Mengenal Hifa - Inspirasi Benang Jamur dalam Kerajinan Tangan1 / 2
Struktur Tubuh dan Bentuk Jamur
Struktur Tubuh
Struktur vegetatif jamur berbentuk filamen panjang bercabang seperti benang yang disebut hifa. Hifa jamur memanjang bercabang-cabang dan berjalinan membentuk miselium.
Miselium ini berfungsi untuk meningkatkan luas penyerapan pada jamur. Pada jenis jamur tertentu hifanya terpisah oleh sekat/ ruang antarsel yang disebut septum.
Beberapa tipe struktur hifa pada jamur yaitu sebagai berikut:
- Hifa yang tidak bersekat (hifa aseptat), yaitu hifa yang tidak mempunyai sekat, sehingga antara inti satu dan yang lain tidak dilapisi sekat/ membran. Hifa semacam itu disebut soenositik.
- Hifa bersekat inti tunggal (hifa septat uninukleus), yaitu hifa dengan sel yang berinti tunggal. Sekat membagi hifa menjadi ruang-ruang dengan setiap ruang memiliki satu inti.
- Hifa bersekat berinti banyak (hifa septat multinukleus), yaitu hifa dengan sel yang berinti banyak. Sekat membagi hifa menjadi ruang-ruang dengan sel berinti banyak.
Bentuk Jamur
Jamur memiliki bentuk tubuh yang bervariasi. Misalnya ada yang berbentuk benang (filamen), ada yang berbentuk bulat, dan ada yang berbentuk tubuh buah pada jamur multiseluler.
Tubuh buah jamur mempunyai bentuk yang beraneka ragam yaitu seperti mangkuk, kuping, payung, setengah lingkaran, atau bulat. Tubuh buah jamur berukuran makrokospis.
Biologi Kelas 10: Klasifikasi Kingdom Fungi (Jamur), Struktur Dan Peranannya Pada Kehidupan
Pahamifren, siapa di antara kamu suka makan jamur? Kamu tentunya sudah tidak asing dengan jenis-jenis jamur yang bisa dimakan. Misalnya, jamur enoki, jamur shitake, atau bahkan jamur truffle yang harganya sangat mahal itu. Ternyata, jamur-jamur tersebut bukan termasuk jenis tumbuhan, lho. Semua jenis jamur yang ada di dunia ini masuk dalam klasifikasi kingdom fungi.
Jamur tidak memiliki klorofil seperti tumbuhan. Itulah sebabnya jamur menjadi klasifikasi makhluk hidup baru bernama fungi. Nah, Pada materi Biologi kelas 10 ini, Mipi mau mengajak kamu membahas tentang Klasifikasi Kingdom Fungi dan Struktur Tubuh Jamur. Baca artikel ini sampai selesai, ya.
Klasifikasi Fungi
Jamur memiliki empat divisi yang dibagi berdasarkan cara reproduksi seksualnya. Adapun penjelasan mengenai klasifikasi fungi yakni sebagai berikut:
1. Zygomycota
Zygomycota adalah jamur hitam yang biasa ditemukan pada roti atau yang bernama Rhizopus sp. Hampir semua zygomycota habitatnya di darat dan hidup sebagai saprofit.
Tubuhnya memiliki banyak sel dan berbentuk hifa yang tidak bersekat. Zygomycota dapat terjadi secara seksual yang menghasilkan zigospora dan juga aseksual dengan perkecambahan spora.
Adapun contoh dari Zygomycota adalah:
- Murcor mucedo, yang biasanya bisa kamu temukan di kotoran hewan dan juga roti busuk,.
- Murcor javanicus, yang ada pada ragi tapai.
- Rhizopus sp. yang ada pada ragi tempe.
2. Ascomycota
Sementara itu, divisi fungsi yang satu ini memiliki reproduksi seksual dengan membuat askospora dalam askus dimana bentuknya ini menyerupai kantung. Umumnya, hifa dari ascomycota memiliki inti tunggal atau monokariotik dan seluruh selnya dipisahkan dengan septa.
Ascomycota hidup sebagai parasit dan juga saprofit serta bersifat unisel dan multiseluler. Kemudian, beberapa diantaranya dapat bersimbiosis dengan ganggang hijau biru maupun ganggang hijau bersel satu.
