Pilihan Pemasok Benang Rajut yang Memikat untuk Karya Rajut dan DIY
Penanda tusukan
Ilustrasi penanda tusukan (shopee.co.id)
Penanda tusukan atau stitch marker berguna untuk menandai sampai mana hasil rajutanmu. Ini menghindari benang terburai saat rajutanmu belum selesai. Penanda tusukan berfungsi juga untuk menandai pola pertama yang kamu gunakan saat menganyam benang. Sehingga kamu tidak lupa pola rajut dalam baris, dan menghindari kamu mengulang pola dari awal.
Penanda tusukan tersedia dalam berbagai bentuk dan bahan. Umumnya berbahan plastik dan aluminium. Penanda tusukan berbentuk seperti jarum peniti yang tumpul di ujung jarumnya.
Benang rajut
Ilustrasi benang rajut (pexels.com/rodnae-prod)
Benang adalah bahan utama yang digunakan untuk merangkai kerajinan. Terdapat berbagai bahan dan ukuran benang yang bisa kamu sesuaikan dengan proyek rajutanmu. Jika ingin membuat baju atau selimut, kamu perlu menggunakan benang berbahan katun atau wol. Sementara, untuk sepatu atau tas minimal kamu memakai benang poliester atau nilon yang lebih kaku dan kuat.
Perhatikan juga ukuran benang dengan ukuran hakpen. Benang yang kecil dan halus biasanya memakai hakpen lebih kecil, dan sebaliknya. Jika kamu salah memasangkan hakpen dan benang, maka pola rajutanmu bisa terlalu rapat atau terlalu longgar dan berlubang. Sehingga, hasil rajutanmu terlihat tidak rapi.
Jarum knitting
Ilustrasi jarum knitting (pexels.com/pavel-danilyuk)
Jika crocheting hanya membutuhkan satu jarum hook atau hakpen, maka knitting menggunakan dua jarum untuk merajut. Jadi kamu akan menggunakan kedua tanganmu untuk menganyam benang. Jarum knitting atau disebut jarum breien berbentuk tumpul di ujungnya tanpa ada kait. Bahan dari jarum ini umumnya kayu, stainless, atau besi.
Produk yang dihasilkan dari jarum breien lebih halus sempurna dan rapat. Jarum breien umumnya lebih panjang dari hakpen dengan ukuran bervariatif, mulai dari 1,25 mm sampai 20 mm. Sama dengan hakpen, ukuran jarum knitting harus disesuaikan dengan benang.
Editor’s picks
Benang Katun Susu (Milk Cotton)
Contoh katun susu dari supplier benang rajut
| Material | 20% milk fiber, 80% katun |
| Jenis | DK, Light Worsted |
| Panjang/Berat | +-72 meter / 46 gram |
| Ukuran | Fingering/socks |
| Jarum Rajut | US 7-8 /4,5-5 mm (knitting), no 4-4.5mm (crochet) |
Deskripsi Benang:
Seperti namanya, benang katun susu berasal dari kandungan kasein dalam limbah susu yang diproses lebih lanjut di pabrik benang rajut.
Umumnya benang katun susu di pasaran berasal dari campuran katun susu dan katun biasa. Benang rajut ini lebih sulit dicari daripada jenis benang lain karena produksinya memang tidak banyak. Apalagi jika benang katun susu tersebut murni 100% milk cotton, biasanya akan sangat mahal harganya.
Secara karakteristik, benang katun susu sangat lembut, lebih hangat dari benang katun biasa, tapi tidak panas. Ia juga ringan, tapi tahan lama seperti benang akrilik.
Benang milk cotton cocok untuk:
- Karya ukuran besar misalnya selimut dan sweater. Benang ini bobotnya jauh lebih ringan dari katun, sehingga karya jadi yang berukuran besar akan lebih enteng dibanding memakai benang jenis lain.
- Produk yang dipakai/wearable (syal, sweater, topi, kaos kaki, sarung tangan dan lain-lain). Karya yang akan menyentuh kulit akan nyaman dipakai karena tekstur benang katun susu yang lembut.
- Produk bayi misalnya baju bayi, booties, bonnet dan lain-lain. Benang milk cotton adalah salah satu benang rajut paling cocok untuk bayi karena lembut dan tidak panas saat dipakai.
Tags: benang