... Perbedaan Antara Alat Tenun Tradisional dan Mesin: Panduan DIY untuk Pemula

Keindahan dalam Tradisi - Memahami Alat Tenun sebagai Seni yang Tak Tergantikan

Jenis alat tenun

Kegiatan menenun kain pada umumnya dilakukan oleh para perempuan atau ibu rumah tangga. Proses penenunannya juga tidak asal, mereka harus pandai mengatur benang, dan menciptakan motif yang rumit. Alat tenun yang digunakan pun harus aktif di bergerak. Untuk mengetahui jenis alat tenun untuk membuat kain tenun, mari kita simak pembahasannya sebagai berikut.

Alat tenun tradisional atau yang sering disebut sebagai gedogan menjadi awal mula alat yang digunakan untuk menenun. Mekanisme alat tenun tradisional ini sangat sederhana. Alat ini dibuat dari rancangan kayu dan juga bambu. Bentuk dari alat tenun ini dipakai dalam keadaan duduk lesehan dengan kaki membujur.

Jenis alat tenun tradisional ini terdiri dari beberapa bagian dengan fungsi yang berbeda-beda. Berikut adalah bagiannya :

Perbedaan tenun gedog dan ATBM

Alat tenun gedog, atau yang biasa disebut juga sebagai alat tenun gendong merupakan alat yang paling sederhana dan orisinal dalam proses penenunan jauh sejak zaman para leluhur di berbagai daerah Indonesia.

Bahkan, alat tenun tradisional ini disinyalir sudah ada dan digunakan untuk menenun sejak zaman prasejarah. Hal ini terbukti dengan ditemukannya benda prasejarah dan relief yang menggambarkan alat tenun yang masih sangat sederhana.

Sesuai kedua namanya, alat ini diberi nama gendong karena saat digunakan penempatannya akan berada di pangkuan para penenun yang duduk berselonjor di lantai. Adapun penamaan gedog muncul karena saat digunakan, selama proses menenun akan muncul suara ‘dog-dog’ dari bagian alat tertentu yang saling beradu.

Kain tenun yang dihasilkan dari alat ini memiliki ciri khas tersendiri, salah satunya memberi kesan eksotis dan kental akan tradisi.

Di sisi lain ada juga ATBM, yaitu rangkaian alat yang lebih modern untuk melakukan penenunan yang digerakkan oleh tenaga manusia. Tidak lagi berselonjor di lantai, penenun dapat menggerakkan alat-alat tersebut dengan duduk di kursi atau bahkan berdiri.

Menenun menggunakan ATBM disebut lebih mudah jika dibandingkan dengan menenun menggunakan alat gedog. Selain itu, hasil kain dari menenun dengan ATBM bisa lebih bervariasi, terutama dalam hal ukuran yang bisa lebih panjang dan lebar. Namun, kualitas kain yang dihasilkan diketahui lebih rendah.

Selain itu, nyatanya pengoperasian ATBM membutuhkan tenaga yang cukup besar, sehingga agak menyulitkan penenun wanita yang sudah berusia lanjut. Karena hal tersebut pula, saat ini kegiatan menenun yang menggunakan ATBM tidak lagi identik dilakukan oleh perempuan saja, melainkan lebih banyak dilakukan oleh penenun laki-laki.

Sejarah dan perkembangan kerajinan tenun di Indonesia

diskominfo.kaltimprov.go.id Kain Tenun Ulap Doyo dari Kalimantan Timur

KOMPAS.COM/MARKUS MAKUR Kain Tenun bermotif Songke menjadi daya tarik menggaet wisatawan Nusa tara dan mancanegara untuk belajar menenun, identitas, nilai, makna dibalik motif-motif, Senin, (15/8/2022). (KOMPAS.com/MARKUS MAKUR)

Jenis kain tenun Asal daerah
Kain tenun Sambas Kalimantan Barat
Kain tenun Donggala Sulawesi Tengah
Kain tenun Gringsing Bali
Kain Hinggi Nusa Tenggara Timur
Kain tenun Toraja Sulawesi Selatan
Kain tenun songket Sukarara Nusa Tenggara Barat
Kain songket Palembang Sumatera Selatan
Kain tapis Lampung
Kain tenun Ulos Sumatera Utara
Kain songket Minangkabau Sumatera Barat
Kain tenun Troso Jepara Jawa Tengah
Kain tentun Doyo Kalimantan Timur

Suka baca tulisan-tulisan seperti ini? Bantu kami meningkatkan kualitas dengan mengisi survei Manfaat Kolom Skola

Detail alat tenun ATBM

Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) | Ahmad Saifulloh/Shutterstock

Berbeda dengan alat gedog yang sudah ada sejak zaman leluhur, ATBM merupakan alat yang dihadirkan sebagai solusi untuk memenuhi industri tekstil rumahan yang sudah berjalan sebelum Indonesia merdeka.

ATBM sendiri merupakan pengembangan dari alat tenun model TIB, yaitu Textile Inrichting Bandung, sebuah lembaga yang sudah lebih dulu menghadirkan alat tenun dengan sistem yang lebih modern pada tahun 1912.

ATBM pertama kali digunakan di Kabupaten Wajo pada tahun 1950-an, di mana pada awalnya hanya digunakan untuk memproduksi kain sarung Samarinda. Baru pada tahun 1980-an mulai digunakan untuk memproduksi sarung sutra dengan motif balo tettong.

Jika melihat dari segi bagian tentu komponen yang dimiliki dari ATBM lebih kompleks, namun sebenarnya ada beberapa bagian yang memiliki fungsi sama seperti pada alat tenun gedog, hanya saja penamaannya berbeda.

Yang paling mencolok, ATBM memiliki injakan atau pedal berupa dua buah kayu panjang yang terletak di bagian bawah alat tenun, injakan tersebut akan digerakkan dengan kaki dan berfungsi untuk mengatur naik turunnya benang lungsi pada saat melalui proses keluar masuk rangkaian benang pakan dalam proses menenun.

Karena itu selain kain yang diproduksi oleh mesin, sebagian besar kain tenun yang selama ini banyak beredar di pasaran sebenarnya merupakan buatan ATBM, yang harganya terbilang jauh lebih murah dibanding kain hasil alat tenun gedog

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


Tags: mesin tenun alat

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia