... 7 Tips Sulaman Melekatkan Benang: Panduan Praktis untuk Seni Jahit DIY

Seni Mempererat Benang - Segala Hal yang Perlu Anda Ketahui tentang Sulaman

Benang jahitan suhu tinggi [ sunting | sunting sumber ]

Benang jahitan suhu tinggi memberikan ketahanan dan ketahanan terhadap suhu yang melampau. Sesetengah utas boleh digunakan untuk aplikasi sehingga 800 °C (1472 °F). Terdapat pelbagai jenis benang jahitan yang berbeza yang mempunyai aplikasi dan faedah yang berbeza.

Benang jahitan keluli tahan karat bersalut Kevlar mempunyai teras keluli tahan api dan suhu tinggi yang digabungkan dengan salutan Kevlar yang direka untuk memudahkan jahitan mesin yang lebih mudah. Teras keluli tahan karat mempunyai rintangan suhu sehingga 800 °C (1472 °F) dan salutan Kevlar pula tahan haba sehingga 220 °C (428 °F).

Benang jahit kaca bersalut PTFE mempunyai rintangan suhu yang sangat baik digabungkan dengan salutan PTFE untuk menyediakan jahitan mesin yang lebih mudah. Teras kaca mempunyai rintangan suhu sehingga 550 °C (1022 °F) dan salutan PTFE tahan haba sehingga 230 °C (446 °F).

Benang jahitan Nomex pula kalis api dan tahan haba secara alami, dengan salutan pelindung kuat yang tahan lelasan semasa operasi jahitan. Ia tahan suhu sehingga 370 °C (698 °F).

Persiapan

Persiapan membordir

  • Mempersiapkan semua alat dan bahan yang diperlukan untuk membordir
  • Menyiapkan motif dan memindahkan motif pada bahan yang akan di bordir.
  • Memasang bahan yang akan dibordir dalam pemidangan dengan motif yang akan dibordir terletak ditengahnya.
  • Mempersiapkan atau menyeting mesin untuk bordir.

Persiapan untuk mesin jahit biasa

Persiapan untuk mesin jahit khusus bordir

Persiapan untuk mesin bordir khusus (dengan sistem komputer)

Mesin ini sudah menggunakan teknologi canggih dimana motif atau desain sudah terprogram di mesin sehingga dalam prosesnya operator hanya memantau apabila mesin berhenti karena ada benang yang putus atau hasil bordiran yang tidak bagus. Dengan mesin ini proses bordir menjadi sangat cepat dan sanggup untuk memproduksi masal.

Proses persiapan pada mesin ini adalah menyiapkan benang atas dan bawah (skoci), mengatur tegangan benang atas dan bawah, kondisi mesin dan peralatan penunjang yang baik.

Lakukan tes awal membuat satu motif untuk menentukan kualitasnya apakah sudah sesuai dengan permintaan, yaitu meliputi bentuk motif, ukuran, warna benang, posisi bordir, jenis benang yang dipakai, dan penampakan bordiran itu sendiri. Segera perbaiki apabila ada kesalahan.

Apabila semua sudah bagus sesuai permintaan maka proses produksi baru bisa dilakukan.

Tusuk Feston

Tusuk hias ini memungkinkan banyak variasi yang sangat dikenal antara lain:

  1. Tusuk Feston biasa atau tusuk selimut (blanket stitch)
  2. Tusuk Feston bersilang
  3. Tusuk Feston tertutup atau bentuknya segitiga
  4. Tusuk Feston berkelompok yang diikat
  5. Tusuk Feston kaki dua dan tusuk feston berganda
  6. Tusuk Feston berkelompok dengan antara
  7. Tusuk Feston naik turun
  8. Tusuk Feston dengan Sisipan. Dengan berbagai macam cara kita dapat menyisipi tusuk feston seperti dengan cara mengepang. Untuk ini kita dapat mempergunakan benang yang bermacam-macam tebalnya.
  9. Tusuk Feston dengan Buhulan. Dengan cara membuat sengkelit yang melingkari ibu jari, dengan mudah kita dapat membuat buhulan pada ujung kaki tusuk feston.
  10. Tusuk Feston yang dililit. Kalau kita melilit tusuk feston itu dari kiri ke arah kanan, akan memberi kesan lain daripada kalau kita melilit dari kanan ke kiri.
  11. Tusuk Feston sebagai Pengisi. Tusuk hias ini sebagian besar merupakan pengisi bidang yang letaknya bebas, dikerjakan setiap baris dengan cara dibolak-balik. Pada baris pertama setiap tusuk feston menyangkut sedikit kain dasar, pada baris-baris berikutnya hanya pada permulaan dan pada ujungnya atau akhir saja.

Tusuk Jelujur

Berikut variasi dari tusuk jelujur (running stitch):

  1. Tusuk Jelujur Biasa, Tusuk hias ini paling sederhana, akan tetapi sangat bernilai dan berguna untuk jahitan sementara. Arahnya dari kanan ke kiri.
  2. Tusuk Jelujur dengan Sisipan. Tusuk jelujur dibuat dengan jarak yang pendek di antaranya lalu sisipkan benang warna lain ke bawah tusuk jelujur itu, sekali atau dua kali.
  3. Tusuk Jelujur yang Dililit. Dalam hal ini kita dapat membuat variasi dengan cara menggunakan dua macam benang yang berlainan tebal atau warnanya.
  4. Tusuk Jelujur Berganda atau Tusuk Holbein.Tusuk Holbein ini harus dikerjakan pada kain bagi yang mudah dihitung benang pakannya maupun lungsinnya. Setiap baris tusuk Holbein harus dikerjakan dua kali/bolak balik.
  5. Tusuk Hias Holbeinyang Dililit. Mula-mula membuat satu baris tusuk hias Holbein yang berbiku-biku, kemudian tusuk hias tersebut dililitkan dengan benang lain.
  6. Tusuk Hias Lalat (Tusuk Kantil). Tusuk hias ini bila dilihat satu persatu seolah-olah menyerupai seekor lalat terbang atau seperti ujung panah yang runcing. Pengerjannya harus selalu dengan arah membentuk sudut ke bawah. Walaupun penyusunannya berbaris horizontal ataupun vertikal, keseluruhannya merupakan tusuk tikam jejak biku-biku. Akan tetapi pengerjaannya menurut teknik Holbein , yakni dikerjakan dalam dua tahap tusuk jelujur yang secara bolak balik saling mengait. Tusuk hias lalat ini dapat dikombinasikan dengan tusuk hias lainnya, juga dapat dikerjakan sebagai pola berserak atau pengisi bidang.

Cek Hasil Akhir Bordir

Kriteria hasil bordiran bagus adalah sebagai berikut :

  • Keserasian dalam mengkombinasikan antara warna bahan dan warna benang
  • Tusuk-tusuk yang dihasilkan kelihatan baik dan rapi, tidak saling bertumpuk dan tidak melewati garis motif.
  • Arah loncatan benang sesuai dengan motif yang dibordir.
  • Bahan/benda yang di bordir tidak berkerut atau bergelombang. Benang bordiran tidak kendor atau terlalu kencang.
  • Benang bordiran tidak ada yang putus di tengah (motif),
  • Benang bawah tidak timbul atau kelihatan ke atas.
  • Bersih dari tiras-tiras benang.
  • wikipedia.com,
  • Teknik Bordir, Program Keahlian Tata Busana, ANTI ASTA VIANI

Tags: benang sulam

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia