Manfaat Tahap Perencanaan dalam Pembuatan Kerajinan
Conton kerajinan campuran
Beberapa contoh kerajinan campuran, sebagai berikut:
KOMPAS.COM / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIA Tiga Topeng Kelana, untuk tarian topeng khas Cirebon, yang mulai langka.
Topeng tidak hanya bisa dibuat dari bahan kayu. Dengan kreativitas seniman, bahan topeng bisa dipadukan dengan logam dan menjadi karya seni menarik.
KOMPAS.COM/JUNAEDI Kehilangan Pekerjaan Sejak Pandemi Covid, 2 Pemuda Sulap Cangkang Kerang Jadi Aneka Kerajinan Cantik dan Laris
Aksesoris yang termasuk dari jepit rambut, bando, bros, manik-manik merupakan terbuat dari bahan campuran plastik dan perpaduan logam.
dok.pribadi Kresek Project, Kombinasi Bahan ALam dan Limbah Plastik Daur Ulang
Tas yang terbuat dari bahan yang bervariasi seperti kain, kayu, dan logam untuk menjadi permanen, dan masih terdapat bahan lainnya seperti plastik, kertas, dan pita untuk yang semi permanen (tote bag, kantong belanja, dan sebagainya).
Referensi:
- Eriska, Ahmad. Mengenal Kerajinan Anyaman Rotan. 2019. Jakarta: Pengsilo Media.
- Rachman, Indrayani dan teman-teman. Implementasi SDGs Pada Pembelajaran Pendidikan Lingkungan. 2019. Jawa Timur: Uwais Ispirasi Indonesia.
Proses Perencanaan
Perencanaan dimulai dari perumusan tujuan, penggumpulan data, kemudian data-data tersebut dianalisis, membuat alternatif dan konsep kemudian diimplementasikan dan akan menghasilkan tujuan baru. Perumusan tujuan dapat dicapai bila ada kecukupan data / representasi dan kejelasan yang terukur (spesifik) meliputi : Aspek (Substansi), Ruang (Lokasi /tempat),
Sumber Daya (sumber daya manusia mengenai keahlian atau pengetahuan khusus dari tiap orang, sumber daya modal merupakan kebutuhan dalam proses perencanaan dan sumber daya waktu, durasi waktu, berapa lama hasil yang akan dicapai). Bila semakin terbatas sumber daya maka semakin banyak perencanaan yang harus dibuat untuk mensejahterakan penduduk.
Proses perencanaan merupakan rangkaian kegiatan yang berkaitan satu dengan yang lain / saling menunjang dalam mencapai tujuan di masa yang akan datang. Proses perencanaan yang berkelanjutan membutuhkan sebuah perencanaan yang matang, penempatan, dan sumber daya lainnya untuk mencapai tujuan, sasaran perencanaan dapat ditentukan oleh seorang planner / pemerintah. Perencanaan dibuat berdasarkan data yang:
- Relevan dengan tujuan (aspek, ruang, waktu, sumber dana)
- Akurasi (tepat) merupakan analisis sendiri (data primer), maupun data berdasarkan sumbernya (data sekunder)
Pemilihan Bahan
Pemilihan bahan merupakan salah satu aspek penting dalam proses perancangan kerajinan diawali dengan. Pemilihan bahan yang tepat akan menentukan kualitas, estetika, dan fungsi kerajinan yang dihasilkan. Berikut adalah beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan bahan:
- Jenis Bahan
Jenis bahan yang digunakan akan sangat memengaruhi karakteristik kerajinan yang dihasilkan. Misalnya, kerajinan yang terbuat dari bahan alami seperti kayu atau tanah liat akan memiliki tampilan dan tekstur yang berbeda dengan kerajinan yang terbuat dari bahan sintetis seperti plastik atau logam. - Ketersediaan Bahan
Ketersediaan bahan juga perlu menjadi pertimbangan. Bahan yang mudah didapat dan memiliki harga terjangkau akan lebih dipilih dibandingkan bahan yang langka dan mahal. - Sifat Bahan
Sifat bahan, seperti kekerasan, kelenturan, dan ketahanan terhadap cuaca, harus sesuai dengan fungsi dan estetika kerajinan yang diinginkan. Misalnya, kerajinan yang akan digunakan di luar ruangan harus terbuat dari bahan yang tahan terhadap cuaca. - Pengolahan Bahan
Proses pengolahan bahan juga perlu dipertimbangkan. Bahan yang mudah diolah akan lebih disukai dibandingkan bahan yang membutuhkan teknik pengolahan yang rumit dan mahal.
Dengan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut secara cermat, pengrajin dapat memilih bahan yang tepat untuk kerajinan yang akan dibuat. Pemilihan bahan yang tepat akan menghasilkan kerajinan yang berkualitas tinggi, estetis, dan fungsional sesuai dengan tujuan pembuatannya.
Tags: kerajinan perencanaan tahap