"Telung Benang Bahasa Bali - Warisan Budaya yang Kaya"
Otonan : Filosofi, sarana, fungsi, dan makna upacara otonan
BALINESECULTURE – Di Bali, banyak memiliki upacara keagamaan (upacara yadnya). Salah satu upacara yadnya di Bali adalah otonan. Berikut ini kami akan membahas otonan meliputi: filosofi upacara otonan, bentuk sarana upacara otonan, serta fungsi dan makna upacara otonan.
Dalam ajaran agama hindu terlahir menjadi manusia dipercaya masih memiliki karma wasana kehidupan di masa lampau. Kelahiran menjadi manusia dipengaruhi oleh 3 kekuatan yakni Sabda, Bayu, dan Idep atau yang dikenal dengan istilah tri pramana. Sabda adalah kekuatan Suara, Bayu adalah kekuatan nafas, dan Idep adalah kekuatan pikiran (akal). Otonan ini merupakan hari kelahiran bagi umat hindu yang dilaksanakna setiap 210 hari atau 6 bulan sekali, Jatuhnya otonan bertepatan dengan Sapta Wara, Panca Wara dan Wuku yang sama. Pelaksanaan Upacara Otonan di laksanakan dengan menggunakan banten otonan yang dalam agama hindu terdapat beberapa tingkatan dalam melaksanakan upacara yaitu Uttama, Madya, dan Nista, namun aspek kespiritualan dalam pelaksanaannya dilihat dari niat suci dan kepercayaan dalam melaksanakan upacara otonan tersebut.
Teens, tweens, and tens [ edit ]
Like English, Balinese has compound forms for the teens and tens, however, it also has a series of compound 'tweens', 21–29. The teens are based on a root *-welas, the tweens on -likur, and the tens are formed by the combining forms above. Hyphens are not used in the orthography, but have been added to the table below to clarify their derivation.
The high-register combining forms kalih- 2 and tigang- 3 are used with -likur, -dasa, and higher numerals (below), but not for the teens.
The teens are from Javanese, where the -olas forms are regular, apart from pele-kutus 18, which is suppletive. Sa-laé 25 (one thread [of 25 Chinese coins]), and se-ket 50 (one tie [of two threads of coins]) are also suppletive, and cognate with Javanese səlawé 25 and səkət 50.
Tags: benang