Membuat Taplak Meja Rajutan Tangan - Panduan DIY untuk Keterampilan Merajut yang Indah
Sepatu Rajut
Kalau Anda sudah bosan tampil gaya dgn syal rajut atau kaos. Bagaimana kalau sekarang Anda tampil gaya dgn sepatu rajut ? Unik dan berkesan gaya.
Sepatu rajut juga hadir dgn warna-warni menarik, karena itu penggemarnya pun makin banyak. Bagi yg bisa merajut, tentu tidak masalah membuat sepatu rajut. Banyak buku atau sumber di internet yg memberikan pola rajut untuk membuat sepatu rajut.
Karena tidak digunakan berjalan di luar, bukan berarti Anda dapat mengabaikan perawatan sepatu rajut Anda. Permukaan lantai yg berdebu dapat membuat alas sepatu cenderung cepat kotor. Karena itu cuci sepatu rajut secara rutin. Jangan gunakan sikat karena dapat merusak permukaan benang rajutnya.
Jemur hingga kering. Jangan membiasakan memakai sepatu rajut yg masih basah karena dapat menjadi media pertumbuhan jamur. Resiko yg ditimbulkan adalah dapat menimbulkan bau pada kaki Anda.
Karena selalu bergesekan dgn permukaan lantai, alas sepatu rajut biasanya cenderung akan lebih mudah aus. Karena itu jika Anda merajut sepatu, pilih benang yg kuat dan tidak gampang aus. Demikian pula ketika Anda membeli sepatu rajut. Pilih sepatu rajut yg terbuat dari benang yg kuat. Jangan memilih sepatu rajut yg terbuat dari kain wol biasa
Hook atau hakpen
Ilustrasi hakpen (pexels.com/anete-lusina)
Hook atau hakpen adalah alat utama untuk merajut. Umumnya hakpen terbuat dari bahan stainless atau aluminium, sehingga kuat dan tahan lama. Hakpen biasanya mempunyai kait di ujungnya, ini berguna untuk menarik atau mengaitkan benang saat merajut.
Hakpen memiliki variasi ukuran yang berbeda dan ditandai dengan nomor 1 hingga 8. Semakin besar ukuran, maka semakin besar lingkaran pada hakpen. Ada juga merek hakpen yang menyantumkan milimeter pada kode ukuran, misalnya 2 mm ata 2,5 mm. Baik angka atau milimeter, keduanya sama-sama bisa diaplikasikan pada benang rajut.
Ini adalah konversi hakpen dan benang:
- Hakpen 1-2 atau hakpen 2,00 mm - 2,20 mm cocok untuk benang tipis seperti wol.
- Hakpen 3-4 atau hakpen 2,20 mm - 2,50 mm cocok untuk benang katun, nilon, poliester.
- Hakpen 5-6 atau hakpen 3,00 mm - 3,50 mm cocok untuk benang dengan lapisan lebih tebal seperti polythick atau katun yang memiliki 4 ply (lapis).
- Hakpen 7-8 atau hakpen 4,00 mm – mm 5,00 cocok untuk benang tebal seperti t-yarn.
Alat untuk Merajut
Untuk memulai merajut, terdapat beberapa alat dasar yang perlu disiapkan. Berikut ini adalah beberapa daftar alat yang umum digunakan dalam merajut, seperti:
Jarum Rajut
Pilih jarum rajut yang sesuai dengan proyek merajut. Terdapat berbagai ukuran jarum rajut yang cocok untuk benang dengan ketebalan yang berbeda.
Benang Rajut
Pilih benang rajut dengan warna dan ketebalan yang sesuai dengan proyek yang ingin kamu kerjakan. Pastikan benang rajut tersebut berkualitas baik dan mudah digunakan.
Gunting
Gunting berfungsi untuk memotong benang dan menghapus tambahan benang yang tidak diperlukan.
Gantungan Jumlah
Penggaris
Penggaris membantu kamu dalam mengukur ukuran dan panjang rajutan, terutama jika kamu mengikuti pola atau desain tertentu.
Jarum Pentul atau Peniti
Jarum pentul atau peniti digunakan untuk menyematkan bagian-bagian rajutan yang belum selesai agar tidak terurai selama proses merajut.
Papan Rajut atau Alas Rajut
Papan rajut berfungsi sebagai alas untuk merajut agar benang tidak melompat atau berantakan. Kamu bisa menggunakan papan rajut khusus atau bahkan cukup dengan kain yang tebal dan keras.
Kotak Penyimpanan
Kotak penyimpanan digunakan untuk menyimpan jarum, benang, dan alat merajut lainnya agar tetap terorganisir dan mudah diakses.
Tags: tangan