Mengatasi Kegagalan dalam Proyek Menanam Benang Wajah - Tips DIY
Tanam benang wajah gagal
Harus Tahu, Ini Dampak dari Kegagalan Tanam Benang
"Tanam benang gagal bisa menimbulkan dampak negatif. Mulai dari infeksi sampai bagian kanan dan kiri wajah yang tidak simetris."
Halodoc, Jakarta – Thread lift alias tanam benang adalah prosedur kecantikan tanpa pembedahan untuk mengencangkan kulit di wajah. Ahli bedah kosmetik menggunakan benang untuk menarik bagian kulit yang kendur sehingga menjadi lebih kencang.
Namun, sebaiknya kamu perlu mempertimbangkan dengan matang sebelum memilih tindakan ini. Sebab, tanam benang gagal bisa menimbulkan sederetan efek negatif, lho.
Pertimbangkan betul dalam memilih klinik terpercaya dan ahli yang sudah berpengalaman untuk mencegah dampak yang tidak diinginkan. Supaya lebih waspada, ketahui dampak kegagalan tanam benang berikut ini!
Hal yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Melakukan Tanam Benang
Tanam benang memang bisa membantu meremajakan kulit wajah. Ketimbang operasi plastik, mengencangkan wajah dengan cara ini masih dapat dikatakan terjangkau.
Namun, efek peremajaan kulit dengan metode tanam benang hanya bersifat sementara. Hasilnya hanya akan bertahan 12 tahun saja, sehingga Anda mungkin perlu untuk melakukan tanam benang kembali guna menjaga tampilan kulit tetap terlihat muda.
Karena hasil dari tanam benang terbilang natural dan hanya dapat menarik kulit sekitar beberapa milimieter saja, tanam benang idealnya dilakukan ketika usia mendekati 40 tahun.
Jika sudah menginjak usia 55 tahun ke atas, disarankan untuk melakukan perawatan lain yang cenderung memberikan hasil yang maksimal dalam mengencangkan wajah, misalnya facelift.
Itulah penjelasan singkat mengenai tanam benang yang perlu Anda ketahui. Bila Anda tertarik melakukannya, disarankan untuk konsultasi ke dokter terlebih dahulu, agar dokter dapat menilai apakah prosedur ini cocok diterapkan pada kondisi kulit Anda.
Apa itu Tanam Benang?
Tanam benang adalah prosedur kecantikan untuk mengencangkan dan meremajakan kulit tanpa operasi. Cara melakukan tanam benang adalah dengan ‘menjahit’ benang berbahan polydioxanone (PDA) di bawah kulit lalu menariknya hingga menimbulkan efek pengencangan kulit.
Tanam benang juga disebut dengan threading lift atau barbed suture lift. Prosedur thread lift dapat mengencangkan kulit pada bagian alis, pipi, dan payudara, namun lebih difokuskan untuk kulit wajah bagian tengah, rahang, dan kulit leher.
Prosedur thread lift sebenarnya sudah ada sejak tahun 1990-an, namun baru populer beberapa tahun belakangan karena pengaruh teknologi dan inovasi bahan yang lebih aman dan efektif. Banyak orang lebih memilih prosedur thread lift karena minim invasif (tanpa pembedahan), lebih cepat dibandingkan dengan facelift (operasi wajah), dan memberi manfaat ganda untuk peremajaan kulit.
Penyebab Umum Tanam Benang Wajah Gagal
Ada beberapa alasan mengapa kesalah ini bisa terjadi. Berikut penjelasannya
Benang Tidak Sesuai
Penggunaan bahan benang yang tidak sesuai atau berkualitas rendah bisa menjadi biang keladi tanam benang wajah gagal. Bahan yang tidak standar bisa menyebabkan reaksi tidak diinginkan pada kulit.
Dokter Kurang Berpengalaman
Keahlian dan pengalaman dari praktisi sangat menentukan hasil akhir. Praktisi yang kurang berpengalaman dapat melakukan teknik penanaman yang salah, berisiko tinggi menyebabkan kerusakan pada jaringan kulit.
Kulit Sensitif
Kondisi kulit pasien yang tidak cocok atau perawatan pasca-prosedur yang tidak dilakukan dengan benar juga bisa menyebabkan kegagalan.
Pentingnya memilih bahan dan praktisi yang tepat tidak boleh diremehkan. Diskusi terbuka antara pasien dan praktisi tentang ekspektasi, risiko, dan prosedur perawatan pasca-tanam benang harus dilakukan sebelum memutuskan untuk menjalani prosedur ini. Pengalaman dan keahlian praktisi dapat dilihat dari portofolio dan testimoni dari pasien sebelumnya.
Waspadai Dampak Tanam Benang Gagal
Ada sejumlah faktor yang bisa membuat tanam benang gagal. Mulai dari kesalahan dalam tindakan, dokter yang kurang ahli, struktur tubuh yang tidak cocok sampai kurangnya persiapan pasien.
Nah, faktor-faktor di atas bisa membuat hasilnya tidak memuaskan. Bahkan, kamu juga bisa mengalami infeksi dan bentuk wajah yang tidak sama. Artinya, bagian wajah kanan dengan kiri bisa berbeda.
Selain itu, gagalnya prosedur juga bisa menghasilkan jaringan parut. Kondisi ini membuat wajah tampak bergelombang dan muncul bayangan helaian benang pada wajah.
Bukannya mancung, tanam benang yang gagal pada bagian hidung justru bisa menonjol bak kutil.
Oleh sebab itu, pertimbangkan baik-baik sebelum melakukan tindakan ini, ya. Jangan tergiur harga murah atau melakukannya di klinik yang belum bersertifikasi resmi.
Pastikan dokter yang menanganinya sudah memiliki pengalaman yang mumpuni, ya.
Tags: benang wajah