Memahami Ukuran Benang Sol Sepatu - Panduan Praktis untuk Kerajinan Tangan dan DIY
Review Sepatu Aerostreet
Varian sepatu Aerostreet yang saya beli adalah Aerostreet Comfy dengan warna abu muda. Sepatu ini bertipe Slip On jadi langsung sorong tanpa ada tali sepatu. Harga sepatu ini, saat artikel ini ditulis, adalah Rp. 119.900 dan tersedia dalam berbagai pilihan warna seperti hitam, navy, putih, abu muda, marun, dan kuning. Sedangkan sol luarnya berwarna putih.
Lebih lanjut, saya ingin membagi ulasan atau review sepatu Aerostreet ini menjadi beberapa poin. Saya mengecualikan poin harga karena memang kita sudah tahu jika harganya sangat bersahabat.
Desain sepatu
Koleksi sepatu Aerostreet memiliki desain yang menarik dan modern. Desain sepatu mereka bisa kita sebut mampu memenuhi selera pasar. Ada berbagai bentuk sepatu sneakers Aerostreet, baik yang bertali maupun model slip on.
Khusus Aerostreet Comfy yang saya beli, desainnya sama sekali tidak menggambarkan kalau harga sepatunya murah. Menurut saya, sepatu ini menarik dan tampak seperti sepatu menengah.
Untuk model lain saya memang belum punya, mungkin lain kali ya biar bisa terus mendukung merek lokal.
Ukuran pas
Saya cukup khawatir saat memilih ukuran sepatu Aerostreet ini. Kadang ada pabrikan yang toleransi ukurannya cukup besar, jadi saat kita beli datangnya bisa lebih sempit atau lebih lapang dari ukuran sepatu kita biasanya.
Kemarin saya memilih ukuran 43 karena kaki saya cukup besar. Aerostreet sendiri memberikan panduan ukuran atau size chart pada deskripsi produk mereka. Anda bisa membacanya sebelum membeli.
Saat sepatu yang saya beli sampai, alhamdulillah ukurannya kurang lebih sama dengan sepatu saya yang biasa. Tidak ngepas betul, masih ada rongga untuk ujung jari bernapas.
Build quality
Secara umum, kualitas sepatu Aerostreet bagus. Mereka mengklaim bahwa sepatu yang mereka produksi menggunakan teknologi Shoes Injection Mould. Teknologi ini menyatukan sole dengan bahan kain atasan sepatu secara langsung tanpa proses lem. Cara kerjanya adalah sol dicairkan dengan tekanan tinggi dan ditempelkan pada bagian atas sepatu.
Jarum/Alat Rajut Lainnya
Selain jarum-jarum yang disebutkan di atas, ada juga tipe jarum yang menggunakan teknik berbeda seperti jarum Tunisian. Jarum Tunisian atau Tunisian hook ini lebih panjang dari hook biasa, bahkan yang panjang sekali menggunakan tali sebagai ‘perpanjangan’ dari jarumnya seperti Jarum Rajut Tunisian Bambu Panjang. Bahannya kebanyakan terbuat dari aluminium atau bambu. Teknik merajutnya pun sedikit berbeda dengan crochet hook biasa.
Dari kreativitas penekun rajutan akhirnya juga memunculkan beberapa model jarum/alat rajut baru seperti misalnya Knook (singkatan dari Knitting with hook), yang merupakan perpaduan dari knitting dan crochet. Ada juga CroKnit (yang ini Maya Crafts belum punya) berupa double pointed hook yang pada dua ujungya terdapat kait dengan ukuran yang sama.
Selain menggunakan jarum (plus skill), merajut bisa juga tanpa jarum dan tanpa skill! Yaitu dengan menggunakan knitting loom. Knitting loom ini belum begitu populer di Indonesia. Knitting loom ini biasanya berbentuk kotak persegi panjang atau lingkaran yang pada kotak atau lingkaran ini ada pasak-pasak (peg) untuk “mencantolkan” (apa ya bahasa Indonesianya?) benang. Sedemikian rupa hingga menjadi rajutan. Dari knitting loom ini pun bisa untuk membuat macam-macam produk seperti topi, syal, kaos kaki, selimut, sarung tangan dkk.
UPDATE 20-09-2017 (dari FB Page Maya Crafts)
Rajuter penting untuk memahami masalah ini.
Tahukah Anda bahwa crochet hook dan jarum knitting yang beredar di pasaran memiliki standar ukuran yang berbeda-beda? Paling tidak ada tiga standar ukuran yang banyak ditemui di Indonesia, yaitu metric (mm), Jepang, dan US (Amerika Serikat).
Hakken merk Rose yang banyak beredar di Indonesia itu menggunakan ukuran Jepang, 3/0, 4/0, 5/0 dst. Demikian juga merk seperti Hamanaka, Clover (versi jepang), Tulip dll. Sedangkan hook buatan China kebanyakan menggunakan ukuran metric (milimeter).
Jadi, ukuran 4/0 ≠ 4.0 mm (lihat tabel), tapi 4/0 = 2.50 mm dst. Jadi, penting untuk memperhatikan standar ukuran ini ketika ingin membeli atau menggunakan sebuah hook.
DIY Sepatu: Alat dan Bahan yang Dibutuhkan untuk Membuat Sepatu
Dalam proses pembuatan sepatu, alat dan bahan yang digunakan memiliki peran penting untuk menghasilkan produk yang berkualitas. Dengan menggunakan alat dan bahan yang tepat, pembuat sepatu dapat menciptakan desain yang menarik dan sepatu yang nyaman dipakai. Artikel ini akan membahas berbagai alat dan bahan yang diperlukan dalam pembuatan sepatu.
- 1. Alat dan Bahan Membuat Sepatu
- 2. Alat-Alat Membuat Sepatu
- 3. Bahan-Bahan Membuat Sepatu
- 4. Pentingnya Alat dan Bahan yang Tepat
- 5. Kesimpulan
- 6. 1. Apa saja alat yang dibutuhkan untuk membuat sepatu?
- 6.1 Alat yang dibutuhkan untuk membuat sepatu:
- 7.1 Bahan yang dibutuhkan untuk membuat sepatu:
- 8.1 Cara memilih ukuran sol sepatu yang tepat:
- 9.1 Tentu, ada beberapa tutorial yang dapat membantu dalam membuat sepatu:
- 10.1 Dalam membuat sepatu, dibutuhkan beberapa keterampilan khusus, antara lain:
Macam-Macam Jenis Sol Sepatu
Sol sepatu diketahui memiliki berbagai macam jenis dan bahan yang digunakan. Simak di bawah ini untuk mengetahui beberapa jenisnya!
1. TPU (Thermoplastic Poly-Utherane)
Salah satu sol yang paling sering ditemukan adalah yang berbahan TPU. Ini sering kali ditemukan pada sepatu running atau lari.
Sol jenis ini berbahan dasar karet yang lentur, maka jangan heran bila sol TPU dijadikan sebagai pilihan utama untuk sepatu olahraga. Bahkan beberapa brand ternama pun mengeluarkan sepatu khusus olahraga yang menggunakan bahan sol TPU atau PU ini.
Sol TPU diproses dengan cara yang cukup instan dan mudah dibanding jenis lainnya. TPU hanya perlu dipanaskan untuk dicairkan atau dilelehkan, kemudian langsung dibentuk sesuai cetakan sepatu.
2. Macam-macam jenis sol sepatu: Rubber sole atau sol karet
Bahan sepatu ini banyak digemari karena pemakaiannya yang nyaman, lentur, dan kuat. Selain itu, pabrik sepatu juga dapat menghemat biaya produksi untuk mencetak rubber sole.
Harga bahan untuk rubber sole sendiri terbilang cukup murah. Namun, jenis karet ini juga memiliki kelemahan seperti lebih licin atau lebih berat dari sepatu yang menggunakan sol lainnya.
3. Macam-macam jenis sol sepatu: Sponge sole
Tags: benang sepatu