"Panduan Menentukan Upah Jahit Baju yang Adil dan Kompetitif"
Alat yang Dibutuhkan Tukang Jahit
Tidak hanya ketenangan jiwa, menjahit juga dapat membantu mengembangkan imajinasi dan kreativitas.
Terang saja, karena sebelum menjahit seseorang harus terlebih dahulu membuat pola.
Kemudian menentukan bahan yang akan digunakan, dan warna apa saja yang mampu membuat indah hasil karyanya.
Namun menjahit ini bukanlah pekerjaan mudah. Akan tetapi tahukah kamu ada beberapa alat yang dibutuhkan ketika mau memulai menjahit.
Kemudian diantara alat yang dibutuhkan untuk menjahit yaitu:
Jarum
Sebagaimana diketahui, jarum memiliki berbagai ukuran, karenanya jarum juga disesuaikan dengan kebutuhan apa yang akan kamu jahit.
Benang
Kedua barang yang dibutuhkan untuk menjahit adalah benang.
Kemudian, benang terdiri dari berbagai jenis warna, ukuran, serta brandnya, jadi sebelum menjahit kamu pastikan dulu benang yang digunakan sudah benar dan sesuai kebutuhan.
Pita Ukur
Selanjutnya peralatan yang dibutuhkan untuk menjahit adalah pita ukur. Biasanya pita ukur ini digunakan untuk mengukur badan.
Gunting
Sementara itu, hal yang penting ada ketika menjahit adalah gunting. Terutama gunting digunakan hendaknya gunting yang khusus kain, dan tidak dicampur dengan lainnya.
Sistem gaji karyawan konveksi
Pabrik konveksi pada umumnya dikategorikan sebagai usaha kecil karena modal usahanya tidak lebih dari Rp5 miliar, tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha, atau omzet tidak melebihi Rp15 miliar dalam setahun.
Organisasi bisnisnya juga sederhana. Pemilik konveksi sekaligus berperan sebagai pemimpin usaha yang menjalankan bisnis dan mengatur semua urusan. Usaha ini bertumpu pada kegiatan produksi, seperti desain, cutting, sewing, finishing, dan quality control, sehingga tenaga kerja yang utama adalah karyawan produksi.
Di pabrik konveksi, skill dan pengalaman karyawan lebih diutamakan. Oleh sebab itu, ada jenis pekerjaan yang bisa dilakukan satu orang dari memotong, menjahit, hingga finishing pakaian.
Sistem upah karyawan pabrik konveksi dapat dikelompokkan menjadi dua, yakni upah satuan waktu dan upah satuan hasil. Mari kita bahas perhitungannya satu per satu.
Upah satuan hasil
Upah satuan diterapkan untuk karyawan bagian produksi, misalnya penjahit atau pemotong kain. Ada dua cara menghitung gaji atau upah satuan konveksi, yakni:
- Upah per unit, yaitu upah yang ditetapkan untuk menyelesaikan 1 potong baju, celana, kemeja, atau lainnya. Dalam hal ini, karyawan mengerjakan keseluruhan proses produksi, dari memotong kain, membuat kerah, saku, lengan, memasang kancing, dan menyelesaikannya hingga berwujud pakaian.
Cara menghitung gaji konveksi berdasarkan satuan hasil adalah dengan menggunakan rumus berikut ini:
Gaji karyawan = unit x rate
Misalnya, upah menjahit per potong kemeja adalah Rp10.000 dan karyawan sehari menghasilkan 15 potong, maka upah sehari karyawan adalah Rp150.000.
Pengertian Garmen
Ketika mendengar kata ‘garmen’, tentu yang tergambar dalam benak adalah suatu pabrik yang berisi bahan kain ratusan ton dengan ribuan karyawan dan mesin jahitnya yang high-technology. Garmen berbeda dari konveksi jika ditinjau dari segi kuantitas produksi. Pangsa pasar garmen adalah menyuplai barang ke mall, supermarket dan sejenisnya.
Ciri khas perusahaan garmen ialah pada penerapan sistem CMT (Cut, Make & Trim) yang merupakan suatu proses dari pemotongan, menjahit, hingga proses finishing. Semua pekerjaan pokok dikerjakan oleh divisi yang berbeda. Proses controlling misalnya, dilakukan oleh divisi quality control tersendiri.
Produk garmen berbeda dengan konveksi. Perusahaan garmen ada yang fokus mengerjakan satu bagian saja. Misalnya, suatu garmen hanya memproduksi kemeja polos, maka pesanan yang mereka terima adalah kemeja polos saja. Adapun yang menerima kaos saja, maka produk yang mereka produksi hanya kaos. Garmen dapat memproduksi dengan skala jumlah puluhan ribu, sehingga produk garmen tidak eksklusif seperti konveksi. Kebanyakan perusahaan garmen bermula dari konveksi.
Tags: jahit baju