... Panduan Macrame Hiasan Dinding: Cara Membuat Dekorasi Kreatif DIY

Panduan Mudah Membuat Hiasan Dinding Macrame - Tutorial DIY yang Memukau

10 Kreasi Desain Macrame Wall Hanging

Source : Freepik

Berikut adalah 10 ide dekorasi elegan seni macrame wall hanging yang dapat Kamu coba untuk memberikan sentuhan segar pada tampilan ruangan rumah.

1. Macrame Basic untuk Pemula

Jika Kamu belum pernah mencoba seni macrame sebelumnya, mulailah dengan kreasi yang sederhana. Kamu bisa membuat simpul dasar seperti simpul datar dan simpul ikat.

Coba buat sebuah macrame wall hanging dengan satu motif dasar, misalnya, lingkaran atau segitiga, untuk mempraktikkan keterampilan Kamu.

2. Variasi Warna Tali

Jangan takut untuk bereksperimen dengan warna tali. Gunakan beberapa warna tali yang berbeda untuk menciptakan efek visual yang menarik.

Kamu bisa memilih warna-warna lembut dan netral untuk kesan yang tenang, atau warna-warna cerah untuk tampilan yang penuh semangat.

3. Macrame dengan Ranting Kayu

Tambahkan elemen alami pada kreasi macrame Kamu dengan menggunakan ranting kayu sebagai hiasan. Ranting kayu dapat dijadikan penggantung macrame wall hanging atau digunakan sebagai tonggak pada bagian bawahnya. Ini memberikan nuansa organik dan sentuhan alamiah pada desain.

4. Macrame dengan Hiasan Rumbai

Berikan sentuhan ekstra pada macrame wall hanging dengan menambahkan rumbai di bagian bawahnya. Rumbai memberikan gerakan dan dimensi tambahan pada karya seni.

Kamu bisa menggunakan rumbai dari bahan yang sama dengan tali atau memilih rumbai dari bahan berbeda untuk kontras yang menarik.

5. Kombinasi dengan Keramik atau Kaca

Ciptakan tampilan yang unik dengan menggabungkan seni macrame dengan elemen keramik atau kaca. Kamu bisa menempelkan pot tanaman keramik pada wall hanging atau menambahkan cermin kecil di tengahnya.

Hiasan dinding dari sisa amplop


Hari raya seperti Lebaran, Natal, ataupun Imlek biasanya diisi dengan saling berbagi amplop hari raya atau angpao. Nah, jangan langsung buang amplop-amplop sisa dari acara tersebut. Amplop tersebut dapat digunakan kembali sebagai hiasan dinding di kamar. Cara membuat hiasan dinding dari kertas amplop tak jauh berbeda dengan cara menggantungkan tanaman kering. Anda bisa mulai dengan menyiapkan ranting kayu dan tali tambahan. Lalu, setiap amplop diikat dengan tali dan dipasangkan ke ranting kayu. Buat berjarak dan dua tingkat. Terakhir, gantungkan kayu yang berisi tirai amplop di dinding kamar Anda.

Demikianlah 6 cara membuat hiasan dinding kamar buatan sendiri. Mudah diikuti, bukan? Temukan pula berbagai artikel up to date lainnya seputar arsitektur, desain interior, produk, hingga material bangunan hanya di Archify.

6 Cara Mudah Membuat Hiasan Dinding Kamar Buatan Sendiri

Hiasan dinding merupakan salah satu dekorasi yang tak luput dalam mendesain kamar. Tak perlu beli mahal, Anda bisa mengikuti 6 cara membuat hiasan dinding kamar buatan sendiri dengan bahan yang Anda miliki.

Ada banyak cara untuk membuat kamar tidur terasa nyaman. Selain pencahayaan dan ventilasi udara yang optimal, kesenadaan antara dekorasi dengan konsep desain interior yang diusung dalam kamar juga memegang peranan penting. Hiasan dinding merupakan salah satu dekorasi yang tak luput dalam mendesain kamar. Selain memaksimalkan konsep desain, hiasan dinding juga menambah kecantikan pada visual ruang.

Hiasan dinding sangat beragam, dari yang termahal hingga yang termurah. Buat Anda pemilik bujet minimalis, tak usah cemas dengan mahalnya harga hiasan dinding. Anda bisa mengakalinya dengan cara membuat hiasan dinding kamar buatan sendiri sehingga dana Anda tetap aman dan bisa dialokasikan untuk kebutuhan lainnya. Cara membuat hiasan dinding kamar buatan sendiri tidaklah sulit, hanya perlu menerapkan ide-ide kreatif. Bahan-bahan untuk membuatnya pun simpel, bahkan bisa ditemukan dari barang yang sudah tak terpakai seperti kertas, kain, bunga kering, dan sebagainya.

Yuk, ikuti dan terapkan 6 cara membuat hiasan dinding kamar buatan sendiri ini!

Sejarah Singkat Macrame Wall Hanging

Source : Freepik

Jejak pertamanya dapat ditemukan pada zaman Mesir Kuno dan Suku Bangsa Arab. Pada abad ke-13, seni macrame menyebar ke Spanyol melalui pengaruh Arab, dan pada abad ke-17, ia tiba di Eropa, menemukan popularitasnya dengan mempercantik pakaian dan furniture.

Di era Victoria pada abad ke-19, teknik macrame terus berkembang, menarik minat bangsawan dan masyarakat menengah atas. Namun, ketenarannya mencapai puncaknya pada tahun 1960-an dan 1970-an selama gerakan Hippie, ketika Macrame wall hanging menjadi simbol dari gaya hidup “Boho Chic”.

Karya seni ini kembali populer pada tahun 2010-an dan tetap menjadi salah satu tren dekorasi rumah yang menarik perhatian dengan berbagai motif dan desain yang unik, memberikan sentuhan alami dan artistik pada ruang-ruang modern.

Cara Membuat Makrame Paling Simpel

Nah, sudah tahu kan jenis-jenis tali yang cocok untuk menerapkan cara membuat makrame seperti apa? Sekarang saatnya kamu mengetahui cara membuat makrame yang simple untuk hiasan deh, yuk intip di sini:

  • Tali (bisa memilih jenis katun braid, ukuran 6 mm, 14 buah) Untuk menghasilkan karya dengan ukuran satu meter, biasanya membutuhkan tali kira-kira 5-7 kalinya.
  • Tongkat/ranting kayu besar
  • Gunting
  • Meteran
(Baca Juga: Tips Menghias Kamar Kos Bergaya Estetik)

Nah, sudah tahu kan bagaimana cara membuat makrame paling simpel? Dengan mempelajari langkah-langkah ini, kamu sendiri tidak hanya bisa mendapatkan kerajinan untuk digunakan sendiri, akan tetapi juga bisa juga untuk dijual.

Ada banyak produk makrame yang sedang disukai, bahkan sedang menjadi tren di kalangan ibu-ibu rumah tangga dan para remaja, untuk menghias ruang tamu dan kamarnya.

Nah, karena banyak peminatnya, kamu pun bisa memanfaatkannya menjadi peluang usaha baru. Adapun beberapa kerajinan makrame, yang bisa kamu jadikan bisnis di antaranya adalah:

  • Wall Hanging (pajangan dinding)
  • Gantungan Pot
  • Tas
  • Gantungan kunci
  • Gelang
  • Sarung bantal/taplak meja/tirai dan lain-lain

Tags: dinding hiasan tutorial

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia