Seni Mempererat Benang - Segala Hal yang Perlu Anda Ketahui tentang Sulaman
Bahan [ sunting | sunting sumber ]
Benang diperbuat daripada pelbagai jenis bahan. Apabila benang lebih kuat daripada bahan yang digunakan untuk dicantum, jika jahitan dilakukan di bawah ketegangan, bahan itu mungkin koyak sebelum benang putus. Pakaian biasanya dijahit dengan benang yang lebih kecil kekuatannya daripada kain supaya jika ditekan, jahitan akan putus sebelum pakaian. Bahan berat yang mesti menahan tekanan yang besar seperti upolsteri, tempat duduk kereta, kain terpal, khemah dan pelana memerlukan benang yang sangat kuat. Percubaan pembaikan dengan benang ringan biasanya akan mengakibatkan kegagalan yang cepat, walaupun sekali lagi, menggunakan benang yang lebih kuat daripada bahan yang dijahit boleh menyebabkan koyak pada bahan tersebut sebelum benang itu sendiri putus.
Benang pintal poliester atau berteras poliester dibuat dengan membalut poliester ruji di sekeliling filamen poliester berterusan semasa berputar dan melapik benang ini ke dalam benang jahit.
Benang jahitan suhu tinggi [ sunting | sunting sumber ]
Benang jahitan suhu tinggi memberikan ketahanan dan ketahanan terhadap suhu yang melampau. Sesetengah utas boleh digunakan untuk aplikasi sehingga 800 °C (1472 °F). Terdapat pelbagai jenis benang jahitan yang berbeza yang mempunyai aplikasi dan faedah yang berbeza.
Benang jahitan keluli tahan karat bersalut Kevlar mempunyai teras keluli tahan api dan suhu tinggi yang digabungkan dengan salutan Kevlar yang direka untuk memudahkan jahitan mesin yang lebih mudah. Teras keluli tahan karat mempunyai rintangan suhu sehingga 800 °C (1472 °F) dan salutan Kevlar pula tahan haba sehingga 220 °C (428 °F).
Benang jahit kaca bersalut PTFE mempunyai rintangan suhu yang sangat baik digabungkan dengan salutan PTFE untuk menyediakan jahitan mesin yang lebih mudah. Teras kaca mempunyai rintangan suhu sehingga 550 °C (1022 °F) dan salutan PTFE tahan haba sehingga 230 °C (446 °F).
Benang jahitan Nomex pula kalis api dan tahan haba secara alami, dengan salutan pelindung kuat yang tahan lelasan semasa operasi jahitan. Ia tahan suhu sehingga 370 °C (698 °F).
Macam-macam Tusuk Hias
Menghias busana dapat dilakukan dengan bermacam-macam teknik hiasan. Teknik hiasan yang dimaksud adalah teknik menghias kain yang erat hubungannya dengan sulam menyulam.
Sebelum memahami macam-macam teknik menghias kain, sebaiknya terlebih dahulu mempelajari macam-macam tusuk hias.
Dalam bahasa sehari-hari, tusuk dalam konteks bordir/sulaman atau jahit tangan didefinisikan sebagai gerakan jarum sulam dari belakang kain ke sisi depan dan kembali ke sisi belakang. Langkah benang di sisi depan yang dihasilkan juga disebut tusuk. Dalam konteks sulaman, tusuk sulaman berarti satu atau lebih tusuk yang selalu dieksekusi dengan cara yang sama, membentuk gambar.
Tusuk sulaman adalah unit terkecil dalam sulaman. Pola bordir dibentuk dengan melakukan banyak tusuk sulaman, baik yang sama maupun yang berbeda, baik mengikuti tabel penghitungan di atas kertas, mengikuti desain yang dilukis pada kain atau bahkan bekerja secara bebas.
Sulaman menggunakan berbagai kombinasi tusuk sulam. Setiap tusuk (stitch) sulaman memiliki nama khusus untuk membantu mengidentifikasinya. Nama-nama ini bervariasi dari satu negara ke negara dan wilayah ke wilayah. Beberapa tusuk dasar dari sulaman adalah running stitch (tusuk jelujur), cross stitch (tusuk silang), stem stitch (tusuk batang), back stitch (tusuk balik), tusuk satin, chain stitch (tusuk rantai) dan blanket stitch (tusuk selimut).
Tiap-tiap tusuk hias mempunyai keindahan masing-masing. Penyusunan bermacam tusuk hias yang harmonis akan melahirkan suatu dekotarif yang menarik.
Berikut beberapa tusuk hias yang sering digunakan dalam menghias kain, adalah:
- Tusuk jelujur
- Tusuk hias rantai
- Tusuk pipih
- Tusuk feston
- Tusuk flanel
- Tusuk tangkai
- Tusuk tikam jejak
- Tusuk ranting
- Tusuk biku-biku berkepala
- Tusuk silang
- Melekatkan benang
Tags: benang sulam