Cara Mengetahui Tanda Jahitan Caesar Bagian Dalam Sudah Kering - Tips DIY
Hal yang Harus Diwaspadai Terkait Jahitan Lepas Pasca Melahirkan
Selain ciri-ciri jahitan kering pasca melahirkan, Bunda juga harus mewaspadai tanda-tanda jahitan lepas. Sebenarnya, jahitan yang terlepas ketika luka belum sembuh adalah sesuatu yang jarang terjadi, tetapi tetap saja ada kemungkinan untuk bisa terjadi.
Hal ini bisa disebabkan karena infeksi atau tekanan pada jahitan. Efek jahitan lepas ini adalah meninggalkan luka terbuka.
- Bunda mengalami rasa sakit yang meningkat di area jahitan
- Terdapat darah dari vagina
- Terdapat cairan seperti keputihan atau nanah
- Adanya pembengkakan yang tidak wajar di area vagina
- Demam karena infeksi
Selain ciri-ciri yang sudah disebutkan di atas, ada sebagian perempuan yang juga bisa melihat sendiri atau merasakan jahitannya lepas di area vagina. Bunda sangat perlu berkonsultasi dengan dokter sesegera mungkin ketika mengetahui jahitan yang terlepas pasca melahirkan.
Tanda jahitan caesar bagian dalam sembuh
Bunda dapat melihat tanda-tanda yang menunjukkan luka operasi caesar sembuh baik yang di dalam atau di luar seperti dilansir dari beberapa sumber:
1. Warna bekas luka operasi serupa dengan kulit
Area bekas luka jahitan operasi caesar umumnya berwarna kemerahan. Warna kemerahan ini akan bertahan selama beberapa hari atau beberapa minggu, tergantung cara merawat bekas luka.
"Bekas luka operasi caesar akan mencapai 80 persen pada minggu ke-6. Namun, bisa memakan waktu setidaknya satu tahun bagi bekas luka untuk menetap dan memperlihatkan penampilannya secara permanen," kata Alexander Zuriarrain, ahli bedah plastik bersertifikat di Florida, dikutip dari What to Expect.
Warna kemerahan dari bekas luka ini perlahan akan berubah menjadi warna merah muda dan kemudian berubah lagi menyesuaikan warna kulit.
Pada Bunda yang kulitnya agak gelap, biasanya warna bekas luka akan berubah menjadi lebih gelap dibandingkan warna kulit di sekitarnya. Perubahan warna ini biasanya diiringi juga dengan hilangnya pembengkakan di bekas luka operasi.
2. Tidak terasa nyeri
Bekas luka yang belum kering bisa membuat terasa nyeri. Ini karena jaringan di sekitar belum menyatu dengan sempurna. Melansir dari Web MD, jika Bunda sudah tidak lagi merasa nyeri di area bekas luka maka dapat dikatakan luka operasi sudah sembuh.
Nyeri yang dirasakan akan berkurang sedikit demi sedikit dan jika sudah benar-benar sembuh, rasa nyeri tak akan terasa sama sekali bahkan saat bekas operasi disentuh.
3. Bekas luka menjadi lebih halus dan lembut
Nah, jika area bekas luka sudah terasa lebih lembut dan halus, bekas luka operasi dapat dikatakan sudah sembuh. Namun, tetaplah berhati-hati jika masih ada rasa nyeri di area bekas luka meskipun bekas luka sudah lebih halus dan terasa lembut.
4. Tidak ada cairan yang keluar dari bekas luka
Operasi caesar yang baru saja dilakukan tentu meninggalkan bekas luka yang masih basah dan tak jarang mengeluarkan sedikit rembesan cairan. Rembesan cairan ini kemungkinan bersumber dari cedera kapiler yang terjadi selama operasi.
Jahitan operasi caesar
Debra Rose Wilson, Ph.D., MSN, R.N., IBCLC, AHN-BC, CHT, seorang profesor, peneliti, dan praktisi kesehatan holistik, mengatakan ibu yang dioperasi caesar harus menerima dua sayatan di perut dan rahim.
Kemudian, dokter bedah akan menutup atau menjahit sayatan tersebut. Untuk menutup rahim, dokter akan menggunakan jahitan larut yang terbuat dari bahan yang mudah rusak oleh tubuh sehingga akan larut secara bertahap seiring dengan sembuhnya sayatan.
Sedangkan untuk menutup sayatan di kulit perut, lanjut Wilson, ahli bedah dapat menggunakan salah satu dari beberapa metode.
Beberapa ahli bedah lebih suka menggunakan staples bedah karena metodenya cepat dan sederhana. Namun ada juga yang menutup sayatan menggunakan jarum dan benang bedah (jahitan non-larut), meski proses ini bisa memakan waktu lebih lama, hingga 30 menit.
"Jika memiliki jahitan atau staples, Anda akan melepasnya sekitar seminggu kemudian, biasanya di ruang praktik dokter," kata Wilson dilansir dari Healthline.
Pilihan lainnya adalah menutup luka dengan lem bedah. Ahli bedah mengoleskan lem pada sayatan, yang memberikan lapisan pelindung. Lem secara bertahap terkelupas seiring dengan penyembuhan luka.
"Operasi caesar mungkin merupakan prosedur yang aman, namun tetap merupakan operasi besar, jadi penting untuk merawat sayatan dengan benar untuk mencegah cedera dan infeksi," ujarnya.
Luka bagian dalam operasi caesar
Melansir laman Thebump, bekas operasi caesar itu biasanya berukuran kecil, sekitar 4 hingga 6 inci dan berwarna merah muda. Namun, ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi bekas luka. Sebagian besar bekas luka ini bergantung pada tipe tubuh dan jenis sayatan operasi caesar.
Berikut adalah jenis sayatan operasi caesar yang paling umum:
1. Bekas luka operasi caesar melintang
Courtney Barnes, MD, seorang ob-gyn di University of Missouri Health Care mengatakan pada jenis ini dokter spesialis bedah menggunakan sayatan Pfannenstiel—lebih sering disebut potongan bikini—di bagian bawah perut pasien.
“Secara kosmetik, itu terlihat lebih baik,” kata Barnes.
Sayatan ini biasanya panjangnya sekitar 4 atau 5 inci dan terletak di bawah garis pakaian dalam. Yang terpenting, bekas luka operasi caesar jenis ini kecil kemungkinannya untuk pecah pada kehamilan berikutnya.
2. Bekas luka operasi caesar vertikal
Jenis sayatan ini dikenal sebagai sayatan caesar klasik, pemotongan ke atas dan ke bawah berukuran 4 hingga 5 inci ini memungkinkan dokter kandungan mengakses bayi lebih cepat selama keadaan darurat dan akses lebih mudah ke bayi prematur.
"Bagi perempuan yang mengalami obesitas, infeksi luka dan masalah sayatan vertikal akan berkurang,” kata Barnes.
Jika terjadi komplikasi kehamilan yang mengakibatkan harus melakukan histerektomi pada saat yang bersamaan, menurut penelitian, potongan vertikal membuat prosedurnya lebih mudah.
Berbeda dengan sayatan klasik yang lebih menyakitkan serta meninggalkan bekas luka yang lebih terlihat. Namun, ahli bedah sering kali membuat sayatan klasik pada operasi caesar darurat agar bisa menangani bayi lebih cepat.
"Jika Anda memiliki potongan bikini di perut, dokter juga akan membuat sayatan rahim dengan potongan bikini, yang disebut sayatan melintang rendah. Jika memiliki sayatan perut klasik, Anda akan mendapatkan sayatan rahim klasik, atau sayatan vertikal rendah," jelas Wilson dilansir dari Healthline.
Cara Tahu Ciri-Ciri Jahitan Kering Pasca Melahirkan Normal
Bagaimana Bunda bisa tahu ciri-ciri jahitan kering pasca melahirkan normal? Untuk mengetahui bagaimana kondisi jahitan Bunda saat ini, Bunda sebenarnya bisa mencari tahunya sendiri, yaitu dengan menggunakan cermin yang dihadapkan pada area vagina.
Bunda bisa mengecek apakah luka pada perineum kondisinya semakin membaik atau belum sepenuhnya pulih. Berikut ciri-ciri utama jahitan kering yang bisa Bunda perhatikan, antara lain:
- Jahitan akan terasa gatal.
- Berkurangnya rasa nyeri di area jahitan Bunda tersebut.
- Terbentuk jaringan baru yang tumbuh berwarna kemerahan pada robekan.
- Adanya pembengkakan yang terjadi di awal, namun nantinya mulai membaik.
- Perlahan, warnanya akan berubah menjadi keputihan disertai gatal dan terasa kencang.
- Seiring waktu, warna luka akan memudar.
Namun untuk mengetahui apakah jahitan tersebut sudah kering dengan baik atau belum, sebaiknya Bunda memastikannya dengan mendatangi dokter kandungan saat kontrol pasca melahirkan.
Ada beberapa hal yang mungkin menyebabkan episiotomi perlu dilakukan saat persalinan normal, yaitu kelahiran bayi pertama, posisi bayi sungsang, bayi terlahir besar lebih dari 4 kg, atau karena bayi lahir dengan alat bantu forceps.
Biasanya membutuhkan waktu antara 2 dan 4 minggu untuk menyembuhkan jahitan antara vagina dan perineum. Namun begitu, setiap orang bisa berbeda-beda waktu penyembuhannya, tergantung besar kecilnya jahitan.
Tags: jahit caesar