Panduan Mudah Membuat Hiasan Dinding Macrame - Tutorial DIY yang Memukau
Cara membuat hiasan dinding dari kertas tak terpakai
Tak melulu harus membeli hiasan dinding kamar dengan harga yang mahal. Anda bisa memanfaatkan barang-barang di rumah yang sudah tak lagi terpakai untuk dijadikan hiasan dinding, salah satunya kertas tak terpakai. Selain kamar akan terlihat lebih cantik, kertas-kertas juga tak lagi membuat rumah berantakan serta tak sia-sia dibuang begitu saja.
Cara membuat hiasan dinding dari kertas tak terpakai pun tidaklah sulit. Ambilah kertas lalu pilih yang memiliki warna sama atau senada. Kemudian, buatlah bentuk kerucut seperti terompet. Tentukan titik dari dinding yang mau dipasang hiasan, lalu tempelkan kumpulan kertas yang sudah dibuat kerucut pada titik di dinding tersebut. Buat seperti rangkain bunga yang semakin ke luar semakin membesar. Satukan kertas dan tempel dengan double tape. Sangat mudah, bukan, cara membuat hiasan dinding dari kertas tak terpakai ini?
Apa itu Makrame?
Sebelum mencari tahu terkait cara membuat makrame, yang simple dan estetik, yuk kita kenalan dulu sama hiasan rajut yang satu ini.
Makrame sendiri merupakan sebuah kerajinan tangan, yang dibuat menggunakan teknik rajutan, atau keahlian dalam merangkai tali. Adapun simpul utama pada makrame adalah kuadrat atau simpul karang.
Tidak hanya sebagai kerajinan semata, makrame juga digunakan untuk membuat pakaian, syal, handuk, lukisan, lentera, dan hiasan dinding, karena memiliki nilai seni dan manfaat yang menarik.
(Baca Juga: 15 Tanaman Gantung yang Bikin Rumah jadi Cantik)
Kerajinan makrame berasal dari tradisi ikat simpul, para penenun Arab sekitar abad ke-13. Namun, makrame mulai populer di Amerika pada 1970-an.
Hingga kini, akhirnya makrame pun sangat digemari, khususnya bagi masyarakat Indonesia, sebagai hiasan dinding kamar dan ruang tamu.
Biasanya, hiasan makrame digunakan untuk hiasan rumah yang bertemakan gaya bohemian, vintage, rustik, hingga minimalis.
Untuk mendapatkan makrame yang bagus, setidaknya kamu harus membeli dengan harga yang cukup mahal. Yakni sekitar Rp50.000 bahkan hingga juta-an.
Namun, buat kamu yang lagi mencari hiasan makrame dengan harga yang murah, kamu bisa menerapkan sendiri cara membuat makrame simpel di rumah.
Hiasan dinding dari sisa amplop
Hari raya seperti Lebaran, Natal, ataupun Imlek biasanya diisi dengan saling berbagi amplop hari raya atau angpao. Nah, jangan langsung buang amplop-amplop sisa dari acara tersebut. Amplop tersebut dapat digunakan kembali sebagai hiasan dinding di kamar. Cara membuat hiasan dinding dari kertas amplop tak jauh berbeda dengan cara menggantungkan tanaman kering. Anda bisa mulai dengan menyiapkan ranting kayu dan tali tambahan. Lalu, setiap amplop diikat dengan tali dan dipasangkan ke ranting kayu. Buat berjarak dan dua tingkat. Terakhir, gantungkan kayu yang berisi tirai amplop di dinding kamar Anda.
Demikianlah 6 cara membuat hiasan dinding kamar buatan sendiri. Mudah diikuti, bukan? Temukan pula berbagai artikel up to date lainnya seputar arsitektur, desain interior, produk, hingga material bangunan hanya di Archify.
Ketahui Pilihan Tali untuk Membuat Makrame
Sebelum mengetahui cara membuat makrame, ada baiknya kamu ketahui dulu jenis-jenis tali yang biasa digunakan untuk membuat makrame. Yuk intip di sini:
Biasanya, material tali yang digunakan adalah berbahan cotton, nylon, tali rami, polyester, kulit, hingga linen. Namun, jika kamu masih pemula dan ingin belajar cara membuat makrame, bisa menggunakan tali berbahan nylon.
Tali memiliki jenis lilitan, yakni lilitan kepang, tiga lilitan, dan satu lilitan. Untuk jenis lilitan tali bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan, ketika kamu ingin mengaplikasikan cara membuat makrame sendiri.
Jika dilihat dari kekuatannya, tali berbahan kulit, nylon dan rami yang dinilai paling kuat. Biasanya, untuk makrame yang digunakan untuk tali pot gantung, rak gantung, dan lain-lain.
Untuk ukuran tali, biasanya menggunakan satuan ukuran diameter, yang dipakai adalah milimeter (mm).
Jangan asal pilih, agar cara membuat makrame berhasil, pastikan kamu memilih tali yang berdiameter besar.
Selain ukuran diameter tali, panjang tali juga harus diperhatikan. Pastikan disesuaikan dengan dekorasi apa yang akan kamu buat.
Agar leluasa, lebih baik beli satu gulung, sehingga, jika kepanjangan bisa dipotong dan sisanya bisa digunakan kembali.
Jika digunakan untuk hiasan dinding biasa atau hiasan yang langsung bersentuhan dengan kulit, lebih baik gunakan tali yang bertekstur lembut, seperti nilon, sutra, rayon, satin, dan kulit.
Tags: dinding hiasan tutorial