Seni Ukiran Kayu Papua - Keajaiban Kerajinan Jarum dan Proyek DIY
Perbedaan Seni Ukir dan Seni Pahat
Sebelum membahas perbedaan seni ukir dan seni pahat, akan lebih baik jika kita memahami pengertian keduanya. Pengertian seni ukir sudah dijelaskan pada pembahasan sebelumnya.
Seni pahat adalah salah satu cabang snei rupa yang hasil karyanya berupa seni tiga dimensi.
| Perbedaan | Seni Ukir | Seni Pahat |
| Karya Seni | Karya seni yang dihasilkan lebih mengarah pada seni dua dimensi | Menghasilkan karya seni tiga dimensi seperti patung |
| Seni Ukir | Seni ukir menggunakan bidang datar yang dibentuk bagian cembung dan cekung untuk menghasilkan pola seni | Karya seni ukir yang dibuat bisa empat hingga lima dimensi |
Persebaran Suku Asmat
Jumlah orang Suku Asmat sangat banyak, bahkan menjadi suku dengan jumlah anggota terbanyak yang ada di Papua. Itulah kenapa orang-orang suku ini tidak bertempat tinggal di satu tempat saja, namun tersebar di beberapa wilayah.
Ada yang tinggal di daerah pesisir di sekitar Pantai Laut Arafuru sampai pedalaman hutan. Karena dekat dengan sumber mata air dan makanan, mereka yang tinggal di pesisir pantai memiliki kehidupan yang terlihat lebih mudah.
Sedangkan mereka yang tinggal di kawasan Pegunungan Jayawijaya, di tengah hutan belantara, cenderung lebih sulit. Bahkan batu yang ditemukan di jalanan pun dapat menjadi benda berharga sebagai mas kawin.
Itu karena sulit untuk menemukan batu di hutan belantara yang berupa rawa-rawa. Sehingga batu pun dinilai memiliki banyak manfaat untuk kehidupan sehari-hari. Selain digunakan sebagai mas kawin, batu ini juga dimanfaatkan untuk membuat kapak maupun berbagai peralatan bertahan hidup lainnya.
Pengertian Seni Ukir
Kata ” ukir” berasal dari bahasa Inggris yang berarti “carving” artinya ukiran. Dalam bahasa Inggris mengukir/pahatan kayu bahasa Inggrisnya adalah ” woodcarving”.
Seni ukir adalah kegiatan mengolah permukaan suatu objek trimatra (tiga dimensi) dengan perbedaan ketinggian dari permukaan tersebut. Sehingga sebuah produk yang dihasilkan karya seni memiliki bentuk permukaan tidak rata.
Motif seni ukir adalah jenis jenis seni rupa yang banyak karyanya dikagumi di Indonesia maupun mancanegara. Hasil dari karya seni ukir dikenal sebagai ukiran.
Ukiran adalah gambar atau pola yang diwujudkan pada suatu media seperti batu, kayu dan media lainnya selama bisa diukir.
Beberapa tokoh juga berpendapat mengenai definisi seni ukir, berikut pengertian seni ukir menurut para ahli:
Menurut Tiara, arti seni ukir adalah benuk karya seni yang terbuat dari kayu yang biasanya digunakan aneka hiasan rumah, tokoh dan lain sebagainya.
Pengertian seni ukir adalah seni yang terbuat diatas media kayu.
Menurut Sudarmono dan Sukijo. Mengukir atau pengertian seni ukir adalah menggoreskan atau memahat huruf dan gambar pada kayu, logam, batu sehingga menghasilkan bentuk timbul, cekung atau datar seseuai rencana.
Secara umum pengertian mengukir adalah kegiatan menggores, memahat dan menoreh pola pada permukaan benda yang akan diukir.
Biasanya kegiatan mengukir atau memahat ukiran digunakan memperoleh ukiran yang diinginkan.
Kegiatan mengukir atau memahat biasanya dilakukan untuk menghasilkan bentuk ukiran yang diinginkan. Dengan mengurangi dan membuang bagian ukiran yang tidak diperlukan, berfungsi unruk membentuk ornamen sesuai dengan yang diinginkan seniman, sehingga menghasilkan bentuk artistik.
Proses Pembuatan Kerajinan Ukiran Kayu Asmat Papua
Ada beberapa tahapan yang mesti dilalui para pengrajin untuk menghasilan ukiran kayu suku Asmat yang indah. Pertama, ukiran akan diawali dengan memahat sepotong kayu untuk dibentuk.
Kemudian dilanjutkan dengan memberikan pewarnaan. Dalam pemilihan warna itu sendiri suku Asmat memiliki persepsi yang berbeda, dimana warna merah itu melambangkan daging, warna putih berarti tulang, sedangkan hitam akan melambangkan warna kulit dari suku Asmat.
Mengukir sendiri bagi suku asmat papua merupakan sebuah tradisi kehidupan dan ritual yangsangat terkait erat dengan spiritualitas hidup dan bentuk penghormatan terhadap leluhur. Ketika pengrajin Suku Asmat mengukir, mereka tidak hanya sekedar membuat pola ukiran dalam kayu tetapi juga mengalirkan sebuah spiritualitas hidup.
Walaupun seni ukir merupakan seni yang umum dimiliki oleh suku Asmat, namun tidak semua orang Asmat dapat menjadi pengukir. Mengukir adalah kemampuan yang diturunkan antar generasi dan umumnya hanya dilakukan oleh kaum pria.
Mereka biasanya mengukir sembari para wanita bekerja di ladang. Karena mengukir adalah sebuah warisan, maka bagi keluarga yang tidak memiliki darah pengukir biasanya juga tidak akan memiliki kemampuan ini.
Namun, bagi masyarakat Asmat modern kemampuan ini dapat dipelajari secara khusus. Banyak pria-pria Asmat yang secara khusus mempelajari cara mengukir, apalagi menjadi seorang pengukir kini dapat dijadikan mata pencaharian.
Contoh Hasil Kerajinan Ukiran Kayu Asmat
Salah satu benda hasil kerajinan ukiran yang cukup populer di dunia adalah panel-panel unik yang sering dimanfaatkan menjadi hiasan dinding. Panel-panel ukiran ini biasanya mempunyai pola ukiran hewan atau garis-garis tribal khas Asmat. Benda ini menjadi begitu terkenal karena keunikannya dan kemudahannya untuk dibawa dalam jarak jauh, mengingat para wisatawan biasanya membeli panel untuk dijadikan buah tangan.
Selain bentuk panel, jenis ukiran yang tak kalah terkenal adalah Patung Bis atau disebut leluhur dan Totem. Pembuatan kedua ukiran ini sangatlah berkaitan dengan kehidupan spiritual masyarakat Asmat. Mereka biasanya akan menggunakan satu batang utuh dari sebuah pohon lalu diukir hingga menyerupai manusia yang mereka anggap sebagai leluhur.
Untuk totem sendiri, biasanya dibuat dari sebuah batang pohon yang terbalik. Bagian akar akan ditaruh di atas karena mereka akan menggunakan akarnya yang panjang tersebut sebagai pelambangan kesuburan dan harus diletakkan di bagian atas totem. Kedua benda ini sangatlah sakral bagi masyarakat setempat dan biasanya akan ditempatkan pada tempat yang sakral pula seperti ditempatkan diJew (Rumah Bujang) atau pintu masuk desa Asmat.
Harga Ukiran Kayu Asmat
namun untuk Harga jual panel-panel anda bisa membeli nya dengan harga yang tidak terlalu mahal, untuk satu buah panel berukuran paling kecil umumnya dijual seharga 200.000-300.000 rupiah. menurut kami Harga ini cukup pantas karena panel-panel ini juga mempunyai nilai sertatingkat kesulitan yang cukup tinggi dalam membuatnya.
Tags: kayu ukiran