Beberapa contoh dari Ascomycota yaitu:
- Aspergillus oryzae, yang biasanya digunakan untuk mengempukkan adonan roti.
- Penicillum notatum, yaitu jamur yang digunakan dalam pembuatan antibiotik penisilin.
- Candidaalbicans, jamur yang menyebabkan infeksi pada kulit, mulut, dan kuku.
3. Basidiomycota
Divisi fungi yang satu ini amat mudah dikenali karena umumnya memiliki badan buah, seperti kuping ataupun payung. Jamur yang berukuran makroskopis ini berkembangbiak aseksual dengan membentuk spora di atas sel.
Klasifikasi Kingdom Fungi
Kingdom fungi termasuk sebagai satu di antara kingdom makhluk hidup yang cukup besar dan memiliki karakteristik berbeda-beda. Ada lebih dari 50.000 spesies fungi yang ada di dunia ini. Karena jumlah spesiesnya sangat banyak, ada ilmu khusus untuk mempelajari tentang fungi atau jamur yang disebut Mikologi. Istilah Mikologi berasal dari bahasa Yunani “mykos”, yang berarti cendawan atau jenis jamur berbentuk payung.
Jika dilihat sekilas, struktur fungi memang terlihat seperti tumbuhan, Pahamifren. Namun, fungi bukanlah tumbuhan karena tidak memiliki klorofil sehingga tidak dapat menghasilkan makanan sendiri melalui proses fotosintesis.
Kalau dilihat dari cara jamur mendapatkan makanan, jamur justru cenderung seperti kingdom animalia atau hewan yang memiliki sifat heterotrof, yaitu mendapatkan makanan dari sumber maupun organisme lain. Jadi, bisa dibilang, fungi bukan termasuk hewan maupun tumbuhan, namun ada beberapa karakteristik pada fungi yang terdapat juga di tumbuhan maupun hewan.
Peranan Jamur dalam Kehidupan
Setiap makhluk hidup pasti memiliki peranannya masing-masing dalam kehidupan, termasuk kingdom fungi ini. Beberapa peranan jamur dalam kehidupan yaitu sebagai bahan makanan, obat-obatan, dan sebagai dekomposer. Sayangnya, peranan jamur juga tidak selalu bermanfaat, Pahamifren. Jamur juga bisa menjadi agen deteriorasi dan menyebabkan penyakit. Simak penjelasan lengkapnya berikut ini:
Jamur Sebagai Bahan Makanan
Seperti yang kamu tahu, beberapa jenis jamur bisa kita makan. Misalnya, jamur enoki, shitake, jamur tiram, jamur kancing, truffle, dan masih banyak lagi. Selain bisa dimakan langsung, jamur juga mengubah bahan makanan menjadi jenis makanan lain.
Misalnya, jamur Mucor javanicus. Jamur ini mengubah singkong menjadi makanan fermentasi seperti tape. Berkat jamur ini nih, kamu bisa merasakan tekstur tape yang lunak dan rasanya manis, Pahamifren.
Jamur Sebagai Obat
Enggak cuma dikonsumsi sebagai makanan saja, jamur juga bisa menjadi obat-obatan. Contohnya, jamur Penicillium chrysogenum. Jamur ini menghasilkan antibiotik yang dikenal dengan penisilin. Antibiotik yang dihasilkan jamur ini menghambat pertumbuhan bakteri, terutama bakteri penyebab penyakit.
Cara kerja penisilin dengan cara merusak dinding sel bakteri. Saat dinding selnya rusak, bakteri bisa pecah dan mati. Jadi, enggak bisa membuat infeksi tubuh lagi deh. Keren ya, peran jamur yang satu ini!
Jamur Sebagai Dekomposer
Jamur juga bermanfaat untuk ekosistem, lho. Jamur berperan menjadi pengurai sisa-sisa makhluk hidup yang sudah mati, atau bahasa kerennya dekomposer, Pahamifren. Mulai daun-daun kering, batang pohon yang mati, bangkai hewan, hingga kotoran hewan terurai dengan bantuan jamur.
Tags: benang yang