Seni Mempererat Benang - Segala Hal yang Perlu Anda Ketahui tentang Sulaman
Cek Hasil Akhir Bordir
Kriteria hasil bordiran bagus adalah sebagai berikut :
- Keserasian dalam mengkombinasikan antara warna bahan dan warna benang
- Tusuk-tusuk yang dihasilkan kelihatan baik dan rapi, tidak saling bertumpuk dan tidak melewati garis motif.
- Arah loncatan benang sesuai dengan motif yang dibordir.
- Bahan/benda yang di bordir tidak berkerut atau bergelombang. Benang bordiran tidak kendor atau terlalu kencang.
- Benang bordiran tidak ada yang putus di tengah (motif),
- Benang bawah tidak timbul atau kelihatan ke atas.
- Bersih dari tiras-tiras benang.
- wikipedia.com,
- Teknik Bordir, Program Keahlian Tata Busana, ANTI ASTA VIANI
Tusuk Silang (kruisteek)
Tusuk Silang (cross stitch/kruisteek)
Tusuk hias ini dikerjakan silang menyilang menurut dua arah yang serong. Hendaknya dikerjakan pada kain bagi, yaitu kain yang benang tenunannya mudah dihitung, benang lungsin maupun benang pakan seperti bahan strimin, matting, lenan kasar dengan silang polos.
Karena tusuk silang ini bentuk dasarnya segi empat maka dalam mengerjakannya baik melebar maupun memanjang harus sama-sama simetris. Syarat utama pekerjaan tusuk silang ini adalah tusuk silang penutup atau tusuk silang yang tusukan keduanya di atas yang pertama, harus sama arahnya agar hasil seluruh pekerjaan itu tampak rapi. Tusuk silang dapat dikombinasikan dengan teknik lainnya yang khusus dikerjakan pada kain bagi seperti tusuk holbein, tusuk perzis ayour dan tapisseri.
Tusuk Silang A-simetris atau Tusuk Silang Slavia
Seringkali dipergunakan dalam sulaman asisi sebagai pengisi bidang yang merupakan latar belakang ragam hias.
Benang jahitan suhu tinggi [ sunting | sunting sumber ]
Benang jahitan suhu tinggi memberikan ketahanan dan ketahanan terhadap suhu yang melampau. Sesetengah utas boleh digunakan untuk aplikasi sehingga 800 °C (1472 °F). Terdapat pelbagai jenis benang jahitan yang berbeza yang mempunyai aplikasi dan faedah yang berbeza.
Benang jahitan keluli tahan karat bersalut Kevlar mempunyai teras keluli tahan api dan suhu tinggi yang digabungkan dengan salutan Kevlar yang direka untuk memudahkan jahitan mesin yang lebih mudah. Teras keluli tahan karat mempunyai rintangan suhu sehingga 800 °C (1472 °F) dan salutan Kevlar pula tahan haba sehingga 220 °C (428 °F).
Benang jahit kaca bersalut PTFE mempunyai rintangan suhu yang sangat baik digabungkan dengan salutan PTFE untuk menyediakan jahitan mesin yang lebih mudah. Teras kaca mempunyai rintangan suhu sehingga 550 °C (1022 °F) dan salutan PTFE tahan haba sehingga 230 °C (446 °F).
Benang jahitan Nomex pula kalis api dan tahan haba secara alami, dengan salutan pelindung kuat yang tahan lelasan semasa operasi jahitan. Ia tahan suhu sehingga 370 °C (698 °F).
Tusuk Jelujur
Berikut variasi dari tusuk jelujur (running stitch):
- Tusuk Jelujur Biasa, Tusuk hias ini paling sederhana, akan tetapi sangat bernilai dan berguna untuk jahitan sementara. Arahnya dari kanan ke kiri.
- Tusuk Jelujur dengan Sisipan. Tusuk jelujur dibuat dengan jarak yang pendek di antaranya lalu sisipkan benang warna lain ke bawah tusuk jelujur itu, sekali atau dua kali.
- Tusuk Jelujur yang Dililit. Dalam hal ini kita dapat membuat variasi dengan cara menggunakan dua macam benang yang berlainan tebal atau warnanya.
- Tusuk Jelujur Berganda atau Tusuk Holbein.Tusuk Holbein ini harus dikerjakan pada kain bagi yang mudah dihitung benang pakannya maupun lungsinnya. Setiap baris tusuk Holbein harus dikerjakan dua kali/bolak balik.
- Tusuk Hias Holbeinyang Dililit. Mula-mula membuat satu baris tusuk hias Holbein yang berbiku-biku, kemudian tusuk hias tersebut dililitkan dengan benang lain.
- Tusuk Hias Lalat (Tusuk Kantil). Tusuk hias ini bila dilihat satu persatu seolah-olah menyerupai seekor lalat terbang atau seperti ujung panah yang runcing. Pengerjannya harus selalu dengan arah membentuk sudut ke bawah. Walaupun penyusunannya berbaris horizontal ataupun vertikal, keseluruhannya merupakan tusuk tikam jejak biku-biku. Akan tetapi pengerjaannya menurut teknik Holbein , yakni dikerjakan dalam dua tahap tusuk jelujur yang secara bolak balik saling mengait. Tusuk hias lalat ini dapat dikombinasikan dengan tusuk hias lainnya, juga dapat dikerjakan sebagai pola berserak atau pengisi bidang.
Tusuk Tikam Jejak
- Tusuk Tikam Jejak (back stitch). Tusuk ini harus dikerjakan secara teratur dan jaraknya kecil-kecil. Tusuk tikam jejak diperguakan untuk mengisi garis-garis tipis dan merupakan dasar untuk berbagai macam tusuk hias lainnya seperti tusuk hias manik-manik, tusuk pekinese atau tusuk tikam jejak yang dikepang dan tusuk tikam jejak berganda yang disisipi tusuk flanel.
- Tusuk Tikam Jejak Serong. Tusuk tikam jejak yang terlihat pada bagian atas nampaknya serong dan berpasangan. Letaknya tegak lurus dan pada bagian belakang/buruk terjadi dua tusuk jahit mendatar (lihat tusuk kantil atau runcing panah).
- Tusuk Tikam Jejak dengan Variasi Sisipan. Gambar tusuk tikam jejak dengan variasi sisipan
- Tusuk tikam jejak dengan satu kali sisipan benang (A)
- Tusuk tikam jejak dengan dua kali sisipan benang menunjukan garis yang berat (B)
- Tusuk tikam jejak yang dililit memberikan suatu relief atau lebih nampak di atas kain (C)
- Tusuk Tikam Jejak dengan Sisipan Bersilang. Bilamana kita menghendaki hasil pekerjaan itu pada kedua belah kain sama, kita dapat menganti tusuk tikam jejak dengan tusuk hias holbein , tusuk hias ini pada kedua belah kain bagian atas dan bawah disisipi benang. Saran yang baik janganlah membuat ban yang terlalu lebar nanti benang sisipannya terlalu panjang karena tidak bisa disambung.
Tags: benang sulam