... Aneka Produk Kerajinan DIY dari Bahan Keras: Ide Kreatif untuk Hobi Sulam

Karya Seni Rajutan dan Kerajinan DIY dari Bahan Keras

Bahan Lunak yang Digunakan untuk Kerajinan

Tanah lait jadi salah satu bahan lunak yang digunakan untuk kerajinan. Foto: Unsplash

Untuk membuat aneka kerajinan, ada beberapa bahan lunak yang bisa dimanfaatkan. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, bahan lunak berasal dari tumbuhan dan hewan yang bersifat lunak tanpa campuran bahan buatan.

Berikut beberapa bahan lunak yang digunakan untuk kerajinan, seperti yang dikutip dari buku Terampil Berkreasi karangan Nandang Subarnas.

1. Tanah liat

Tanah liat adalah salah satu bahan lunak yang paling sering digunakan untuk dibuat kerajinan. Tanah liat sendiri merupakan bahan alami.

Tanah liat dapat digunakan untuk membuat karya seni berupa vas bunga, guci, piring, tembikar, dan sebagainya.

2. Parafin

Parafin adalah bahan lunak yang diperoleh dari hasil olahan minyak bumi. Bentuk parafin biasanya berupa lempengan. Namun, ada juga parafin yang berbentuk butiran.

3. Sabun

Kerajinan bahan lunak yang selanjutnya adalah menggunakan sabun. Kerajinan ini biasanya diciptakan dengan sabun batangan. Nantinya, sabun akan diukir kemudian dibentuk sesuai keinginan, seperti motif kaligrafi atau bunga.

7.Perencanaan Proses Produksi Kerajinan dari Bahan Keras

Perencanaan produk kerajinan umumnya lebih menitikberatkan pada nilai-nilai keunikan (uniqueness) dan estetika (keindahan), sementara dalam pemenuhan fungsinya lebih menekankan pada pemenuhan fungsi pakai yang lebih bersifat fisik (fisiologis), misalnya: benda-benda pakai, perhiasan, furnitur, dan sandang.

a. Pengelolaan Sumber Daya Usaha

Pengelolaan sumber daya usaha yang meliputi enam tipe sumber daya (Man, Money, Material, Maching, Method, dan Market).

b. Menentukan Fungsi dan Kualitas Produk Kerajinan

Kualitas karya kerajinan ditentukan oleh kualitas bahan, teknik pengerjaan, desain, dan nilai fungsi.Pemilihan bahan sangat penting karena bahan memiliki kekuatan, bentuk yang bervariasi, tekstur, serat, pori-pori, yang semua ini dapat dimanfaatkan untuk menunjang kualitas bentuk dan estetik karya kerajinan.Teknik penciptaan yang baik dapat menentukan kesempurnaan bentuk karya.Aspek fungsi dapat menambah kenyamanan dan keamanan penggunaan produk kerajinan (ergonomi).Nilai estetik karya kerajinan dapat menambah kepuasan rasa indah bagi pemilik atau pemakai.Kerajinan mempunyai fungsi ganda selain fungsi praktis sekaligus sebagai fungsi hiasan.

c. Menentukan Segmentasi Pasar

Secara ekonomi kerajinan cukup menjanjikan dan memiliki peluang pasar yang menggembirakan.Apalagi ditunjang dengan melimpahnya bahan baku, tenaga kerja yang relatif murah dibandingkan dengan hal yang sama di negara lain, sehingga dapat menekan biaya produksi.Penambahan ragam hias dan warna yang beraneka ragam menambah nilai estetik dan sekaligus dapat meningkatkan nilai ekonomi produk tersebut.Sentuhan estetik pada produk kerajinan sangat diperlukan untuk mengangkat citra kerajinan.Untuk menentukan produk kerajinan yang akan diproduksi, kita harus memperhatikan selera pasar.

d. Menentukan Bahan/Material Produksi Kerajinan

Pemilihan bahan/material dalam pembuatan karya kerajinan sangat penting karena material akan mendukung nilai bentuk, kenyamanan terutama dalam menggunakan benda terapan dan juga akan mempengaruhi kualitas barang tersebut.

Buka/Unduh

1. Limbah Keras Organik

Limbah keras organik adalah limbah yang berasal dari alam (tumbuhan dan hewan) bersifat keras, padat, dan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk terurai dalam tanah.

Limbah keras organik terdiri atas kandungan bahan yang pejal, solid, kuat dan tidak mudah berubah bentuk, berasal dari sumber daya alam daratan dan lautan.

Contoh limbah keras organik:

  • cangkang kerang laut,
  • sisik ikan keras,
  • tulang ikan,
  • tulang hewan berkaki empat (sapi, kerbau, kambing),
  • tempurung kelapa,
  • potongan kayu.

Diperlukan peralatan yang cukup kuat untuk membantu dalam pengerjaan produk kerajinan.

2. Limbah Keras Anorganik

Limbah keras anorganik adalah jenis limbah yang berwujud keras, padat, sangat sulit atau bahkan tidak bisa untuk diuraikan atau tidak bisa membusuk.

Limbah keras anorganik terdiri atas kandungan bahan yang kuat dan tidak mudah dihancurkan dengan alat biasa, melainkan harus menggunakan teknologi tertentu seperti pemanasan, pembakaran, dan penghancuran.

Contoh limbah keras anorganik:

  • pelat-pelat dari logam,
  • pecah-pecahan keramik,
  • pecahan kaca,
  • wadah/botol plastik,
  • kaleng.

Tags: kerajinan dari bahan produk keras yaitu

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia