... Panduan Lengkap: Cara Membuat Tas Cantik dari Benang Wol

Rahasia Mempercantik Rumah dengan Tas Rajut dari Benang Wol

Macam-Macam Limbah Tekstil

Dalam bentuknya dibagi dua, yaitu padat dan cair. Seperti apa bentuk dan macam-macamnya? Berikut adalah penjelasannya.

Contoh Limbah Tekstil Cair

Pernahkah kamu melihat air sungai yang berubah warna menjadi coklat atau hijau? Bahkan ikan-ikan dan makhluk hidup disekitarnya pun ikut mati. Jika pernah dan di dekat sungai tersebut ada pabrik tekstil, sudah dipastikan itu merupakan contoh limbah tekstil cair yang tidak dikelola dengan baik.

Secara umum, pengertian limbah tekstil cair adalah limbah yang berasal dari proses pengkajian. Prosesnya meliputi, penghilangan kanji, pengelantangan, pemasakan, merserisasi, pewarnaan, pencetakkan, dan terakhir proses penyempurnaan.

Limbah tekstil ini biasanya dialirkan ke kolam penampungan sebelum akhirnya dibuang ke sungai. Sebelum dibuang ke perairan, industri tekstil harus memperhatikan limbah cair. Contoh limbah tekstil cair biasanya berbentuk bahan kimia, berikut adalah contohnya.

  1. Zat warna
  2. Sulfida
  3. Amonia
  4. Minyak dan lemak
  5. PH air melebihi 9

Contoh Limbah Tekstil Padat

  1. Kain perca (Kain sisa menjahit dan produksi)
  2. Sisa benang di kones
  3. Sisa resleting
  4. Sisa bahan tambahan (misalnya tali, kerah, bisban, kones bekas, busa pelapis)

Macam-Macam Limbah Tekstil dan Kerajinannya

Limbah tekstil merupakan limbah yang berasal dari industri tekstil. Salah satu contoh limbah tekstil adalah kain perca dan air. Limbah ini cukup berbahaya bagi kesehatan manusia. Apalagi Industri tekstil di Indonesia masih banyak yang tidak mengikuti pengelolaan karena minimnya kesadaran tentang lingkungan.

Ditambah dengan munculnya tren fashion menambah angka limbah tekstil di Indonesia, lho. Dari 33 juta ton tekstil yang diproduksi di negara ini, satu juta tonnya menjadi limbah. Untuk itu, kamu perlu mengetahui macam-macam limbah tekstil dan contoh kerajinan limbah tekstil agar bisa di daur ulang.

  • 1 Macam-Macam Limbah Tekstil
    • 1.1 Contoh Limbah Tekstil Cair
    • 1.2 Contoh Limbah Tekstil Padat
    • 2.1 Tas dan tempat pensil dari kain perca
    • 2.2 Gantungan kunci kain flanel dan kapas
    • 2.3 Syal dari serat atau benang wol
    • 2.4 Bantal dari kain perca dan kapas
    • 2.5 Hiasan dinding dari benang wol dan kain perca
    • 2.6 Taplak meja kain perca
    • 2.7 Pernik gelang dan kalung

    Teknik-teknik Dasar dalam Merajut

    Tak hanya sekedar membuat pola di dalam suatu kain, merajut memiliki teknik dasar yang penting untuk dipahami. Adapun teknik-teknik dasar dalam merajut yaitu:

    1. Teknik Rantai Dasar (Chain Stitch)

    Chain stitch adalah teknik mendasar dalam merajut. Seperti namanya, teknik ini mengharuskan kamu untuk membuat serangkaian rantai menggunakan jarum dan benang rajut.

    Teknik ini biasanya digunakan untuk membentuk dasar untuk rajutan selanjutnya. Tak heran mengapa penguasaan dari teknik rantai sangat penting untuk mempermudah proses merajut.

    2. Teknik Rajut Polos (Single Crochet)

    Teknik rajut polos, juga dikenal sebagai single crochet, adalah teknik rajutan yang sederhana tetapi sering digunakan dalam berbagai proyek rajutan.

    Dengan teknik ini, Anda akan menghasilkan rajutan padat dan kokoh. Teknik rajutan polos juga sering digunakan untuk membuat sisi tas dan bagian penutup (flap) pada tas rajut.

    3. Teknik Rajutan Ganda (Double Crochet)

    Teknik rajutan ganda, atau double crochet, merupakan teknik yang digunakan sebagai cara merajut untuk menghasilkan rajutan lebih tinggi dari teknik rajutan polos.

    Rajutan ganda umumnya lebih longgar daripada rajutan polos dan digunakan untuk menciptakan tekstur yang berbeda pada tas rajutan.

    Teknik rajutan ganda cocok untuk membuat pola rajutan yang lebih terbuka dan lapang.

    Teknik penambahan dan pengurangan sangat penting untuk membentuk bentuk tas yang diinginkan. Hal itu dikarenakan, teknik penambahan ini digunakan untuk menambah jumlah rajutan dalam satu baris, sedangkan teknik pengurangan digunakan untuk mengurangi jumlah rajutan.

    Dengan menguasai teknik ini, kamu bisa menciptakan bentuk tas yang berbeda, seperti tas kerucut atau tas berbentuk lingkaran.

    Cara Merajut Tas untuk Pemula

    Cara Merajut Tas untuk Pemula (Foto: istockpotos.com)

    Bahan-bahan yang dibutuhkan:

    • Benang rajut (pilih warna dan ketebalan sesuai selera)
    • Jarum rajut yang sesuai dengan ketebalan benang
    • Hook rajut yang sesuai dengan benang
    • Penggaris
    • Tali pengukur atau pita pengukur
    • Gunting
    • Kancing atau kait (opsional)

    Cara merajut tas:

    1. Tentukan Ukuran Tas

    Untuk memahami bagaimana cara merajut tas untuk pemula, hal mendasar yang perlu dipersiapkan adalah, menentukan ukuran tas.

    Hal ini dikarenakan dengan mengukur kamu dapat mengetahui ukuran panjang, lebar, dan kedalaman tas yang kamu inginkan.

    Kemudian, jangan lupa menambahkan beberapa sentimeter pada setiap sisi, jika kamu ingin tas lebih besar dan dapat menampung lebih banyak barang.

    2. Membuat Rantai Lurus

    Pastikan untuk tidak terlalu kencang saat membuat rantai, sehingga rajutan kamu tidak akan terlalu kencang dan sulit untuk diteruskan.

    3. Rajutan Tunggal di Setiap Rantai

    Kemudian, buatlah rajutan tunggal di setiap mata rantai, karena ini adalah langkah penting dalam cara merajut tas HP, tas kota, dan tas lainnya.

    Caranya adalah dengan memasukkan hook melalui lubang pada mata rantai, lalu tarik benang melalui lubang tersebut, dan terakhir tarik benang melalui kedua lingkaran benang di hook.

    Ulangi proses ini hingga akhir rantai, namun pastikan untuk tidak menarik benang terlalu kencang saat membuat rajutan tunggal. Hal ini akan membuat tas tetap longgar dan memudahkan dalam menyelesaikan proyek.

    4. Buat Rajutan Ganda di Setiap Rajutan Tunggal

    Langkah selanjutnya dalam cara merajut tas dan dompet adalah membuat rajutan ganda di setiap rajutan tunggal. Caranya adalah dengan merajut ke dalam rajutan tunggal dan menarik benang melalui lubang tersebut, lalu tarik benang melalui dua lingkaran benang di hook.

    Alat untuk Merajut

    Untuk memulai merajut, terdapat beberapa alat dasar yang perlu disiapkan. Berikut ini adalah beberapa daftar alat yang umum digunakan dalam merajut, seperti:

    Jarum Rajut

    Pilih jarum rajut yang sesuai dengan proyek merajut. Terdapat berbagai ukuran jarum rajut yang cocok untuk benang dengan ketebalan yang berbeda.

    Benang Rajut

    Pilih benang rajut dengan warna dan ketebalan yang sesuai dengan proyek yang ingin kamu kerjakan. Pastikan benang rajut tersebut berkualitas baik dan mudah digunakan.

    Gunting

    Gunting berfungsi untuk memotong benang dan menghapus tambahan benang yang tidak diperlukan.

    Gantungan Jumlah

    Penggaris

    Penggaris membantu kamu dalam mengukur ukuran dan panjang rajutan, terutama jika kamu mengikuti pola atau desain tertentu.

    Jarum Pentul atau Peniti

    Jarum pentul atau peniti digunakan untuk menyematkan bagian-bagian rajutan yang belum selesai agar tidak terurai selama proses merajut.

    Papan Rajut atau Alas Rajut

    Papan rajut berfungsi sebagai alas untuk merajut agar benang tidak melompat atau berantakan. Kamu bisa menggunakan papan rajut khusus atau bahkan cukup dengan kain yang tebal dan keras.

    Kotak Penyimpanan

    Kotak penyimpanan digunakan untuk menyimpan jarum, benang, dan alat merajut lainnya agar tetap terorganisir dan mudah diakses.


    Tags: dari benang

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia