Seni Rajut Tas dengan Benang Kaos - Panduan DIY yang Indah
Adreena Craft in Wonderland β€
Assalammualaikum. Berjumpa lagi di artikel Adreena Craft π. Teman-teman punya koleksi tas rajut, tapi bingung bagaimana cara merawatnya agar tahan lama dan selalu terlihat baru? Tenang saja, artikel Adreena Craft kali ini akan membahas beberapa tips & trik untuk merawat tas rajut, terutama dengan bahan dasar benang polyester & nilon, ya π.
Mengapa menggunakan bahan dasar benang polyester & nilon? Karena kedua jenis benang ini sering digunakan oleh perajut untuk membuat proyek rajut tas serta dompet. Apakah jenis benang lain bisa digunakan untuk membuat tas dan dompet? Bisa. Biasanya selain benang polyester dan nilon, kita bisa menggunakan benang T-shirt/kaos, wol, katun halus maupun benang katun lokal. Untuk benang T-shirt sendiri bisa menjadi subtitusi benang polyester maupun nilon guna menambah variasi produk yang kita hasilkan. Namun, untuk benang katun lokal serta wol tidak dianjurkan, karena tekstur benang yang mudah terurai dan serat-serat benang yang mudah terlihat pasca dicuci. Sedangkan untuk katun halus sendiri, lebih cocok untuk mengerjakan proyek rajut wearable/dapat kita gunakan sehari-hari, seperti cardigan, baju, sweater, blouse, topi, sepatu, dsb, baik untuk ukuran dewasa, anak-anak, maupun bayi. Sehingga benang polyester & nilon memang lebih tepat untuk proyek tas maupun dompet rajut.
7 Jenis Benang Rajut yang Bisa Disesuaikan dengan Proyekmu
Merajut tidak selalu identik dengan aktivitas nenek-nenek untuk mengisi waktu luang. Generasi muda dan milenial juga banyak menggandrungi hobi ini. Merajut punya banyak manfaat seperti melatih skill dan meredakan stres. Bukan hanya itu, merajut juga bisa dijadikan ladang uang dengan menjual hasil rajutan kamu.
Untuk membuat rajutan, kamu membutuhkan benang. Ada banyak jenis benang di luar sana yang harus kamu sesuaikan dengan ukuran hook dan proyek rajutanmu. Setiap jenis benang punya karakteristik masing-masing. Untuk membuat barang wearable seperti sweater, kamu butuh benang yang halus dan tidak terlalu tipis. Jika tebal dan kasar, sweater tidak akan nyaman digunakan.
Kamu harus bisa memilih dengan tepat benang rajut sesuai dengan proyekmu. Berikut beberapa benang yang bisa kamu jadikan referensi.
25. Tas rajut pom-pom
Selain fringe, ornamen pom-pom juga sedang naik daun sejak tahun lalu. Dari anting, hingga sepatu, ornamen pom-pom selalu berhasil memberikan kesan ceria dengan berbagai warna yang dihadirkan.
Pom-pom memang sudah memiliki trademark selalu dihadirkan dengan warna yang cerah. Tas rajut pom-pom juga hadir untuk memberikan pilihan baru untuk para perempuan feminin. Seperti salah satunya adalah tas rajut satu ini, memiliki model bucket yang dijinjing, kehadiran pom-pom menambah kesan seru pada tampilan tas. Mau coba?
Dari 25 pilihan di atas menurutmu, tas rajut mana yang paling stylish?
Membersihkan Tas Rajut
- Cara pemerasan tas rajut adalah meremas dengan lembut untuk mengeluarkan sebanyak mungkin air. Lebih aman pemerasan dilakukan dengan tangan saja,
- Cara mengeringkan dengan diangin-anginkan dan jemur di tempat yang teduh agar warna tidak mudah berubah (hindari terkena sinar matahari langsung). Maksimal tas rajut dijemur tidak lebih dari 4 jam,
- Jangan menggantung/ menjepit bahan rajutan ketika masih basah dan banyak mengandung air karena pada saat kering ia akan berubah bentuk (bisa melar). Cara yang terbaik adalah dengan cara diresap di atas handuk kering yang diletakan pada bidang yang rata, tanpa terkena sinar matahari secara langsung.
- Jangan menyeterika bahan rajutan karena warnanya akan berubah. Bahan rajutan tidak perlu diseterika karena ia tidak mudah kusut.
- Bersihkan Benang βNakalβ. Jangan menarik benang rajutan yang terlepas. Hal tersebut akan membuat benang yang lepas semakin panjang. Cukup mengaitkannya kembali dengan jarum rajut mengikuti alur rajutan yang terlepas.
- Jangan Sering Mencuci tas rajut. Terlalu sering mencuci tas rajut bisa merubah tekstur rajutannya, cucilah tas rajut jika tas rajut benar-benar kotor.
- Simpan Bersama Kapur Barus. Bahan rajutan yang terbuat dari benang dapat mengundang ngengat. Supaya tas rajut kita aman dari serangga ini, jangan lupa masukan kapur barus atau kamper ke dalam lemari pakaian Anda. Jangan meletakan koran di bawah tas rajut, dikhawatirkan warna koran tersebut luntur dan mngenai tas.
- Simpan dengan Kantong Kain Tipis. Simpanlah tas rajut Anda dengan menggunakan kain tipis.
Nah, sekarang kita menjadi semakin tahu, kan bagaimana cara merawat tas maupun dompet rajut agar tahan lama dan selalu tampil kece saat digunakan? Hihi. Memang, cara perawatannya lebih ribet dari tata cara perawatan tas non-handmade. Namun, jika kita tahu ilmunya, tentu akan menjadi sangat bermanfaat untuk kita dikemudian hari. Tidak hanya bisa membuat karya handmade rajut, tetapi kita juga bisa merawatnya dengan sepenuh hati, agar jerih payah kita saat membuatnya tidak terbuang sia-sia.
20. Tas rajut mutiara
Seperti pada salah satu poin di atas, beberapa tas rajut Jogja ada yang dihadirkan dengan dekorasi mutiara yang cantik dan menawan. Mutiara memang menjadi ornamen bergaya klasik yang terus dipalikasikan di berbagai aksesori hingga busana, termasuk tas rajut.
Jika kamu menyukai gaya femini yang kental, kamu bisa tampil menarik dengan tas rajut Jogja yang satu ini. Meskipun memiliki warna hitam yang lebih tegas, tapi ornamen mutiara akan tetap memberikan kesan elegan yang cocok untuk perempuan feminin. Model ini juga tampak lebih formal dibandingkan model tas rajut Jogja lainnya.
Tags: benang