Seni Tenun Gedogan - Keindahan Tradisional dalam Kerajinan Jarum dan DIY
Permasalahan Alat Tenun Bukan Mesin Saat Ini
Kapasitas ATBM hanya mampu menghasilkan kain tenun sebanyak 60 meter selama 3-4 hari yang dikerjakan oleh 3 orang operator. Akhir akhir ini banyak tenaga kerja dari industri pengrajin ATBM yang mulai enggan menenun lagi, karena kebanyakan usia penenun ini sudah tua dan produktivitas yang menurun.
Karena seperti yang kita tahudibutuhkan tenaga yang kuat terutama tangan dan kaki. Alat tenun bukan mesin (ATBM) yang selama ini dimiliki pengrajin masih bersifat manual dalam pengoperasiannya.
Alat Tenun Mesin Sebagai Solusi Dalam Memenuhi Permintaan Pasar
Melihat banyaknya permintaan pasar akan kain tenun, tentu saja membuat pengerjaan kain tenun menggunakan ATBM dirasa kurang efisien. Sehingga muncul apa yang kita kenal sebagai alat tenun mesin. Alat tenun mesin memiliki kelebihan dalam segi hal efisiensi waktu dan biaya produksi, karena pengerjaannya sepenuhnya menggunakan mesin.
Namun, keberadaan alat tenun mesin ini tentu dapat mengancam keberadaan penenun tradisional yang masih menggunakan alat tenun gedogan atau alat tenun bukan mesin.
Itulah sebabnya perlunya peran aktif dari berbagai pihak termasuk pemerintah untuk ikiut melestarikan kebudayaan menenun dengan cara tradisional. Penting untuk mengenalkan dan mengajarkan generasi muda agar mereka memiliki minat dalam mengembangkan kain tenun di Indonesia.
Alat tenun mesin (ATM)
Selanjutnya adalah jenis alat tenun dengan menggunakan teknologi mesin atau sering disingkat ATM. Alat tenun jenis ini biasanya terdapat pada perusahaan tekstil skala besar. Alat tenun mesin dirancang dengan teknologi canggih rapier. Penggunaan ATM ini lebih efisien waktu dan tenaga.
Hanya dengan sekali proses, mesin ini dapat menghasilkan bermeter-meter kain tenun. Alat tenun mesin ini memiliki bentuk yang besar, yang mana dapat menghasilkan kain tenun yang lebih panjang dan lebar.
Pengoperasiannya masih menggunakan tenaga manusia, namun hanya untuk memantau proses penenunan mesin dengan menekan beberapa tombol otomatis. Berbeda dengan ATBM yang masih menggunakan pengrajin untuk menenun kainnya. Kain tenun yang dihasilkan dengan menggunakan mesin ini lebih halus dan teratur.
Itulah pembahasan mengenai beberapa jenis alat tenun yang digunakan pengrajin tenun. Beberapa jenis alat untuk menenun diatas hingga kini masih digunakan. Tak peduli ada mesin berteknologi, yang tradisional pun masih dipakai oleh sebagian masyarakat pengrajin tenun di beberapa daerah pedesaan.
3 Jenis Alat Tenun Sering dipakai Membuat Kain Tenun Nusantara
Jenis Alat Tenun – Kain tenun merupakan salah satu kain tradisional yang mempunyai nilai budaya yang sangat tinggi. Memang kain tenun belum sepopuler batik, tetapi keindahan dan filosofi budaya yang terdapat didalam kain tenun tidak kalah dengan batik. Menemukan kain tenun memang tidak semudah menemukan kain batik, padahal hampir disetiap daerah mempunyai jenis, sejarah, motif dan corak, serta ciri khas setiap masing-masing daerah.
Jika Batik sudah diakui UNESCO sebagai salah satu warisan budaya Indonesia, lain hal nya dengan kain tenun. Ketenaran kain tenun masih kalah jika dibandingkan dengan batik sebagai bahan sandang yang digunakan oleh masyarakat. Hal ini disebabkan karena masih sulitnya kain tenun ditemukan dipasaran dan belum adanya campur tangan pemerintah dalam usaha memperkenalkan dan melestarikan kain tenun secara maksimal.
Meskipun tidak sepopuler batik tetapi kain tenun mempunyai keunikan tersendiri. Keunikan kain tenun terletak pada proses pembuatannya. Untuk membuat sehelai kain tenun yang indah, pengerajin tenun membutuhkan waktu berbulan-bulan lamanya. Hal ini disebabkan karena alat yang digunakan untuk menenun masih menggunakan tangan alias manual. Sulitnya proses pembuatan kain tenun, menyebabkan ketersediaan kain tenun dipasaran tidak terlalu banyak dan harga untuk sehelai kain tenun terbilang cukup fantastis sehingga tidak semua orang bisa memilikinya.
Macam-macam Alat Tenus
Jenis alat tenun
Kegiatan menenun kain pada umumnya dilakukan oleh para perempuan atau ibu rumah tangga. Proses penenunannya juga tidak asal, mereka harus pandai mengatur benang, dan menciptakan motif yang rumit. Alat tenun yang digunakan pun harus aktif di bergerak. Untuk mengetahui jenis alat tenun untuk membuat kain tenun, mari kita simak pembahasannya sebagai berikut.
Alat tenun tradisional atau yang sering disebut sebagai gedogan menjadi awal mula alat yang digunakan untuk menenun. Mekanisme alat tenun tradisional ini sangat sederhana. Alat ini dibuat dari rancangan kayu dan juga bambu. Bentuk dari alat tenun ini dipakai dalam keadaan duduk lesehan dengan kaki membujur.
Jenis alat tenun tradisional ini terdiri dari beberapa bagian dengan fungsi yang berbeda-beda. Berikut adalah bagiannya :
Bagian Bagian Alat Tenun Bukan Mesin
- Batang pemukul, berfungsi untuk menarik picker agar teropong terpukul dan meluncur.
- Mata gun, berfungsi untuk memasukkan benang lusi agar dapat naik turun sesuai gerakan kamran.
- Rol/kerek, fungsinya menghubungkan dua kamran yang bekerja saling berlawanan. Jika salah satu kamran naik maka kamran yang lainnya akan turun.
- Gun/Kamran, fungsinya untuk menaikkan atau menurunkan kelompok benang-benang lusi yang dicucuk dalam mata gun agar terbentuk mulut lusi.
- Balok pembesut, fungsinya untuk pengantar benang-benang lusi pada saat penguluran.
- Palet, berfungsi sebagai tempat menggulung benang pakan yang terdapat pada teropong
- Boom lusi, fungsinya sebagai tempat digulungnya benang-benang lusi yang akan ditenun pada proses pertenunan.
- Piringan rem, fungsinya untuk landasan pengereman putaran boom lusi
- Batang pengerem, fungsinya untuk mengerem atau melepaskan rem pada saat penggulungan kain (secara manual).
- Bandul pengerem, fungsinya untuk memberi beban pada batang pengerem sehingga terjadi pengereman pada piringan pengerem.
Tags: tenun alat