... 5 Langkah Perencanaan Usaha Kerajinan DIY dengan Sentuhan Budaya Lokal

"Strategi Bisnis Kerajinan Berbasis Budaya Tak Materiil"

Membuat Gambar/Sketsa

Ide-ide produk, rencana atau rancangan dari produk kerajinan digambarkan atau dibuatkan sketsanya agar ide yang abstrak menjadi berwujud. Ide-ide rancangan dapat digambarkan pada sebuah buku atau lembaran kertas, dengan menggunakan pinsil, spidol atau bolpoin dan sebaiknya hidari penggunaan penghapus. Tariklah garis tipis-tipis dahulu. Jika ada garis yang dirasa kurang tepat, abaikan saja, buatlah garis lain pada bidang kertas yang sama. Demikian seterusnya sehingga kamu berani menarik garis dengan tegas dan tebal. Gambarkan idemu sebanyak-banyaknya, dapat berupa variasi produk, satu produk yang memiliki fungsi sama, tetapi dengan bentuk yang berbeda, produk dengan bentuk yang sama dengan warna dan motif yang berbeda.

KUNCI JAWABAN EVALUASI
  1. Apa yang dimaksud dengan kerajinan dengan inspirasi budaya local non benda?
  2. Berikan contoh budaya local yang dapat mengispirasi kerajinan usaha!
  3. Berikan contoh kerajinana yang terinspirasi dari budaya local non benda?
  4. Bagaimana cara memulai sebuah ide atau gagasan usaha?
  5. Berikan contoh menganalisa kerajinan usaha yang terinpirasi budaya local?
  1. Usaha Kerajinan (benda) yang inspirasinya / ide pembuatannya berasal atau berkaitan dengan kebudayaan lokal / tradisional dalam negeri yang bukan benda.
  2. Tari tarian tradisional, seni pertunjukan dan panggung, ondel ondel, wayang
    • lagu daerah, musik angklung
    • puisi, pantun, bahasa, isyarat kentongan tkalian bahaya
    • cerita rakyat, dongeng, mitos, simbol / lambang tertentu
    • upacara adat, ritual, festival daerah, tradisi
    • teknik / kecakapan / keahlian khusus seperti pengrajin keris
  3. Contoh kerajinan yang terinspirasi dari budaya lokal non benda:
    • Kaos dengan gambar gambar cerita rakyat
    • Batik modern agar lebih disuka anak muda
    • Topeng
    • Terompah kayu dengan hiasan etnik
    • Gantungan kunci dll.
  4. Tahapan dalam menentukan ide usaha diantaranya adalah
    • Ketahui kemampuan yang kalian miliki
    • Carilah sesuatu yang sedang trend
    • Berikan nilai tambah pada produk yang tersedia
    • Membuat riset dan penelitian di pasar
    • Menciptakan jenis produk atau jasa baru
  5. Contoh analisis SWOT untuk produk kaos dengan motif karakter local
    • Strenght kekuatan atau kelebihan yang dimiliki perusahaan, Contohnya adalah Bahan pakaian terbuat dari bahan berkualitas baik, Motif bervariasi dll.
    • Weakness yaitu kelemahan yang dimiliki oleh perusahaan, bahan dasar painting langka, Kondisi pada pasar lebih menginginkan kualitas barang stkalianr rata – rata.
    • Opportunity : Peluang atau kesempatan untuk mengembangkan usaha, Nyaman saat dipakai, karena bahan berkualitas baik Pemakai merasa percaya diri karena motif tidak pasaran.
    • Threat: Ancaman, gangguan, hambatan, Ada perusahaan sejenis yang melakukan hal yang sama namun kualitas rendah.

    B. Perencanaan Usaha Kerajinan dengan Inspirasi Budaya Nonbenda

    Budaya tradisi dapat dikelompokkan menjadi budaya nonbenda dan artefak/ objek budaya.

    • Budaya nonbenda di antaranya: pantun, cerita rakyat, tarian, dan upacara adat.
    • Artefak/objek budaya diantaranya: pakaian daerah, wadah tradisional, senjata dan rumah adat.

    Setiap jenis budaya tradisi baik nonbenda maupun artefak/objek budaya dapat menjadi sumber inspirasi untuk dikembangkan menjadi produk kerajinan.

    Setiap daerah dapat mengembangkan kerajinan khas daerah yang mengambil inspirasi dari budaya tradisi daerahnya masingmasing.

    Kekayaan budaya tradisi Indonesia adalah kearifan lokal (local genius) yang dapat menjadi sumber inspirasi yang tidak ada habisnya.

    Sumber Daya, Material, Teknik dan Ide Kerajinan dengan Inspirasi Budaya Nonbenda

    Kegiatan wirausaha didukung oleh ketersediaan sumber daya manusia, material, peralatan, cara kerja, pasar, dan pendanaan.

    Sumber daya yang dikelola dalam sebuah wirausaha dikenal dengan sebutan 6 M:

    • Man (manusia),
    • Money (uang),
    • Material (bahan),
    • Machine (peralatan),
    • Method (cara kerja),
    • Market (pasar).

    Wirausaha kerajinan dengan inspirasi budaya non benda dapat dimulai dengan melihat potensi bahan baku (Material), keterampilan produksi (Man & Machine) dan budaya lokal yang ada di daerah setempat.

    Wirausaha kerajinan dengan inspirasi budaya akan menawarkan karya-karya kerajinan inovatif kepada pasaran.

    Pencarian Ide Produk

    • Budaya nonbenda apa yang akan menjadi inspirasi?
    • Produk kerajinan apa yang akan dibuat?
    • Mengapa produk kerajinan tersebut dibuat?
    • Siapa yang akan menggunakan produk kerajinan tersebut?
    • Bahan/material apa yang apa saja yang akan dipakai?
    • Warna dan/atau motif apa yang akan digunakan?
    • Adakah teknik warna tertentu yang akan digunakan?
    • Bagaimana proses pembuatan produk tersebut?
    • Alat apa yang dibutuhkan?

    Pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat diungkapkan dan didiskusikan dalam kelompok dalam bentuk curah pendapat ( brainstorming ). Pada proses brainstorming ini, setiap anggota kelompok harus membebaskan
    diri untuk menghasilkan ide-ide yang beragam dan sebanyak-banyaknya. Beri kesempatan juga untuk munculnya ide-ide yang tidak masuk akal sekalipun. Tuangkan ide-ide tersebut ke dalam bentuk tulisan atau sketsa. Kunci sukses dari tahap brainstorming dalam kelompok adalah jangan ada perasaan takut salah, setiap orang berhak mengeluarkan pendapat, saling menghargai pendapat teman, boleh memberikan ide yang merupakan perkembangan dari ide sebelumnya, dan jangan lupa mencatat setiap ide yang muncul. Curah pendapat dilakukan dengan semangat untuk menemukan ide baru dan inovasi. Semangat dan keberanian kita untuk mencoba membuat inovasi baru akan menjadi bekal kita berkarya di masa depan.

    E. Pemasaran Langsung Kerajinan dengan Inspirasi Budaya Nonbenda

    Pemasaran langsung adalah promosi dan penjualan yang dilakukan langsung kepada konsumen tanpa melalui toko.

    Penjualan langsung merupakan hasil dari promosi langsung yang dilakukan oleh penjual terhadap pembeli.

    Pemasaran dapat dilakukan dengan promosi dan demo penggunaan produk kepada calon konsumen.

    Sistem penjualan langsung dapat berupa penjualan satu tingkat (single-level marketing) atau multitingkat (multi-level marketing).

    Penjualan satu tingkat merupakan cara yang paling sederhana untuk menjual produk secara langsung.

    Wirausahawan langsung memasarkan dan menjual kepada konsumen tanpa membutuhkan toko atau pramuniaga.

    Pemasaran produk kerajinan dapat dilakukan dengan cara pemesanan.

    Konsumen dapat melihat langsung produk ataupun melalui gambar dari produk kerajinan, dan kemudian memesannya.

    Produsen kerajinan selain menjual produknya sendiri, dapat membentuk kelompok penjual yang akan memasarkan dan menjualkan produknya secara langsung kepada konsumen.

    Kelompok penjual dapat terdiri atas beberapa tingkatan.

    Sistem dengan beberapa tingkat kelompok penjual disebut multi-level marketing Produk perusahaan memiliki usaha di bidang penjualan langsung (direct selling) baik yang menggunakan single level maupun multi-level marketing wajib memiliki Surat Izin Usaha Penjualan Langsung yang dikeluarkan oleh BKPM sesuai dengan Peraturan Menteri Perdagangan No. 32 Tahun 2008.

    Contoh penataan kerajinan pada penjualan di bazar:


    Tags: kerajinan usaha budaya inspirasi perencanaan

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia