... It looks like your message didn't come through. Could you please try sending it again?

Mengenal Hifa - Inspirasi Benang Jamur dalam Kerajinan Tangan1 / 2

Reproduksi Fungi/Jamur

Reproduksi fungi terbagi menjadi aseksual dan seksual. Reproduksi aseksual umumnya terjadi pada kelompok khamir dan sebagian kelompok fungi lainnya. Reproduksi aseksual terbagi menjadi pembentukan spora secara aseksual (dengan mitosis), terpisahnya miselium, dan terpisahnya sel tunas pada khamir. Kelompok fungi yang memiliki reproduksi aseksual tetapi belum diketahui siklus reproduksi seksual digolongkan dalam deuteromycota (dalam Bahasa Yunani, deutero “kedua” dan mycete “jamur”) (Urry dkk. 2017: 655).

Reproduksi seksual dimulai dari penyatuan hifa fungi yang bersifat haploid. Ketika hifa yang berbeda saling bertemu, terjadi fusi membentuk plasmogami. Uji kompatibilitas pada fungi berfungsi mencegah hifa saling berfusi dengan hifa dari miselium yang sama dan meningkatkan variasi genetik. Plasmogami yang terbentuk merupakan penyatuan sitoplasma dari dua miselium yang berbeda.

Ketika terjadi plasmogami, umumnya nukleus dari masing-masing hifa sebelumnya tidak langsung berfusi, sehingga miselium tersebut disebut miselium heterokarion, yang terdiri dari dua atau lebih nukleus yang berbeda. Proses selanjutnya yaitu peleburan nukleus-nukleus yang berbeda membentuk miselium diploid, disebut kariogami. Kariogami menghasilkan zigot dan berkembang ke tahap meiosis membentuk sel haploid, menghasilkan pembentukan spora sebagai bibit baru penyebaran fungi (Urry dkk. 2017: 656). Proses reproduksi seksual dan aseksual fungi dapat dilihat pada Gambar 2.

Gambar 2. Siklus Reproduksi Fungi
Sumber gambar: Urry dkk. 2017: 656

Simbiosis Fungi

Jika pernah melihat lumut kerak yang menempel pada pohon pinus, itu merupakan salah satu bentuk simbiosis jamur. Lalu, seperti apa saja simbiosis pada fungi? Di bawah ini adalah ulasannya:

1. Lichenes

Lichenes (lumut kerak) adalah satu bentuk simbiosis antara fungi dan ganggang. Jamur yang bersimbiosis dinamakan mikobion, sementara itu ganggang yang bersimbiosis dinamakan fikobion.

Hingga saat ini dikenal lebih dari 18.000 jenis lichenes atau lumut kerak yang tersebar luas di berbagai habitat, seperti bebatuan, kulit pohon, dan bahkan di atas tanah.

Lichenes kerap kali disebut dengan organisme perintis karena dapat hidup di mana organisme lain tidak bisa hidup. Reproduksinya berupa aseksual dengan membentuk soredia dan fragmentasi.

2. Mikoriza

Mikoriza adalah salah satu istilah yang sering digunakan dalam penyebutan fungi yang bersimbiosis dengan akar tanaman. Selain itu, mikoriza termasuk dalam simbiosis mutualisme.

Pasalnya, fungi mendapat zat organik serta nutrisi dan tanaman mendapatkan unsur hara serta air. Terdapat dua jenis mikoriza, yakni ektomikoriza dan juga endomikoriza.

Ektomikoriza adalah ketika hifa fungi hanya dapat hidup di daerah permukaan akar. Sementara itu, endomikoriza adalah ketika hifa jamur menembus akar dan dapat masuk ke jaringan korteks.

Peranan Jamur dalam Kehidupan

Setiap makhluk hidup pasti memiliki peranannya masing-masing dalam kehidupan, termasuk kingdom fungi ini. Beberapa peranan jamur dalam kehidupan yaitu sebagai bahan makanan, obat-obatan, dan sebagai dekomposer. Sayangnya, peranan jamur juga tidak selalu bermanfaat, Pahamifren. Jamur juga bisa menjadi agen deteriorasi dan menyebabkan penyakit. Simak penjelasan lengkapnya berikut ini:

Jamur Sebagai Bahan Makanan

Seperti yang kamu tahu, beberapa jenis jamur bisa kita makan. Misalnya, jamur enoki, shitake, jamur tiram, jamur kancing, truffle, dan masih banyak lagi. Selain bisa dimakan langsung, jamur juga mengubah bahan makanan menjadi jenis makanan lain.

Misalnya, jamur Mucor javanicus. Jamur ini mengubah singkong menjadi makanan fermentasi seperti tape. Berkat jamur ini nih, kamu bisa merasakan tekstur tape yang lunak dan rasanya manis, Pahamifren.

Jamur Sebagai Obat

Enggak cuma dikonsumsi sebagai makanan saja, jamur juga bisa menjadi obat-obatan. Contohnya, jamur Penicillium chrysogenum. Jamur ini menghasilkan antibiotik yang dikenal dengan penisilin. Antibiotik yang dihasilkan jamur ini menghambat pertumbuhan bakteri, terutama bakteri penyebab penyakit.

Cara kerja penisilin dengan cara merusak dinding sel bakteri. Saat dinding selnya rusak, bakteri bisa pecah dan mati. Jadi, enggak bisa membuat infeksi tubuh lagi deh. Keren ya, peran jamur yang satu ini!

Jamur Sebagai Dekomposer

Jamur juga bermanfaat untuk ekosistem, lho. Jamur berperan menjadi pengurai sisa-sisa makhluk hidup yang sudah mati, atau bahasa kerennya dekomposer, Pahamifren. Mulai daun-daun kering, batang pohon yang mati, bangkai hewan, hingga kotoran hewan terurai dengan bantuan jamur.

Pengertian Fungi

Jamur merupakan jenis organisme eukariotik dan termasuk dalam Kingdom Fungi. Selain itu, jamur berkembang biak dengan 2 cara, yakni secara aseksual dan seksual.

Jamur dapat hidup di tempat yang lembab, air tawar maupun air laut, tempat yang asam, serta bersimbiosis dengan ganggang sehingga tercipta lumut. Kemudian, jamur tidak memiliki klorofil, bersifat heterotrof, dan dinding selnya mengandung kitin, yakni komponen utama penyusun dinding sel jamur.

Nah, sifat heterotrof pada jamur artinya jamur tidak dapat memproduksi makanannya sendiri. Jadi, jamur hanya mengandalkan hidup dengan menyerap nutrisi dari organisme lainnya.

Cara hidup jamur bervariasi, misalnya melakukan simbiosis mutualisme. Artinya, organisme lain akan diserap oleh jamur untuk memperoleh makanan. Kemudian, jamur akan dapat menghasilkan zat tertentu yang berguna untuk simbionnya.


Tags: benang yang

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia