... 7 Tips Upah Jahit Baju: Panduan Praktis untuk Menjahit Sendiri di Rumah

"Panduan Menentukan Upah Jahit Baju yang Adil dan Kompetitif"

[Terkini] Senarai Harga Upah Jahit Baju & Seluar

Menentukan kos jahitan adalah perkara wajib bagi tukang jahit untuk mengetahui.

Untuk menentukan harga perkhidmatan jahitan kadang-kadang masih diragui. Terutama untuk pemula yang baru membuka perniagaan jahitan mereka sendiri.

Untuk menentukan harga kos jahitan terdapat beberapa komponen sokongan yang juga perlu diambil kira.

Setiap rantau pasti mempunyai had harga sendiri. Sebagai contoh, kawasan bandar mempunyai harga yang lebih tinggi daripada kawasan kediaman.

Untuk jahitan jahitan dan kos perolakan juga berbeza. Dalam perolakan, ia biasanya hanya menerima pesanan dengan jumlah tertentu, jadi ia mempunyai kadar yang lebih rendah.

Biaya Upah Tukang Jahit

Kemudian, untuk masalah harga yang ditabrak jasa jahit itu bermacam-macam, tergantung kepada jenis dan bahan yang akan di jahit.

Seperti misalnya membuat baju atau membuat dress lebih mahal ketimbang hanya sekedar memotong celana atau menggunting baju yang kepanjangan saja.

Namun untuk kamu ketahui, harga jasa ataupun upah jahit itu berbeda di setiap daerah.

Namun rata-rata jika ingin membuat baju baru seperti gaun, harganya ratusan ribu keatas, sedangkan jika ingin memotong celana saja hanya berkisar puluhan ribu.

Selanjutnya, balik lagi, harga jasa tukang jahit itu tergantung dari apa yang dikerjakannya, serta seberapa rumit pengerjaannya.

Kemudian berikut ini list kisaran harga jasa tukang jahit

Jahit Harga
Kaos/Baju Oblong/Tanktop Rp. 15.000
Kaos Raglan Rp. 16.000
Kaos Oblong Oversized Rp. 18.000
Polo shirt Rp. 20.000
Kaos busui Rp. 27.500
Kaos busui dress Rp. 32.500
Kaos busui gamis Rp. 42.500
Kurta kaos Rp. 35.000
Sweater Rp. 20.000
Kecilkan celana, baju Rp. 15.000
Kemeja kantong Rp. 55.000
Hodie/jogger Rp. 30.000
Celana Rp. 70.000
Kemeja polos Rp. 50.000
Zipper Rp. 37.500
Gamis kaos Rp. 65.000
Atasan wanita Rp. 55.000
Mukena + Tas Mukena Rp. 65.000
Totebag basic Rp. 20.000
Kelin kerudung Rp. 13.000
Variasi jahit terbalik Rp. 10.000

Pengertian Garmen

Ketika mendengar kata ‘garmen’, tentu yang tergambar dalam benak adalah suatu pabrik yang berisi bahan kain ratusan ton dengan ribuan karyawan dan mesin jahitnya yang high-technology. Garmen berbeda dari konveksi jika ditinjau dari segi kuantitas produksi. Pangsa pasar garmen adalah menyuplai barang ke mall, supermarket dan sejenisnya.

Ciri khas perusahaan garmen ialah pada penerapan sistem CMT (Cut, Make & Trim) yang merupakan suatu proses dari pemotongan, menjahit, hingga proses finishing. Semua pekerjaan pokok dikerjakan oleh divisi yang berbeda. Proses controlling misalnya, dilakukan oleh divisi quality control tersendiri.

Produk garmen berbeda dengan konveksi. Perusahaan garmen ada yang fokus mengerjakan satu bagian saja. Misalnya, suatu garmen hanya memproduksi kemeja polos, maka pesanan yang mereka terima adalah kemeja polos saja. Adapun yang menerima kaos saja, maka produk yang mereka produksi hanya kaos. Garmen dapat memproduksi dengan skala jumlah puluhan ribu, sehingga produk garmen tidak eksklusif seperti konveksi. Kebanyakan perusahaan garmen bermula dari konveksi.

Sistem gaji karyawan konveksi

Pabrik konveksi pada umumnya dikategorikan sebagai usaha kecil karena modal usahanya tidak lebih dari Rp5 miliar, tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha, atau omzet tidak melebihi Rp15 miliar dalam setahun.

Organisasi bisnisnya juga sederhana. Pemilik konveksi sekaligus berperan sebagai pemimpin usaha yang menjalankan bisnis dan mengatur semua urusan. Usaha ini bertumpu pada kegiatan produksi, seperti desain, cutting, sewing, finishing, dan quality control, sehingga tenaga kerja yang utama adalah karyawan produksi.

Di pabrik konveksi, skill dan pengalaman karyawan lebih diutamakan. Oleh sebab itu, ada jenis pekerjaan yang bisa dilakukan satu orang dari memotong, menjahit, hingga finishing pakaian.

Sistem upah karyawan pabrik konveksi dapat dikelompokkan menjadi dua, yakni upah satuan waktu dan upah satuan hasil. Mari kita bahas perhitungannya satu per satu.

Upah satuan hasil

Upah satuan diterapkan untuk karyawan bagian produksi, misalnya penjahit atau pemotong kain. Ada dua cara menghitung gaji atau upah satuan konveksi, yakni:

  1. Upah per unit, yaitu upah yang ditetapkan untuk menyelesaikan 1 potong baju, celana, kemeja, atau lainnya. Dalam hal ini, karyawan mengerjakan keseluruhan proses produksi, dari memotong kain, membuat kerah, saku, lengan, memasang kancing, dan menyelesaikannya hingga berwujud pakaian.

Cara menghitung gaji konveksi berdasarkan satuan hasil adalah dengan menggunakan rumus berikut ini:

Gaji karyawan = unit x rate

Misalnya, upah menjahit per potong kemeja adalah Rp10.000 dan karyawan sehari menghasilkan 15 potong, maka upah sehari karyawan adalah Rp150.000.


Tags: jahit baju

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia