... 5 Langkah Mudah Menggunakan Alat Tenun Gendong: Panduan DIY untuk Pemula

Keindahan Alat Tenun Gendong dalam Kerajinan Jarum dan DIY

Sejarah Kain Lurik

Kain Lurik diperkirakan berasal dari daerah pedesaan di Jawa, dahulu lurik merupakan pakaian yang dikenakan oleh rakyat tetapi kemudian berkembang lurik juga dikenakan dilingkungan keraton. Pada mulanya lurik dibuat dalam bentuk sehelai selendang yang berfungsi sebagai kemben (penutup dada bagi wanita) dan sebagai alat untuk menggendong sesuatu.

Kain Lurik merupakan lambang kesederhanaan. Seperti halnya kain tenun yang lain, lurik juga tak hanya berfungsi sebagai pakaian tetapi juga sebagai status simbol dan fungsi ritual keagamaan. Motif lurik yang dipakai oleh golongan bangsawan berbeda dengan yang digunakan oleh rakyat jelata, begitu juga lurik yang dipakai dalam upacara adat biasanya berbeda tergantung dari waktu serta tujuan kegiatan.

Sebagian besar motif yang digunakan dalam kain lurik berasal dari nama tumbuhan, hewan, atau benda apapun yang dianggap sakral. Motif lurik tradisional memiliki makna yang mengandung petuah, cita-cita, serta harapan pemakainya.

Ragam Motif dan Corak Kain Lurik

Sedangkan beberapa motif lurin antara lain ketan ireng, gadung mlati, tumenggungan, dan bribil. Dan beberapa motif –motif baru seperti yuyu sekandang, sulur ringin, lintang kumelap, polos abang, polos putih, motif hukan gerimis, dam mimi, galer dan sebagainya.

Nah, demikianlah artikel tentang mengenal kain lurik, si cantik bergaris dari pulau Jawa ini. kain lurik merupakan pakaian ciri khas Yogyakarta disejajarkan dengan kain batik. keberadaan kain lurik ini sudah menjadi bagian dari sejarah masyarakat Jogjakarta khususnya.

Untuk artikel seanjutnya kita akan membahasn perkembangan kain lurik dari masa ke masa. semoga informasi tersebut dapat menambah wawasan anda tentang kain lurik khas jogjkarta. mulai sekarang cintailah produk-produk dalam negeri. Semoga bermanfaat!

Alat tenun mesin (ATM)

Selanjutnya adalah jenis alat tenun dengan menggunakan teknologi mesin atau sering disingkat ATM. Alat tenun jenis ini biasanya terdapat pada perusahaan tekstil skala besar. Alat tenun mesin dirancang dengan teknologi canggih rapier. Penggunaan ATM ini lebih efisien waktu dan tenaga.

Hanya dengan sekali proses, mesin ini dapat menghasilkan bermeter-meter kain tenun. Alat tenun mesin ini memiliki bentuk yang besar, yang mana dapat menghasilkan kain tenun yang lebih panjang dan lebar.

Pengoperasiannya masih menggunakan tenaga manusia, namun hanya untuk memantau proses penenunan mesin dengan menekan beberapa tombol otomatis. Berbeda dengan ATBM yang masih menggunakan pengrajin untuk menenun kainnya. Kain tenun yang dihasilkan dengan menggunakan mesin ini lebih halus dan teratur.

Itulah pembahasan mengenai beberapa jenis alat tenun yang digunakan pengrajin tenun. Beberapa jenis alat untuk menenun diatas hingga kini masih digunakan. Tak peduli ada mesin berteknologi, yang tradisional pun masih dipakai oleh sebagian masyarakat pengrajin tenun di beberapa daerah pedesaan.

Mengenal Perbedaan Alat Tenun Gedog dan ATBM

Kain tenun merupakan salah satu dari sekian banyak daftar kekayaan budaya yang dimiliki Indonesia. Namun terlepas dari keberadaannya, ada satu hal terkait orisinalitas yang terkadang luput dari pengetahuan banyak orang, yaitu mengenai proses pembuatannnya.

Saat ini, kain tenun yang banyak beredar di pasaran merupakan hasil buatan mesin yang mampu menghasilkan produksi dalam jumlah banyak dalam waktu yang lebih cepat. Tak heran, kain tenun hasil mesin yang selama ini beredar di pasaran memiliki harga jual yang jauh lebih murah.

Namun, kelemahannya adalah kain yang dihasilkan oleh alat ini tentu kurang atau bahkan tidak memiliki nilai filosofi yang mendalam, karena dalam pembuatannya tidak ada proses panjang yang dilakukan oleh para seniman tenun atau penenun yang memahami makna yang terkandung dalam proses pembuatan kain tenun itu sendiri.

Lalu, bagaimana proses pembuatan kain tenun asli yang sebenarnya?

Bicara mengenai hal tersebut, sebenarnya ada dua jenis alat yang sampai saat ini masih sulit dibedakan oleh orang awam, yaitu alat tenun gedog dan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM).

Jenis-jenis gendongan bayi

Apabila dulu hanya terdapat gendongan kain, kini orangtua bisa memilih jenis gendongan sesuai dengan preferensi atau kebutuhan masing-masing.

Berikut jenis-jenis gendongan untuk si kecil yang perlu Anda ketahui sebelum memutuskan membeli:

1. Baby wrap / wrap carrier

Ini merupakan jenis gendongan depan yang kini sering digunakan orangtua karena praktis dan nyaman. Hal ini karena bahan gendongan elastis seperti licra atau spandeks.

Maka dari itu, Anda bisa mencoba beberapa variasi cara menggendong bayi sesuai dengan instruksi yang ada. Sebagai contoh, posisi depan, pinggul, atau bahkan di belakang.

Tidak hanya itu saja, karena bahannya elastis baby wrap dapat menutupi seluruh tubuh, menghangatkan, sekaligus memaksimalkan proses skin to skin.

Walaupun dapat digunakan sejak bayi baru lahir, kemungkinan baby wrap hanya bisa digunakan pada anak dengan berat badan maksimal 10 kg.

2. Woven wrap

Model dari jenis gendongan bayi yang satu ini mirip dengan baby wrap. Akan tetapi, ada perbedaan dari jenis bahan karena tidak elastis. Biasanya, bahan yang digunakan berupa katun, linen, wol, hingga tenun.

Maka dari itu, karena bahannya lebih kokoh maka gendongan ini memungkinkan Anda untuk menggendong bayi hingga balita yang lebih besar.

3. Ring sling

Berbeda dengan jenis sebelumnya, gendongan bayi yang satu ini memiliki dua buah ring di bagian ujung sebagai simpul pengikat.

Maka dari itu, Anda bisa menyesuaikan seberapa kencang ikatan agar mendapatkan pelukan yang sempurna.


Tags: tenun alat

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia