... Panduan Lengkap: Cara Membuat Tas Rajut dengan Benang Kaos | Inspirasi Rajutan DIY

Seni Rajut Tas dengan Benang Kaos - Panduan DIY yang Indah

Contoh Hasil Karya Rajutan

Salah satu hasil karya seni dari rajutan ialah Yarn Bombing.

Yarn Bombing juga biasa disebut dengan guerilla knitting, urban knitting, yam storming ataupun graffiti knitting merupakan sebuah karya graffiti, namun menggunakan benang sebagai bahan utamanya, bukan cat atau tinta pada umumnya.

Karya yarn bombing biasanya berbentuk rajutan menggunakan benang berwarna-warni yang membungkus objek-objek di ruang public.

Tidak seperti graffiti yang menggunakan tinta atau cat, graffiti rajutan ini mudah dilepas dan dipasang kembali.

Menurut berbagai sumber, yam bombing dipopulerkan pertama kali oleh seorang perempuan asal texas yang bernama Magda Sayeg pada tahun 2005.

Magda juga mendirikan Knitta Please, yakni sebuah grup graffiti rajutan yang akhirnya menjadi virus yam bombing di seluruh dunia.

21. Material kayu pada handle

Selain perpaduan material pada bagian depan tampilan, material kayu pada bagian handle pun menjadi salah satu nilai tambah untuk tas rajut. Material kayu akan memberikan kesan earthy yang kental. Kamu pun akan menjinjing tas rajut dengan lebih nyaman.

Menggunakan kayu pada bagian handle sudah menjadi tren sejak beberapa tahun lalu. Bahkan beberapa label fashion kenamaan pun sempat mengeluarkan tas dengan model seperti ini. Nah, tak perlu mengocek kantong lebih dalam untuk mengenakan koleksi label fashion tersebut, kamu cukup mengenakan tas rajut dengan handle kayu untuk mendapatkan tampilan stylish ala para fashionista!

20. Tas rajut mutiara

Seperti pada salah satu poin di atas, beberapa tas rajut Jogja ada yang dihadirkan dengan dekorasi mutiara yang cantik dan menawan. Mutiara memang menjadi ornamen bergaya klasik yang terus dipalikasikan di berbagai aksesori hingga busana, termasuk tas rajut.

Jika kamu menyukai gaya femini yang kental, kamu bisa tampil menarik dengan tas rajut Jogja yang satu ini. Meskipun memiliki warna hitam yang lebih tegas, tapi ornamen mutiara akan tetap memberikan kesan elegan yang cocok untuk perempuan feminin. Model ini juga tampak lebih formal dibandingkan model tas rajut Jogja lainnya.

Membersihkan Tas Rajut

  1. Cara pemerasan tas rajut adalah meremas dengan lembut untuk mengeluarkan sebanyak mungkin air. Lebih aman pemerasan dilakukan dengan tangan saja,
  2. Cara mengeringkan dengan diangin-anginkan dan jemur di tempat yang teduh agar warna tidak mudah berubah (hindari terkena sinar matahari langsung). Maksimal tas rajut dijemur tidak lebih dari 4 jam,
  3. Jangan menggantung/ menjepit bahan rajutan ketika masih basah dan banyak mengandung air karena pada saat kering ia akan berubah bentuk (bisa melar). Cara yang terbaik adalah dengan cara diresap di atas handuk kering yang diletakan pada bidang yang rata, tanpa terkena sinar matahari secara langsung.
  4. Jangan menyeterika bahan rajutan karena warnanya akan berubah. Bahan rajutan tidak perlu diseterika karena ia tidak mudah kusut.
  1. Bersihkan Benang β€˜Nakalβ€˜. Jangan menarik benang rajutan yang terlepas. Hal tersebut akan membuat benang yang lepas semakin panjang. Cukup mengaitkannya kembali dengan jarum rajut mengikuti alur rajutan yang terlepas.
  2. Jangan Sering Mencuci tas rajut. Terlalu sering mencuci tas rajut bisa merubah tekstur rajutannya, cucilah tas rajut jika tas rajut benar-benar kotor.
  3. Simpan Bersama Kapur Barus. Bahan rajutan yang terbuat dari benang dapat mengundang ngengat. Supaya tas rajut kita aman dari serangga ini, jangan lupa masukan kapur barus atau kamper ke dalam lemari pakaian Anda. Jangan meletakan koran di bawah tas rajut, dikhawatirkan warna koran tersebut luntur dan mngenai tas.
  4. Simpan dengan Kantong Kain Tipis. Simpanlah tas rajut Anda dengan menggunakan kain tipis.

Nah, sekarang kita menjadi semakin tahu, kan bagaimana cara merawat tas maupun dompet rajut agar tahan lama dan selalu tampil kece saat digunakan? Hihi. Memang, cara perawatannya lebih ribet dari tata cara perawatan tas non-handmade. Namun, jika kita tahu ilmunya, tentu akan menjadi sangat bermanfaat untuk kita dikemudian hari. Tidak hanya bisa membuat karya handmade rajut, tetapi kita juga bisa merawatnya dengan sepenuh hati, agar jerih payah kita saat membuatnya tidak terbuang sia-sia.

Adreena Craft in Wonderland ❀

Assalammualaikum. Berjumpa lagi di artikel Adreena Craft 😌. Teman-teman punya koleksi tas rajut, tapi bingung bagaimana cara merawatnya agar tahan lama dan selalu terlihat baru? Tenang saja, artikel Adreena Craft kali ini akan membahas beberapa tips & trik untuk merawat tas rajut, terutama dengan bahan dasar benang polyester & nilon, ya 😌.

Mengapa menggunakan bahan dasar benang polyester & nilon? Karena kedua jenis benang ini sering digunakan oleh perajut untuk membuat proyek rajut tas serta dompet. Apakah jenis benang lain bisa digunakan untuk membuat tas dan dompet? Bisa. Biasanya selain benang polyester dan nilon, kita bisa menggunakan benang T-shirt/kaos, wol, katun halus maupun benang katun lokal. Untuk benang T-shirt sendiri bisa menjadi subtitusi benang polyester maupun nilon guna menambah variasi produk yang kita hasilkan. Namun, untuk benang katun lokal serta wol tidak dianjurkan, karena tekstur benang yang mudah terurai dan serat-serat benang yang mudah terlihat pasca dicuci. Sedangkan untuk katun halus sendiri, lebih cocok untuk mengerjakan proyek rajut wearable/dapat kita gunakan sehari-hari, seperti cardigan, baju, sweater, blouse, topi, sepatu, dsb, baik untuk ukuran dewasa, anak-anak, maupun bayi. Sehingga benang polyester & nilon memang lebih tepat untuk proyek tas maupun dompet rajut.


Tags: benang

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia