampan perak dan lainnya.
- Kain Songket Tretes Mender
Kain songket jenis ini tidak ada motif pada bagian tengah kain, jadi hanya polosan. Motif yang ada pada kain songket jenis ini terdapat pada kedua ujung dan pinggir dari kain.
- Kain Songket Bungo Pacik
Motif dari kain jenis ini yaitu motif bunga pacik. Benang yang digunakan untuk membuat kain songket jenis ini yaitu menggunakan benang putih dan benang emasnya tidak terlalu kelihatan atau mencolok. Benang emas hanya digunakan sebagai penambah dan pemanis saja.
Sulaman Abad ke-19 Hingga Saat Ini
Mahasiswa sastra abad ke-19 mana yang tidak ingat Fanny Price malang yang melepaskan jahitan permadani karya Lady Thomas untuk menjahitnya lagi dengan benar? Wanita penyulam tersebut adalah citra abadi abad ke-19, dan memang, banyak teknik sulaman populer saat ini digunakan pada saat itu. Berbagai barang kehidupan sehari-hari disulam, mulai dari tirai perapian hingga bangku kaki hingga serbet dan wadah untuk menyimpan benda-benda kecil hingga tas kecil dan huswif (gulungan jarum). Karena selama abad ke-20, sulaman mesin menjadi lebih mudah dan sulaman bukan lagi pilihan perhiasan modis untuk pakaian, menyulam menjadi murni hobi, sementara pada saat yang sama naik ke bentuk seni, dengan gambar-gambar sulaman dibuat semata-mata untuk kesenangan karena memilikinya.
Siap untuk mulai menjahit? Temukan kelas menjahit di dekat saya atau kelas menjahit online.
Apa Anda menyukai artikel ini? Berikan penilaian Anda
Jahitan Sulam untuk Permadani Abad Pertengahan
Orang-orang di dunia abad pertengahan yang memiliki uang, baik itu raja kastil, pedagang kaya, atau biara, menutupi dinding batu dengan permadani untuk menahan panas. Beberapa dari permadani-permadani itu adalah kain tenun, dan beberapa adalah sulaman.
Tusuk Bayeux
Mungkin karya sulaman paling terkenal dari Abad Pertengahan adalah Permadani Bayeux abad ke-11, secarik kain sepanjang 50 cm dan hampir sepanjang 70 meter yang menceritakan kisah pertempuran Hastings pada 1066. Menurut legenda, permadani tersebut dipesan khusus dan sebagian disulam oleh Ratu Mathilda, istri William Sang Penakluk. Permadani ini berbeda dengan permadani-permadani belakangan karena latar belakangnya dibiarkan kosong, dengan hanya gambar-gambar yang disulam. Sedangkan pada permadani-permadani belakangan, tusuk tikam jejak digunakan sebagai garis luar, dengan sebagian besar gambarnya dibuat dengan teknik yang dikenal dalam bahasa Inggris kebanyakan sebagai Bayeux stitch (tusuk Bayeux), metode laid-and-couched di mana serangkaian jahitan pertama diletakkan di jahitan satin, kemudian jahitan tunggal diletakkan melintang dan dilapisi.
Tusuk Bayeux umumnya mangacu pada karya yang diletakkan dan dilapisi (laid and couched), di Skandinavia, tempat asalnya, disebut Refilsaum.
Tusuk Kloster
Klosterstitch adalah teknik couching sendiri – yaitu, benang yang diletakkan sama dengan benang yang digunakan untuk couching. Klosterstitch dikerjakan dengan jahitan yang diletakkan vertikal. Jahitan tersebut diatur dari atas ke bawah dan ditumpuk dari bawah ke atas. Dalam Klosterstitch jahitan couching secara praktis tidak terlihat, memisahkannya dari teknik serupa seperti tusuk bokhara, yang jahitan couching-nya membentuk pola di atas sulaman dasar. Tusuk Roumanian juga sama, tapi dikerjakan secara horizontal ketimbang vertikal.
Tags: benang sulam