"Toko Mesin Jahit Singer Portable di Solo, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah"
Kelebihan mesin jahit portable
Kelebihan Mesin Portable
Kelebihan mesin jahit portable adalah selain desainnya menarik, juga memiliki fungsi yang lengkap. Desainnya terlihat lebih modern dibandingkan dengan mesin yang manual. Hanya dengan satu mesin, pengguna bisa mendapatkan banyak pola jahitan paling sederhana terdiri dari 6 sampai 8 pola jahit, bahkan ada yang lebih sekitar 400 pola(singer digital).
Selain itu cara menggunakannya sangat mudah dibandingkan dengan mesin jahit manual dengan cara dikayuh atau dinamo luar karna sangat berbahaya.
Mesin jahit ini umumnya dibekali sejumlah kemampuan khusus, seperti:
a. Membuat lubang kancing,
b. Semi obras,
c. Menjahit zigzag
d. Membuat bordir manual
e. Pasang kancing
f. Menjahit resleting
Karena ringan sekitar 7kg - 10 kg, mesin ini mudah dibawa dan dipindahkan kemanapun.
Kelebihan lainnya adalah dari segi listrik yang kecil 70w, lampu LED yang ramah lingkungan,bahan fiber yang tahan banting. Bahkan mesin jahit ini bisa dipindahkan dengan mudah tanpa repot. Jadi tidak heran jika mesin portable dianggap sebagai mesin untuk menjahit yang simple, efektif dan efisien digunakan untuk industry kecil dan kebutuhan rumah tangga.
Cocok digunakan oleh para pemula bahkan anak-anak Smp,Sma dan mahasiswa, karena mudah dioperasikan dan digunakan dengan praktis dan bisa dijadikan peralatan untuk belajar menjahit.
Info : 0821 3824 8228 / 0857 2643 1415
Gunung Sepikul
Khusus untuk Anda yang hobi trekking atau pun ingin menikmati indahnya pemandangan alam Kab. Sukoharjo dari atas ketinggian, Anda dapat berkunjung ke tempat wisata di Sukoharjo yang satu ini.
Namanya adalah Gunung Sepikul dan lokasinya ada di Daerah Tiyaran, Bulu, Kab. Sukoharjo, Jawa Tengah.
Di sini Anda dapat menikmati indahnya pemandangan alam dan udara sejuk khas daerah dataran tinggi.
Walaupun berstatus sebagai “gunung”, namun sejatinya tempat ini lebih mirip seperti sebuah bukit. Lama proses pendakiannya pun juga terbilang sebentar yaitu kurang dari 1 jam perjalanan (untuk pemula) dengan medan pendakian ringan (level pemula).
Bagi Anda yang hobi berkemah, Gunung Sepikul juga sangat pas untuk dijadikan sebagai spot untuk mendirikan tenda kemah lho! Terutama jika Anda ingin menikmati indahnya panorama sunrise di pagi hari (jika ingin berkemah Anda harus minta ijin ke pihak pengelola).
Dibuka setiap hari dari mulai pukul 5 pagi sampai dengan pukul 6 sore, Gunung Sepikul bisa dimasuki dengan membayar uang tiket masuk sebesar 2 ribu rupiah untuk sepeda motor dan 5 ribu rupiah untuk mobil.
Satu hal yang harus Anda ingat, kendaraan bermotor hanya bisa digunakan sampai ke titik awal pendakian gunung saja.
Sejarah [ sunting | sunting sumber ]
Pasca Perang Jawa (1825-1830), pemerintah Hindia Belanda makin memperketat keamanan untuk mencegah terulangnya pemberontakan. Kondisi masyarakat Jawa yang semakin miskin mendorong terjadinya tindak kejahatan (pidana) di berbagai tempat. Menghadapi hal itu pemerintah kolonial menekan raja Surakarta dan Yogyakarta agar menerapkan hukum secara tegas. Salah satunya dengan membentuk lembaga hukum yang dilengkapi dengan berbagai pendukung. Di Kasunanan Surakarta dibentuk lembaga Pradata Gedhe, yakni pengadilan kerajaan yang menjadi pusat penyelesaian semua perkara. Lembaga ini dipimpin oleh Raden Adipati (Patih) di bawah pengawasan Residen Surakarta. Dalam pelaksanaannya, Pradata Gedhe mengalami kesulitan karena volume perkara yang sangat besar. Sunan Pakubuwono dan Residen Surakarta memandang perlu melimpahkan sebagian perkara kepada pemerintah daerah. Mereka sepakat membentuk pengadilan di tingkat kabupaten yang diberi nama Pradata Kabupaten. [butuh rujukan]
Pada tanggal 16 Februari 1874, Sunan Pakubuwono IX dan Residen Surakarta, Keucheneus, membuat perjanjian pembentukan Pradata Kabupaten untuk wilayah Klaten, Boyolali, Ampel, Kartasura, Sragen dan Larangan. Surat perjanjian tersebut disahkan pada hari Kamis tanggal 7 Mei 1874, Staatsblad nomor 209. Pada Bab I surat perjanjian, tertulis sebagai berikut:
Ing Kabupaten Klaten, Ampel, Boyolali, Kartasura lan Sragen, apadene ing Kawedanan Larangan kadodokan pangadilan ingaranan Pradata Kabupaten. Kawedanan Larangan saikiki kadadekake kabupaten ingaranan Kabupaten Sukoharjo. (Di Kabupaten Klaten, Ampel, Boyolali, Kartasura dan Sragen, dan juga Kawedanan Larangan dibentuk pengadilan yang disebut Pradata Kabupaten. Kawedanan Larangan sekarang dijadikan kabupaten dengan nama Kabupaten Sukoharjo).
Berdasarkan surat perjanjian tersebut sekarang ditetapkan bahwa Kamis, 7 Mei 1874 menjadi tanggal berdirinya Kabupaten Sukoharjo, yang sebelum itu bernama Kawedanan Larangan. Pada era kemerdekaan atau Pemerintahan Hari Lahir Kabupaten Sukoharjo dengan adanya Penetapan Pemerintah No.16/SD, tepatnya pada hari / tanggal Senin Pon, 15 Juli 1946 dan juga adanya pembentukan Pemerintah Daerah di karesidenan Surakarta, pada Minggu Wage, 16 Juni 1946.
Tags: jahit mesin toko portable singer jawa solo