Vitamin yang Dibutuhkan Setelah Melakukan Sulam Alis - Menjaga Kesehatan Kulit dan Alis Anda
Oles petroleum jelly sebelum menggunakan produk skincare
Sebelum Anda menggunakan produk perawatan kulit wajah, sebaiknya oles petroleum jelly atau pelembap berbahan dasar minyak untuk melapisi helai alis.
Produk perawatan kulit wajah perlahan bisa merusaknya alis karena berisiko menghambat pertumbuhan alis.
Beberapa bahan aktif yang ada produk skincare ternyata berpotensi mengiritasi kulit. Hal ini juga bisa memengaruhi kondisi folikel, tempat di mana alis tumbuh.
Bahan-bahan aktif yang bisa memicu alis rontok adalah:
- tretinoin,
- hidrokuinon, dan
- glycolic acid .
Untuk itu, berhati-hatilah saat memakai produk perawatan kulit wajah untuk menjaga pertumbuhan alis Anda.
Bahaya dan efek samping microblading alis
Berikut ini adalah beberapa bahaya atau efek samping microblading alis bagi kesehatan yang bisa menjadi catatan kamu sebelum melakukan sulam alis:
Bisa terasa menyakitkan dan perlu waktu untuk sembuh
Tidak dapat digosok dengan sabun, terkena riasan wajah, atau keringat berlebih, sekitar tujuh hari pertama. Kamu bisa bicara dengan ahli atau teknisi sulam alis untuk memastikan cara sembuh terbaik.
Risiko alergi bagi kulit sensitif
Jika kamu memiliki kulit sensitif atau reaksi alergi terhadap tinta dan bekas luka, kamu perlu memeriksakan diri terlebih dahulu dengan dokter atau spesialis kulit, sebelum melakukan sulam alis.
Konsultasikan juga kepada ahli atau teknisi sulam alisnya tentang proses penyembuhan, terutama jika kamu memiliki kulit sensitif atau alergi tertentu.
Efek sulam alis yakni adanya risiko infeksi
Infeksi pada kulit akibat iritasi atau reaksi alergi dari pigmen adalah kemungkinan efek samping microblading alis.
Rasa sakit dan ketidaknyamanan selama prosedur adalah hal yang wajar, dan kamu mungkin akan merasakan sedikit sisa perih sesudahnya. Namun, bisa dibilang tidak normal jika kamu mengalami berlarut-larut merasakan nyeri parah di area sulam alis.
Perhatikan area alis tersebut untuk melihat apakah menjadi bengkak atau menonjol. Jika ada keluar cairan berwarna kuning atau kemerahan yang berlebihan, bisa menjadi tanda awal infeksi.
Risiko terkena penyakit
Seperti prosedur tato lainnya, sulam alis adalah prosedur invasif yang melibatkan pengelupasan kulit dan penggunaan tinta. Jika peralatan sulam alis tidak steril, maka ada risiko juga dalam penularan penyakit infeksi, seperti HIV, hepatitis B dan C, serta infeksi kulit.
Potensi jaringan parut
Meski sulam alis awalnya terasa baik-baik saja, seiring waktu misalnya dua tahun kemudian, umumnya perlu retouch atau perbaikan, dan bisa jadi dengan cara berbeda untuk dampak minimum pada kulit.
Gunakan serum penumbuh alis
Jika cara merawat alis dengan alami justru membuat Anda repot, kini Anda tak perlu khawatir.
Ada berbagai produk serum yang mampu memicu pertumbuhan alis. P ilihan serum yang mengandung kandungan aktif seperti minoksidil dan bimatoprost .
Riset yang terbit pada The Journal of Dermatology (2014) menemukan bahwa minoksidil sebesar 2% mampu memperbaiki kondisi penipisan alis pada pemilik hypotrichosis, salah satu gangguan pertumbuhan rambut .
Minoksidil bekerja dengan cara mempercepat proses peremajaan sel-sel helai rambut alis. Zat aktif ini juga memperkuat kolagen pembentuk rambut alis.
Sementara itu, bimatoprost bekerja dengan mempercepat rambut memasuki fase pertumbuhan (anagen), sekaligus memperpanjang fase tersebut.
Dengan begitu, bimatoprost dapat mempertebal dan memanjangkan rambut alis.
Meski terkesan sepele dan sering dilupakan, cara merawat alis tetap perlu dilakukan.
Alis yang lebat, tidak mudah rontok, dan lembut menunjukkan ciri-ciri alis yang sehat .
Segera berkonsultasi dengan dokter lebih lanjut jika Anda mengalami kerontokan alis hingga menyebabkan penipisan.
Tags: sulam alis setelah