"Kreativitas dalam Desain Produk Kerajinan - Mendalam ke Elemen Rancangan!"
Jenis-Jenis Kerajinan Bahan Keras
Ada dua macam jenis bahan keras yang perlu kamu ketahui. Kedua jenis ini adalah bahan keras alam dan bahan keras buatan. Berikut inilah penjelasan lebih lengkapnya.
1. Kerajinan Bahan Keras Alam
Kerajinan bahan keras alam adalah jenis kerajinan yang terbuat dari bahan alam sekitar. Contohnya, kayu, batu, bambu, rotan, dan sebagainya. Bahan keras alam ini sering digunakan sebagai produk yang fungsional karena memiliki masa penggunaan yang panjang. Ini juga berkat bahan benda keras yang cenderung tahan lama dan kuat.
Selain itu, kerajinan bahan keras alam juga memiliki keunikan tersendiri berkat sifat keaslian yang berasal dari alam. Sifat keaslian tersebut membuat bahan ini jadi lebih istimewa dan memiliki nilai jual yang bisa jadi lebih tinggi dibandingkan kerajinan buatan.
2. Kerajinan Bahan Keras Buatan
Berikutnya, ada yang dibuat dari bahan buatan. Bahan tersebut diolah dan dicampur dengan bahan tertentu sehingga menghasilkan bahan yang keras. Tentunya bahan keras buatan juga memiliki sifat yang kuat dan tahan lama. Contoh kerajinan bahan keras buatan adalah kaca, logam, kaleng, dan masih banyak lagi.
A. Prinsip Kerajinan Bahan Keras
Prinsip-prinsip dalam pembuatan kerajinan bahan keras.
1. Keunikan Bahan Kerajinan
Kerajinan bahan keras memiliki keunikan tersendiri, dimana bahan, alat, maupun teknik pembuatannya memiliki perbedaan masing-masing, menyesuaikan fungsi dan karakteristiknya.
Seperti bahan pembuatan kerajinan bahan keras dapat dibuat dari bahan alam, bahan buatan, bahan limbah organik, dan bahan limbah anorganik.
Contoh: Bahan kayu memiliki keunikan tekstur urat/serat kayu yang sangat unik dan tidak dapat ditemui pada bahan lainnya.
2. Keragaman Muatan Nilai dalam Produk Kerajinan
Beberapa nilai produk yang dapat disajikan dalam sebuah karya kerajinan:
- Produk dengan nilai fungsional
- Produk dengan nilai informtif
- Produk dengan nilai simbolik
- Produk dengan nilai prestise (wibawa)
3. Aspek Rancangan dalam Produk Kerajinan
Produk kerajinan mengandung banyak faktor yang perlu menjadi bahan acuan dan pertimbangan.
a. Faktor Teknis
- metode produksi yang handal
- penerapan daya mesin atau manual,
- tingkat kemahiran sumber daya manusianya.
Alat dan Bahan yang Dibutuhkan dalam Memproduksi Kerajinan dari Bahan Limbah
Pada prinsipnya alat dan bahan yang dibutuhkan dalam memproduksi kerajinan dari bahan limbah adalah sama. Oleh karena itu kalian diharapkan dapat mengembangkan materi alat dan bahan tersebut sehingga pembelajaran pada semester 2 ini dapat lebih lengkap dan berkembang.
Beberapa karya kerajinan memiliki peralatan khusus yang tidak dipergunakan pada jenis karya lainnya. Tetapi ada juga alat atau bahan yang dipergunakan hampir disemua proses berkarya kerajinan. Alat-alat tulis gambar misalnya, adalah peralatan yang digunakan dalam proses pembuatan hampir seluruh jenis karya kerajinan, terutama saat membuat rancangan karya kerajinan tersebut.
Bahan berkarya kerajinan adalah material habis pakai yang digunakan untuk mewujudkan karya kerajinan tersebut. Ada bahan yang berfungsi sebagai bahan utama medium dan ada pula sebagai bahan penunjang. Ketika membuat karya karya kerajinan hiasan dari bahan limbah botol bekas, maka botol bekas sebagai bahan utamanya serta cat dan lem sebagai bahan penunjang.
Bahan untuk berkarya kerajinan dari bahan bekas dapat dikategorikan menjadi bahan alami dan bahan sintetis. Bahan baku alami adalah material yang bahan dasarnya berasal dari alam. Bahan-bahan ini dapat digunakan secara langsung tanpa proses pengolahan terlebih dahulu.
Itulah “Perencanaan Dalam Memproduksi Produk Kerajinan” pada Mapel Prakarya yang bisa Mang Ocoy sampaikan. Semoga bisa bermanfaat bagi Anda semua!
Sumber Daya yang Dibutuhkan dalam Usaha
Apabila kalian sudah menentukan produk kerajinan berdasarkan analisis peluang
usaha, kalian dapat menentukan sumber daya yang dibutuhkan dalam menjalankan
usaha tersebut. Dalam perencanaan proses produksi diperlukan pengelolaan yang
baik untuk mencapai tujuan perusahaan. Sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan dapat dikategorikan atas enam tipe sumber daya (6M), sebagai berikut.
a. Man (Manusia)
Dalam pendekatan ekonomi, sumber daya manusia adalah salah satu faktor
produksi selain tanah, modal, dan keterampilan. Pandangan yang menyamakan manusia dengan faktor-faktor produksi lainnya dianggap tidak tepat, baik dilihat dari konsepsi, filsafat, maupun moral. Manusia merupakan unsur manajemen yang penting dalam mencapai tujuan perusahaan.
b. Money (Uang)
Money atau uang merupakan salah satu unsur yang tidak dapat diabaikan.
Uang merupakan alat tukar dan alat pengukur nilai. Besar-kecilnya hasil kegiatan dapat diukur dari jumlah uang yang beredar dalam perusahaan. Oleh karena itu, uang merupakan unsur yang penting untuk mencapai tujuan perusahaan karena segala sesuatu harus diperhitungkan secara rasional. Hal ini akan berhubungan dengan berapa uang yang harus disediakan untuk membiayai gaji tenaga kerja, alat-alat yang dibutuhkan dan harus dibeli, serta berapa hasil yang akan dicapai oleh perusahaan.
c. Material (Fisik)
Perusahaan umumnya tidak menghasilkan sendiri bahan mentah yang dibutuhkan, tetapi membeli dari pihak lain. Untuk itu manajer perusahaan berusaha untuk memperoleh bahan mentah dengan harga paling murah, menggunakan cara pengangkutan yang murah dan membuat proses pengolahan seefisien mungkin.
d. Machine (Teknologi)
e. Method (Metode)
Metode sangat dibutuhkan agar mekanisme kerja berjalan efektif dan efisien. Metode kerja yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan, baik yang menyangkut proses produksi maupun administrasi tidak terjadi begitu saja melainkan memerlukan waktu yang lama.
4 Aspek Penting Dalam Membangun Usaha Kerajinan
Apakah kalian ingin menjadi seorang wirausahawan sukses? Untuk menjadi
seorang wirausahawan sukses, kalian harus memiliki perencanaan usaha yang
baik. Aspek-aspek penting dalam perencanaan sebuah usaha kerajinan adalah:
Seorang wirausahawan harus dapat memanfaatkan peluang usaha secara sistematis dimulai dari analisis sumber-sumber peluang usaha secara luas.
Persiapan yang dapat kalian lakukan dalam menganalisis peluang usaha sebagai berikut.
a. Meneliti berapa luas usaha yang akan dipilih.
b. Bentuk usaha apa yang akan dipilih.
c. Jenis usaha apa yang akan ditekuni.
d. Informasi usaha yang akan diterima.
e. Ada atau tidaknya peta usaha yang menguntungkan.
Pemetaan potensi usaha produk kerajinan dari bahan limbah dapat didasarkan pada ciri khas kerajinan dari masing-masing daerah. Pemetaan potensi menjadi sangat penting untuk mendorong pertumbuhan dan pemerataan ekonomi daerah. Terdapat beberapa cara atau metode dalam melakuan pemetaan potensi usaha, baik secara kuantitaif maupun kualitatif. Analisis SWOT (Strenght, Weakness, Opportunity, Threat) adalah suatu kajian terhadap lingkungan internal dan eksternal perusahaan. Analisis ini didahului oleh proses identifikasi faktor eksternal dan internal untuk menentukan strategi terbaik, kemudian dilakukan pembobotan terhadap tiap unsur SWOT berdasarkan tingkat kepentingan. Analisis internal lebih menitikberatkan pada aspek kekuatan (strenght) dan kelemahan (weakness), sedangkan analisis eksternal untuk menggali dan mengidentifikasi semua gejala peluang (opportunity) yang ada dan yang akan datang serta ancaman (threat) dari kemungkinan adanya pesaing/calon pesaing. Analisis SWOT digunakan untuk mengetahui langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam pengembangan usaha produk kerajinan sebagai alat penyusun strategi. Analisis SWOT didasarkan pada logika untuk memaksimalkan kekuatan dan peluang yang secara bersamaan dapat mengatasi kelemahan dan ancaman. Dengan analisis SWOT dapat ditentukan strategi pengembangan usaha produk kerajinan dalam jangka panjang sehingga tujuan dapat dicapai dengan jelas dan dapat dilakukan pengambilan keputusan secara cepat. Menganalisis peluang usaha bertujuan untuk mencari dan melaksanakan kegiatan usaha yang menguntungkan. Rencana dalam berwirausaha perlu dianalisis untuk mengenali kelemahan-kelemahan yang dapat mengakibatkan kesulitan-kesulitan
keberlangsungan usaha. Analisis usaha ini juga dapat digunakan untuk mencari strategi alternatif dalam bidang penjualan, bauran produk, investasi, pengembangan
staf, pengendalian usaha, pengendalian biaya, dan lain-lain. Secara rinci ada beberapa langkah yang perlu diperhatikan dalam menganalisis peluang usaha produk kerajinan, sebagai berikut.
Tags: kerajinan produk aspek