Mengenal Hifa - Inspirasi Benang Jamur dalam Kerajinan Tangan1 / 2
Klasifikasi Fungi/Jamur
Pengelompokkan fungi terbagi dari empat filum, seperti Zygomycota (hifa koenositik), dan fungi bersepta, seperti Ascomycota, Basidiomycota, dan Deuteromycota.
1. Zygomycota
Ciri-ciri Zygomycota:
Reproduksi Zyogomycota
Terdapat dua tipe miselium yang berbeda akan saling berfusi, yaitu miselium + dan miselium -. Miselium yang bersebelahan membentuk perluasan hifa atau disebut gametangium yang membawa nukleus haploid. Gametangium yang saling berdekatan membentuk zigosporangium dalam proses plasmogami. Ketika keadaan lingkungan menguntungkan, terjadi kariogami membentuk nukleus diploid, dilanjutkan dengan proses meiosis. Zigosporangium yang bergeminasi berubah menjadi sporangium. Sporangium menyebarkan spora haploid dan terbentuk miselium haploid baru. Kelompok Pilobolus dapat membidikkan sporangium ke arah cahaya matahari dan menyebarkan dalam semburan air sejauh 2 m.
Spora dari sporangium tumbuh menjadi miselium baru dan membentuk sporangium tanpa proses seksual. Reproduksi aseksual lainnya seperti pemutusan hifa pada stolon atau rizoid membentuk individu baru. Siklus reproduksi zygomycota dapat dilihat pada Gambar 3.
Gambar 3. Siklus Reproduksi Zygomycota
Sumber gambar: Urry dkk. 2017: 660
Contoh Zygomycota: Rhizopus oryzae (untuk pembuatan tempe), R. stolonifer, R. oligosporus, Pilobolus (Raven dkk. 2017: 625—626, Urry dkk. 2017: 660—661).
2. Ascomycota
Ciri-ciri Ascomycota:
Reproduksi Ascomycota
Gambar 4. Siklus Reproduksi Ascomycota
Sumber gambar: Urry dkk. 2017: 662
Contoh Ascomycota: Morchella esculenta (morel yang dapat dimakan), Tuber melanosporum sebagai truffle, Neurospora crassa untuk pembuatan oncom (Urry dkk. 2017: 661—662).
Klasifikasi Kingdom Fungi
Kingdom fungi termasuk sebagai satu di antara kingdom makhluk hidup yang cukup besar dan memiliki karakteristik berbeda-beda. Ada lebih dari 50.000 spesies fungi yang ada di dunia ini. Karena jumlah spesiesnya sangat banyak, ada ilmu khusus untuk mempelajari tentang fungi atau jamur yang disebut Mikologi. Istilah Mikologi berasal dari bahasa Yunani “mykos”, yang berarti cendawan atau jenis jamur berbentuk payung.
Jika dilihat sekilas, struktur fungi memang terlihat seperti tumbuhan, Pahamifren. Namun, fungi bukanlah tumbuhan karena tidak memiliki klorofil sehingga tidak dapat menghasilkan makanan sendiri melalui proses fotosintesis.
Kalau dilihat dari cara jamur mendapatkan makanan, jamur justru cenderung seperti kingdom animalia atau hewan yang memiliki sifat heterotrof, yaitu mendapatkan makanan dari sumber maupun organisme lain. Jadi, bisa dibilang, fungi bukan termasuk hewan maupun tumbuhan, namun ada beberapa karakteristik pada fungi yang terdapat juga di tumbuhan maupun hewan.
Simbiosis Fungi
Jika pernah melihat lumut kerak yang menempel pada pohon pinus, itu merupakan salah satu bentuk simbiosis jamur. Lalu, seperti apa saja simbiosis pada fungi? Di bawah ini adalah ulasannya:
1. Lichenes
Lichenes (lumut kerak) adalah satu bentuk simbiosis antara fungi dan ganggang. Jamur yang bersimbiosis dinamakan mikobion, sementara itu ganggang yang bersimbiosis dinamakan fikobion.
Hingga saat ini dikenal lebih dari 18.000 jenis lichenes atau lumut kerak yang tersebar luas di berbagai habitat, seperti bebatuan, kulit pohon, dan bahkan di atas tanah.
Lichenes kerap kali disebut dengan organisme perintis karena dapat hidup di mana organisme lain tidak bisa hidup. Reproduksinya berupa aseksual dengan membentuk soredia dan fragmentasi.
2. Mikoriza
Mikoriza adalah salah satu istilah yang sering digunakan dalam penyebutan fungi yang bersimbiosis dengan akar tanaman. Selain itu, mikoriza termasuk dalam simbiosis mutualisme.
Pasalnya, fungi mendapat zat organik serta nutrisi dan tanaman mendapatkan unsur hara serta air. Terdapat dua jenis mikoriza, yakni ektomikoriza dan juga endomikoriza.
Ektomikoriza adalah ketika hifa fungi hanya dapat hidup di daerah permukaan akar. Sementara itu, endomikoriza adalah ketika hifa jamur menembus akar dan dapat masuk ke jaringan korteks.
Peranan Jamur dalam Kehidupan
Setiap makhluk hidup pasti memiliki peranannya masing-masing dalam kehidupan, termasuk kingdom fungi ini. Beberapa peranan jamur dalam kehidupan yaitu sebagai bahan makanan, obat-obatan, dan sebagai dekomposer. Sayangnya, peranan jamur juga tidak selalu bermanfaat, Pahamifren. Jamur juga bisa menjadi agen deteriorasi dan menyebabkan penyakit. Simak penjelasan lengkapnya berikut ini:
Jamur Sebagai Bahan Makanan
Seperti yang kamu tahu, beberapa jenis jamur bisa kita makan. Misalnya, jamur enoki, shitake, jamur tiram, jamur kancing, truffle, dan masih banyak lagi. Selain bisa dimakan langsung, jamur juga mengubah bahan makanan menjadi jenis makanan lain.
Misalnya, jamur Mucor javanicus. Jamur ini mengubah singkong menjadi makanan fermentasi seperti tape. Berkat jamur ini nih, kamu bisa merasakan tekstur tape yang lunak dan rasanya manis, Pahamifren.
Jamur Sebagai Obat
Enggak cuma dikonsumsi sebagai makanan saja, jamur juga bisa menjadi obat-obatan. Contohnya, jamur Penicillium chrysogenum. Jamur ini menghasilkan antibiotik yang dikenal dengan penisilin. Antibiotik yang dihasilkan jamur ini menghambat pertumbuhan bakteri, terutama bakteri penyebab penyakit.
Cara kerja penisilin dengan cara merusak dinding sel bakteri. Saat dinding selnya rusak, bakteri bisa pecah dan mati. Jadi, enggak bisa membuat infeksi tubuh lagi deh. Keren ya, peran jamur yang satu ini!
Jamur Sebagai Dekomposer
Jamur juga bermanfaat untuk ekosistem, lho. Jamur berperan menjadi pengurai sisa-sisa makhluk hidup yang sudah mati, atau bahasa kerennya dekomposer, Pahamifren. Mulai daun-daun kering, batang pohon yang mati, bangkai hewan, hingga kotoran hewan terurai dengan bantuan jamur.
Tags: benang yang