Karya Seni Rajutan dan Kerajinan DIY dari Bahan Keras
4.Unsur Estetika dan Ergonomis Produk Kerajinan dari Bahan Keras
Dalam perkembangannya produk kerajinan dari bahan keras tidak dapat melepaskan diri dari unsur-unsur seni pada umumnya.Sentuhan-sentuhan estetik sangat penting untuk mewujudkan karya kerajinan atraktif dan bernilai ekonomis.Pada produk kerajinan, aspek fungsi menempati porsi utama.Maka, karya kerajinan harus mempunyai nilai ergonomis yang meliputi: kenyamanan, keamanan, dan keindahan (estetika).
Produk kerajinan dari beberapa daerah di Indonesia sudah dikenal di mancanegara sejak zaman dahulu kala.Keanekaragaman produk kerajinan tersebut memiliki motif dan ragam hias yang khas di setiap daerah.Setiap motif dan ragam hias mempunyai nilai keindahan dan keunikan serta makna simbolis yang penuh perlambangan dan juga nasihat.Beberapa daerah yang terkenal ukiran atau pahatannya adalah Jepara, Yogyakarta, Cirebon, Bali, Toraja, Palembang, Kalimantan, dan masih ada daerah lainnya.
7 Teknik Pembuatan Kerajinan Bahan Keras
1. Teknik Pahat atau Ukir
Ini adalah cara membuat kerajinan bahan keras dengan cara memahat atau mengukir menggunakan beberapa alat, seperti alat martil, kikir, dan lainnya. Teknik pahat sangat cocok untuk bahan keras berupa kayu maupun batu.
2. Teknik Anyaman
Metode pengrajin membuat produk kerajinan dengan cara menggabungkan dan menyilangkan bahan secara zig-zag maupun sistematis. Teknik ini menggunakan bahan keras terbuat dari tumbuhan, seperti rotan dan akar lidi.
3. Teknik Patri
Teknik penyambungan bahan keras buatan berupa logam panas dengan mencampurkan logam tambahan. Proses pembuatan teknik ini menggunakan suhu tinggi selama pematrian logam. Teknik patri dapat berbentuk batangan bulat maupun pipih.
4. Teknik Cor
Metode pencairan logam pada cetakan guna membentuk hasil logam sesuai kebutuhan konsumen. Teknik cor memiliki jenis teknik, yakni teknik tuang berulang dan sekali pakai.
5. Teknik Las
Cara menyambungkan logam dengan mencairkan sebagian logam induk dan logam pengisi disebut teknik las atau welding. Penggunaan teknik ini mencangkup pada bidang konstruksi, seperti membuat rangka baja maupun rangka kerajinan bahan keras lainnya.
6. Teknik Menempa
Cara memanaskan logam dan memukul-mukul logam panas agar membentuk sesuai kebutuhan. Pengrajin menggunakan teknik ini dengan menggunakan logam jenis tembaga, emas, dan kuningan. Sehingga, menghasilkan produk seperti keris, teko, dan lainnya.
7. Teknik Bubut
Teknik bubut adalah cara menggerakkan bahan pahat dengan memutar secara relatif dan translasi. Sehingga, menghasilkan produk yang rapi, bulat, dan sistematis. Contoh kerajinan yang menggunakan teknik bubut adalah vas bunga berbahan kayu.
Aneka Produk Kerajinan dari Bahan Lunak dan Contohnya
Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparanKerajinan bahan lunak adalah produk yang terbuat dari bahan-bahan bersifat lunak, lentur, lembut, empuk, dan mudah dibentuk. Biasanya, kerajinan tangan dari bahan lunak dibuat oleh orang-orang yang memiliki keterampilan khusus.
Mengutip buku Prakarya oleh Suci Paresti dkk (2017: 4) ada dua jenis bahan lunak yang dapat digunakan untuk membuat kerajinan bahan lunak, yaitu bahan lunak alam dan buatan.
Bahan lunak alam berasal dari tumbuhan dan hewan ataupun lapisan bumi yang bersifat lunak tanpa campuran bahan buatan. Berbeda dengan bahan lunak buatan yang sudah melewati proses kimia, sehingga menjadi lunak.
Tags: kerajinan dari bahan produk keras yaitu