... 7 Tips Sulaman Melekatkan Benang: Panduan Praktis untuk Seni Jahit DIY

Seni Mempererat Benang - Segala Hal yang Perlu Anda Ketahui tentang Sulaman

Macam-macam Tusuk Hias

Menghias busana dapat dilakukan dengan bermacam-macam teknik hiasan. Teknik hiasan yang dimaksud adalah teknik menghias kain yang erat hubungannya dengan sulam menyulam.

Sebelum memahami macam-macam teknik menghias kain, sebaiknya terlebih dahulu mempelajari macam-macam tusuk hias.

Dalam bahasa sehari-hari, tusuk dalam konteks bordir/sulaman atau jahit tangan didefinisikan sebagai gerakan jarum sulam dari belakang kain ke sisi depan dan kembali ke sisi belakang. Langkah benang di sisi depan yang dihasilkan juga disebut tusuk. Dalam konteks sulaman, tusuk sulaman berarti satu atau lebih tusuk yang selalu dieksekusi dengan cara yang sama, membentuk gambar.

Tusuk sulaman adalah unit terkecil dalam sulaman. Pola bordir dibentuk dengan melakukan banyak tusuk sulaman, baik yang sama maupun yang berbeda, baik mengikuti tabel penghitungan di atas kertas, mengikuti desain yang dilukis pada kain atau bahkan bekerja secara bebas.

Sulaman menggunakan berbagai kombinasi tusuk sulam. Setiap tusuk (stitch) sulaman memiliki nama khusus untuk membantu mengidentifikasinya. Nama-nama ini bervariasi dari satu negara ke negara dan wilayah ke wilayah. Beberapa tusuk dasar dari sulaman adalah running stitch (tusuk jelujur), cross stitch (tusuk silang), stem stitch (tusuk batang), back stitch (tusuk balik), tusuk satin, chain stitch (tusuk rantai) dan blanket stitch (tusuk selimut).

Tiap-tiap tusuk hias mempunyai keindahan masing-masing. Penyusunan bermacam tusuk hias yang harmonis akan melahirkan suatu dekotarif yang menarik.

Berikut beberapa tusuk hias yang sering digunakan dalam menghias kain, adalah:

  1. Tusuk jelujur
  2. Tusuk hias rantai
  3. Tusuk pipih
  4. Tusuk feston
  5. Tusuk flanel
  6. Tusuk tangkai
  7. Tusuk tikam jejak
  8. Tusuk ranting
  9. Tusuk biku-biku berkepala
  10. Tusuk silang
  11. Melekatkan benang

Persiapan

Persiapan membordir

  • Mempersiapkan semua alat dan bahan yang diperlukan untuk membordir
  • Menyiapkan motif dan memindahkan motif pada bahan yang akan di bordir.
  • Memasang bahan yang akan dibordir dalam pemidangan dengan motif yang akan dibordir terletak ditengahnya.
  • Mempersiapkan atau menyeting mesin untuk bordir.

Persiapan untuk mesin jahit biasa

Persiapan untuk mesin jahit khusus bordir

Persiapan untuk mesin bordir khusus (dengan sistem komputer)

Mesin ini sudah menggunakan teknologi canggih dimana motif atau desain sudah terprogram di mesin sehingga dalam prosesnya operator hanya memantau apabila mesin berhenti karena ada benang yang putus atau hasil bordiran yang tidak bagus. Dengan mesin ini proses bordir menjadi sangat cepat dan sanggup untuk memproduksi masal.

Proses persiapan pada mesin ini adalah menyiapkan benang atas dan bawah (skoci), mengatur tegangan benang atas dan bawah, kondisi mesin dan peralatan penunjang yang baik.

Lakukan tes awal membuat satu motif untuk menentukan kualitasnya apakah sudah sesuai dengan permintaan, yaitu meliputi bentuk motif, ukuran, warna benang, posisi bordir, jenis benang yang dipakai, dan penampakan bordiran itu sendiri. Segera perbaiki apabila ada kesalahan.

Apabila semua sudah bagus sesuai permintaan maka proses produksi baru bisa dilakukan.

Belajar Tentang Bordir (Embroidery)

Bordir atau sulaman adalah hiasan yang dibuat di atas kain atau bahan-bahan lain dengan jarum jahit dan benang. Selain benang, hiasan untuk sulaman atau bordir dapat menggunakan bahan-bahan seperti logam, beads, manik-manik, bulu burung, dan payet.

Bordir berasal dari bahasa Belanda “Borduur” atau “menyulam” yaitu salah satu jenis sulaman yang dikerjakan dengan mesin jahit/mesin bordir.

Tusuk dasar yang dipakai membordir adalah tusuk/setik biasa dan tusuk loncat. Tusuk biasa adalah tusuk tikam jejak atau tusuk mesin jahit sedangkan tusuk loncat adalah pengembangan dari tusuk biasa dengan cara membuat loncatan-loncatan yang teratur dengan lebar loncatan sesuai dengan yang kita kehendaki atau sesuai dengan motif dan jenis sulaman yang hendak kita kerjakan.

Jenis-jenis sulaman bordir adalah perpaduan antara tusuk yang satu dengan yang lain. Dengan memvariasikan berbagai macam tusuk dan kreativitas dalam mengembangkan motif akan tercipta suatu teknik bordir yang beragam.

Beberapa teknik dasar atau tusuk sulaman paling awal adalah tusuk rantai (chain stitch), tusuk selimut (blanket stitch), tusuk lurus/jelujur (running stitch), tusuk satin, tusuk silang (cross stitch). Tusuk-tusuk tersebut sampai saat ini masih menjadi teknik dasar bordir tangan.

Selain disulam dengan tangan, ada juga dengan mesin jahit dan Mesin Bordir komputer. Bordir dengan mesin akan mendapatkan hasil yang relatif lebih banyak dengan waktu yang lebih singkat jika dibandingkan dengan sulaman tangan.

Kain dan benang yang dipakai untuk seni bordir berbeda-beda menurut tempat dan negara. Sejak ribuan tahun yang lalu, kain atau bedang dari wol, linen, dan sutra sudah dipakai untuk membuat sulaman. Selain benang dari wol, linen, dan sutra, sulaman modern menggunakan benang sulam dari katun atau rayon.


Tags: benang sulam

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia