Keajaiban Cahaya - Lampu Hias Anyaman Bambu untuk Kesenangan dan Kecantikan Rumah
Fungsi dan Kegunaan Bambu
1. Sebagai Makanan Hewan
Tunas bambu muda yang masih empuk dapat dimanfaatkan sebagai sumber makanan utama berbagai jenis hewan yang ada di dunia. Hewan-hewan tersebut misalnya, Panda, Lemur bambu, gajah, dan Simpanse.
2. Sebagai Bahan Masakan
Sedangkan, di Indonesia sendiri, rebung biasanya diiris tipis dan dimasak bersama dengan santan untuk dibuat sebagai gulai rebung.
3. Sebagai Alat Masak dan Alat Makan
Selain itu, bambu juga dapat digunakan sebagai bahan untuk membuat berbagai macam jenis alat makan seperti sumpit, piring, dan sendok. Alat makan yang terbuat dari bambu biasanya banyak di pilih karena sifatnya yang tahan panas dan awet.
4. Sebagai Material Konstruksi Bangunan
Bambu merupakan salah satu material alami yang paling umum digunakan sebagai bahan bangunan oleh masyarakat dunia. Hal ini disebabkan oleh kekuatannya dan kelenturan bambu yang sangat baik.
Selain itu, bambu juga memiliki karakter kokoh yang tahan dengan gempa bumi. Oleh karena itu, bambu juga kerap digunakan sebagai material alternatif pengganti besi beton.
5. Sebagai Material Konstruksi Jembatan
Di daerah pedesaan, hulu, ataupun hilir sungai, batang bambu biasanya digunakan sebagai bahan untuk membuat jembatan penyebrangan darurat. Pada kondisi tersebut, biasanya digunakan bambu yang berukuran besar dan memiliki sifat kokoh, sehingga bambu dapat menopang beban yang berat.
6. Sebagai Alat Musik
Seperti yang kita ketahui bersama, terdapat beberapa alat musik tradisional Indonesia yang dibuat menggunakan bahan dari bambu. Salah satunya adalah angklung.
Angklung dibuat dari bambu yang dilubangi dan dirangkai sedemikian rupa hingga dapat menghasilkan suara yang cukup nyaring.
7. Sebagai Bahan Kerajinan
Bambu juga sering digunakan sebagai bahan untuk membuat kerajinan tangan seperti anyaman, patung, bahkan lampu hias.
Kerajinan tangan dari bambu ini biasanya dijadikan sebagai buah tangan khas Indonesia yang banyak diminati oleh para wisatawan, baik wisatawan lokal maupun mancanegara.
Lonceng Angin dari Bambu
Lonceng angin dari bambu adalah contoh kerajinan dari bahan bambu yang dapat menghasilkan bunyi yang merdu dan menenangkan saat ditiup angin. Anda membutuhkan beberapa potong bambu dengan diameter dan panjang yang berbeda-beda, tali, benang, jarum, gunting, dan hiasan sesuai dengan selera Anda, misalnya manik-manik, kancing, atau daun kering. Berikut adalah langkah-langkah untuk membuat lonceng angin dari bambu:
- Pertama, potong bambu dengan panjang yang berbeda-beda, misalnya 5 cm, 10 cm, 15 cm, dan 20 cm. Pastikan Anda memotong di antara ruas bambu agar tidak bocor.
- Kedua, lubangi bambu dengan jarum di bagian tengahnya. Anda dapat menggunakan paku atau bor jika jarum tidak cukup kuat. Buat lubang sekecil mungkin agar bambu tidak pecah.
- Ketiga, masukkan tali ke dalam lubang bambu dan ikat di ujungnya. Buat simpul yang kuat agar bambu tidak lepas. Ulangi langkah ini untuk semua potong bambu.
- Keempat, susun bambu dengan tali secara vertikal dengan panjang yang berurutan dari yang terpendek hingga yang terpanjang. Jarakkan bambu sekitar 2 cm satu sama lain agar dapat berbunyi saat bersentuhan. Ikat ujung tali di atas bambu terpendek dengan simpul yang kuat.
- Kelima, buat lingkaran dari tali dengan diameter sekitar 20 cm. Ikat ujung tali dengan simpul yang kuat. Anda dapat melilitkan tali dengan benang atau kain untuk membuatnya lebih cantik.
- Keenam, ikat tali yang menggantung bambu ke lingkaran tali dengan jarak yang sama. Pastikan bambu terpusat di tengah lingkaran. Anda dapat menambahkan hiasan seperti manik-manik, kancing, atau daun kering di antara bambu dengan menjahitnya dengan benang dan jarum.
- Ketujuh, buat gantungan dari tali dengan panjang sesuai dengan keinginan Anda. Ikat gantungan ke lingkaran tali dengan simpul yang kuat. Anda dapat menambahkan hiasan di ujung gantungan jika Anda mau.
- Kedelapan, lonceng angin dari bambu siap digantung di tempat yang terkena angin, misalnya di teras, jendela, atau pohon. Nikmati bunyi yang dihasilkan oleh lonceng angin saat ditiup angin.
Lampu Hias dari Bambu, Produk Kerajinan Bernilai Tinggi!
Indonesia yang merupakan salah satu negara penghasil bambu terbesar di dunia harus mulai menerapkan program yang dapat mengoptimalkan pengolahan bambu sehingga komoditas tersebut dapat menjadi salah satu sumber perputaran ekonomi yang dapat menjamin kesejahteraan rakyat. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan membuat kerajinan dari bambu berupa lampu hias yang memiliki nilai jual tinggi.
Lalu bagaimana dengan peluang usahanya?
Nah, pada artikel kali ini, kami akan membahas tentang topik seputar kerajinan lampu hias dari bambu secara lengkap, termasuk dengan peluang usahanya. Oleh karena itu, simak artikel ini hingga akhir, yaa!
Habitat dan Sebaran Bambu
Bambu merupakan salah satu jenis tanaman yang dapat tumbuh di berbagai macam kondisi iklim, mulai dari daerah yang memiliki iklim tropis hingga daerah yang memiliki iklim dingin. Oleh karena itu, bambu dapat kita temukan dengan mudah di mana saja karena habitatnya yang tersebar di seluruh dunia.
Untuk dapat menjaga kelestarian bambu, diperlukan pembudidayaan bambu di seluruh daerah Indonesia. Tanaman ini merupakan jenis tanaman yang sangat mudah untuk dibudidayakan. Hal ini dikarenakan oleh sifat bambu yang dapat tumbuh secara optimal dalam berbagai macam kondisi lahan, baik basah maupun kering.
Jenis bambu yang dapat ditanam pada lahan kering salah satunya adalah kelompok Gigantochloa. Sedangkan untuk jenis yang dapat ditanam pada lahan kering adalah kelompok Bambusa.
Nah, sebelum dapat membudidayakan kedua jenis kelompok bambu tersebut, Anda perlu melewati proses persiapan penanaman terlebih dahulu.
Tahapan persiapan budidaya bambu yang pertama adalah proses pembersihan lahan dari berbagai jenis tumbuhan yang sebelumnya tumbuh di lahan tersebut seperti semak belukar, alang-alang, ataupun tumbuhan yang lainnya.
Bibit bambu yang digunakan biasanya berasal dari stek batang dalam polybag dengan usia sekitar 4 hingga 5 bulan dan memiliki tinggi yang cukup. Jika batang bibit bambu yang akan ditanam dirasa terlalu tinggi, maka pangkas bibit bambu hingga menyisakan tinggi maksimal sekitar 1 meter saja.
Hal ini bertujuan untuk mendapatkan bambu dengan kualitas yang baik. Sehingga, jika bambu akan dijadikan sebagai komoditas perdagangan, bambu tersebut memiliki nilai jual yang lebih tinggi daripada bambu yang tumbuh secara liar.
Memulai Cara Membuat Kerajinan Lampu Hias dari Bambu
Cara yang akan kita bahas kali ini akan menghasilkan lampu hias yang pastinya akan membuat teman-temanmu yang berkunjung ke rumah menanyakan, “Eh kok bagus? Beli di mana??”
Kamu bisa jawab dengan mantap, “Bikin sendiri kok!” Jadi, daripada banyak ba-bi-bu, lebih baik langsung disimak saja langkah-langkah berikut ini:
Bahan Cara Membuat Kerajinan Lampu Hias dari Bambu
Sebelum kita memulai membuat lampu hias-nya, ada baiknya kamu persiapkan lebih dahulu bahan-bahan dan peralatan berikut ini:
- Batang bambu 1-3 meter
- Lampu hemat energi 5 watt dengan warna sesuai selera anda (merah, kuning, putih, biru, dll)
- Kabel lampu secukupnya
- Kuas cat
- Cat warna sesuai selera anda atau pelitur jika anda menginginkan warna natural bambu
- Cat clear
- Semen
- Amplas
- Gunting/cutter
- Gergaji
- Alat Pahat
Cara Membuat Kerajinan Lampu Hias dari Bambu
Kalau bahan-bahannya sudah siap semua, sekarang kita bisa mulai. Perhatikan langkah-langkah berikut dengan seksama ya!
Tags: kerajinan dari lampu