...
Namun, ada beberapa penemuan yang dianggap berkaitan erat dengan sejarah merajut, yaitu sepasang kaos kaki berbahan katun dengan motif rajutan tangan dari tahun 1000 M di Mesir serta permadani rajut di kawasan Timur Tengah.
Penemuan ini, yang diyakini berasal dari Tiongkok, memungkinkan pola tekstil yang jauh lebih rumit dibuat dengan mudah dan sistem dasar yang sama ini masih digunakan dalam menenun hingga saat ini, meskipun dengan beberapa penyesuaian yang lebih maju.
Aalat tenun tersebut merupakan alat bantu untuk memegang helai-helai benang lusi diwaktu bersamaan benang pakan dimasukan secara melintang diantara benang-benang lusi sehingga membentuk anyaman dengan pola menyilang.
Walaupun beberapa keramik di sini masih dibuat dengan cara yang tradisional, kualitas hasilnya tidak kalah saing dengan yang dibuat dengan menggunakan mesin, bahkan bisa bersaing dengan produk dari luar negeri.
Seorang pakar kain bernama Urs Ramseyer 1984 yang menulis buku berjudul Clothing, Ritual and Society in Tenganan Pegeringsingan Bali, menduga bahwa masyarakat Tenganan adalah merupakan imigran dari India kuno karena juga penganut Dewa Indra.