Seni Ukiran Kayu Papua - Keajaiban Kerajinan Jarum dan Proyek DIY
Rumah Adat Asmat
Ada dua macam rumah adat yang digunakan sebagai tempat tinggal oleh Suku Asmat Papua. Yang pertama yaitu Rumah Jew, dibangun demi kepentingan bersama masyarakat setempat. Jadi rumah ini secara khusus digunakan untuk melakukan berbagai macam kegiatan ritual, rapat desa, hingga tempat berkumpulnya para pemuka adat.
Ukurannya cukup besar dengan bentuk memanjang yang memiliki 17 pintu masuk. Jalur masuk di depan pintu rumah memiliki tangga sederhana yang mempunyai lebih dari satu tangga.
Disebut juga sebagai rumah bujang lantaran orang yang tinggal di dalamnya merupakan laki-laki yang belum menikah. Sementara rumah adat dengan ukuran yang lebih kecil disebut Rumah Tysem.
BACA: Suku Kajang Ammatoa, Suku Unik dan Paling Ditakuti dari Sulawesi SelatanRumah Tysem tersebut biasanya ditempatkan di sekitar Rumah Jew, dibuat sebagai tempat tinggal anggota keluarga dengan maksimal tiga kepala keluarga. Mulai dari bapak, ibu, dan anak yang sudah menikah bersama pasangannya.
Suku Asmat Keturunan Dewa Fumeripits
Menurut kepercayaan yang beredar di Papua, Suku Asmat diyakini sebagai keturunan dewa. Yakni Fumeripits yang turun dari dunia ghaib di suatu tempat nan jauh di pegunungan. Ia kemudian turun ke hilir sampai menemukan lokasi yang kini ditinggali oleh orang Asmat hilir.
Selama perjalanan turun, Fumeripits diserang oleh seekor buaya raksasa dan membuat perahunya tenggelam. Meskipun luka parah, Fumeripits berhasil membunuh buaya tersebut sampai dia terdampar di tepi Sungai Asewet.
Seekor burung flamingo pun membantu merawatnya hingga sembuh. Di sana Fumeripits pun membangun rumah berukuran panjang sebagai tempat tinggal, ditambah dua patung untuk menemanisnya supaya tidak kesepian.
Rekomendasi
8 Fakta Unik Palestina: Negara yang Kaya Situs Arkeologi dan Warisan Budaya
Suku Osing, Mengenal Suku Asli Banyuwangi dengan Budaya Santet yang Paling Ditakuti
Kedua patung tersebut diletakkan berjajar di sekitar rumah, dan masyarakat mempercayainya sebagai asal usul Suku Asmat yang ada sampai sekarang.
Seni Ukir: Pengertian, Jenis Motif, dan Fungsinya
Oleh: Ani Rachman, Guru SDN No.111/IX Muhajirin, Muaro Jambi, Provinsi Jambi KOMPAS.com - Pada zaman dahulu, seni ukir dibuat untuk menciptakan simbol-simbol kepercayaan dan pesan pada sebuah ritual. Bahan pembuatan seni ukir tidak hanya dari tanah liat, tetapi berkembang ke bahan lain seperti pelepah daun, kayu, batu, tulang, dan lain-lain. Baca juga: 9 Unsur Seni Rupa Pengertian seni ukir adalah termasuk seni krita yang umumnya digunakan untuk melengkapi serta memperindah sebuah benda. Ukiran merupakan seni yang membentuk gambar hias pada kayu, batu, atau bahan-bahan lain.
Bentuk ukiran dengan bagian-bagian cekung dan cembung yang menyusun suatu gambar yang indah. Ornamen dari ragam hias ini merupakan hasil rangkaian yang berelung-relung, saling menjalin, berulang, dan sambung menyambung sehingga mewujudkan hiasan.
Tags: kayu ukiran