... Panduan Ukiran Kayu Papua: Teknik DIY dan Keterampilan Jahitan

Seni Ukiran Kayu Papua - Keajaiban Kerajinan Jarum dan Proyek DIY

Bentuk Ornamen Nusantara dan Makna Ornamen Nusantara

1. Gunungan

Gunungan adalah simbol seluruh jagat raya, yang pusatnya adalah simbol keagungan dan keesaan.

Orang jawa sekali memasang motif gunungan dirumah sebagai harapan akan adanya ketentraman dan perlindungan dalam rumah.

Ornamen nusantara, gunungan bisa juga diartikan gerbang atau pintu surga, karena biasanya gambar dalam gunungan ada gerbang besar yang bisa diartikan awal dan akhir.

2. Wajikan

Wajikan berasal dari kata wajik yaitu sejenis makanan yang berasal dari ketan yang dicampur dengan gula kelapa.

3. Lung-Lungan

Kata “lung” memiliki makna batang tumbuhan yang masih muda. simbol ini berupa tangkai, buah, bunga dan daun.

Jenis tumbuhan yang sering digunakan ialah tumbuhan teratai, melati, kliwuh, beringin buah keben dan lain-lain.

Simbol ini dipercaya melambangkan kesuburan sebagai sumber penghidupan di muka bumi.

4. Patran

Patran seperti bentuk daun yang disusun berderet-deret, biasanya patran diletakan pada bangunan yang sempit dan panjang.

5. Banyu Tetes

Salah satu ornamen ini bisa di tempatkan bersamaan dengan patran. Ornamen nusantara ini menggambarkan tetesan air hujan dari pinggiran atap yang berkilau memantulkan cahaya matahari.

Fungsi Seni Ukir

Dalam karya seni ukir ada beberapa fungsi yang dimiliki, diantaranya :

Fungsi Hias

Karya seni ukir yang dibuat oleh para seniman hanya untuk hiasan, artinya motif ukir tersebut tidak mengandung makna tertentu. Contohnya ukiran hiasan dinding.

Fungsi Magis

Ukiran ini dibuat dengan mengandung simbol-simbol tertentu dan digunakan sebagai benda magis yang berhubungan dengan kepercayaan dan spiritual. Contohnya ukiran pada patung suku asmat yang bernilai magis.

Fungsi Simbolik

Fungsi ukiran simbolik biasanya terdapat pada ukiran tradisional yang unik yaitu untuk menyimbolkan hal-hal tertentu yang berkaitan dengan spiritual.

Contohnya seperti beberapa ornamen rumah adat di Indonesia, seperti simbol ornament rumah adat Jawa Tengah.

Pada beberapa bangunan di Jawa biasanya dapat kita jumpai kayu yang terukir. Pada ornament tersebut mengandung makna simbolis. Seperti ayam jago, gunungan ular naga, banyu tretes, banaspati dan sebagainya.

Makna Ukiran Suku Asmat [ sunting | sunting sumber ]

Bagi suku Asmat, seni ukir kayu adalah bagian dari kehidupan sehari-hari yang diwariskan dari generasi ke generasi. Mengukir menjadi tradisi kehidupan dan ritual yang terkait erat dengan spiritualitas hidup dan penghormatan terhadap nenek moyang. Ketika Suku Asmat mengukir, mereka tidak sekadar membuat pola dalam kayu tetapi menuangkan nilai spiritualitas dalam hidup. [3]

Keperluan Ritual [ sunting | sunting sumber ]

Ukiran Asmat menjadi media penghubung antara kehidupan di dunia dengan kehidupan dunia arwah. Lewat seni ukir suku Asmat tetap terhubung dengan nenek moyangnya. Segala jenis ukiran dibuat bersama-sama mulai dari dayung, perisai, tifa, busur dan sebagainya yang kemudian diberi nama sesuai dengan orang yang baru meninggal. Pemberian nama itu untuk mengingatkan mereka pada yang meninggal. [3]

