Seni Tato Sulam oleh Ali - Keahlian Menyulam yang Menginspirasi dari Surabaya, Jawa Timur
Ali tattoo sulam surabaya kota sby jawa timur
Surabaya dikenal sebagai Kota Pahlawan, hal ini terjadi sejak adanya pertempuran rakyat Surabaya melawan tentara Belanda dalam revolusi kemerdekaan Indonesia.
Nama Surabaya, sesuai dengan etimologinya, berasal dari kata Sura ata Suro dan Baya atau Boyo, dalam bahasa Jawa. Suro adalah jenis ikan hiu, sedang boyo adalah istilah bahasa jawa untuk buaya. Menurut mitos, dua hewan ini adalah binatang paling kuat yang juga menjadi simbol kota Surabaya sampai saat ini. Pendapat lain mengatakan, bahwa nama Surabaya juga diambil dari istilah Sura Ing Baya, yang berarti "berani menghadapi bahaya".
Surabaya merupakan pelabuhan utama dan pusat perdagangan komersial di wilayah timur Indonesia, dan sekarang menjadi salah satu kota terbesa di Asia Tenggara. Bersama dengan Lamongan di barat laut, Gresik di barat, Bangkalan di timur laut, Sidoarjo di selatan, Mojokerto dan Jombang di barat daya menjadi kesatuan yang dinamakan Gerbang Kertosusila, seperti Jabodetabek di Jakarta dan sekitarnya.
Letak kota Surabaya berada di tepi pantai utara Jawa timur, dan berbatasan langsung dengan Selat madura di utara dan timur, Kabupaten Sidoarjo di selatan, dan Kabupaten Gresik di barat. Kota Surabaya berada pada dataran rendah, dengan ketinggian antara 3-6 M di asata permukaan laut, hal ini juga yang menyababkan suhu udara di Surabaya tergolong panas dan kering.
Sebagai kota metropolitan, Surabaya dihuni oleh multi etnis dan banyak suku bangsa, seperti warga Tionghoa, suku Jawa, Batak, Madura, Bali, Bugis, Sunda dan banyak lagi. Ada juga warga negara asing termasuk Malaysia, Cina, India, Arab dan Eropa.
Sejarah Balai Kota
❤️
Awal mula gagasan didirikannya gedung balai kota Surabaya tercetus pada masa pemerintahan Wali Kota Surabaya yang pertama yakni A. Meyroos. Pada saat itu Surabaya belum mempunyai kantor pemerintahan, kemudian G. Cosmas Citroen mengajukan sebuah desain balai kota kepada A. Meyroos.
Rencana pembangunan balai kota tersebut bermula di depan Tugu Pahlawan, namun sayang wacana tersebut belum bisa terealisasikan. Wacana pembangunan balai kota baru terwujud pada masa pemerintahan Wali Kota kedua yaitu G.J. Dijkermann.
Namun terjadi perubahan lokasi pembangunan yang tadinya rencana di depan Tugu Pahlawan berubah menjadi di daerah Ketabang. Gedung balai kota ini akhirnya mulai dibangun pada tahun 1920 dan rampung tahun 1925 oleh N.V. Hollandsche Beton Maatschappij dengan menghabiskan dana sebesar 1.000 gulden.
Pada bulan Januari 1937, Balai Kota Surabaya pernah dijadikan sebagai tempat penyambutan Ratu Juliana dan Pangeran Bernhardfeesten saat berkunjung ke Surabaya. Gedung Balai Kota Surabaya sendiri memiliki panjang 102 meter dan lebar 19 meter.
Explore Indonesian Historical Tours in Surabaya
Indonesia is not only rich in cultural diversity. However, there are various historical stories from the city of Heroes, Surabaya. We can find stories about the history of this nation from movies, books, fairy tales, songs and even tourist spots. This of course makes Surabaya, a city with various stories. In addition to make visitors more familiar with the history of the Indonesian nation, Surabaya is a space for education and remember about what the beginning of the existence of Surabaya and all other unique buildings. Maybe from here, we…
When you arranging a vacation trip out of town, did any of you include the hero city of Surabaya on your visit list? It’s likely that many of you will say no. This is because Surabaya is indeed not known as a tourist city. Even the residents themselves also admit that Surabaya City of Heroes has short destinations. Even though Surabaya is the second largest metropolitan city in Indonesia after Jakarta. Realizing the importance of the meaning of soul’s relaxation for the Urban, who are daily filled with various kinds…
Tags: sulam surabaya jawa