"10 Produk Kerajinan & Ide Kreatif untuk Pasar Global"
Ide Pengembangan untuk Pasar Global
Ada beberapa cara untuk mengembangkan produk kerajinan untuk pasar global.
Pertama, produk kerajinan harus memenuhi standar kualitas internasional. Produk ini harus memenuhi kebutuhan konsumen internasional dengan mengikuti tren gaya hidup, teknologi, dan preferensi.
Kedua, produk kerajinan harus dihargai secara adil. Produsen produk kerajinan harus berkomitmen untuk menghasilkan produk berkualitas tinggi dengan harga yang wajar.
Ketiga, produsen produk kerajinan harus mempromosikan produknya secara efektif. Produsen harus memikirkan cara untuk menarik minat konsumen dengan menggunakan media online, media cetak, dan lainnya.
Keempat, produsen produk kerajinan harus memastikan bahwa produk mereka aman dan dapat diandalkan.
Produsen harus mematuhi standar keselamatan dan kualitas internasional untuk memastikan bahwa produk mereka aman bagi konsumen.
Terakhir, produsen produk kerajinan harus membangun jaringan distribusi yang kuat untuk mempromosikan produk mereka. Jaringan distribusi yang kuat akan memungkinkan produsen untuk mencapai konsumen di seluruh dunia.

Potensi Ekspor Kerajinan dan Kriya di 2023
Dengan raihan sepanjang tahun 2022 yang mencapai US$949 juta (di tahun 2021 dilaporkan US$916 juta), Kemenperin memang cukup percaya diri kalau industri kerajinan nasional punya potensi bisnis yang sangat melimpah baik dari segi produksi hingga pangsa pasar, seperti dilansir Agrofarm .
Ada banyak sekali pusat kerajinan di negeri ini yang bahkan sudah mendunia seperti di Bali, Yogyakarta, Jawa Timur dan juga Jawa Barat. Dengan produk kerajinan utama adalah ukiran, pangsa pasar kerajinan Indonesia di kancah global memang masih menyentuh 2,5 persen, sehingga diperlukan keterlibatan dari semua pihak untuk membuatnya semakin meningkat setidaknya menguasai pasar Asia Tenggara.
Lantas bagaimana dengan potensi ekspor kerajinan di tahun 2023 ini?
Menurut Bhima Yudhistira selaku Direktur CELIOS ( Center of Economic, Law and Studies ) sebuah lembaga riset yang fokus di bidang ekonomi dan kebijakan publik, produk kriya asli Indonesia mampu memberikan keuntungan ekonomi dalam jumlah besar bagi negara. Bahkan untuk 2023 ini, diproyeksikan dapat menyentuh USD$912,2 juta seperti dilansir Hypeabis . Tentunya prediksi yang menurun dibandingkan 2022 dan 2021 itu sudah diperhitungkan dengan pertimbangan ancaman resesi perekonomian global.
Demi memaksimalkan nilai perdagangan, produk kerajinan nasional juga mulai memasuki pasar-pasar non-tradisional seperti Afrika hingga Amerika Latin. Kendati begitu negara tujuan utama untuk ekspor kriya ini masih jadi perhatian seperti Jepang, Inggris, Belanda dan Malaysia. Meski begitu, untuk menghasilkan produk yang berkualitas dan diminati pasar luar negeri bukanlah perkara mudah. Ada sejumlah standar yang wajib diketahui oleh Sahabat Wirausaha sehingga kerajinan dan kriya yang dihasilkan bisa terjual.

Contoh Produk Kerajinan
Produk kerajinan yang paling umum adalah alat kerajinan tradisional seperti tikar, permadani, dan selimut. Tikar adalah salah satu jenis produk kerajinan yang berasal dari beberapa daerah di Indonesia.
Tikar dibuat dari bahan-bahan lokal seperti rami, sutera, dan bulu. Permadani adalah produk kerajinan yang dibuat dengan menggunakan kain tebal atau motif yang dicetak untuk memberikan nuansa tradisional.
Selimut adalah produk kerajinan yang dibuat dari bahan-bahan alami seperti bulu, kapuk, dan benang.
Selain alat kerajinan tradisional, produk kerajinan modern juga populer di pasar global. Produk kerajinan modern ini termasuk aksesori, mainan, dan barang lainnya. Aksesori produk kerajinan modern termasuk perhiasan, jam tangan, ikat pinggang, dan topi.
Mainan produk kerajinan modern termasuk boneka, mainan anak-anak, boneka ayunan, dan mainan lainnya. Selain itu, ada banyak produk kerajinan lainnya seperti furnitur, perabot, dan tas.

Sejumlah Standar Ekspor Untuk Produk Kerajinan dan Kriya Indonesia
Hanya saja kalau kalian ingin produk kerajinan yang dihasilkan bisa diminati orang-orang di luar negeri, sejumlah hal berikut ini harus diperhatikan, agar memenuhi standar pasar ekspor:
- Bagi produk kerajinan berbahan material kayu, rotan atau bambu yang didapatkan dari lingkungan dan melalui proses penebangan, wajib mengantongi SVLK (Sertifikasi Verifikasi Legalitas Kayu) untuk memastikan memang tidak menggunakan material alam yang dilindungi, dilarang oleh negara serta proses produksi yang merusak lingkungan
- Untuk produk-produk kerajinan dan kriya yang berbahan dasar logam, besi atau material non alam lainnya hingga daur ulang, wajib dipastikan memenuhi standar keamanan yang ditetapkan oleh masing-masing negara tujuan. Material yang ramah lingkungan adalah keharusan karena bagaimanapun juga gaya hidup berkelanjutan saat ini wajib diterapkan kepada seluruh masyarakat dunia
- Produk kerajinan yang dihasilkan haruslah lolos uji kesehatan dan memang menggunakan bahan yang aman bagi tubuh, tidak terkontaminasi polusi dan lainnya . Biasanya proses ini bahkan wajib dilakukan baik saat Sahabat Wirausaha tengah mengirimkan sampel ke importir, hingga produk sudah siap untuk dipasarkan di negara tujuan
- Sesuaikan produk kerajinan yang hendak ditawarkan dan dipasarkan dengan demografi masyarakat di negara tujuan. Misalkan saja menjual selimut tebal dari bulu angsa tentu tidak akan cukup menarik masyarakat negara tropis yang cenderung terkena sinar matahari sepanjang tahun. Begitu pula, kriya yang ditawarkan di negara-negara Eropa, sudah pasti punya perbedaan karakter dengan produk kerajinan yang beredar di kawasan Afrika
- Bicara soal lingkup ekspor yang melibatkan produk dalam jumlah besar, penting bagi setiap calon eksportir untuk memenuhi syarat produksi. Pasokan barang haruslah ready stock supaya tidak mengecewakan retailer luar negeri. Namun harus diingat, kuantitas yang dihasilkan wajib tetap sesuai dengan kualitas yang ditetapkan
- Bagi eksportir produk kategori kerajinan dan kriya, ada sejumlah syarat administrasi yang wajib dipenuhi mulai dari TDP (Tanda Daftar Perusahaan), Badan Usaha, SIUP, NPWP dan Pemberitahuan Ekspor Barang yang ditujukan kepada pihak Bea Cukai. Bukan hanya itu saja, Sahabat Wirausaha juga ada baiknya mempersiapkan Certificate of Origin dan Sertifikat Mutu kepada Kemenperin dan Kemendag
- Meskipun produk kerajinan bukanlah kuliner, para eksportir tetap harus memenuhi sejumlah syarat kesehatan yang diminta instansi negara tujuan. Untuk bisa menyesuaikan standar dengan produk ekspor lainnya, ada baiknya melakukan evaluasi untuk packaging yang dipakai. Jangan sampai produk dari Indonesia tampak rapi, tapi di negara lain ada cacat produksi

Tags: kerajinan untuk produk global