...
Diharapkan kalian dapat mengenali, mengeksplorasi tentang unsur estetika dan ergonomis serta mengembangkan produk-produk kerajinan dari bahan limbah berbentuk bangun ruang yang ada di daerahmu dan di wilayah nusantara.
Materi ini sebagai pendamping buku teks pelajaran BTP atau buku sekolah elektronik BSE sebagai media pendukung bagi kalian dalam memahami materi tentang proses perencanaan usaha kerajinan dari bahan limbah berbentuk bangun datar sebagai solusi dari permasalahan lingkungan yang meliputi, ide, peluang usaha, sumber daya, administrasi, dan pemasaran.
Proses perancangan kerajinan diawali dengan pemilihan sumber inspirasi dan pencarian ide produk kerajinan, pembuatan sketsa ide, pembuatan studi model kerajinan, dilanjutkan dengan pembuatan petunjuk produksi.
Sehingga karena alasan itulah makalah ini dibuat untuk memberikan informasi mengenai produk tas anyaman dari bambu yang unik dan menarik serta nantinya diharapkan dapat melestarikan produk anyaman bambu di Indonesia.
Diharapkan kalian dapat mengenali, mengeksplorasi tentang unsur estetika dan ergonomis serta mengembangkan produk-produk kerajinan dari bahan limbah berbentuk bangun ruang yang ada di daerahmu dan di wilayah nusantara.
Secara keseluruhan, kerajinan bahan campuran memberikan sarana bagi para pengrajin untuk mengeksplorasi kreativitas mereka, menghasilkan karya-karya yang unik dan bernilai seni tinggi, serta memberikan variasi menarik dalam dunia kerajinan.
Langkah-langkah dalam produksi kerajinan untuk pasar global meliputi perencanaan produksi, desain produk, pengadaan bahan baku, pembuatan prototype, produksi massal, pengujian kualitas, serta pengemasan dan pengiriman produk.
Perencanaan produksi kerajinan umumnya lebih dititikberatkan pada nilai-nilai keunikan dan estetikanya, semantara dalam pemenuhan fungsinya lebih ditekankan pada fungsi pakai yang lebih bersifat pada fisik, misalnya benda-banda pakai, perhiasan, furnitur, sandang, dan sebagainya.
Ratusan pengrajin gerabah di kota ini masih menghadapi cukup banyak masalah mulai dari persaingan harga, ketersediaan bahan baku dengan harga terjangkau, sarana prasarana yang masih minim, dan akses informasi terkait desa wisata yang terbatas.
Limbah organik adalah limbah yang bisa dengan mudah diuraikan atau mudah membusuk, sedangkan limbah anorganik adalah jenis limbah yang berwujud padat, sangat sulit atau bahkan sulit untuk di uraikan atau tidak bisa membusuk.