Hampir seluruh ukiran Asmat dikerjakan oleh kaum laki-laki. Hasil kerajinan atau ukiran mereka umumnya dipergunakan untuk keperluan ritual tetapi ada juga yang tidak dipergunakan untuk keperluan itu. Setiap pengrajin atau pengukir mempunyai ciri sendiri, khusus mengenai ukiran yang diperlukan untuk keperluan ritual memiliki perbedaan yang sangat jelas. [3]

Motif Rumit dan Bernilai Tinggi [ sunting | sunting sumber ]

Ukiran Asmat memiliki ciri khas yang membedakannya dengan ukiran dari daerah lain. Pengerjaan yang rapih dan detil-detil ukiran yang rumit menjadi alasan mengapa ukiran Asmat tersohor ke seluruh penjuru dunia dan banyak diburu para penggemar seni. [3]

Motif-motif yang berhubungan dengan alam, makhluk hidup dan aktifitas kehidupan sehari-hari banyak ditemui di dalam ukiran Asmat. Pola yang umum ditemui seperti kelelawar, burung cendrawasih, dan ikan. Sedangkan bentuk aktifitas yang biasa dituangkan adalah manusia yang sedang berperang, berburu, atau mencari ikan, tidak jarang juga mereka membuat refleksi aktifitas hidup para leluhur Asmat. Yang pasti, motif maupun bentuk ini tak pernah lepas dari kehidupan suku Asmat sendiri. [3]

Suku Asmat Keturunan Dewa Fumeripits

Menurut kepercayaan yang beredar di Papua, Suku Asmat diyakini sebagai keturunan dewa. Yakni Fumeripits yang turun dari dunia ghaib di suatu tempat nan jauh di pegunungan. Ia kemudian turun ke hilir sampai menemukan lokasi yang kini ditinggali oleh orang Asmat hilir.

Selama perjalanan turun, Fumeripits diserang oleh seekor buaya raksasa dan membuat perahunya tenggelam. Meskipun luka parah, Fumeripits berhasil membunuh buaya tersebut sampai dia terdampar di tepi Sungai Asewet.

Seekor burung flamingo pun membantu merawatnya hingga sembuh. Di sana Fumeripits pun membangun rumah berukuran panjang sebagai tempat tinggal, ditambah dua patung untuk menemanisnya supaya tidak kesepian.

Rekomendasi

8 Fakta Unik Palestina: Negara yang Kaya Situs Arkeologi dan Warisan Budaya

Suku Osing, Mengenal Suku Asli Banyuwangi dengan Budaya Santet yang Paling Ditakuti

Kedua patung tersebut diletakkan berjajar di sekitar rumah, dan masyarakat mempercayainya sebagai asal usul Suku Asmat yang ada sampai sekarang.

Persebaran Suku Asmat

Jumlah orang Suku Asmat sangat banyak, bahkan menjadi suku dengan jumlah anggota terbanyak yang ada di Papua. Itulah kenapa orang-orang suku ini tidak bertempat tinggal di satu tempat saja, namun tersebar di beberapa wilayah.

Ada yang tinggal di daerah pesisir di sekitar Pantai Laut Arafuru sampai pedalaman hutan. Karena dekat dengan sumber mata air dan makanan, mereka yang tinggal di pesisir pantai memiliki kehidupan yang terlihat lebih mudah.

Sedangkan mereka yang tinggal di kawasan Pegunungan Jayawijaya, di tengah hutan belantara, cenderung lebih sulit. Bahkan batu yang ditemukan di jalanan pun dapat menjadi benda berharga sebagai mas kawin.

Itu karena sulit untuk menemukan batu di hutan belantara yang berupa rawa-rawa. Sehingga batu pun dinilai memiliki banyak manfaat untuk kehidupan sehari-hari. Selain digunakan sebagai mas kawin, batu ini juga dimanfaatkan untuk membuat kapak maupun berbagai peralatan bertahan hidup lainnya.


Tags: kayu ukiran

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia