Keindahan Alat Tenun Gendong dalam Kerajinan Jarum dan DIY
Sejarah Kain Lurik
Kain Lurik diperkirakan berasal dari daerah pedesaan di Jawa, dahulu lurik merupakan pakaian yang dikenakan oleh rakyat tetapi kemudian berkembang lurik juga dikenakan dilingkungan keraton. Pada mulanya lurik dibuat dalam bentuk sehelai selendang yang berfungsi sebagai kemben (penutup dada bagi wanita) dan sebagai alat untuk menggendong sesuatu.
Kain Lurik merupakan lambang kesederhanaan. Seperti halnya kain tenun yang lain, lurik juga tak hanya berfungsi sebagai pakaian tetapi juga sebagai status simbol dan fungsi ritual keagamaan. Motif lurik yang dipakai oleh golongan bangsawan berbeda dengan yang digunakan oleh rakyat jelata, begitu juga lurik yang dipakai dalam upacara adat biasanya berbeda tergantung dari waktu serta tujuan kegiatan.
Sebagian besar motif yang digunakan dalam kain lurik berasal dari nama tumbuhan, hewan, atau benda apapun yang dianggap sakral. Motif lurik tradisional memiliki makna yang mengandung petuah, cita-cita, serta harapan pemakainya.
Sejarah [ sunting | sunting sumber ]
ATBM pada mulanya diciptakan oleh insinyur di Textiel Inrichting Bandoeng (TIB) pada tahun 1912, sehingga alat ini juga dikenal sebagai alat tenun model TIB. Alat ini pertama kali digunakan di Kabupaten Wajo pada tahun 1950-an untuk memproduksi kain sarung Samarinda. [2]
Sejarah tenun ikat di Indonesia dimulai saat Indonesia berada di bawah pengaruh budaya asing yang berasal dari daratan tenggara asia dan bahkan lebih jauh lagi. Hal tersebut dikarenakan letak Indonesia yang berada di persimpangan jalur migrasi kuno sehingga menjadi rute perdagangan melalui Asia dan Pasifik. Negara-negara lain yang singgah di Indonesia seperti Cina, India, Persia, Mesir, dan Eropa membawa budaya mereka dan pada akhirnya memberikan pengaruh bagi budaya Indonesia. [3]
Jenis-jenis gendongan bayi
Apabila dulu hanya terdapat gendongan kain, kini orangtua bisa memilih jenis gendongan sesuai dengan preferensi atau kebutuhan masing-masing.
Berikut jenis-jenis gendongan untuk si kecil yang perlu Anda ketahui sebelum memutuskan membeli:
1. Baby wrap / wrap carrier
Ini merupakan jenis gendongan depan yang kini sering digunakan orangtua karena praktis dan nyaman. Hal ini karena bahan gendongan elastis seperti licra atau spandeks.
Maka dari itu, Anda bisa mencoba beberapa variasi cara menggendong bayi sesuai dengan instruksi yang ada. Sebagai contoh, posisi depan, pinggul, atau bahkan di belakang.
Tidak hanya itu saja, karena bahannya elastis baby wrap dapat menutupi seluruh tubuh, menghangatkan, sekaligus memaksimalkan proses skin to skin.
Walaupun dapat digunakan sejak bayi baru lahir, kemungkinan baby wrap hanya bisa digunakan pada anak dengan berat badan maksimal 10 kg.
2. Woven wrap
Model dari jenis gendongan bayi yang satu ini mirip dengan baby wrap. Akan tetapi, ada perbedaan dari jenis bahan karena tidak elastis. Biasanya, bahan yang digunakan berupa katun, linen, wol, hingga tenun.
Maka dari itu, karena bahannya lebih kokoh maka gendongan ini memungkinkan Anda untuk menggendong bayi hingga balita yang lebih besar.
3. Ring sling
Berbeda dengan jenis sebelumnya, gendongan bayi yang satu ini memiliki dua buah ring di bagian ujung sebagai simpul pengikat.
Maka dari itu, Anda bisa menyesuaikan seberapa kencang ikatan agar mendapatkan pelukan yang sempurna.
Jenis alat tenun
Kegiatan menenun kain pada umumnya dilakukan oleh para perempuan atau ibu rumah tangga. Proses penenunannya juga tidak asal, mereka harus pandai mengatur benang, dan menciptakan motif yang rumit. Alat tenun yang digunakan pun harus aktif di bergerak. Untuk mengetahui jenis alat tenun untuk membuat kain tenun, mari kita simak pembahasannya sebagai berikut.
Alat tenun tradisional atau yang sering disebut sebagai gedogan menjadi awal mula alat yang digunakan untuk menenun. Mekanisme alat tenun tradisional ini sangat sederhana. Alat ini dibuat dari rancangan kayu dan juga bambu. Bentuk dari alat tenun ini dipakai dalam keadaan duduk lesehan dengan kaki membujur.
Jenis alat tenun tradisional ini terdiri dari beberapa bagian dengan fungsi yang berbeda-beda. Berikut adalah bagiannya :
Catatan kaki [ sunting | sunting sumber ]
- ^ ab Rujukan kosong (bantuan)
- ^ Islami, Cantika Nur (2019-07-25). "Mempelajari Perbedaan Alat Tenun Gedog dan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM)". Indonesian Craft (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi asli tanggal 2020-02-26 . Diakses tanggal 2020-04-01 .
- ^ Ariani, Novi (2020-03-05). "Sejarah Tenun Ikat di Indonesia". Indonesian Handwoven (dalam bahasa Inggris) . Diakses tanggal 2020-07-11 .
- ^"Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM)/ Kasuksak – LPK ANUGRAH – PENGRAJIN SONGKET TENUNAN" . Diakses tanggal 2020-04-01 .
Artikel bertopik tekstil ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.
Tags: tenun alat