Mengenal Tukang Jahit Pekanbaru dalam Dunia Kerajinan Tangan dan DIY
Strategi Usaha
Untuk mampu bertahan dan bersaing dengan produk pakaian jadi memang bukan hal mudah, namun pengusaha jasa jahitan baju harus terus berinovasi agar tetap menghasilkan keuntungan, berikut cara inovasi yang dapat dilakukan untuk bertahan dalam persaingan.
Berapa modal awal yang bisa dipakai untuk membuka jasa jahitan? Mari kita sama-sama mencoba menganalisisnya.
Beberapa harga di atas diambil untuk harga produk termurah. Seperti mesin jahit, itu diambil harga yang paling murah (merek Butterfly). Memakai mesin jahit ini risikonya capek, berbeda dengan mesin jahit listrik. Namun, bisa disiasati dengan menambah dinamo, jadi tenaga kaki tidak sepenuhnya dikeluarkan, tetapi dibantu dinamo. Variasi harganya (bergantung merek dan fasilitas), misalnya mesin jahit listrik, bisa mencapai tiga juta rupiah, bahkan ada yang sampai Rp 6-7 juta. Begitu pun dengan mesin obras yang lebih mahal dari mesin jahit.
Bila dana kurang dari itu, mesin obras sementara bisa dihilangkan dari modal awal. Risikonya harus membawa bahan ke tempat obras. Tentu ini sedikit merepotkan dan mungkin menghambat penyelesaian pekerjaan.
"Apa kelemahan usaha permak levis ini bang izal?"
Kalau ada sisi kelebihan, tentu juga ada sisi kelemahannya. Begitu pula dengan usaha permak levis ini. Kelemahan yang paling utama sekali adalah sangat minimnya saat ini sumber daya manusia dibidang jahit-menjahit ini. Sehingga jika dikelola sendirian, kita akan kewalahan, apalagi ketika banjir orderan di momen bulan puasa dan menjelang lebaran.
Ada sebagian tukang permak pakaian/jeans/levis yang terpaksa menolak orderan ketika sudah dekat waktunya lebaran. Mereka khawatir nanti tidak bisa menyelesaikannya, sehingga membuat para pelanggan kecewa.
Jadi buat anak-anak muda yang kebetulan sedang menganggur karena sulitnya mendapatkan pekerjaan (setiap melamar selalu belum beruntung/ditolak), maka usaha permak pakaian ini adalah salah satu alternatif peluang usaha yang cukup menjanjikan.
Namun karena faktor spesialisasi inilah yang membuat 'runtuh' dan berakhirnya era penjahit tailor, kemudian berganti menjadi usaha permak pakaian/jeans/levis.
Apa penyebab keruntuhannya?
Mari kita flashback sejenak kebelakang, yaitu pada era tahun 50an - 80an silam.
Era tahun 50an hingga tahun 70an adalah masa-masa keemasan profesi penjahit tailor.
Saat itu disetiap pasar tradisional ataupun disepanjang jalan-jalan strategis pasti akan mudah ditemukan orang yang menjalani profesi ini. Salah satu dari sekian banyak orang itu adalah kakek saya (pada era tahun 60-70an), dan kemudian digantikan oleh ayah saya (era tahun 80an - sekarang).
Ganteng beud dah! ☺
Orang-orang dulu memang necis dan punya selera tinggi dalam hal bergaya. hehehe ☺☺☺
Jadi karena pakaian semi formal menjadi trend anak-anak muda ketika itu, sehingga wajar kalau saat itu menjadi masa kejayaan penjahit tailor. Selain itu, pada tahun 50an - 70an itu sangat jarang sekali ada mall dan supermarket, yang notabene biasanya menjadi tempat pusat penjualan pakaian santai (kasual) seperti baju kaos dan celana jeans. Kalaupun ada, hanya tersedia dipusat kota-kota besar seperti dijakarta. Jumlahnya pun masih bisa dihitung dengan jari.
Gaya pakaian yang sedang nge-hits pada saat era tahun 80an itu adalah baju kaos oblong (bagian lengan digulung hingga bahu), dipadu dengan celana jeans model baggy (bagian bawahnya sangat pas sekali dengan ukuran mata kaki).
Saking sempitnya, sehinggga ketika ingin memakai celana tersebut, kaki harus dipasang plastik kresek dulu. Maksudnya supaya licin sehingga bagian bawah celananya bisa masuk/melewati tumit.
Memulai usaha.
Tahap – tahap yang harus dilalui ketika anda ingin memulai usaha menjahit, adalah :
- Mengasah skill di bidang jahit-menjahit. Sekarang banyak dibuka kursus menjahit dari tingkat dasar, menengah, lanjutan, hingga mahir. Bahkan untuk menjadi desainer pun ada sekolah khusus. Bila perlu, lengkapi terus skill dan keterampilan Anda dengan pengetahuan yang berkaitan dengan dunia menjahit, seperti kursus menyulam (sulam pita, sulam benang, payet, dan lain-lain). Dengan demikian, akan banyak variasi dan desain yang bisa Anda hasilkan.
- Menyiapkan alat, seperti mesin jahit, mesin obras (bila dana terbatas, untuk sementara bisa mengobras di tempat lain), gunting, meteran, penggaris, jarum, dan benang.
- Mencari tempat usaha. Berbeda dengan usaha lain yang bisa dipasarkan dengan direct selling, untuk membuka jasa jahitan akan lebih baik bila mangkal di suatu tempat agar konsumen mudah mendatangi tempat tersebut. Memang, untuk mencari orderan bisa dari mulut ke mulut atau lewat teman-teman dekat, tetapi produksi tetap harus mangkal di suatu tempat. Cari tempat usaha yang jauh dari toko yang menjual pakaian jadi. Namun, kalau dekat toko bahan tidak masalah, mungkin malah bisa menarik konsumen dari pembeli bahan di sana.
- Buat papan nama besar atau mencolok di depan toko agar mudah dikenali
"Nah, ilmu sudah kita dapatkan nih bang izal. tapi modal untuk membuka usahanya masih belum cukup nih, gimana donk, ada solusi lagi nggak?" ☺☺☺
Walaaaaah kok kagak abis-abis sih masalahnye? Wkwkwkwkwk 😕😕😕
Baiklah. kalau kondisinya seperti itu, masih ada jalan keluarnya kok. asalkan kita punya tekad kuat dan mau bekerja keras. Caranya yaitu dengan menjadi tukang permak pakaian/jeans/levis keliling. Saya yakin pasti teman-teman pernah melihat usaha kreatif yang satu ini. Modalnya hanya sebuah gerobak gowes yang dirancang sedemikian rupa dan berisi mesin jahit didalamnya.
Usaha kreatif ini rezekinya ada saja lho teman-teman, saya sering melihat usaha permak keliling ini pasti ada saja orang yang menggunakan jasanya. Nah, permak keliling ini dapat teman-teman tempuh sebagai sarana batu loncatan untuk mengumpulkan modal. Nanti kalau modalnya sudah cukup terkumpul, barulah kita buka kios permak pakaian. Jadi usahanya sudah menetap, tidak keliling lagi. hehehe ☺
Demikianlah, selama ada kemauan kuat, tidak ada yang mustahil, pasti akan selalu ada jalannya!
Akhirnya rampung juga saya tulis artikel tentang runtuhnya era penjahit tailor, dan bertransformasi menjadi usaha permak pakaian/jeans/levis.
Artikel kali ini termasuk dalam kategori artikel peluang usaha.
Jika teman-teman menyukai isi artikel ini, silahkan di share ulang agar dapat dibaca dan bermanfaat pula untuk rekan-rekan kita yang lainnya. Dan untuk saya, cukuplah amal jariyah sebagai balasannya, Aammiin.
Semoga sukses selalu untuk teman-teman semua.
Penulis by : Bang izal.
Bang izal Saya Seorang Praktisi Bisnis Mainan. Sangat hobi menulis dan suka berdiskusi. Saya ingin sekali saling berbagi ilmu, dan pengalaman, dengan teman-teman semua melalui blog ini.
Tags: jahit