"Telung Benang Bahasa Bali - Warisan Budaya yang Kaya"
BAHASA DAN SASTRA BALI
OM AWIGNAMASTU NAMASIDDHAM OM SWASTIASTU " MATUR SUKSMA SAMPUN SIMPANG RIng Blog titiang MOGI STATA RAHAYU, SAMpunang lali follow nggih! Siap Rahajeng ngawacen!
OM SWASTIASTU Ya Tuhan hamba memohon dengan ke Agungan kuasaMU, Muliakanlah sahabatq yang MENGUNJUNGI BLOG saya dan membaca doa ini. Lapangkanlah hatinya, mantapkan jiwanya, tentramkan jiwanya, sehatkan fisiknya, sembuhkan penyakitnya,Bahagiakan keluarganya, jadikan anak-anaknya berbudi pekerti yang baik (soleh), luaskan rezekinya seluas lautan yang engkau ciptakan. Lepaskan dia dari utang piutang, mudahkanlah segala urusannya, kabulkanlah cita dan harapannya. Jauhkan dari segala musibah begitupun dengan hamba. Ya Tuhan berikanlah kami semangat serta kekuatan untuk senantiasa berpikir baik, bertutur kata yang baik serta merta berprilaku baik dan tidak berburuk sangka kapadaMU. Oh ya Tuhan. OM Shanti Shantih Shantih OM Om Tat sat
Kruna wilangan tan janten
Ilustrasi pasir pantai. (Unsplash.com/Kunj Parekh)
Kruna wilangan tan janten adalah kata bilangan yang menunjukkan jumlah benda yang tidak bisa dihitung. Oleh karena itu, kruna wilangan tan janten ini ditulis dalam kata, bukan berbentuk angka.
Contoh Kruna wilangan tan janten:
- Liu artinya banyak
- Abedik atau bedik artinya sedikit
- Aketek artinya sedikit
- Agetul artinya satu celupan
- Adesa artinya satu desa atau menunjukkan jumlah yang banyak
- Akikit artinya sedikitpun
- Apaso artinya satu jembung atau panci
- Bek artinya banyak
- Begeh artinya banyak.
Filosofi Upacara Otonan
Upacara Otonan atau pawetonan adalah upacara yadnya yang dimana pada saat kelahiran manusia yang dilaksanakan setiap 6 bulan sekali (210 hari) yang bertujuan untuk memuliakan dan mempersembahkan kesucian lahir batin manusia.
Manawa Dharmasastra, V.109.
adbhirgtatrani suddhyanti manah satyna cuddhyati, widyatapobhyam bhutatma budhir jnanena cuddhyati
Artinya :
Tubuh dibersihkan dengan air, pikiran disucikan dengan kebenaran, jiwa manusia dibersihkan dengan pelajaran suci atau tapa brata, kecerdasan dengan pengetahuan yang benar.
Otonan berasal dari bahasa Jawa Kuno yang berasal dari kata “Wetu” atau metu yang artinya keluar, kemudian berubah menjadi kata oton atau otonan. Dalam filosofi upacara otonan/pawetonan dilakukan pengkajian tentang kelahiran manusia berdasarkan sumber-sumber ajaran agama yaitu : manusia terlahir kedunia adalah berbentuk tiga badan (Tri Angga)
Manawa dharmasastra. II.92
ekadacam mano jneyam swagunenobhayatmakam, yasminjite jitawetau bhawatah pancakau gunau
Artinya :
Alat yang kesebelas adalah pikiran, alat paling dalam yang karena sifatya kedua pasang kelompok itu alat itu merupakan bagian dari padaNya, kalau masing-masing dari kelima jenis alat itu tetap ditundukan
(1) Stula Sarira( Badan Kasar)
Badan ini dibentuk oleh Panca Maha Butha, yang dihidupkan oleh badan atma, dan sebagai badan penggeraknya adalah Roh, sehingga manusia kelihatan hidup dan bisa berkarma.
(2) Suksma Sarira (Badan Halus/Atma)
Badan Suksma Sarira ini dibentuk atma karena atma merupakan percikan dari Sang Hyang Widhi (Parama Alma), kemudian di dalam diri manusia atma bermanifestasi memberi kehidupan kepada jiwa dan jasmani, dan memiliki kemurnian, kesadaran mutlak (Cetana) sesuai dengan kemurnian sang Hyang Widhi.
Tags: benang