... Cara Membuat Ukiran Kayu Sederhana: Panduan DIY dan Needlework

Seni Ukir Kayu Sederhana - Panduan Praktis untuk Pekerjaan Jarum dan DIY

Serba-Serbi Ukiran Bali

Banyak Digunakan Sebagai Bagian dari Tempat Suci

Selain untuk suvenir para turis dan ornamen di rumah-rumah pribadi, fungsi lain dari seni ukir Bali adalah untuk diletakkan di tempat-tempat suci seperti pura. Seni ukir Bali membutuhkan proses pembuatan yang panjang dan rumit, sehingga hasilnya lebih detail dan nilainya juga tinggi.

Seni ukir Bali punya ciri khas tersendiri yang membuatnya mudah dikenali. Antara lain dari perpaduan motif bunga, buah, dan daun yang dibuat dengan bentuk cembung dan cekung yang indah. Setiap karya seni punya makna tersendiri, begitu pula dengan ukiran yang diletakkan di pura.

Beberapa pura-pura besar di Bali seperti Pura Desa, Pura Tirta, Pura Kahyangan Jagad, Pura Mrajapati, dan masih banyak lagi pura yang diperindah dengan seni ukir khas Bali.

Menggunakan Kayu Jati, Moja Gaung, dan Kayu Cempaka

Kayu-kayu tersebut didatangkan dari luar Bali seperti dari daerah Flores, Kalimantan, dan Sumba. Ini juga turut menambah biaya produksi ukiran tersebut. Seperti yang diketahui, kayu jati bisa menghasilkan motif ukiran yang sangat indah, namun juga cukup sulit untuk dipahat.

Proses Pembuatan yang Khas

Ukiran kayu adalah seni tingkat tinggi yang hanya bisa dilakukan oleh orang berpengalaman. Diperkukan ilmu dan teknik khusus untuk menghasilkan ukiran yang indah dan khas.

Pengrajin kayu di Bali punya langkah-langkah khusus dalam membuat karyanya. Dalam membuat pola, misalnya, ada 7 tahapan yang harus dilalui. Pertama adalah memindai garis pada lukisan, kemudian mulai mencongkel bagian dasar agar lebih dalam, dilanjutkan dengan membentuk benangan, lekukan garis, hingga memberi sentuhan akhir agar ukiran terlihat halus dan rata.

Pola Bujang

Bentuk ini berdiri terasing, bebas, dan tidak terikat, berkait atau bersambung-sambung. Biasanya bentuk ini menampilkan motif bulan, bintang, matahari, kuntuk bunga ataupun putik buah.

Bentuk ini menampilkan motif yang menggambarkan pergerakan sederhana dan tidak berbelit-berbelit. Bentuk ini mempunyai bingkai atau pemidang.

Ukiran-ukiran yang dibuat dalam bentuk ini diberi nama-nama yang menarik seperti itik pulang petang, badak mudik, setampuk manggis dan lain-lain. Biasanya Bentuk pemidang digunakan untuk jala-jala rumah serta benda-benda yang terdapat di dalam rumah seperti tepak sirih, almari dan dulang kayu.

Pola Lengkap

Bentuk ini menggabungkan ciri-ciri bentuk bujang dan bentuk pemidang. Bentuk ini menitikberatkan unsur tumbuh-tumbuhan, merangkumi akar, batang, buah, dahan, daun, putik dan sulurnya.

Alat-alat yang digunakan untuk seni ukiran
adalah seperti gergaji, ketam, tukul besi dan paling penting pahat.
Motif ukiran kayu orang Melayu terbahagi kepada beberapa jenis ,
  • Motif flora, sulur dan daun, tampuk manggis, bunga teratai, daun keladi dan bunga sukun.
  • Motif fauna, contohnya ayam, badak dan itik (ayam berlaga, badak mudik dan itik pulang petang)
  • Motif angkasa atau kosmos yang menerapkan gambaran awan larat seperti bintang, matahari, bulan dan bukit bukau
  • Motif Geometri menampilkan bentuk bulatan dan bentuk segitiga yang disusun berderet. Kadangkala bentuk segitiga ini dicantum dengan sulur-sulur tumbuhan. Biasanya, motif-motif ini terdapat pada alat-alat tembikar, sarung keris, tepak sirih dan barang-barang tembaga.

Tags: kayu ukiran simple

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia